Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyegelan Retakan Dimensi
Kapal terbang itu melesat cepat ke atas, menembus awan, menuju Gunung Jati. Di atas kapal, semua orang diam dan tampak tegang. Tidak ada yang berbicara. Masing masing sibuk dengan pikirannya sendiri.
Lin Feng menepuk pundak putranya.
"Nak, jangan terlalu memaksakan diri nanti. Kau di garis paling belakang saja, menghadapi iblis tingkat rendah. Jangan coba coba melawan yang lebih kuat."
Liu Bei mengangguk setuju. "Dari informasi terbaru yang didapatkan informan beberapa jam yang lalu, di dekat retakan, bahkan iblis Foundation Establishment tahap Awal memiliki kecerdasan. Ini jauh lebih sulit daripada yang kita hadapi di depan gerbang Kota Baishi dan Bilou. Jadi kau harus berhati hati, dan jangan ceroboh."
Lin Han mengangguk. "Baiklah, Ayah, Ayah Mertua. Lin Han akan mengikuti arahan."
Lin Feng dan Liu Bei tersenyum puas.
Sima Yanzhen yang mendengar percakapan itu dari haluan kapal hanya tersenyum tipis. Senyum yang sama. Dingin. Penuh arti.
Kapal terbang melesat cepat di atas awan.
Dua jam kemudian, mereka mulai turun. Gunung Jati terlihat di bawah, puncaknya yang berbatu dikelilingi hutan lebat. Lembah tersembunyi di sisi timur terlihat jelas, dan di sanalah retakan dimensi itu berada.
Sebuah celah hitam menganga di udara, seperti luka di kain realitas. Dari dalamnya, aura gelap dan dingin terus mengalir keluar. Dan di sekitar celah itu, ratusan iblis berkumpul. Tubuh abu abu mereka memenuhi lembah seperti semut.
Begitu kapal terbang mulai turun, iblis iblis itu menoleh, menyadari kehadiran manusia. Tanpa komando, mereka mulai berhamburan, berlari dan melompat untuk menyerang.
Sima Yanzhen mengangkat tangannya.
"Serang!"
Semua orang melompat dari kapal terbang. Sima Yanzhen sendiri terbang tanpa bantuan artefak. Kemampuan terbang alami yang hanya dimiliki kultivator Core Formation ke atas. Ia melesat langsung menuju retakan dimensi.
Lin Han melompat dan mendarat di antara kerumunan iblis. Pedang peraknya sudah di tangan, lalu mulai menebas iblis iblis tingkat rendah.
Iblis yang setara Qi Condensation hingga Foundation Establishment Awal.
Gerakannya cepat dan presisi. Tidak ada energi yang terbuang.
Sesekali iblis tingkat Foundation Establishment Awal berbicara padanya.
"Manusia sialan! Kalian mengganggu rencana kami!"
Lin Han menebasnya tanpa peduli.
Shing!
Kepala iblis itu terpenggal. Ia tidak tertarik mendengar ocehan iblis.
Sima Yanzhen berteriak dari dekat retakan.
"Tolong Jaga area di sekitarku! Aku akan mulai penyegelan!"
Para praktisi dari kedua kota langsung bergerak. Mereka membentuk formasi melingkar di sekitar Sima Yanzhen, menutupi semua akses yang bisa digunakan iblis untuk menyerangnya.
Liu Bei dan Lin Feng berdiri di posisi paling depan, siap menghadapi iblis terkuat.
Sima Yanzhen menatap celah hitam itu, lalu mengeluarkan enam jimat dari cincin penyimpanannya. Jimat jimat itu melayang di udara, membentuk formasi segi enam di depan retakan. Sima Yanzhen mulai membentuk segel tangan dengan cepat, merapal mantra penyegelan. Cahaya biru mulai memancar dari jimat jimat itu.
Sementara itu, Liu Bei dan Lin Feng sudah berhadapan dengan iblis terkuat di area itu. Iblis setinggi tiga meter dengan kulit abu abu gelap dan mata merah menyala. Tingkatnya setara Foundation Establishment tahap Puncak, tapi kekuatannya jauh di atas rata rata iblis selevelnya. Iblis ini memiliki kecerdasan penuh. Ia bisa bicara, bisa menyusun strategi, bisa membaca gerakan lawan.
Liu Bei dan Lin Feng tidak sendirian. Para tetua dari Klan Liu dan Klan Lin bergabung dengan mereka. Mereka mengepung iblis itu dari berbagai arah, menyerang secara bergantian.
Tapi iblis itu terlalu kuat. Satu per satu tetua terpental. Lin Feng menerima pukulan telak di dada,tubuhnya terlempar ke belakang, dadanya terkoyak lebar oleh cakar iblis. Darah mengucur deras. Tapi ia hanya tersenyum, bangkit lagi, dan kembali menyerang.
Tidak berselang lama, giliran Liu Bei yang terlempar. Perutnya terkoyak oleh serangan yang sama. Ia terhuyung, tapi tidak jatuh. Para tetua lainnya menyusul, satu per satu terluka parah.
Sima Yanzhen melihat semua itu dari sudut matanya. Ia tersenyum tipis.
"Selesai."
Tangannya membentuk segel terakhir. Retakan dimensi itu mulai menutup perlahan. Cahaya biru dari jimat jimat itu semakin terang, mendorong kedua sisi retakan untuk menyatu kembali.
Iblis kuat itu melihat retakan mulai menutup. Ia meraung marah dan melompat, ingin menerjang Sima Yanzhen. Tapi Lin Feng dan Liu Bei, meskipun terluka parah, langsung melompat menghalanginya. Mereka melakukan serangan kombinasi yang sudah terlatih sejak masa muda.
