NovelToon NovelToon
Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Putri Arabella

Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Transmigrasi

Sedangkan di rumah sakit dokter baru keluar setelah memeriksa keadaan Aretta.

Cklek

Suara pintu ruangan Aretta terbuka bi Nilam yang melihat itu bergegas bangkit dari duduknya lalu menghampiri dokter yang menangani Aletta.

"Bagaimana keadaan nona Aretta dokter?" Ucap bi Nilam cemas.

Dokter itu tersenyum diri paham betul apa yang bi Nilam rasakan. "Nona Aretta keadaannya sudah baik baik saja Bu juga sudah mencopot semua alat yang ada di tubuhnya, maaf saya harus memberikan informasi ini kalo nona Aretta saat ini mengalami amnesia akibat benturan yang begitu keras di kepalanya karena waktu kecelakaan itu." Ucap Dokter menatap bi Nilam sendu.

Bi Nilam terkejut mendengar itu pantas saja non mudanya gak mengenali dirinya ternyata nona mudanya mengalami amnesia.

"Ya ampun nona Aretta." Ucap bi Nilam lirih menitipkan air matanya.

"Jangan paksa nona Aretta untuk terus mengingatnya ya bu biarkan ingatan dia kembali dengan sendirinya dan nona Aretta yang ingin mengingatnya sendiri." Ucap dokter itu memperingati.

"Baik dokter, tapi kira-kira kapan nona Aretta boleh pulang?"

"Jika hari ini kondisinya sudah stabil nona Aretta boleh pulang."

"Terima kasih dokter "

"Sama-sama, kalo gitu saya pergi dulu."

Bi Nilam langsung masuk ke dalam ruangan Aretta di rawat dirinya melihat nona mudanya tengah berbaring dengan tatapannya menatap ke atas seperti memikirkan sesuatu yang begitu berat. Ya memang memikirkan sesuatu yang berat si Aletta itu masih kaga nyangka jiwanya pindah ke raga orang Laen wkwkw.

"Ternyata gue beneran transmigrasi ke dalam tubuh Aretta." Batin Aretta.

"Gue masih gak nyangka bisa mengalami hal seperti ini, gue beneran transmigran dong eh salah buka itu tapi transmigrasi nah iya itu." Ucap lirih kepada dirinya sendiri.

"Pokoknya gue harus menyusun rencana untuk balas dendam keluarga lucknutnya si Aretta." Dengus Aletta kesal.

Saat dirinya sedang asik melamun tiba-tiba di kejutkan dengan seorang yang sedari tadi ia cari. "Non Aretta." Panggil bi Nilam.

Aretta langsung menoleh. "Bibi." Ucapnya.

"Non ingat bibi?" Tanya bi Nilam antusias.

"Sedikit bi." Ucapnya.

Aretta mencoba bangun untuk duduk tapi tubuhnya terasa kaku bi Nilam yang melihat itu langsung membantu Aretta untuk duduk.

"Pelan-pelan non." Ucap bi Nilam sambil membantu Aretta penuh dengan kelembutan.

"Bi tolong ambilkan kaca ya." Pintanya, sungguh dirinya ingin melihat wajah imut yang raganya tempati saat ini.

Bi Nilam menganggukkan dan bergegas mengambil kaca untuk non mudanya. "Ini non kacanya."

Dengan semangat Aretta mengambil kaca itu langsung mengarahkan ke arah wajahnya alangkah terkejutnya Aretta melihat wajah yang ada di pantulan kaca.

"Aarrgghhhhh ini muka siapa woy ngapa jelek banget astaga." Teriak Aretta histeris.

"Huaaaa wajah gue yang cantik pari purna kemana woyyyyyy." Syok Aletta.

Bi Nilam terkejut karena tiba-tiba nona mudanya teriak histeris." Non ada apa non?" Tanya bi Nilam panik.

Aretta langsung menoleh ke arah bi Nilam dengan mata yang berkaca-kaca. "Bi ini...ini wajah siapa? kenapa wajah ini jelek banget kek tante-tante?" Tanya Aretta nangis tersedu-sedu.

