Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.
"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.
Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.
"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.
"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.
"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Dengan Teman Pria
"Hah? Kok ta..." saat Cellsyia akan melanjutkan ucapannya telepon sudah ditutup secara sepihak.
"Yah, langsung dia matikan lagi, yasudah lah.." Cellsyia menyimpan ponsel ke tas kecil.
"Tapi tunggu untuk apa dia menyuruhku agar tetap disini?" Cellsyia berkata.
"Biasanya tuh dia jarang banget menelponku, bahkan tidak pernah sama sekali sih, dan sebenarnya tujuan dia untuk kesini apa?"
Cellsyia pusing memikirkannya lebih baik tidak mempedulikan hal tersebut, dan wanita itu beranjak dari sana kemudian pergi ke gudang.
Selang beberapa menit, pintu toko bunga milik Cellsyia kini terbuka dan seorang pria tampan masuk ke dalam.
"Loh? Yia mana, ya?" pikirnya pria itu.
Pria itu berjalan kesana dan kemari sambil mencari Cellsyia, tapi tidak menemukannya lalu memutuskan untuk duduk di kursi.
"Hah...kok Yia tidak ada? Kemana ya, hm?" lantas pria itu memainkan ponsel sembari menunggu Cellsyia.
Tidak lama kemudian suara yang ia kenali muncul dihadapannya.
"Aren"
Cellsyia kini sudah datang, ponsel diletakkan di meja dan hal mengejutkan terjadi.
Grep
"Yia, kamu kemana saja sih, hm? Aku datang kamu tidak ada disini, terus aku cari-cari tidak menemukan kamu, dan kenapa kamu baru datang?"
"Aku khawatir loh sama kamu, takut terjadi apa-apa. Tapi kamu baik-baik saja, kan?"
Sedangkan Cellsyia wanita itu tercengang apalagi pria itu berbicara banyak tidak biasanya, karena setahunya pria itu selalu irit bicara.
Merasakan tak ada pergerakan dari wanita itu, pria tersebut menguraikan pelukan lalu menangkup wajah Cellsyia seraya menatapnya dengan lekat.
"Yia, kamu kenapa diam saja, hm? Kamu lagi ada masalah? Kalau ada masalah ayo sini cerita sama aku, karena aku siap membantu kamu kok"
Mendengar perkataan itu Cellsyia segera berkata.
"E..eh, tidak. Aku tidak ada masalah cuman..."
"Cuman?" satu alis pria itu terangkat ke atas, ia menunggu lanjutan apa yang akan diucapkan oleh Cellsyia.
"Kamu itu aneh banget, loh. Aku bukan bermaksud menyinggung kamu, tapi dulu waktu sekolah kamu tuh orangnya cuek, dingin juga ke orang lain bahkan ke cewek pun. Tapi kok tadi tiba-tiba peluk aku erat banget, dan bicara banyak"
Setelah Cellsyia mengatakan unek-uneknya, ia melihat pria itu hanya terdiam saja dengan tatapan matanya memandanginya ke arahnya agak berbeda.
"Kayaknya ini perasaan aku doang kali, ya? Cara menatapnya itu loh beda, dulu natapnya tajam banget seperti pisau, tapi sekarang arti tatapannya itu ibaratnya ada sesuatu deh" batinnya Cellsyia berkata.
"Kamu mau tahu apa alasannya hm?" tanya pria itu, lalu diangguki oleh wanita itu.
"Baik aku akan mengatakannya tapi tidak disini, ayo ikut aku" ucap pria itu, dengan cepat Cellsyia menutup toko bunganya dan dibantu oleh pria itu namun langkah Cellsyia terhenti.
"Lalu bagaimana dengan mobilku itu?" tunjuk Cellsyia pada mobilnya yang terparkir di seberang jalan.
"Kamu tenang saja, orang suruhanku akan membawanya" jawab pria itu.
Setelah mengatakan hal tersebut datanglah mobil hitam tepat di hadapan mereka.
"Nah itu orang suruhan aku" kata pria itu.
"Bos" datanglah 2 orang berpakaian serba hitam.
"Kalian bawa mobilnya" lalu diangguki oleh keduanya.
"Baik, Bos" ucap mereka dengan serempak.
"Yia, mana kunci mobilmu" Cellsyia memberikannya pada pria itu.
"Ini, awas jangan sampai lecet!"
"Baik, Bos, tidak akan"