NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.

​Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!

​Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.​

Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
​Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANG RATU TURUN KE JALAN

​Gemuruh distrik bisnis sektor barat dunia bawah malam ini terasa berkali-kali lipat lebih bising daripada biasanya. Gedung auditorium Grand Nebula—sebuah monumen kemewahan yang biasa digunakan untuk transaksi gelap berskala internasional—telah disulap menjadi panggung peluncuran resmi yang megah. Karpet merah membentang luas di bawah kilatan lampu blitz para jurnalis bayaran dan pengawal bersenjata yang berjaga di setiap sudut koridor. Malam ini adalah malam peresmian Aletheia Tech di lapangan, sekaligus penandatanganan kontrak fisik atas kemenangan tender satelit militer yang berhasil mereka rebut dari tangan Azrael Corps minggu lalu.

​Kaelen Azrael melangkah masuk ke dalam auditorium dengan pengawalan super ketat dari pasukan utamanya. Jas hitam tiga lapis yang melekat pada tubuh tegap besarnya memancarkan aura tirani yang teramat dingin dan pekat. Sepasang mata merah mautnya menyapu seisi ruangan dengan kilat amarah yang tertahan. Selama satu minggu penuh, tim sibernya gagal total melacak siapa sosok di balik perusahaan siber hantu ini. Kaelen sengaja datang malam ini bukan untuk merayakan kekalahannya, melainkan untuk melihat langsung kepala dari orang yang berani mengangkangi sistem kuantum-nya.

​Pikiran tiran posesif itu sebenarnya juga sedang tidak tenang. Sebelum berangkat, dia sengaja memberikan dosis obat tidur medis ringan pada sup nutrisi Rae di mansion agar wanita itu tetap terbaring lemas di atas kasur rahasia miliknya, aman di bawah penjagaan dua puluh pasukan elit bayangan. Kaelen tidak mau fokusnya terpecah oleh rasa rindu yang ekstrem pada sang istri saat dia sedang berburu musuh di luar. Dia yakin sangkar emasnya kali ini benar-benar tidak tertembus.

​Teng. Teng. Teng.

​Suara lonceng mekanis podium berbunyi, menandakan acara utama akan segera dimulai. Seluruh lampu auditorium mendadak redup, menyisakan satu sorotan lampu vertikal berwarna putih keperakan yang mengarah lurus ke pintu masuk utama di ujung karpet merah.

​"Hadirin sekalian, mari kita sambut... Pendiri sekaligus CEO Utama dari Aletheia Tech!" seru pembawa acara melalui pengeras suara bertenaga tinggi.

​Pintu ganda auditorium bergeser terbuka dengan perlahan. Detik itu juga, waktu seolah berhenti berputar bagi Kaelen Azrael. Seluruh pasokan udara di dalam paru-paru sang tiran mendadak tersedat habis. Sepasang mata merah mautnya melebar sempurna, menatap lurus ke arah sosok yang baru saja melangkah masuk dengan keanggunan mutlak yang mematikan.

​Di sana, berjalan di atas karpet merah dengan langkah yang anggun, tegas, dan penuh wibawa, adalah Aurora.

​Tidak ada lagi raga Aurora yang lemas, rapuh, atau pasrah di bawah selimut sutra hitam milik suaminya. Malam ini, Rae menjelma menjadi seorang Dewi Siber yang teramat cantik dan berbahaya. Dia mengenakan gaun malam slim-fit berwarna merah marun yang mengekspos bahu porselen nya yang mulus. Di belakang tubuh rampingnya, Cyra melangkah dengan setelan jas formal sembari membawa koper kerja perak.

​Kaelen Azrael bangkit berdiri dari kursi kebesaran tiraninya dengan sentakan yang begitu keras hingga kursi itu bergeser mundur dan menimbulkan bunyi bising yang memotong keheningan. Rahangnya mengeras hebat, urat-urat di leher dan pelipisnya menegang hingga batas maksimal. Aura membunuh yang sangat pekat dan liar seketika melesat keluar dari tubuh besarnya.

​Rae...?! Bagaimana mungkin?! batin Kaelen bergemuruh gila, jantungnya melompat gundah bercampur rasa syok yang luar biasa dahsyat. Dua puluh pasukan elitku berjaga di depan pintunya, dan obat tidur itu seharusnya membuat dia tidak bisa bergerak hingga besok pagi! Bagaimana wanita ini bisa lolos dari sangkar emasku?!

​Kaelen tidak pernah tahu, bahwa tiga jam yang lalu di dalam kamar tidur rahasia mansion, sebuah skenario pelarian tingkat dewa telah dieksekusi dengan sangat rapi oleh Rae.

​Saat pelayan dapur Martha mengantarkan mangkuk sup nutrisi berisi obat tidur pesanan Kaelen, Rae yang memiliki penciuman tajam seorang montir jalanan langsung menyadari adanya aroma senyawa kimia asing. Alih-alih meminumnya, Rae berpura-pura menyuap sup tersebut ke dalam mulutnya, namun diam-diam membuangnya ke dalam tabung pembuangan mekanis tersembunyi di bawah sela-sela ranjang yang sudah dia modifikasi.