Swish! Sret!
Pedang Liu Bei menebas bahu iblis. Pedang Lin Feng menusuk rusuknya. Iblis itu meraung dan terlempar ke belakang. Tapi hanya itu, ia tidak mati lalu bangkit lagi dengan wajah penuh amarah.
"Manusia rendahan! Matilah!"
Iblis itu melompat lagi, siap menghantam Lin Feng dan Liu Bei yang sudah kehabisan tenaga.
Tapi Sima Yanzhen sudah siap. Dimensi sudah tertutup sempurna di belakangnya. Ia menoleh ke arah iblis itu dengan senyum meremehkan.
"Iblis rendahan. Berani sekali kau bersikap arogan di hadapanku."
Ia menunjuk iblis itu dengan satu jari. Cahaya emas berkumpul di ujung jarinya, membentuk bola energi kecil yang berputar cepat. Lalu ia melepaskannya.
Wush!
Bola emas itu melesat dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata biasa. Iblis itu meraung dan melesat maju, menghadapi serangan itu dengan kedua tangannya.
Duar!
Bola emas itu menembus tubuh iblis seperti kertas. Tidak ada perlawanan sama sekali. Tubuh iblis itu hancur berkeping keping, berserakan di tanah bersama darah ungunya.
Semua orang yang melihatnya tertegun. Kekuatan itu. Satu serangan, satu jari, dan iblis setara Foundation Establishment Puncak yang tadi melukai semua tetua, hancur seketika. Inilah kekuatan Core Formation. Jurang yang tidak bisa dijembatani oleh jumlah atau strategi.
Semangat para praktisi langsung terbakar. Mereka berteriak dan kembali menyerang iblis iblis yang tersisa dengan energi baru. Pertarungan berlanjut hingga sore hari, sedikit lama karena Sima tidak serius seperti mengulur waktu. Satu per satu iblis yang tersisa dimusnahkan. Hingga akhirnya, tidak ada lagi iblis yang bergerak di lembah itu.
Semua orang kelelahan, dan terlihat banyak yang terluka. Beberapa gugur, tapi yang terpenting mereka menang.
Sima Yanzhen melayang di atas lembah, menatap semua orang dengan senyum puas.
"Selamat semuanya. Berkat kerja sama kita, retakan berhasil ditutup, dan iblis berhasil dimusnahkan. Sekarang mari kita kembali untuk beristirahat."
Semua orang bersorak sorai kemenangan. Sorakan yang lemah dan lelah, tapi tulus. Mereka mulai naik satu per satu ke kapal spiritual.
Lin Han menyimpan pedang peraknya dan naik ke kapal. Tubuhnya lelah, tapi tidak terluka parah. Ia mencari ayahnya dan Liu Bei. Keduanya sudah naik lebih dulu, terluka parah tapi masih hidup. Para tetua yang terluka juga sudah dibantu naik.
Sima Yanzhen naik terakhir. Kapal spiritual itu perlahan terangkat, lalu melesat cepat meninggalkan Gunung Jati, kembali menuju Kota Baishi.
Sementara itu, di kediaman Klan Liu, pemandangan yang sangat berbeda terjadi.
Ji Lianyue terbaring tidak sadarkan diri di halaman, darah mengalir dari pelipisnya. Di sampingnya, Hong Jie juga terbaring dengan luka di bahu. Liu Jia tergeletak tidak jauh dari mereka, lengannya patah. Beberapa tetua yang tinggal juga terluka dan tidak sadarkan diri.
Tidak ada tanda tanda pertarungan besar. Tidak ada mayat iblis. Serangannya cepat, tepat, dan senyap. Seseorang atau beberapa orang telah menyerang kediaman Klan Liu saat semua orang kuat pergi ke Gunung Jati.
Dan Liu Mei tidak terlihat di mana pun.
Sepuluh kilometer dari Kota Baishi, sebuah perahu spiritual kecil melesat cepat ke arah timur. Di haluan perahu, dua orang berdiri dengan jubah putih bersulam awan perak. Dua murid Sekte Yanguo yang tadi dikatakan kembali ke Kota Donglin.
Di belakang mereka, Liu Mei duduk bersandar di dinding perahu. Tangannya terikat, matanya terpejam, dan tidak sadarkan diri.
Salah satu murid itu berbicara. "Kakak Senior Sima pasti akan sangat senang dengan hasil kerja kita. Wanita yang dia inginkan berhasil kita dapatkan."
Murid kedua tertawa. "Mudah sekali. Tidak ada yang akan curiga dengan tindakan kita. Mereka pikir kita benar benar kembali ke Donglin."
Keduanya tertawa bersama. Perahu terus melesat, semakin jauh dari Kota Baishi.
Di udara, di suatu tempat yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa, sebuah suara terdengar. Suara yang sama dengan yang membisikkan kepada Lin Han saat bertarung di gerbang utara Baishi beberapa waktu lalu.
"Heheheeee... Manusia itu sekarang memiliki alasan untuk bekerja sama denganku."
Suara itu terkekeh puas.
"Aku bisa saja menyelamatkan wanita itu sekarang. Tapi itu akan sangat merugikanku. Aku akan mengajukan tawaran besar nanti jika dia memanggilku. Tampaknya keberuntungan berpihak kepadaku, bahkan tanpa merencanakan sesuatu. Ini sangat memuaskan."
Suara itu tertawa pelan, lalu menghilang bersama angin.
...Cerita baru dimulai...