NovelToon NovelToon
Sistem Supir Angkot

Sistem Supir Angkot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Di sudut kota Bogor yang basah oleh hujan, Farrel (22 tahun) hanyalah seorang supir angkot jurusan Baranangsiang–Bubulak yang hidupnya di ujung tanduk.

Setiap hari ia harus menahan lapar, dicaci maki oleh kernet lain, difitnah mencuri uang setoran oleh mandor pangkalan, dan puncaknya: diputuskan oleh kekasihnya karena tidak mampu membelikan kuota internet. Modal hidupnya setiap hari setelah setoran hanyalah sebungkus nasi rames karet dua dan sebatang rokok eceran.

Namun, sebuah insiden pengeroyokan oleh oknum ormas di Terminal Baranangsiang mengubah takdirnya. Saat sekarat, sebuah suara mekanis bergema di otaknya: [Sistem Afeksi Kekayaan Berhasil Diaktifkan].
Sistem ini memberikan Farrel saldo tak terbatas, namun dengan syarat gila: uang tersebut hanya bisa digunakan untuk membiayai atau membelikan barang untuk wanita yang memiliki potensi afeksi (rasa suka) terhadapnya. Setiap kali persentase Favorability (tingkat kesukaan) wanita tersebut naik, saldo pribadi Farrel akan berlipat g

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 3

Nisa tertegun.

Ia merasakan kehangatan yang menjalar dari telapak tangan Farrel yang menggenggam jemarinya. Namun, akal sehatnya segera mengambil alih.

Ia menatap Farrel dengan pandangan tidak percaya, bahkan mengira supir angkot di hadapannya ini sedang berdelusi karena terlalu stres memikirkan kerasnya hidup di terminal.

"Rel... kamu jangan bercanda. Ini bukan uang seratus atau dua ratus ribu. Ini lima belas juta rupiah,"

kata Nisa pelan, perlahan menarik tangannya kembali dengan raut wajah cemas.

"Aku tahu kamu berniat baik mau menghibur aku, tapi pliss, jangan main-main sama masalah ini. Aku lagi bener-bener pusing."

Farrel tidak menyalahkan reaksi Nisa. Di mata semua orang, dia hanyalah Farrel yang miskin. Jangankan lima belas juta, uang lima belas ribu saja dia harus bertaruh nyawa dengan ormas pangkalan.

"Aku gak bercanda, Nis. Tunggu sebentar," kata Farrel tenang.

Dalam pikirannya, Farrel segera berkomunikasi dengan sistem.

"'Sistem, gimana cara gua makai uang sepuluh miliar itu? Gua gak punya kartu debit atau rekening yang isinya segitu!'

【 Ding! Menjawab Pengguna. Sistem telah membuatkan Rekening Bayangan Internasional yang terikat dengan sidik jari dan wajah Pengguna.Pengguna dapat melakukan transfer instan melalui aplikasi m-banking tiruan yang telah terpasang di ponsel Pengguna, atau menggunakan fitur penarikan tunai tak terlihat jika diperlukan. 】

Farrel segera meraba kantong celananya yang lain, mengeluarkan ponsel Android jadulnya yang layarnya sudah retak seribu.

Benar saja, di layar utama ponselnya kini muncul sebuah ikon aplikasi emas berlambang dewi keberuntungan dengan nama 'Goddess Pay'.

Tanpa ragu, Farrel membuka aplikasi tersebut. Layar ponselnya menampilkan sisa saldo yang membuat jantungnya berdegup kencang: Rp 10.000.000.000,00.

"Nis, sebutin nomor rekening kamu atau nomor rekening ibu kamu," ujar Farrel sambil menatap tajam ke mata Nisa.

Tatapannya begitu penuh keyakinan hingga membuat Nisa sedikit ragu untuk menolak.

"Buat apa, Rel? Kamu jangan bikin aku makin bingung..."

"Sebutin aja, Nis. Gak ada ruginya, kan? Kalau dalam dua menit uangnya gak masuk, kamu boleh anggap aku gila dan usir aku dari sini," potong Farrel dengan nada yang begitu tegas namun lembut.

Nisa yang merasa terhipnotis oleh perubahan sikap Farrel yang mendadak sangat dominan, akhirnya pasrah.

Dengan tangan sedikit bergetar, ia membuka dompetnya dan mengeluarkan selembar kertas kecil berisi nomor rekening Bank Mandiri atas nama ibunya, Siti Aminah.

"Ini... rekening Ibu."

Farrel dengan cepat mengetik nomor rekening tersebut di aplikasi Goddess Pay. Ia memasukkan nominal transfer: Rp 30.000.000,00.

Farrel sengaja melebihkan nominalnya dua kali lipat dari biaya sewa ruko. Dia ingin memastikan Nisa dan ibunya memiliki modal lebih untuk mengembangkan warung soto ini tanpa harus memikirkan utang lain.

Setelah menekan tombol konfirmasi, Farrel menempelkan ibu jarinya ke sensor sidik jari di bagian belakang ponselnya yang sudah agak longgar.

【 Ding! Transfer Berhasil. Saldo Khusus Wanita berkurang Rp 30.000.000. Sisa Saldo: Rp 9.970.000.000. 】

Hanya dalam hitungan detik setelah notifikasi sistem itu muncul, ponsel Nisa yang tergeletak di atas meja bergetar hebat.

 Sebuah SMS notifikasi dari bank masuk. Nisa dengan malas membukanya, mengira itu hanya SMS spam dari operator.

Namun, begitu matanya membaca deretan angka di layar, seluruh tubuh Nisa mendadak kaku. Matanya membelalak sempurna, napasnya tertahan di tenggorokan.