​Setelah pelayan itu pergi, Rae langsung mengaktifkan perangkat pemancar hologram kuantum berukuran mikro dari smartwatch-nya. Alat canggih buatan Aletheia Tech itu memproyeksikan replika visual tiga dimensi raga Aurora yang sedang tertidur pulas di balik selimut sutra tebal. Tidak hanya visual, Rae bahkan meretas sensor biometrik kamar mansion untuk memancarkan data detak jantung dan ritme napas buatan yang stabil ke ruang monitor pengawas. Di mata dua puluh pasukan elit dan tim siber yang berjaga di luar koridor, Rae terlihat masih tertidur pulas tanpa ada pergerakan mencurigakan sama sekali.

​Dengan raga aslinya yang bebas, Rae merangkak masuk ke dalam jalur ventilasi perawatan mesin mansion yang terletak di balik panel dinding kayu jati—sebuah jalur sempit yang hanya diketahui olehnya sebagai montir yang memahami seluruh struktur bangunan. Di ujung terowongan bawah tanah, Cyra sudah menunggu dengan mobil limosin hitam terenkripsi, membawa gaun marun dan peralatan medis untuk menyamarkan plaster lehernya sebelum meluncur ke auditorium Grand Nebula. Rae memanfaatkan arogansi Kaelen yang terlalu percaya pada teknologi fisiknya untuk memukul balik sang tiran tepat di wajah kekuasaannya.

​Kembali ke realitas auditorium, Rae terus melangkah maju tanpa mengalihkan pandangannya. Begitu jarak mereka hanya tersisa beberapa meter di dekat podium utama, Rae menghentikan langkahnya. Dia menatap lurus ke dalam sepasang netra merah Kaelen yang sedang berkobar oleh badai emosi gila antara murka, takjub, dan gairah posesif yang meledak pekat.

​Rae menyunggingkan sebuah senyuman miring tiraninya yang teramat seksi, bar-bar, dan penuh dengan intrik kemenangan yang absolut. Dia sedikit memiringkan kepalanya, menatap suaminya dengan pandangan meremehkan yang memikat.

​"Selamat malam, Tuan Besar Kaelen Azrael," sapa Rae dengan suara seksinya yang serak dan parau, bergema melalui mikrofon podium yang baru saja dia pegang. "Bagaimana rasanya melihat hantu digital yang kau cari selama seminggu ini... ternyata adalah wanita yang kau beri sup nutrisi medis setiap malam di atas ranjangmu sendiri?"

​Kalimat provokatif yang keluar dari bibir mungil Rae laksana bensin yang menyiram kobaran api di dalam dada Kaelen. Pria posesif ekstrem itu mengepalkan kedua tangan kekarnya hingga buku jarinya memutih. Jiwa tirani Kaelen mendadak bertekuk lutut di hadapan realitas bahwa ratu yang dia kurung di dalam sangkar emasnya adalah penguasa siber sejati—seorang dewi yang tidak akan pernah bisa dijinakkan oleh rantai besi mana pun.

​Di balik amarahnya yang memuncak karena merasa kecolongan, sepasang mata merah maut Kaelen justru berkilat oleh keliaran rasa takjub yang teramat gila. Dada bidangnya naik turun memburu pekat karena gairah rindu dan obsesi kepemilikan yang kini berada di titik didih tertinggi sepanjang hidupnya. Pikirannya benar-benar diracuni oleh satu hal: Wanita genius ini milikku. Ratu bar-bar yang berdiri di atas podium itu adalah hak milik mutlakku yang harus kubawa pulang malam ini juga untuk kuhukum hingga tidak bisa berjalan lagi!

​Kaelen melangkah lebar memotong karpet merah, mengabaikan seluruh protokol keamanan dan tatapan syok para petinggi dunia bawah. Dia berdiri tepat di bawah podium Rae, menatap istrinya dari bawah dengan tatapan predator yang siap menerkam mangsanya bulat-bulat.

​"Kau bermain dengan sangat cantik, Aletheia," desis Kaelen dengan suara bariton rendahnya yang teramat berat, seksi, dan sarat akan ancaman kepemilikan yang absolut. "Kau berhasil melompat melewati benteng besiku dan membodohi pasukanku di luar, tapi malam ini... aku sendiri yang akan memastikan kau membayar setiap detik kelancangan mu ini di atas ranjangku sampai fajar menyingsing, Istriku!"

​Rae tidak gentar sedikit pun. Senyuman miringnya justru semakin melebar, menantang langsung keliaran sang tiran posesif yang kini telah sepenuhnya masuk ke dalam perangkap intrik siber miliknya. Permainan dua penguasa ini baru saja memasuki babak baru yang jauh lebih panas dan menggila.

1
Nur Janah
suka ceritanya.....👍👍Rea tangguh n bar bar,,
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
namice
🤣🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
Sulati Cus
sekalinya hidup🤔
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
hukuman ranjang yg extrem🤣
namice: 🤣🤣🤣... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
astaga kebayang nggak sih 10ronde🤔 pertama melakukan alamat ...
namice: 🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak baca novel ku 🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
lanjut langsung tak favorit
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku sudah update satu bab lagi kak... 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!