Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20.
Hari ini Fabian berencana untuk mengajak Nadila menemui orangtuanya, walaupun Nadila sendiri tidak siap tapi karena Fabian yang meyakinkan dirinya maka Nadila pun akhirnya setuju.
" Kita beli apa Bian untuk orangtua kamu ? "
" Terserah kamu aja sayang, mereka seneng ko dibawain apapun sama kamu "
" Kalau nanti aku bawain ternyata mereka ga suka gimana ? "
" Tenang aja Nadila, kamu mau beli apa ? "
" Hmm buah aja gimana Bian ? "
" Oke nanti kita mampir ya "
" Iya Bian "
Nadila merasa gugup sepanjang jalan, ia terus memperhatikan penampilannya saat ini.
..
Nadila dan Fabian pun sampai dikediaman keluarga Fabian, Nadila merasa terkejut dengan rumah Fabian yang nampak mewah.
" Ayo sayang, masuk "
" Bian, rumah kamu gede banget "
Fabian hanya tersenyum, ia membawa kekasihnya itu masuk kedalam rumah.
" Mah.. Pah.. " teriak Fabian
Kedua orangtua Fabian pun menghampiri Fabian dan Nadila.
" Hallo Om, Tante " ucap Nadila gugup
" Eh siapa ini, cantik sekali " ucap Nadila
" Ini Nadila, pacar Fabian "
Nadila pun mencium punggung tangan kedua orangtuanya Fabian.
" Cantik sekali Nadila " puji sang Mamah
" Makasih Tante, Tante juga cantik sekali "
" Oya ini Tante Om, aku bawa sedikit buah " ucap
" Haduh jadi ngerepotin gini, udah ayo kita duduk kita ngobrol"
Mamah Fabian merangkul Nadila, Nadila sendiri merasa senang saat ini.
" Kamu beneran pacar Fabian ? " tanya sang Papah
" I..iya om " jawab Nadila gugup
" Ga di pelet sama Fabian kan ? Ga dipaksa kan ? "
" Pahh apaan sih, Fabian kan ganteng Pah jadi ga perlu pakai kayak gituan " ucap Fabia. Membela dirinya
" Papah ga boleh gitu dong, Fabian tuh ganteng tau." Bela sang Mamah
" Iyah deh iya, ya kamu liat dong Mah. Papah kan ganteng, udah pasti Fabian ganteng "
Nadila hanya tersenyum melihat keluarga Fabian yang nampak menyenangkan, Nadila tak pernah merasakan kehangatan seperti itu di keluarganya.
" Oya Nadila, nanti kamu datang ya diacara ulangtahun Tante. "
" Kapan Tante ? "
" Minggu depan, pokoknya kamu harus ikut ya sayang. Kamu mau kan Nadila ? "
" Iya Tante aku pasti datang "
" Nanti Fabian kamu beliin baju yang cantik ya "
" Siap Mah "
Hari itu kali pertama Nadila merasakan kehangatan disebuah keluarga, Fabian bisa melihat jelas betapa beruntungnya Fabian memiliki keluarga seperti ini.
..
Setelah makan siang bersama, Fabian mengajak Nadila untuk pergi ke halaman belakang.
" Aku boleh tanya sesuatu sama kamu Bian ? "
" Boleh sayang, kamu mau tanya apa ? "
" Kenapa kamu tinggal sendirian? Padahal Mamah sama Papah kamu baik sekali Bian "
" Karena aku pengen bebas dan deket sama kampus aja "
" Kamu itu beruntung Bian, aku aja iri sama kamu. Aku pengen banget punya keluarga seperti keluarga kamu "
" Yaudah kalau gitu kita nikah aja gimana ? "
" Apasih Bian ko tiba-tiba jadi nikah, ga nyambung deh " ucap Nadila sambil mengusap lembut pipi Fabian
" Kamu.. Ga mau nikah sama aku Dil ? " ucap Fabian dengan tatapan serius
" Kamu masih ragu sama aku Dil ? Atau kamu ga percaya sama aku ? "
" Bian.. Bukan gitu, aku cuma takut sama diri aku sendiri Bian. "
" Apa yang kamu takutin Dil ? Masalalu orangtua kamu ? "
" Aku takut bikin kamu kecewa Fabian, aku takut kalau aku ga sesuai sama ekspektasi kamu "
" Nadila.. Disaat aku udah memilih kamu, itu artinya aku udah siap untuk semuanya. Aku juga ga sempurna Dila, jadi jangan pernah takut untuk hal yang kayak gitu ya "
Nadila mengangguk sambil tersenyum, ia pun langsung memeluk Fabian dengan erat.
