NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Keesokan harinya, Ratu tidak membuang waktu. Di ruang kerjanya yang baru di Jakarta, ia menyiapkan segalanya untuk pertemuan perdana dengan tim administrasi Suhadi Group.

Ratu bericara pada cermin sambil merapikan jilbabnya "Kamu bukan lagi Ratu yang memaki-maki Ardiansyah di pinggir jalan. Kamu adalah Vanessa. Tenang, dingin, dan profesional."

Ia tahu Ardiansyah memiliki guru peretas hebat seperti Rukayyah, jadi ia harus sangat berhati-hati. Ratu menggunakan ponsel yang sudah diberi enkripsi khusus oleh Noah agar aktivitasnya tidak bisa dilacak oleh sistem keamanan Suhadi Group.

" Sudah siap , putri papa untuk mulai melihat dunia ?" tanya afdal bangga.

Ratu menoleh ke arah ayahnya yang baru saja masuk ke ruangan nya.

"Tentu sapa pah, doakan ratu ya, agar Ratu bisa bekerjasama dengan Suhadi grup yang semakin meroket itu" sahut Ratu tersenyum.

" Mama bangga padamu nak, dulu kamu susah di atur, sekarang mama malu sendiri melihat putih mama yang nakal ini sudah berubah" ucap Annisa tersenyum haru.

" Mah.... semuanya butuh proses, dan terimakasih karena Mama dan Papa sudah menitipkan Ratu dengan paman Ardan, di sana Ratu banyak belajar terutama pada ibu Marisa Noah dan Kak Nadine" sahut Ratu tersenyum.

"kalau begitu Ratu pergi dulu ya mah, pah .. Assalamualaikum..." ucap ratu dengan lembut, setelah mencium kedua punggung tangan orang tuanya dengan takzim seperti yang diajarkan oleh ibu Marissa"

" waalaikumsalam... hati-hati nak" ucap keduanya serempak.

Ratu keluar dari ruangannya meninggalkan kedua orang tuanya yang melihat dirinya dengan rasa haru dan juga bangga...

"Putri kita pah, ternyata sudah dewasa" ucap Annisa terharu...

" Alhamdulillah...mah, Kita juga harus menjadi orang tua yang baik terlebih dahulu, agar anak kita bisa mengikuti, Untung saja kita menitipkan Putri kita pada kak Ardan" kata afdal mengusap bahu istrinya.

"seandainya dulu Aditya menikah dengan Aurel... mungkin ratu juga masih seperti dulu" celetuk Annisa tersenyum.

" dan sekarang Aurel juga sudah berubah karena berteman dengan Nadine" sahut afdal ikut tersenyum.

"beruntung sekali ya... kakakmu mendapatkan menantu yang baik seperti Nadine..." ucap Annisa tersenyum.

" semoga... Ratu juga bisa mendapatkan suami yang baik dan taat beribadah"ucap Annisa penuh harap..

" Aamiin, mudah-mudahan Allah mengabulkan doa-doa kita mah" .

___

Di saat yang sama, di lantai eksekutif Suhadi Group, Nisya masuk ke ruangan Ardiansyah dengan langkah yang sangat berhati-hati. Ia baru saja menggunakan lotion pada tangannya agar terlihat lebih segar saat menyajikan berkas, namun Ardiansyah bahkan tidak mengangkat kepalanya.

"Kak... ini proposal dari Afnan Style yang kakak minta. Tim mereka akan datang jam satu siang ini untuk presentasi." ucap Nisya hati-hati.

Ardiansyah hanya bergumam, jemarinya masih menari di atas keyboard "Simpan saja di situ. Bilang pada bagian HRD, saya sendiri yang akan turun melihat presentasinya. Desain Vanessa ini... terlalu aneh jika hanya dilihat di atas kertas."

Nisya sedikit terkejut "Kakak mau turun sendiri? Biasanya kan cukup manajer departemen saja..."

Ardiansyah berhenti mengetik, menatap Nisya dengan tatapan datar yang mengintimidasi "Ada masalah dengan itu, Nisya? Kerjakan saja bagianmu."

Nisya menunduk, hatinya perih namun ia tetap tersenyum sabar. "Baik, Kak. Saya permisi." Nisya berjalan keluar dengan hati yang retak, bagaimana tidak, padahal sebentar lagi mereka akan menikah namun sikap Ardiansyah padanya masih saja dingin. tapi saat ia berbicara dengan Najwa, Najwa selalu menyemangati, katanya Ardiansyah memang paling dingin di antara keluarganya, namun hatinya lembut , yang membuat Nisya tetap bertahan ... Itu karena ucapan Najwa, Najwa mengatakan kalau Ardiansyah bersifat dingin untuk menjaga jarak karena status mereka adalah tunangan belum menikah.

Huft....

di balik tembok yang dingin... Nisya menghembuskan nafasnya kasar.

" Sabar nis....ingat, Ardiansyah tidak suka gadis agresif, tetap jaga jarak, jaga pandangan, kau pasti bisa mendapatkan hatinya" gumamnya pelan, Nisya menyemangati dirinya sendiri , lalu kembali ke meja kerjanya.

Tepat jam satu siang, Ratu masuk ke lobi Suhadi Group. Ia memakai masker medis dan face shield tipis untuk menutupi sebagian wajahnya. Ia berjalan di belakang sekretarisnya sendiri, berpura-pura menjadi asisten sekretarisnya, dan ia sibuk dengan tabletnya.

"ingat, jangan membuat siapapun curiga kalau saya adalah Vanessa" gumam Ratu lirih namun penuh penekanan.

