NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mamoruuu

Mimpi Rara hancur saat harus menikah muda dengan Aksara—pria kaya yang tak dikenalnya. Ia menganggap suaminya perusak masa depan, hingga sikapnya berubah sedingin es dan penuh kebencian.

Namun berbeda dengan Rara, Aksara justru mencurahkan kasih sayang dan kesabaran tanpa batas.

Bisakah pria itu meluluhkan hati sang istri yang keras kepala? Atau Rara akan terus buta melihat ketulusan yang ada di depan mata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamoruuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelaki ini...

"Maaf Nona, kita harus mampir ke suatu tempat terlebih dahulu."

"Kemana?"

"Nona ikuti saja. Yang jelas ini perintah Bos."

Rara berdecak kesal. Kenapa harus semisterius ini? Padahal ini bukan cerita misteri, gumamnya dalam hati.

Ternyata Rara dibawa ke sebuah salon mewah. Di sana ia langsung disambut dan dilayani tanpa bisa membantah. Beberapa orang mengurus rambutnya dengan cermat, sementara yang lain merapikan kukunya. Rara bagaikan ratu yang dilayani dengan sepenuh hati, hanya disuruh diam dan menikmati setiap perawatan.

Ia tak banyak ingat prosesnya karena akhirnya terlelap karena rasa lelah dan kenyamanan yang diberikan.

 _____

Samar-samar Rara melihat pemandangan di depannya. Ia baru terbangun dari tidur lelap, lalu perlahan mengusap mata agar penglihatannya menjadi lebih jelas.

Sebuah rumah mewah yang seperti istana tepat berada di depan matanya. Rara tidak bisa berkedip selama beberapa saat, terpaku menyaksikannya.

Rumah itu bertingkat tiga, atau mungkin lebih. Dengan halaman yang sangat luas. Pilar-pilar besar menjulang tinggi di kedua sisi pintu masuk, menambah kesan megah. Warna putih yang dominan pada bangunan dan halaman yang terawat rapi semakin memperkuat kesan kemewahan. Rara masih tidak percaya diri sendiri. Bahkan jika ini adalah mimpi, ia tidak ingin terbangun saat itu juga.

"Gila! Ini beneran rumah?" Ucap Rara dengan suara pelan, tubuhnya masih tak bergerak.

"Silahkan masuk, Nona," ucap Santos dengan sopan, mempersilahkan Rara untuk memasuki rumah itu.

Rara menelan ludah, kemudian melangkah masuk. Matanya membulat lebar dan mulutnya terbuka terkejut. Ia melihat ke sana kemari tanpa henti, terus mengucapkan kata-kata kagum melihat dekorasi dan perabotan yang ada di sekelilingnya.

Beberapa saat kemudian, sejumlah gadis berseragam putih kombinasi hitam datang menghadapnya dan serentak membungkuk. Mereka adalah para pelayan di rumah itu.

"Selamat datang, Nona," ucap mereka bersamaan dengan nada bicara yang lembut dan sopan.

Rara semakin terkejut, matanya melotot. "Heh?! Me--mereka membungkuk? Aku dihormati?"

"Kami akan mengantar Nona ke kamar, karena Tuan sudah menunggu di sana," ucap salah seorang pelayan yang tampak sebagai juru bicara di antara mereka.

"Tu-tuan?!" Kali ini mata Rara melotot lebih lebar dari sebelumnya.

"Iya, Nona. Suami Anda," jawab pelayan itu dengan senyum lembut.

"Su-suami?!"

Rara yang masih dalam keadaan syok pun dituntun oleh para pelayan. Ada keinginan untuk menolak, tapi rasa penasaran akan sosok suaminya yang misterius membuatnya akhirnya mengikuti langkah mereka.

 _____

Kini mereka tiba di depan sebuah pintu yang sangat tinggi, berwarna keemasan dengan ukiran bunga yang sangat cantik dan detail. Dari keindahan pintunya saja, Rara bisa membayangkan betapa indahnya ruangan di dalamnya.

"Maaf, Nona. Kami hanya mengantar Anda sampai di sini. Silakan buka pintu ini, suami Anda sudah menunggu di dalam," ucap juru bicara pelayan itu yang bernama--Michi.

"Ta-tapi..." Rara sedikit ragu.

"Kami permisi, Nona," ucap para pelayan secara bersamaan, menunduk lalu pergi meninggalkan Rara sendirian di depan pintu.

"Aaaaa! Aku harus apa?!" gumam Rara dengan panik.

Tapi kalau aku tidak membuka pintu ini, bagaimana aku bisa mengetahui siapa yang sudah menikahiku secara paksa dan menghancurkan masa depanku? Pikirnya.

"Oke! Ini kesempatan ku untuk menonjok wajahnya!" Rara Mengepalkan tangan.

Dengan sangat geram, Rara mendorong pintu itu hingga terbuka lebar.

Hening...

Dengan rasa ragu, Rara melangkah memasuki ruangan yang mereka sebut kamar. Namun bagi Rara, ruangan itu terlalu luas bahkan melebihi ukuran rumahnya yang dulu.

Matanya tidak berkedip melihat sekeliling. Kamar itu sungguh mewah, rapi dan diisi dengan aroma wangi yang menyegarkan.

"Akhirnya kita berjumpa," suara seorang lelaki terdengar dari arah kasur besar di tengah ruangan. Ia duduk dengan salah satu kakinya yang melengkung dan bersandar pada bantal.

Rara tersentak kaget. "Ka-kamu, siapa?" Tanya Rara menatap tajam pada lelaki yang terlihat sangat tampan berwibawa berada di hadapannya. Usianya terlihat di atas Rara, tapi ia tidak setua yang Rara bayangkan.

"Haruskah kamu masih bertanya?" Balas lelaki itu, kemudian berdiri dan perlahan mendekati Rara. Rara hanya bisa diam.

Sentuhan jari yang lembut menyentuh pipi Rara saat lelaki itu sudah berada tepat di depannya. "Aku sudah lama menunggu waktu ini," ucapnya dengan suara rendah.

"Jangan sentuh-sentuh!" Ucap Rara dengan nada risih dan segera menepis tangan lelaki itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!