NovelToon NovelToon
Ketika Talak Telah Terucap

Ketika Talak Telah Terucap

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Leny Fairuz

Pernikahan yang terjadi antara Ajeng dan Bisma karena perjodohan. Seperti mendapat durian runtuh, itulah kebahagiaan yang dirasakan Ajeng seumur hidup. Suami yang tampan, tajir dan memiliki jabatan di instansi pemerintahan membuatnya tidak menginginkan hal lain lagi.
Ternyata pernikahan yang terjadi tak seindah bayangan Ajeng sebelumnya. Bisma tak lain hanya seorang lelaki dingin tak berhati. Kelahiran putri kecil mereka tak membuat nurani Bisma tersentuh.
Kehadiran Deby rekan kerja beda departemen membuat perasaan Bisma tersentuh dan ingin merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya, sehingga ia mengakhiri pernikahan yang belum genap tiga tahun.
Walau dengan hati terluka Ajeng menerima keputusan sepihak yang diambil Bisma. Di saat ia telah membuka hati, ternyata Bisma baru menyadari bahwa keluarga kecilnya lah yang ia butuhkan bukan yang lain.
Apakah Ajeng akan kembali rujuk dengan Bisma atau menerima lelaki baru dalam hidupnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leny Fairuz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Tidak Saling Mengenal

Bisma tertegun, ia memang menyadari setelah melahirkan Lala, mobilitas Ajeng semakin tinggi. Di hari Sabtu dan Minggu yang biasanya dihabiskan Ajeng untuk beberes  rumah dan melayani semua kebutuhannya mulai jarang dilakukan.

Memang ia sering melihat ada saudara jauh yang sempat dikenalkan Ajeng bernama Hendra dengan istrinya Asih yang berpakaian  tertutup dan bercadar.

Semenjak itulah istrinya itu lebih banyak beraktivitas di luar. Dan Bisma tidak pernah mempermasalahkan semuanya. Karena sejak awal pun ia membatasi diri untuk berinteraksi.

Ia paling tidak suka diganggu jika sedang fokus dalam ruang kerjanya, entah itu di hari Sabtu maupun Minggu. Karena yang ada dalam otaknya hanya bekerja, sedangkan yang lain nomor sekian.

Kini tatapan Andrean fokus pada Bisma. Matanya mengarah pada Ajeng dan kembali pada Bisma dengan penuh selidik.

“Saya jadi curiga .... “ Andrean berkata dengan kening berkerut, “Apa pak Bisma mengenal bu Ajeng? Atau punya hubungan dekat?”

Sontak pertanyaan Andrean membuat Bisma terkejut. Bagaimana mungkin Andrean yang berprofesi sebagai pengusaha dan menjadi teman seperjalanannya bisa mengambil kesimpulan secepat ini.

“Mengapa pak Andrean bisa berpendapat seperti itu?” Bisma tak tak langsung menjawab.

“Tim penilai akan menyelidiki latar belakang para pelaku UKM dan  UMKN untuk melihat aliran dana dalam proses usaha yang mereka geluti sebelum memberikan penghargaan atas kinerja mereka.

Ini dilakukan untuk mencegah money laundry yang sudah sangat marak. Dan kami mengetahui bahwa usaha bu Ajeng murni dari kantong sendiri. Dan saya sedikit mendapat informasi bahwa bu Ajeng telah berpisah dengan suaminya yang seorang ASN bernama Bisma. Atau hanya kebetulan nama mantan suaminya sama ....?”

Bisma tersenyum kecut tanpa keinginan menjawab pertanyaan Andrean. Ia tidak ingin terjebak dan membenarkan prasangka Andrean yang benar-benar tepat.

“Mengapa hal seperti itu anda dalami? Bukankah itu sudah masuk ranah pribadi?” Bisma berkata dengan perasaan tak nyaman atas pertanyaan Andrean yang penuh selidik padanya.

“Kalau tidak benar syukurlah .... “ senyum meremehkan terbit di wajah Andrean saat mengatakannya tepat di hadapan Bisma, “Bu Ajeng perempuan menarik. Pasti banyak yang ingin dekat padanya .”

