Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.20
Lusi saat ini berada di stasiun bus, tujuan nya pergi dari kota ini, dan menuju ke kota lain. Tatapan nya terlihat kosong, saat meninggalkan masa masa kenangan nya di saat kecil. Ponsel nya juga dinonaktifkan oleh Lusi.
Saat sudah memesan tiket bus, gadis itu masih tetap memegang kotak pemberian ibunya.
Setelah bus nya telah siap untuk berangkat, Lusi duduk di bagian paling tengah di dekat jendela. Perlahan tangan nya membuka isi kotak tersebut.
Tulisan usang itu, menjelaskan bahwa Lusi bukan anaknya Marni dan juga Aden. Hal tersebut membuat gadis itu kaget seketika.
"Deg...... jadi selama ini?" ucap nya dengan tatapan sendu saat melihat kertas tersebut. Dia langsung tersenyum miris saat mengingat kenangan bersama ibu dan ayah nya.
"Pantas saja ibu tak menyayangi ku, berarti benar dugaan ku, bahwa aku bukan putri kandung nya. pantas saja dia selalu menuntut jasa untuk membesarkan ku." ucap nya dengan menghapus air mata kesedihan nya.
"Kemana ibu kandung ku, apakah dia juga tak menginginkan ku. Miris sekali nasib mu Lusi,tak ada orang yang menginginkan mu saat ini." ucap nya dengan tertawa kecil yang menyedihkan.
Sedangkan di kota saat ini, Ken tampak bergelut dengan dokumen dokumen yang membuat nya terlihat pusing. Kejadian beberapa hari yang lalu, mampu mengusik pikiran nya. Tapi dia berusaha menyangkal nya, sebab gadis itu menerima uang darinya.
"Sial, kenapa dia masih tetap ada dipikiran ku. tidak tidak, dia gadis yang sama dengan yang lainnya Ken. dia sudah menerima uang dari ku, seharusnya tak perlu kau memikirkan nya!" gumam nya dalam hati.
"Tuan, hari ini kita akan rapat menuju ke kota B."
"atur saja ren, aku hanya perlu istirahat sebentar!" ucap nya dengan singkat dan langsung menuju ke ruangan pribadi nya
Rendi yang terlihat bingung dengan tuan nya itu, hanya menatap bingung. "Apa yang terjadi dengan tuan. Dia Sangat aneh belakangan hari ini." gumam nya dalam hati yang tak bisa menyampaikan isi hati nya.
"Sial, mengapa dia terus menerus ada di pikiran ku. apakah aku harus mencari nya?" gumam Ken dengan wajah datar nya
"Keruangan ku sekarang!" ucap Ken dengan nada datar nya.
"Baik tuan." ucap rendi yang langsung menghampiri tuan nya itu. Jangan sampai terlambat, bisa bisa nanti akan di omelin oleh bos galak nya itu.
"Tuan, maaf menganggu. apakah tuan butuh sesuatu?" tanya Rendi dengan nada tegas nya.
"Cari gadis yang pernah tidur dengan ku, bawa dia ke hadapan ku sekarang!" ucap Ken dengan singkat membuat Rendi langsung melongo kaget.
Tentu saja kaget, tuan nya yang anti dengan seorang perempuan tiba tiba meminta nya untuk membawa seorang gadis. tentu saja dia begitu kaget saat ini.
"Tuan, apakah tuan yakin. Bukan kah dia sudah diberikan kompensasi oleh tuan?" tanya pria itu dengan raut wajah kebingungan.
Ken menatap datar sang asisten nya. tatapan nya terlihat malas dengan pertanyaan sang asisten yang terlalu ikut campur permasalahan nya.
"Apakah kau sudah bosen bekerja ren?" ucap nya singkat membuat Rendi terbelalak kaget.
"Tentu saja tidak tuan. Baik tuan, saya akan pergi mencari keberadaan nona tersebut.
Setelah itu Rendi langsung terburu buru keluar, untuk mencari keberadaan gadis yang bersama dengan tuan nya tempo lalu.
"Ais dasar tuan muda galak. bisa bisa nya dia menyuruh ku mencari seorang gadis tanpa identitas itu. Ais, semangat rendi, kau pasti bisa!" ucap nya yang berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Di tempat kost lamanya Lusi saat ini, Rendi berada. tatapan nya mengarah pada sebuah kost yang pernah Lusi tinggalin.
"Permisi, mbak maaf apakah di tempat ini ada yang bernama Lusi?" tanya Rendi kepada seorang gadis yang menatap nya penuh selidik.
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..