NovelToon NovelToon
"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

PENGUMUMAN PENTING!

Saya Acep Maulana memohon maaf kepada para pembaca. Karena satu dan novel ini akan saya Remake Total.
Saya sadar masih banyak belajar sebagai pemula, dan saya ingin memberikan karya yang lebih layak untuk kalian baca. Versi baru akan segera hadir dengan judul yang sama namun dengan kualitas tulisan yang jauh lebih baik.

Sampai jumpa di versi terbaru yang lebih bar-bar!

‎"Sial beneran! Erika, mantan agen rahasia yang energinya tak habis-habis, malah transmigrasi ke dalam novel tragis menjadi Rosalind von Astride, sang Putri Terbuang yang lemah dan sakit-sakitan!
‎Lebih parahnya lagi, keluarganya adalah kumpulan orang 'Tampan tapi Telmi (Telat Mikir)' yang ditakdirkan hancur total dalam dua tahun. Beruntung, Erika punya Sistem Makan Melon (Gosip) yang bisa membongkar semua rahasia musuh.
‎Sambil menikmati martabak diskon dari Ruang Sistem, Erika bertekad merombak takdir tragis keluarganya. Tapi masalahnya... radio batin Erika ternyata bocor ke seluruh keluarganya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Detektif Dadakan & Teori Cacing Perut

Suasana di ruang keluarga utama Kediaman Wiraatmadja mendadak berubah menjadi panggung eksekusi yang dingin. Ferdyan Santo, sang kepala pelayan yang selama ini dikenal memiliki citra bersih seputih salju, kini bersujud di atas lantai marmer dengan tubuh yang bergetar hebat. Keringat dingin membasahi kerah seragamnya yang kaku. Di atas kepalanya, peri Nana masih terbang berputar-putar, memancarkan aura merah yang hanya bisa dilihat oleh Rosalind , menandakan bahwa target ini adalah "melon busuk" kualitas premium.

Rosalind , yang masih bersandar di sofa dengan wajah pucat dan mata ungu yang berkedip polos, sebenarnya sedang sibuk berdebat dengan sistemnya.

[Sistem Peri Nana (Berbisik penuh provokasi):]

{"Nona! Tunggu apa lagi? Ayo bicarakan sekarang! Ini adalah momen emas untuk mengumpulkan Poin Melon! Katakan pada keluarga Duke bahwa Ferdyan Santo ini bukan sekadar pelayan setia, tapi dia adalah bandar judi kelas kakap di pasar gelap! Ceritakan masa lalunya yang kelam, saat dia melarikan diri dari hutang di Kerajaan tetangga dan memalsukan identitas untuk masuk ke sini. Ayo, Nona! Satu kalimat saja, dan Mall Sistem akan memberikan diskon besar untuk Pil Kecantikan itu!"}

[ (Rosalind):]

["Sabar, Nana! Kamu ini nafsu banget sama skandal orang. Aku lagi mengatur napas, nih. Aku harus cari momen yang tepat supaya kesannya aku bicara karena 'firasat suci', bukan karena aku tukang ghibah lintas dimensi. Aku mau bilang kalau aku bermimpi liat Ferdyan lagi pegang kartu remi sambil ketawa jahat. Tunggu... satu... dua...]

Rosalind baru saja membuka bibirnya yang mungil, hendak mengeluarkan suara cicitan yang sudah ia latih agar terdengar sangat menyedihkan, namun sebuah suara berat dan dingin mendahuluinya dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

"Ferdyan Santo," Xander berdiri dari kursinya, suaranya seperti hantaman logam di tengah kesunyian. "Jangan kira aku tidak tahu alasan sebenarnya kenapa pasokan kain zirah untuk ksatria pribadi paviliun adikku berkurang drastis bulan lalu.

Aku baru saja menerima laporan intelijen—" Xander berbohong dengan lancar, padahal ia hanya mengulang apa yang baru saja ia dengar dari batin Rosalind. "—bahwa kau sering terlihat di Kedai Naga Hitam, tempat perjudian ilegal paling kotor di ibu kota."

BRAK!

Xander memukul meja dengan kepalan tangannya yang terbungkus sarung tangan kulit. "Kau bukan hanya pelayan yang lalai, kau adalah bandar judi yang mempertaruhkan anggaran rumah tangga Duke Wiraatmadja! Kau mengganti identitasmu lima tahun lalu untuk melarikan diri dari tumpukan hutang di Kerajaan Selatan, bukan?!"

Rosalind tertegun. Bibirnya yang tadinya terbuka sedikit kini terkunci rapat. Matanya membelalak menatap punggung Xander yang gagah.

[ (Rosalind):]

["LHO?! KOK?! Nana, kamu liat itu?! Kak Xander... dia barusan ngomong apa? Itu kan naskah ghibahku! Kenapa dia bisa tahu detail sampai ke Kerajaan Selatan segala? Padahal aku baru saja mau jualan info itu ke Ayah Lyon!"]

