NovelToon NovelToon
Aku Pergi, Mas!

Aku Pergi, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Danie A

Pernikahan yang terlihat harmonis, ternyata penuh penghianatan. Celsi memilih pergi saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan sepupunya sendiri.

"Aku pergi, Mas!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

"Enggak apa-apa kok, Ko," jawab Celsi terbata-bata sambil buru-buru mengusap air mata dengan punggung tangan. "Maaf ya... tiba-tiba gini. Cuma... tiba-tiba inget sesuatu aja. Nggak apa-apa kok."

Aska menatap wanita itu dalam-dalam. Ia melihat sorot mata yang menyimpan luka, meski tak tahu persis apa penyebabnya. Ia tak memaksa bertanya lebih jauh. Ia hanya mengangguk pelan, memberikan ruang agar Celsi bisa menenangkan diri.

"Yaudah ayo kita berangkat. Nanti Mama nungguin," ajak Aska lembut.

Perjalanan dilanjutkan dengan suasana yang sedikit lebih hening. Sesampainya di halaman rumah Aska, Celsi turun dari mobil. Tanpa sadar atau mungkin karena pikirannya masih melayang, buket bunga pemberian Aska tertinggal begitu saja di jok mobil. Celsi masuk dengan tangan hanya membawa kantong plastik berisi paket geprek Cinta nya.

Rumah itu tampak luas dan asri. Mereka berjalan melewati teras depan menuju ke bagian belakang, tempat yang biasa digunakan untuk bersantai. Di sana, di bawah rindangnya pohon-pohon besar, terlihat Bu Ayu sedang duduk menikmati angin sore.

"Ma," panggil Aska.

Wanita paruh baya itu menoleh. Tatapannya langsung berubah galak saat melihat anaknya datang sendiri.

"Kamu ini apaan sih?! Hari ini kan ulang tahun Mama! Kamu malah main pergi gitu aja! Enggak ngucapin selamat juga!" omel Bu Ayu dengan nada sok kesal.

Aska hanya tertawa renyah. Ia mendekat lalu menyodorkan buket bunga besar yang ia pegang. "Ini nih buat Mama. Selamat ulang tahun ya Mah. Sehat selalu, panjang umur."

Melihat bunga itu, kemarahan Bu Ayu langsung luluh seketika. Wajahnya berseri-seri menerima hadiah itu. "Makasih anak Mama... Yah, walau masih ada yang kurang sih."

Celsi berdiri sedikit di balik pintu kaca, tersenyum melihat interaksi hangat antara ibu dan anak itu. Ada rasa iri yang halus, namun lebih banyak rasa hangat yang menjalar di dada.

"Apa lagi yang kurang sih?"

"Kamu ini sok lupa apa gimana, sih, Ka?" tanya Bu Ayu sambil mengatur posisi bunga di mejanya.

Aska tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya menoleh ke belakang dan memberi isyarat tangan memanggil Celsi untuk mendekat.

"Apa?" Bu Ayu ikut menoleh.

Celsi melangkah perlahan keluar dari persembunyiannya. "Assalamualaikum, Tante."

Bu Ayu terkejut setengah mati. Matanya membelalak melihat sosok wanita muda yang anggun dan sopan itu muncul. "Waalaikumsalam... Ka..." ayu berpaling ke Aska. Seolah minta penjelasan.

"Ini Celsi, Ma. Yang dulu sempat ikut aku ke rumah sakit. Tapi nggak sempat ketemu Mama." Aska menjelaskan.

"Maaf, Tante, baru sempat jenguk," Celsi tersenyum ramah sambil mencium tangan wanita itu.

"Ya ampun... Enggak papa. Tante malah senang banget kamu datang. Di hari ulang tahun tante lagi." Bu Ayu langsung menggenggam tangan Celsi erat, wajahnya berseri-seri tak menyembunyikan kegembiraan. "Sini duduk."

"Selamat ulang tahun Tante. Semoga bahagia dan sehat terus."

"Aamiin. Makasih, ya."

"Tante, Celsi bawa sedikit oleh-oleh nih," kata Celsi sambil menyerahkan kantong kertas yang dibawanya. "Maaf, Tante. saya nggak tau tante ulang tahun hari ini. Tadi sempat mau beliin kado, tapi koh Aska bilang enggak usah."

"Loh, kok ngadu?" Aska protes. Bu Ayu tertawa, "Nggak papa. Kamu datang aja udah jadi kado buat Tante."

Celsi tersenyum.

Wajah Bu Ayu makin bersinar saat membuka kantong plastik yang Celsi bawa. "Wah! Ayam celup cinta ya ini?! Ini kan kesukaan Mama banget! Kok tahu sih? Aska kamu yang bilang ya?"

Celsi terlihat bingung sebentar.

"Kan? Apa kubilang," celetuk Aska. "Mama suka produkmu."

Bu Ayu menoleh bingung ke arah anaknya. "Maksudnya?"

Aska tertawa lebar, tak kuasa menahan rasa bangga. "Mama, kenalin. Ini Celsi ownernya geprek Cinta."