Bi Nilam pun heran kenapa nona mudanya menjadi seperti ini? bukan kah itu wajah aslinya? kenapa seperti tidak mengenalinya sama sekali? Sungguh aneh.

"Non Aretta itu wajah asli non bahkan non Aretta sendiri yang selalu dandan seperti itu untuk mengambil perhatian dari keluarga non Aretta." Ucap bi Nilam.

Ah ternyata dirinya baru ingat kalau tubuh yang di tempatnya saat ini di benci sama keluarganya. demi ingin mendapat perhatian dari keluarga besarnya Aretta melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri dengan cara berdandan seperti tante-tante girang, ck sungguh miris sekali bukan?.

"Iya kah?" Ucapnya polos lebih tepatnya pura-pura polos.

Bi Nilam mengangguk. " Iya non bahkan non juga sering ngemis perhatian sama keluarga non apa lagi sama abang-abang non."

"Coba dong bi cerita dari awal aku mau tau semuanya." Ucap Aretta. semua ingatan Aretta sudah Aletta ketahui ya hanya saja di sini Aletta pura-pura gak tau, yah namanya juga amnesia.

Bi Nilam bimbang dirinya tiba-tiba ingat apa kata dokter bahwa jangan memaksa Aretta untuk mengingatnya biar Aretta saja yang mencoba mengingatnya.

Aretta yang tau kekhawatiran bi Nilam mencoba meyakinkannya. "Aku gak kenapa-napa ko bi bibi cerita aja."

Bi Nilam melihat nona mudanya akan baik-baik saja mau gak mau dirinya menceritakan. " Baiklah bibi akan menceritakan yang bibi tau." Ucapnya dan Aretta mengangguk setuju.

Bi Nilam menarik nafas panjang lalu mulai bercerita. "Awal pertama non lahir di dunia ini semuanya baik-baik saja Nyonya dan Tuan serta abang-abang non sangat senang karena mereka selalu menunggu kelahiran non. Hingga nonberusia 4 tahun semuanya berubah mulai pecah' secara perlahan-lahan dalam artian keluarga non mulai gak suka sama non karena non mendorong sepupu non ke dalam kolam renang sampai sepupu non di rawat 1 Minggu.

Karena non masih kecil jadinya non gak tau apa apa dan menganggap biasa saja, lalu pas non umur 5 tahun mereka semakin membenci non bahkan orang tua non suka menampar non Aretta dan memukulnya mereka selalu menyalahkan non atas kesalahanyang gak pernah non lakukan dan menjadikan non samsak jika mereka lagi marah.

Di situ bibi udah sedihhhhh banget non karena bibi yang mengurus non dari kecil hati bibi liat anak yang bibi asuh dari bayi di perlakukan seperti itu walaupun dengan orang tuanya dan keluarganya. Bibi mau membela non tapi bibi gak bisa apa-apa non, pernah satu waktu bibi bela non tapi sama Tuan Besar bibi di hukum bibi di kurung sama Tuan Besar selama 3 hari." Cerita bi Nilam nangis seseggukan.

Aletta yang mendengar mengepalkan tangannya kuat menahan emosinya. Aletta benar benar gak habis pikir dengan keluarganya Aretta yang menyiksa anaknya sendiri dari kecil.

"Lanjutkan bi Aretta masih penasaran." Ucap yang di anggukkan oleh bi Nilam.