" baik Nona" sahut sekretaris sekaligus orang kepercayaan nya dengan sopan.

Saat lift terbuka di lantai eksekutif, ia berpapasan dengan Nisya yang sedang membawa tumpukan map.

"Selamat siang, tim Afnan Style? Mari saya antar ke ruang rapat." ucap Nisya dengan ramah.

Ratu hanya mengangguk sopan tanpa suara. Ia memperhatikan Nisya dari dekat, gadis yang sederhana, santun, dan sangat patuh. Begitu tipikal selera keluarga Suhadi, pikir Ratu. Tidak mungkin ia merebut Ardiansyah hanya karena terobsesi padanya.

Huft....

Ratu menghela nafasnya pelan, agar lebih tenang, ia mencoba menghilangkan sifat cemburu nya.

Ceklek....

Nisya membuka pintu ruang rapatnya dengan pelan..." silahkan nona, kalian sudah di tunggu" ucap Nisya dengan ramah.

" Terimakasih" sahut Ratu tak kalah ramah.

Namun, jantung Ratu hampir berhenti saat pintu ruang rapat terbuka lebar dan melihat siapa yang ada di dalam. Di sana, di kursi utama, Ardiansyah sedang duduk dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, menampilkan aura ketegasan yang dulu membuat Ratu berdebar.

Ardiansyah menatap ke arah rombongan yang masuk, matanya menyipit seolah mencoba menembus masker yang dipakai Ratu. "Silakan duduk. Saya tidak punya banyak waktu. Tunjukkan pada saya, apa yang membuat Vanessa merasa pantas bekerja sama dengan Suhadi Group."

Ratu melototkan matanya....Suaranya hampir saja keluar untuk membalas ketus ucapan Ardiansyah, namun ia segera menahan diri. Ardiansyah merasa ada sesuatu yang tidak asing dari sorot mata asisten di depannya itu, yang berani menatap dirinya tanpa takut.

Ratu duduk di samping sekretarisnya yang dari tadi diam sambil curi-curi pandang pada Ardiansyah dan membuatnya sedikit kesal.

Di dalam ruang rapat yang dingin itu, suasana menjadi terasa begitu tegang. Ardiansyah duduk bersandar dengan tangan yang sesekali mengetuk meja mahogani secara ritmis, sementara Ratu, yang menyamar sebagai asisten dengan masker dan kacamata bening tetap berdiri dengan tenang di samping sekretarisnya yang duduk dengan tenang.

Ardiansyah meletakkan tabletnya yang berisi profil perusahaan Afnan Style. Matanya menatap tajam ke arah tim di depannya.

"Saya sudah melihat sketsa The Corporate Serenity. Desainnya bagus, tapi saya tidak suka bekerja sama dengan hantu. Kenapa Vanessa tidak datang sendiri? Apa dia tidak menghargai Suhadi Group?"

Ratu menarik napas panjang, menenangkan debar jantungnya.Sebenarnya Ia sangat kesal karena bisa-bisanya Ardiansyah menyebut dirinya hantu.... Ia memberi kode pada sekretarisnya untuk tetap diam, lalu ia sendiri yang menjawab dengan suara yang sengaja ia buat sedikit lebih rendah dan tenang.

" Nona Vanessa percaya bahwa kualitas karya lebih penting daripada kehadiran fisik. Jika desain ini bisa membuat ribuan karyawan Anda merasa nyaman dan terlihat profesional, apakah wajah sang desainer masih menjadi masalah bagi Anda, Tuan Ardiansyah?"

Ardiansyah menaikkan sebelah alisnya. Ia terdiam sejenak, merasa ada sesuatu yang familiar dari keberanian cara bicara asisten ini.

"Di bisnis ini, kepercayaan dibangun lewat transparansi. Saya tidak ingin suatu saat nanti menemukan bahwa Vanessa adalah orang yang sedang melarikan diri dari hukum atau memiliki latar belakang yang merusak citra perusahaan saya."

Ratu tersenyum tipis di balik maskernya, matanya menatap balik tanpa ragu, hatinya benar-benar kesal... tadi dikatain hantu... sekarang dikatain narapidana, lalu Ratu menjawab dengan tenang "Transparansi bisa dilihat dari laporan keuangan dan legalitas perusahaan kami yang sudah saya kirimkan semalam. Jika Anda bisa menembus enkripsi keamanan kami, Anda akan tahu bahwa kami bersih. Atau... apakah kemampuan IT Suhadi Group memang belum cukup untuk memverifikasi kami?"

Sontak, Ardiansyah menghentikan ketukan jarinya. Kalimat itu terasa seperti tantangan langsung terhadap harga dirinya sebagai murid Rukayyah.

"Anda cukup berani untuk ukuran seorang asisten. Siapa nama Anda?" tanya Ardiansyah penasaran...

"Nama saya tidak ada dalam kontrak kerja sama ini, Tuan. Yang ada hanyalah janji bahwa koleksi ini akan meningkatkan prestise karyawan Anda." jawab Ratu tidak takut.

1
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
@Mita🥰
lanjut
Cica Aretha
makasih byk thor utk duble up nya..sehat2 thor🙏
Sri Supriatin
tks Thor n sehat terus /Good/ slmt bb Indo n mimpi indah 💪💪💪
Aisyah Virendra
Gaskuyyyy Ardiiii... segeralah halalkan Ratu, jangan kalah sama 2 saudaramu yg punya kisahnya masing² dg cara yg unik dan Extreem 🤣🤣 wujudkan mimpimu untuk segera memiliki Ratu, ia Ratu dihatimu dan duniamu 🤭 taklukan segala rintangan yg menghadang 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!