Bisma hanya tersenyum kecut  mendengar perkataan Andrean. Kini tatapannya mengarah kembali ke panggung. Di luar dugaan namanya disebut untuk memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha yang masih menunggu di pentas, yang sebelumnya Andrean telah terlebih dahulu naik ke pentas untuk memberikan penghargaan berupa sertifikat dan uang pembinaan.

Di luar kuasa Bisma, ia mewakili Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan  kabupaten  Malang untuk menyerahkan buket serta sertifikat dan uang pembinaan pada Ajeng yang mendapat penghargaan sebagai pelaku UMKM terbaik dengan beberapa peserta yang ada yang  karena telah menciptakan lapangan pekerjaan atas usaha mikronya di berbagai bidang.

Dada Ajeng berdebar hebat ketika matanya menatap sosok yang berdiri dari kursi VVIP dan berjalan semakin mendekat ke arahnya. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu sang mantan yang memang sudah ia hindari enam bulan belakangan begitu talak yang kedua kalinya terucap di bibir Bisma.

Senyum berusaha ia tampilkan dengan sempuna ketika sosok tegap itu berdiri dengan gagah di hadapannya. Di dalam hatinya menangis menahan kesedihan. Kenapa harus dipertemukan kembali, disaat hatinya masih mengobati lara yang tertinggal akibat sikap dingin sang suami yang kini menjadi mantan.

“Terima kasih,” Ajeng berkata pelan ketika matanya beradu pandang  dengan Bisma.

Dengan cepat Ajeng mengalihkan pandangan ketika tatapan Bisma masih mengarah dengan lekat padanya. Ia hanya menangkupkan kedua tangan di dada ketika tangan Bisma terulur untuk menjabat tangannya.

Melihat perbuatan Ajeng membuat Bisma menatapnya tak percaya. Ia tidak menyangka akan mendapat sambutan seperti ini. Di manapun keberadaannya akan mendapat sambutan hangat dan hormat dari orang yang bertemu dengannya.

Tapi di sini, sekarang ....

Akhirnya Bisma menurunkan tangan dan hanya menganggukkan kepala dengan senyum kosong yang ia berikan, karena wajah Ajeng telah berpaling darinya tanpa meninggalkan senyum sedikit pun untuknya.

Secepat inikah perempuan yang telah memberikan seorang putri padanya bersikap acuh.  Batin Bisma tak terima atas perlakuan Ajeng barusan. Ia merasa tidak memiliki kesalahan apa pun selama mereka berumah tangga. Apalagi Ajeng adalah tipe perempuan yang tidak pernah protes atas segala sikap dan tingkah lakunya selama bersama dalam satu atap.

Dari tempatnya duduk saat ini tatapan Bisma masih mengarah pada satu titik. Ia tidak menyangka Ajeng diminta untuk menyampaikan sepatah dua kata sekapur sirih sebagai bukti dan berbagi pengalaman atas pencapaiannya sebagai pemain baru dalam dunia UMKM tetapi sudah mendapat apresiasi yang sangat besar dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Suara tenang dan lembut  Ajeng terdengar dalam ruangan ballroom hotel Grand Mercure menghipnotis para tamu yang berada di sana. Bisma dapat melihat bagaimana sosok Ajeng membuat semuanya antusias dan fokus mendengar ucapannya.

“ ... ucapan syukur selalu saya panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia yang telah diberikan kepada saya. Terima kasih kepada orangtua yang telah membimbing saya sehingga mampu berpijak di kaki sendiri untuk membantu saudara kita yang masih kekurangan. Serta putri kecil saya sebagai penyemangat dan nafas hidup saya dalam berkarier untuk memberikan manfaat kepada masyarakat .... “

Bisma tertegun mendengar kata demi kata  meluncur di bibir Ajeng yang begitu fasih dan santai dalam memberikan dan berbagi pengalaman sebagai enterpreneur muda di bidangnya. Walau dalam hati ada sedikit kekecewaan. Ia tau pasti itu, karena ia pun sadar diri kenapa tidak disebut dalam momen bergengsi tersebut.

“Wah, single parent .... “ bisik-bisik lelaki yang berada dalam lingkaran kursi VVIP tempatnya duduk saat ini  terdengar di telinga Bisma.