"Puncaknya saat non berusia 6 tahun non di fitnah telah membunuh Nyonya Besar dengan racun yang non beli, padahal yang beli racun itu bukan non Aretta tapi sepupu non. sepupu non memfitnah non agar non di usir dari kediaman mereka, mereka juga tau bahwa Nyonya Besar sangat menyayangi non Aretta makanya dari itu sepupu non membenci non dan memfitnah non Aretta memberikan teh ke Nyonya Besar setelah Nyonya Besar meminum teh pemberian non Aretta beberapa menit tubuh Nyonya Besar mengalami kejang-kejang dari mulutnya keluar darah dan busa terus hidung dan kupingnya juga mengeluarkan darah.

keluarga besar yang melihat kejadian itu di depan matanya sendiri menjadi murka ke non Aretta di sana non Aretta juga menangis histeris tepi sebelum Nyonya Besar kehilangan kesadarannya Nyonya Besar berpesan agar non Aretta mencari siapa dalangnya dari semua ini dan segera membongkarnya.

Setelah kejadian itu non Aretta di suruh menjadi pembantu keluarga Wilson non Aretta di siksa, di cambuk, di pukul di tendang dan non Aretta juga tinggal di paviliun belakang yang khusus untuk maid tanpa di kasih fasilitas sedikitpun. Non Aretta juga masih selalu mencari perhatian sama mereka semua dan selalu bertingkah untuk di anggap ada sama mereka semua berpakaian seksi dan berdandan seperti tante-tante walaupun ujung-ujungnya non Aretta mendapatkan kata-kata pedas, cacian dan makian serta kekerasan.

Singkatnya non Aretta sudah menemukan siapa dalangnya dan mempunyai buktinya non Aretta bilang ke bibi kalo mau membongkar kebusukan mereka semua tapi saat non Aretta ingin menuju kediaman keluarga Wilson non Aretta mengalami kecelakaan dan koma selama 6 bulan." Jelas bi Nilam.

Aletta yang mendengarnya di buat marah satu kata untuk Aretta dari Aletta yaitu 'bodoh'. hanya demi kasih sayang Aretta rela melakukan berbagai macam rencana bahkan Aretta sampai mempermalukan dirinya sendiri.

Liat aja Aletta akan membalas mereka semua yang lebih pedih sampai kematian mereka sendiri dan menghampiri mereka.

"Tunggu pembalasan gue bitc." Batin Aletta tersenyum miring.

"Berarti aku dulu bodoh banget ya bi?" Ucapnya sendu. sungguh Aletta mengumpati Aretta yang bodohnya gak ketulungan yang lebih memilih bertahan di keluarga jahanam itu dari pada keluar dari sana.

Itu lagi keluarga Wilson gak ngotak banget percaya begitu saja tanpa mencari buktinya. Ck, sungguh miris kehidupan Lo Aretta pikiran Aletta.

"Iya non, tapi apa non ingin terus-terusan seperti itu non? Maksud bibi apa non gak cape nyari perhatian terus menerus sama mereka tapi mereka mencampakkan non." Ucap bi Nilam sedih.

Aretta tersenyum dirinya merasa hangat dari perhatian dari wanita itu walaupun bi Nilam hanya maid yang mengasuh dari dirinya bayi tapi Aretta senang akan hal itu pasalnya bi Nilam sangat tulus.

"Enggak bi aku mau berubah dan gak mau melakukan hal konyol ke dulu lagi." Ucap Aretta. dirinya bertekad mulai besok Aretta akan merubah penampilan Aretta menjadi jiwa asli Aletta.

"Baiklah kali gitu bibi lega dengernya." Ucapnya.

"Kalo gitu aku tidur dulu ya bi." Ucap Aretta lalu merebahkan tubuhnya di bantu oleh bi Nilam.

"Bibi keluar dulu ya non mau beli makanan di kantin untuk makan malam, kata dokter non Aretta sudah boleh pulang besok." Pamit bi Nilam setelah mendapatkan anggukkan dari Aretta.

"Kalian semua tunggu kejutan dari gue." Ucap Aretta tersenyum miring.

Kita panggil Aletta jadi Aretta yah.

Selamat Membaca:)

1
Dania
kayak dah pernah baca dah tapi lupa siapa autor nya
Vania Novel
Bagus 👍😊
Wiecipa Wicipha
/Good//Heart/
Ira Melly
Bagus ceritanya
Max Dhot
di tunggu kak bab selanjutnya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!