[Mandiri SMS Notifikasi]

Dana masuk sebesar Rp 30.000.000,00 dari REK UTAMA SYSTEM. Saldo Anda saat ini: Rp 30.450.000,00.

"I-ini... ini gak mungkin..."

Nisa menutup mulutnya dengan kedua tangan, air matanya menetes tanpa bisa dibendung.

Tubuhnya gemetar hebat hingga ia harus berpegangan pada tepi meja.

"Tiga puluh juta? Rel... ini uang dari mana?! Kamu... kamu gak melakukan sesuatu yang ilegal, kan? Kamu gak ngerampok bank, kan?!"

Ketakutan Nisa sangat beralasan. Bagaimana mungkin seorang supir angkot yang beberapa menit lalu mengemis nasi seharga sepuluh ribu, tiba-tiba bisa mengirimkan uang tiga puluh juta rupiah dalam sekejap mata?

Farrel tersenyum tipis, meraih kembali jemari Nisa dan menggenggamnya erat untuk memberikan ketenangan.

"Nis, dengerin aku. Uang ini seratus persen halal dan legal. Anggap aja aku dapat rezeki nomplok dari hasil investasi online yang selama ini aku pelajari diam-diam."

"Aku gak mau lihat kamu nangis lagi karena masalah uang. Bayar ruko itu besok, dan sisanya pakai buat modal Ibu."

Nisa menatap Farrel dengan pandangan yang benar-benar berbeda. Rasa iba dan kasihan yang selama ini ia miliki untuk Farrel runtuh, digantikan oleh rasa kagum yang luar biasa, rasa aman, dan getaran aneh yang mendalam di lubuk hatinya.

Pria di hadapannya ini bukan lagi Farrel si supir angkot yang malang, melainkan seorang pria sejati yang menjadi pelindungnya di saat paling kritis.

【 Ding! Tingkat Kesukaan (Favorability) Nisa Amanda terhadap Pengguna naik dari 45% menjadi 65%! Misi Berhasil! 】

【 Kenaikan total: 20%. Menghitung Hadiah Tunai Pribadi Pengguna... 】

【 Ding! Selamat! Pengguna mendapatkan uang tunai pribadi sebesar Rp 200.000.000 (Dua Ratus Juta Rupiah) yang telah ditransfer ke rekening bank BCA pribadi Pengguna yang baru dibuat! 】

【 Ding! Karena tingkat kesukaan target telah melewati 60%, target kini berada dalam fase 'Terpikat'. Sistem membuka opsi interaksi tingkat lanjut (Intimasi/Bercocok Tanam) untuk memicu Mega Bonus! 】

Bzzzt!

Ponsel di saku Farrel kembali bergetar, kali ini sebuah SMS asli dari Bank BCA masuk ke nomor pribadinya, menyatakan bahwa saldo sebesar 200 juta rupiah telah berhasil masuk.

Farrel hampir saja berteriak kegirangan. Dua ratus juta rupiah uang nyata yang bisa ia gunakan untuk dirinya sendiri!

Nisa yang masih menangis haru tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya. Tanpa memedulikan keadaan sekitar warung yang mulai sepi karena gerimis yang kian lebat, gadis itu langsung menghambur ke pelukan Farrel.

Ia mendekap tubuh Farrel dengan sangat erat, menyandarkan wajahnya di dada bidang Farrel yang kini terasa begitu kokoh.

"Terima kasih, Rel... Terima kasih banyak... Aku gak tahu harus balas kebaikan kamu pakai apa," bisik Nisa di sela tangisnya, napasnya yang hangat menerpa leher Farrel.

Aroma tubuh Nisa yang wangi alami bercampur sedikit aroma sabun mandi langsung menyeruak masuk ke hidung Farrel.

Pelukan itu begitu erat hingga Farrel bisa merasakan kelembutan dua gundukan kenyal di dada Nisa yang menekan pas di dadanya.

 Gairah muda Farrel yang selama ini terpendam mendadak bergejolak hebat di bawah pengaruh Ramuan Penguat Tubuh dari sistem yang membuat staminanya berada di puncak performa.

Farrel membalas pelukan itu, mengusap rambut hitam Nisa yang halus dengan lembut.

"Kamu gak perlu balas apa-apa, Nis. Cukup selalu ada di samping aku."

Nisa mendongak, menatap mata Farrel dengan tatapan sayu yang penuh dengan hasrat tersembunyi dan kepasrahan total.

 Wajah mereka kini hanya berjarak beberapa sentimeter. Deru napas mereka saling memburu, berpacu dengan suara rintik hujan yang kian menderu di luar tenda warung yang tertutup rapat.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai hendra beserta keluarganya bikin hendra menyesal mencari masalah dengan mcnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai para penguasa itu bikin mcnya ambil alih
eza
apakah ini terinspirasi dari kisahnyata, ehem😙😙
Tri Wahyuni: ya bisa di bilang bgtu.hehe
total 1 replies
eza
100 buat author
Tri Wahyuni: kalau suka sama ceritanya jangan lupa Giftnya ya kak
total 1 replies
eza
buset iklan
Achmad Zaki
terlalu lebay
Aisyah Suyuti
menarik
Fajar Fathur rizky
cepat bantai juga keluarga musuhnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dan keluarganya dengan cara paling kejam
Herman Tere
lanjuut
Herman Tere
ceritanya menarik walaupun agak berlebihan, tapi ini hiburan
Fajar Fathur rizky
cepat bantai lima puluh Preman itu bawa tubuh mereka ke musuhnya bikin musuhnya ketakutan memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai orang itu beserta keluarganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!