“Yang ini sih jelas janda berkelas .... “ Andrean ikut nimbrung membuat telinga Bisma pedas mendengarnya, “Yang seperti ini sangat cocok untuk dijadikan ‘future wife.’ Pandai mengelola harta suami.”

Bisma merasa tak senang saat Andrean menepuk lengannya begitu mengakhiri ucapannya barusan. Entah kenapa kehadiran Ajeng dalam ruangan yang sama dengannya membuat suhu tubuhnya meningkat. Apa lagi para lelaki dewasa yang nota bene sudah berkeluarga menjadikan sang mantan topik pembicaraan yang hangat diantara sesama mereka.

Bisma masih menyimak perkataan MC yang mengakhiri rangkaian acara seminar sekaligus penghargaan kepada para pelaku usaha yang berprestasi di bidangnya masing-masing.

“Secepatnya kita akan mengadakan kunjungan ke tempat para finalis yang mendapatkan penghargaan,” bisik Andrean padanya.

Bisma tak menjawab hanya kepalanya mengangguk menyetujui perkataan Andrean yang tertuju padanya. Otaknya masih belum sinkron untuk berpikir jauh. Belum lagi masalah asmara yang membuatnya harus mengambil keputusan terbaik, karena ini berkaitan dengan masa depan yang otomatis adalah jangka panjang kehidupannya.

Dan kini ia melihat sang mantan telah menjadi perempuan sukses di mata orang lain, yang ia sendiri tidak pernah tau, dan mau tau dengan kesibukan dan aktivitas kesehariannya. Tapi sedikit banyak ia paham, inilah yang membuat e-banking nya memberi notif setiap waktu.

Satu tahunan sebelum ia mengucapkan talak yang kedua, notifikasi banking aktif berbunyi. Ia beranggapan bahwa Ajeng adalah perempuan matre yang hanya menghabiskan uangnya untuk hal yang tak bermanfaat.

Hal itulah yang membuat rasa sayang yang mulai hadir terkikis secara perlahan. Ia paling tidak suka perempuan matre, yang menjadikan dirinya sebagai sapi perahan. Walau pun ia tau itu adalah kewajibannya sebagai seorang suami.

Pertemuan dengan Deby, perempuan berpakaian sopan dengan gaya anggun dan feminim membuatnya menemukan sosok lain yang menurutnya itulah perempuan yang se-frekuensi dengannya.

Pertemuan pertama kali terjadi saat ia masih aktif di Pemda Jakarta. Deby yang merupakan bagian protokol di sana terlihat berbeda di matanya. Sosok  Deby tampak begitu anggun dengan pakaian tertutup. Ia pun sadar banyak mata kaum Adam yang menunjukkan ketertarikan saat bercengkerama atau pun sekadar berbincang biasa.

Hingga akhirnya Bisma dipindahkan tugas ke Malang, rasa syukur luar biasa ia panjatkan, karena sangat kebetulan Deby pun mutasi di tempat yang sama dengannya.

Setiap bepergian kemana pun Bisma tidak sayang untuk mengeluarkan uang untuk Deby setelah tiga bulan kebersamaan yang mereka lalui. Kini apa yang ia lihat, ia rasa dan ia fikirkan semua benar-benar di luar dugaan. Kejutan  yang membuat otaknya perlu relaks. Namun  yang ia yakini sekarang adalah bahwa kepindahan Deby bukan kebetulan, tetapi sesuatu yang memang direncanakan.

Bisma berupaya  mengeluarkan pikirannya tentang Deby yang cukup menguras otaknya. Ia ingin fokus dengan kegiatan yang sedang berjalan.

Sekarang ia masih menyimak dan belum mengeluarkan pendapat atas pembicaraan Andrean dan para staf ahli tiga kementerian yang berencana untuk turun ke lapangan melihat langsung aktivitas para pelaku UKM dan UMKM yang telah mendapat apresiasi dari tiga kementerian tersebut.