Rosalind menatap Xander dengan pandangan horor yang murni.

[ (Rosalind):]

["Nana, ini aneh banget. Kak Xander ini sebenarnya punya kekuatan super apa gimana? Apa dia diam-diam adalah cacing di dalam perutku yang bisa baca semua pikiranku? Kenapa setiap kali aku mau membongkar rahasia, dia selalu lebih cepat satu detik? Jangan-jangan dia punya sistem juga? Atau dia sebenernya dukun sakti yang nyamar jadi ksatria?!"]

[Sistem Peri Nana (Tergagap):]

["E-eh... mungkin itu hanya kebetulan taktis, Nona? Ksatria sekelas Xander pasti punya jaringan mata-mata sendiri, kan? Mungkin dia sudah curiga sejak lama?"]

[ (Rosalind):]

["Kebetulan jidatmu! Tadi dia bilang 'Kanebo Kering' saja bingung, sekarang dia jadi detektif Conan versi ksatria? Mencurigakan! Liat tuh mukanya, sok keren banget pas lagi intimidasi Ferdyan, padahal tadi pas aku nyanyi koplo dia kayak orang mau ayan. Benar-benar mencurigakan!"]

Sementara itu, di sisi lain meja, seluruh keluarga Duke benar-benar sedang berakting sekuat tenaga.

Duke Lyon berdeham keras, berusaha menutupi fakta bahwa ia baru saja ingin berteriak hal yang sama. "Xander benar! Aku sudah lama mengawasi mu, Ferdyan! Beraninya kau membawa kotoran judi ke dalam rumahku!" Lyon melirik Rosalind sekilas, hatinya mencelos melihat tatapan penuh curiga dari putrinya. Maafkan Ayah, Rosalind... Ayah terpaksa mencuri infomu agar kita bisa segera menyingkap pengkhianat ini tanpa kau harus kelelahan bicara, batin Lyon penuh haru.

Duchess Elena menutup mulutnya dengan drama yang luar biasa. "Astaga... Ferdyan, aku tidak menyangka! Kau pelayan kepercayaanku!" Elena hampir tertawa di balik sapu tangannya. Ia merasa sangat puas bisa menghukum orang yang selama ini ikut andil dalam kemelaratan Rosalind, meski ia harus berpura-pura baru tahu.

Julian dan Lady Clara duduk berdampingan. Julian menggenggam tangan Clara dengan erat, memberikan isyarat bahwa ia akan melindungi Clara dari pengkhianat semacam Ferdyan. Clara menatap Xander dengan kagum, tidak menyadari bahwa semua informasi itu bersumber dari adik iparnya yang sedang duduk manis sambil membatin "Cacing Perut".

Paman Baskara dan Bibi Ratna berkeringat lebih deras lagi. Jika Ferdyan yang kepala pelayan saja bisa terbongkar secepat ini, bagaimana dengan nasib mereka yang korupsi tambang? Mereka segera menundukkan kepala, tidak berani bernapas keras.

Celine dan Evelyn saling berpegangan tangan. "Kak Xander hebat banget ya, bisa tahu masa lalu Ferdyan yang sejauh itu," bisik Celine yang dibalas anggukan kaku oleh Evelyn.

Kembali ke pusat penderitaan mental, Ferdyan Santo menangis histeris. "Ampun, Tuan Muda Xander! Ampun! Saya terpaksa! Saya hanya ingin melunasi hutang lama saya! Saya tidak bermaksud mencuri dari paviliun Nona Rosalind!"

"TIDAK BERMAKSUD?!" Suara Lyon menggelegar.

"Kau membiarkan putriku kelaparan sementara kau memasang taruhan di meja judi! Seret dia! Masukkan ke penjara bawah tanah terdalam! Jangan beri dia makan sampai dia mengembalikan setiap keping emas yang dia curi!"

Para pengawal segera menarik Ferdyan keluar. Suara teriakan ampunannya menggema di lorong, semakin lama semakin menjauh, meninggalkan keheningan yang canggung di ruang keluarga.

Rosalind masih menatap Xander dengan mata menyipit.

[ (Rosalind):]

["Hmm... mencurigakan. Sangat mencurigakan. Kak Xander... liat deh, dia sekarang lagi merapikan jubahnya dengan gaya paling sok cool sedunia. Nana, aku curiga dia ini sebenernya punya indra keenam. Tadi dia sebut Kerajaan Selatan... padahal aku baru mau sebut itu. Kalau ini beneran kebetulan, maka keberuntunganku hari ini benar-benar ampas. Poin melonku mana?! Xander yang ngomong, apa aku tetep dapet poin?!"]