"HAH?!" Bu Ayu benar-benar kaget. Mulutnya sedikit terbuka. "Serius?! Ya ampun... Aska ! Kamu ini nggak cuma geprek Cinta yang dibawa, tapi se-owner-owner-nya."

Mereka bertiga pun tertawa bersama. Suasana menjadi sangat cair dan akrab. Mereka duduk bertiga di gazebo itu, mengobrol banyak hal. Mulai dari cerita tentang bagaimana Celsi memulai usaha dari nol, sampai cerita-cerita lucu masa kecil Aska yang membuat Celsi terpingkal-pingkal.

Tiba-tiba ponsel Aska berbunyi nyaring. Tampak nama klien di layar, orang yang berminat menyewa ruko miliknya.

"Maaf ya, aku angkat telepon dulu sebentar. Ada yang mau sewa ruko," kata Aska pamit undur diri ke dalam rumah untuk berbicara lebih jelas.

Kini tinggal Celsi dan Bu Ayu berdua. Wanita paruh baya itu menatap Celsi dengan tatapan lembut namun tajam meneliti.

"Nak Celsi..."

"Iya Tante?"

"Aska itu anaknya jarang banget lho bawa cewek ke rumah. Apalagi kenalin ke Mama. Jarang banget," ucap Bu Ayu pelan. "Jadi Mama yakin, kamu itu pasti orang spesial. Kalau enggak spesial, enggak mungkin dia bawa kamu sampai sejauh ini."

Celsi terdiam mendengarnya. Senyumnya perlahan memudar. Benarkah demikian? Hatinya bergetar. Namun bayangan masa lalu, rasa sakit hati yang pernah diterima, rasa dikhianati, semuanya muncul kembali. Aku belum siap, batinnya berteriak. Aku masih trauma. Takut kalau nanti kepercayaan itu dikhianati lagi.

Celsi hanya bisa tersenyum tipis, tak menjawab pertanyaan itu secara langsung.

 

Sore berganti petang. Aska mengantar Celsi pulang ke tempat tinggalnya. Sepanjang perjalanan, suasana terasa berbeda. Aska berusaha mencairkan suasana dengan berbagai lelucon atau cerita ringan, namun Celsi hanya menjawab seperlunya. Wanita itu banyak diam, pandangannya sering kali menerawang ke luar jendela.

Sesampainya di depan kontrakan, Celsi turun perlahan.

"Makasih ya, Ko. Sudah dianterin," ucap Celsi singkat.

"Iya. Aku yang harusnya makasih kamu udah nengokin mama," jawab Aska.

Lalu hening.

"Aku masuk. Hati-hati."

Aska ingin mengatakan sesuatu, sesuatu yang mengganjal di hati, tapi melihat raut wajah Celsi yang tertutup, kalimat itu urung terucap.

Celsi masuk ke dalam rumah. Pintu tertutup.

Aska masih duduk di dalam mobil, menatap pintu rumah itu cukup lama. Akhirnya ia menghela napas panjang dan menyalakan mesin untuk pulang. Saat tangannya hendak meraih sandaran jok, matanya tertumbuk pada sesuatu di kursi penumpang.

Buket bunga.

Bunga yang tadi ia berikan untuk Celsi, masih tergeletak begitu saja di sana. Tidak dibawa. Tidak dipegang.

Hati Aska seketika terasa perih. Ada rasa kecewa yang menusuk. Jadi dia memang tidak menyukainya? pikirnya pilu. Jadi dia tidak punya perasaan apa-apa sama aku? Bunga saja tidak mau dibawa, apalagi hatinya?

Rasa sedih mulai menguasai pikirannya. Mungkin sudah saatnya ia mundur. Mungkin ia harus berhenti berharap. Rasanya sakit, tapi ia harus menerima kenyataan.

Beberapa menit berlalu, beberapa meter telah terlewati dalam hening. Tiba-tiba, ponselnya berbunyi. Nama yang muncul di layar membuat jantungnya berhenti berdetak sesaat.

Celsi.

Dengan tangan gemetar, Aska mengangkat telepon itu.

"Halo? Assalamualaikum."

"Wa'alaikum salam. Ko... Aska..." suara Celsi terdengar ragu dari seberang.

"Iya Cel? Kenapa?"

"Maaf ya Ko... tadi bunganya... ketinggalan di mobil," ucap Celsi pelan.

Seketika itu juga, awan gelap yang menyelimuti hati Aska sirna seketika. Harapan itu kembali tumbuh subur, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Wajahnya yang tadi murung kini kembali berseri.

"Iya. Aku anter balik ya?"

1
Ma Em
Semoga Celsi berjodoh dgn Aska dan bisa hamil agar tdk dihina terus sama keluarga Rangga juga sama Bu Weni .
Danie a: semoga ya kak😅
total 1 replies
Lyeend
buat apa lagi mau tunggu di sana Celsi. pergilah bawa diri dan move on
Sri Rahayu
apa itu palsu...sengaja suaminya buat agar punya alasan utk mencari pr lain 🙃🙃🙃....lanjut Thorr😘😘😘
Danie a: makasih kak. kaka masih ngikuti aja ya😭🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!