1
Ike Kartika
ak jg dl wkt hamil muda sensitif bgt sm aroma wewangian..smp ke makanan ke goreng bumbu..kl mau masak ak suruh sodara yg masakin bumbu nya kl sdh di ceburin bhn2 nya br dech ak yg lanjutin itu gk ak cobain cm modal felling aja..apa lg nyium parfum mual pusing.tp kl nyium asep truk apa kendaraan bis yg lwt seger bgt berasan pgn nyiumin🤭🤭😅😅bener2 ajaib kl ngidam tuh
Ike Kartika
ya gt lah kl manusia tdk tau bershukur pst akan menyesal di akhir.krn slh ambil keputusan..sdh hidup enak dpt istri cantik mapan dan jeluarga nya menerima kekurgn nya dpt jabatan bagus di kantor eh malh main api.
Ike Kartika
sherly tipe cewek murahan..wlu pun sdh punya suami gk klh dr org lain..tp lbh dikit dr suami nya lgsg tebar pesona lgsg cari kesempatan..bener2 cewek tipe wc umum
Ike Kartika
s eti hrs dpt hukuman jg..dan pelayan yg ada dirumah hrs di sortir ulang.mn yg setia dn mana yg ber muka dua..
Ike Kartika
nm nya iwan jgn2 mantàn nya ajeng dl saat skolah..
Ike Kartika
🤣🤣🤣🤣guntuh mah sok aya2 wae
Ike Kartika
waduh justru di usia 40 itu masa2 cowok dtg puber k 2 apa lg ini puber nya lgsg k istri ya bs melebihi abege bucin nya..skrg bisma jd cowok bucin akut ky nya😅
Ike Kartika
lah perosotan anak TK kan turun masa hidung bisma pesek😅😅
Ike Kartika
anak perempuan mgkn sebagian sm..cucu ku rajin bgt ayah nya di make up in.kata nya biar ayah nya cantik.wlu pun pake bedak tabur yg hsl nya ky kue moci putih.pipi di bikin bola2 ky hbs di tonjok.bibir merah dgn melebihi batas ky org hbs lomba mkn buah naga belepotan kmn mn😁demi kepuasan anak nya tetep ayah nya diem ngikutin atraksi anak nya
Ike Kartika
ak sangat setuju dgn ketegasan aje g menghadapi pria2 atau pun mantan nya terutaman bisul..jd oermpuan hrs punya harga diri..wlu pun s bisul sdh berubah tetep jual mahal dan punya harga diri.jd kita gk di sepele in.
Ike Kartika
gandi meninggal siska hamil anak gandi.secara ky nya siska gk mkrn pengaman dech
Ike Kartika
kl bisma yg mnm air itu pst bisma yg mati ya.kata nya domter tp meracik obat aja slh dosis gmn sih dasar dokter abal2
Ike Kartika
akhir nya siska memadu ksh sdh s gandi🤣🤣🤣
Ike Kartika
bagus ajeng jgn mudah luluh sm laki2 apa lg kamu bukan cewek pengangguran..kl hdp sendiri bahagia jalani aja..berkomitmen sangat merepot kan apa lg modelan bisma yg beku ky dl.wlu pun skrg sdh mencair tetep aja..gk bs melupakan saat dia dl menyakiti ht mu ajeng
Ike Kartika
s dewi sdh 2x melahir kan tp anak nya sllu bermasalh..mgkn ini karma buat dewi.krn dewi terlalu arogan dan terlalu sombong.kl lg hamil kan sensitif apa lg suka menghujat org apa marah2 apa lg kl kehidupan nya gk sehat..pst ada cacat sm janin nya dan terlahir tdk sempurna..hilman aja bego mau2 nya tanggung jwb pdhl kl mau tanggung jwb gk usah dgn cara menikah..
Ike Kartika
sudah hilman cerai kan aja biar dewi tau rs.gk semena mena sm org dan memalukan suami di dpn umum..
Ike Kartika
cerai kan aja bini kurg ajar dan gk tau etika mah..buat apa di pertahan kan memalukan hiih
Ike Kartika
di cerita ini cewek2 nya pd beringas cowok2 nya pd plinplan..
Ike Kartika
ala lelaki cemen emg cocok s dewi.kl ajeng jd sm hilman gk yakin bakaln bahagia..secara cowok yg deketin dewi smua nya cowok pliplan gk ada yv tegas gk punya pendirian hih amit2
Ike Kartika
disini peran cowok nya pd plin plan gk ada yv tegas..cemen smua kesel bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!