[Sistem Peri Nana:]

{"Dapet, Nona! Tenang saja! Karena informasi itu berasal dari radar Nona dan memicu azab bagi target, sistem tetap memberikan komisi 80%! Selamat! Saldo Poin Melon Nona bertambah 500 poin!"}

[ (Rosalind):]

["Alhamdulillah! Ternyata sistem ini adil juga. Biarin deh si Xander jadi detektif dadakan, yang penting aku dapet duitnya. Tapi tetep aja... rasanya kayak lagi mau makan pizza, eh toppingnya dimakan orang duluan. Sakit tapi nggak berdarah."]

Rosalind kemudian batuk kecil, menarik perhatian semua orang yang sekarang sedang menatapnya dengan perasaan bersalah yang amat sangat.

"Kak Xander..." panggil Rosalind dengan suara yang sangat lembut, hampir seperti embusan angin.

Xander membeku. Ia perlahan menoleh ke arah adiknya, berusaha memasang wajah datar ksatria es miliknya. "I-iya, Rosalind? Ada apa? Apa suaraku tadi terlalu keras dan mengejutkanmu?"

[ (Rosalind):]

["Iya, Kak! Kaget banget! Kaget karena naskahku dimaling! Kamu itu sebenernya cacing pita jenis apa sih di perutku? Kok bisa pas banget?]

["Bukan... Rosalind hanya... kagum pada Kakak,"] ucap Rosalind sambil memberikan senyum yang sangat manis, senyum yang membuat hati Xander terasa seperti disiram air es di tengah padang pasir.

["Kakak tahu banyak hal ya... Rosalind pikir... Kakak tidak pernah memperhatikan hal-hal kecil di rumah ini."]

Xander merasa jantungnya berdenyut nyeri. 'Maafkan Kakak, Rosalind... Kakak memang tidak pernah memperhatikanmu dulu. Tapi mulai sekarang, Kakak akan menjadi perisaimu, bahkan jika aku harus dicap sebagai cacing perut sekalipun oleh batinmu!'

"Hanya... deduksi sederhana, Rosalind. Kau tidak perlu khawatir. Sekarang tidurlah atau makan kuemu lagi. Kakak akan membereskan semua sampah di rumah ini untukmu," ucap Xander sambil menepuk pelan kepala Rosalind, sebuah gestur sayang yang selama ini tidak pernah ia lakukan.

[l (Rosalind):]

["Duh, dielus-elus... tangannya kasar banget kayak amplas kayu, tapi kok anehnya kerasa anget ya? Padahal di duniaku dulu, nggak ada yang berani pegang kepalaku kecuali tukang cukur rambut. Ya sudahlah, mumpung dapet kasih sayang gratis, nikmatin aja dulu. Tapi awas ya Kak, kalau kamu nyolong naskah ghibah ku lagi, aku bakal nyanyi lagu 'Cincin Kawin' versi koplo nonstop di dalem kepalamu semalaman!"]

Xander yang mendengar ancaman 'Lagu Cincin Kawin Versi Koplo' langsung menarik tangannya dengan cepat, wajahnya mendadak pucat pasi kembali. Ia segera duduk dan meneguk tehnya dengan rakus, berusaha menenangkan sarafnya yang mulai tegang lagi.

Duke Lyon, Duchess Elena, dan anggota keluarga lainnya hanya bisa menahan tawa melihat interaksi kaku itu. Mereka sadar, hidup dengan Rosalind yang "baru" ini akan menjadi petualangan mental yang luar biasa melelahkan, namun entah kenapa, mereka merasa kediaman Wiraatmadja yang dingin ini mulai terasa seperti sebuah "rumah" yang sebenarnya.

Rosalind kembali bersandar, matanya terpejam.

[ (Rosalind):]

{"Oke Nana, Ferdyan sudah check-out ke penjara. Berikutnya siapa? Aku liat si Paman Baskara keringet nya sudah kayak air terjun. Kayaknya melon berikutnya bakal sangat manis dan berair. Hehehe... Tarik mang!"}

Nana hanya bisa menghela napas secara digital, sementara para keluarga Duke serempak memegang dada mereka, bersiap untuk gempuran "melon" berikutnya yang akan segera datang.

1
Manusia Ikan
sistem b like :
Manusia Ikan
ooh ada sistem nya😏👍
Manusia Ikan
bro kena mag :v
Manusia Ikan
jangan remehkan kekuatan dari lantai yang licin di kamar mandi😂
Manusia Ikan
ah biasa ini mah😏
Rina Yuli
celana dalam lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
urusan celana dalam pakek mau dibongkar segala lagi 🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
acep maulana
sama 2 kk maaf kalau cerita sebelumnya saya hapus 🤣🤣🤣🤣
acep maulana: rekomendasi untuk bab berikutnya hehehe
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Manusia Ikan: hadir thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!