" Bian.. "
" Iya sayang ? "
" Kamu ganti parfum kah ? "
" Kenapa ? Kamu ga suka ya ? "
" Suka, suka sekali. Wangi coklat kan ? "
" Hmm " Fabian mengangguk sambil tersenyum
Nadila melepaskan pelukannya, ia mengeluarkan ponsel miliknya.
" Kamu diem ya Bian, aku mau foto kamu "
" Yaudah okee "
Nadila pun mengambil beberapa gambar Fabian, Fabian pun merasa senang.
" Yaudah masuk lagi yuk " ajak Fabian dan Nadila mengangguk
Fabian kembali mengajak Nadila untuk masuk kedalam, Nadila pun tak masalah karena ia merasa senang dengan keluarga Fabian.
.....
Ernest masih mencari cara bagaimana caranya mendapatkan Nadila kembali, seperti saat ini ia tengah mengajak ibu Nadila untuk bertemu disebuah tempat.
" Kapan jadinya Tante mau bikin aku dan Nadila balikan ? "
" Sabar dulu ya, ini Tante juga udah paksa Nadila biar mau balikan sama kamu Ernest "
" Pokoknya kalau sampai Tante ga bisa bikin aku dan Nadila balikan, aku akan sebar vidio Tante dan aku juga akan bilang ke Papah dan Mamah buat batalin kerjasama "
" Ernest jangan dong Tante mohon sama kamu, kamu kasih Tante waktu ya "
" 1 bulan, kalau Tante sampai gagal aku ga akan kasih Tante kesempatan lagi "
" Oke Tante akan bikin kamu dan Nadila balikan "
Ernest pun tau bagaimana cara dia menang, dan ia juga tau apa kelemahan dari orangtua Nadila.
...
Sore hari Nadila dan Fabian sudah kembali di apartemen milik mereka, seperti sekarang keduanya tengah berduaan di unit milik Nadila.
" Kamu mau minum apa Bian ? "
" Nanti aja sayang, aku belum haus ko "
Nadila pun menghampiri Fabian dengan membawa segelas air dingin.
" Mau ? " Nadila menawarkan
" Boleh " Fabian mengangguk
Namun bukannya Fabian meneguk air yang ada ditangan Nadila, justru Fabian mencium bibir Nadila.
" Manis airnya " ucap Fabian sambil mengusap lembut bibir Nadila
" Modus banget "
" Ga apa apa dong "
Untuk menghilangkan kesunyian, Nadila menyalakan tv dan memutar film favoritnya.
Namun tanpa di duga, film itu menampilkan adegan panas.
" Kalau mau ga usah kode biru Dil "
" Kode apa sih Bian, aku juga ga tau kalau ada adegan itu "
Bian mengambil gelas dari tangan Nadila, kemudian meletakkan gelas itu diatas meja
" Bian.. " ucap Nadila dengan lembut saat Fabian mulai menciumi lehernya
" Tunggu Bian.. " Nadila mendorong tubuh Fabian
" Kenapa ? "
" Kita udah beberapa kali ngelakuin ini Bian, tapi aku ngerasa ada yang aneh "
" Aneh ? Aneh gimana ? "
" Ya aneh, kenapa setiap kita berhubungan kamu cuma gesek ? Maksudku kita juga udah pernah lebih dari itu kan saat aku ga sadar, ya kenapa sekarang kamu malah nahan diri kamu Bian "
" Hari itu aku ga ngelakuin itu Nadila, aku ga mau ngambil kesempatan saat kamu ga sadar kayak gitu Dil. Aku mau ngelakuin ya karena kita mau sama mau, dan kamu sendiri udah siap. "
" Berarti selama ini kamu cuma puasin aku ? "
" Engga Dil, aku juga menikmati sayang "
" Yaudah kalau gitu hari ini, aku yang akan puasin kamu Bian " ucap Nadila sambil mengusap benda milik Fabian dari luar celana
Nadila berlutut sambil mengikat rambutnya yang panjang, kemudian ia mulai melepaskan ikat pinggang dan juga celana jeans milik Fabian.
Fabian memejamkan matanya saat tangan Nadila mengusap miliknya yang sudah mengeras, tangan lembut Nadila pun mulai mengusap secara langsung.
" Ahhh " Fabian mendengakkan kepalanya
Tanpa ragu Nadila memasukkan benda keras itu kedalam mulutnya, Fabian memejamkan matanya sambil memegangi kepala Nadila.
" Yashh ahh "
Seperti anak kecil yang tengah memakan lolipop, Nadila mengulum dengan lembut.
" Yashh ahh terus Dil ah, gila enak sumpah Dil "
Mendapatkan pujian seperti itu membuat Nadila menjadi, ia pun terus memainkan benda keras itu.
" Sayang ahh yashh terus "
Tangan Nadila pun ikut meremas benda kenyal itu, Fabia tak bisa berkata apapun selain merasakan kenikmatan.
" Gila ahh sumpah ahh "
Fabian menahan kepala Nadila dengan tangannya.
" Kamu suka Bian ? " tanya Nadila sambil mengusap dengan tangannya
" Suka sayang " ucap Bian sambil mengusap lembut bibir Nadila
Nadila kembali mengulum benda keras itu, hingga Fabian pun merasakan miliknya akan keluar.
" Dil ahh aku mau keluar sayang "
Bukannya berhenti, Nadila justru semakin mempercepat hingga cairan itu memenuhi mulutnya.
Nadila pergi ke toilet untuk membuangnya, ia pun langsung meneguk segelas air.
Saat Nadila menghampiri Fabian, dengan cepat Fabian menarik tangan Nadila.
Fabian langsung mencium dan melumat bibir Nadila, bahkan tangan Fabian pun mulai melepas kancing kemeja milik Nadila.
" Sepertinya kamu harus segera ganti ukuran sayang " bisik Fabian sambil meremas benda kenyal milik Nadila
Nadila tersipu malu mendengar hal itu, Fabian yang sudah tak sabar langsung melahap dua benda kenyal itu bergantian.
" Biaan ahh mhh "
Seperti seorang bayi yang tengah kehausan, Fabian pun benar benar melahap dengan rakus.
" Bian ahh "
Kedua tangan Fabian mulai menurunkan celana milik Nadila, tak lupa segitiga itu Fabian lepaskan hingga tak tersisa sekarang.
" Mhhh Bian ahh "
Tangan Fabian mulai mengusap lembut rambut-rambut halus dan juga daging kecil, Fabian merasakan tangannya yang sudah basah karena cairan milik Nadila.
" Ahh Bian ahh "
Wajah Fabian pun turun, kini wajah itu sudah berada diantara kedua paha Nadila.
" Ahh Bian terus ahh " Nadila menjambak Fabian
Kedua jari Fabian pun tak kalah diam, ia mulai memasukkan jari itu dengan pelan.
" Biann ahhh terus ahh "
Nadila mengangkat sedikit pahanya, dan karena tak tahan ia pun mengeluarkan cairannya.
Fabian kini mengurung Nadila dibawahnya, ia mengarahkan miliknya yang masih tegang.
Fabian terus menggesekkannya, sambil berciuman Fabian terus menggesek miliknya.
" Enak bian ahh " tangan Nadila mencengkram pundak Fabian
Nadila benar benar menyerahkan dirinya kepada Fabian saat ini, walaupun Fabian berusaha dengan keras agar tidak jauh dari ini
lanjut ya thor👍😄