Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.
Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.
Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. kebohongan Selvia yang sangat nekat.
"Yasudah yang penting kamu baik baik saja, kenapa ponselmu sempat nggak aktif sih? Itu yang bikin aku cemas" Davka membelai rambut sebahu istrinya yang sedikit basah.
"Soal nya tadi HP ku lowbat dan aku masih ngecas HP di rumah Selly" Davka percaya saja dengan alasan itu, membalas pelukan istrinya yang bersikap manja padanya dan juga mencium bibirnya seperti minta dimakan.
"Apa kamu sudah makan mas?" Selvia sedikit cemas ketika ingat soal ini.
"Tadi aku terpaksa buat mie instan karena tak ada masakan apapun di meja makan, kamu tega?"
"Aduh, maaf biar aku masak sekarang saja, masih lapar nggak, kamu mau makan apa mas?" Selvia berjalan kedapur, mengikat rambut sebahunya dan ingin mengambil bahan makanan di kulkas.
"Sebenarnya aku ingin memakanmu saja, aku kangen kamu sayang" Davka memeluk pinggang ramping istrinya, sejak kemarin Davka terus bercocok tànàm pada istrinya yang lain membuat dia merasa bersalah pada Selvia, namun menurutnya ini satu-satunya cara agar ibunya tidak terus-menerus menjodohkan dia lagi, semoga saja Nayyara bisa hamil secepatnya, dan dia bisa membawa anaknya pada kedua orang tuanya.
Davka masih terus memeluk punggung istrinya, menciumi tengkuknya dengan menggebu dan meremasi gundukan milik sang istri, dia jadi membandingkan ukuran milik Selvia dengan milik Nayyara, lelaki itu tersenyum mengingat milik Selvia lebih baik.
"Ugh~ hentikan, mas aku lelah" Selvia mendesah dengan mata terpejam menikmati remasan tangan suaminya, dia masih lelah setelah seharian ini melayani Agung di kamar hotel dan setelah sampai di rumah malah ada si macan kelaparan ini, yang langsung menyerangnya saja.
"Mas~~ euh aku mau mandi dulu" Davka yang masih asik memainkan tubuh ramping itu mendengus sebal, padahal adiknya sudah bangun, karena memainkan tubuh istrinya.
"Sekali saja ya, aku merindukanmu, kita mandi bareng saja yuk"
"Uh tidak, jika mandi dengan mu bisa lama, aku nggak percaya jika kamu bilang minta sekali saja, kamu pasti bohong" Selviana menepis tangan suaminya kesal.
"Maaf, aku benar-benar menginginkanmu sayang, aku kangen udah seminggu lebih aku gak dapat jatah" Davka merajuk padahal tadi siang dia sudah dapat itu dari istri yang lain di vila, dia membalik tubuh Selvia yang tadi mengangguk pasrah.
Davka langsung menurunkan gaun yang di pakai Selvia, hingga tersisa pakaian dàlamnya saja. Dengan semangat membara Davka mulai mencium bibir itu dengan lidah saling membelit, akhirnya nafsu Selvia pun mulai naik. Suaminya memang selalu bisa memancing gairahnya, ciuman Davka memang memabukkan dengan aksinya yang mahir, lidahnya meliuk dengan terampil seperti god kisser, Selvia selalu ketagihan dengan bibir lelaki itu, Ciuman suaminya memang jauh berbeda dengan ciuman Agung yang lembut dan tak bisa bermain agresif.
Wanita itu berpikir tak ada salahnya main dengan suaminya juga, karena dia tak boleh membuat suaminya curiga, semoga saja dia segera bisa hamil terserah benih dari siapa tak masalah.
*****
"Ya ampun Sel!?? Gila loe!"
Mata Selly membulat sempurna dan di ikuti gelengan kepalanya. "Kamu melakukannya kemarin di hotel dengan om Agung dan saat malam kamu pulang ke rumah suamimu juga menyerangmu sampai berjam-jam?"
"Iya, hah aku lelah sekali" Selvia mengangguk pelan duduk di sofa ruang tamu rumahnya saat teman baiknya ini berkunjung.
"Astaga aku nggak bisa membayangkan? Kamu seperti habis melayani pelanggan, sampai bisa maraton begitu"
"Kamu tahu, rasanya sampai sekarang tubuh ku masih lelah luar biasa, suamiku itu seperti kesetanan saja aku baru bisa tidur hampir jam dua malam setelah protes minta berhenti dan hampir pingsan, aku benar benar butuh di pijit nanti"
"Wah jika dua lelaki yang menyentuhmu sekaligus begitu bisa saja kamu cepat hamil dong? Siapa tahu om Agung lebih hebat daripada suamimu kan?"
"Itu yang ku harapkan, ibu mertuaku yang menyebalkan itu selalu saja bawel tanya apa sudah ada hasil, aku sungguh takut dia mengancam lagi mau mencarikan istri muda buat mas Davka"
"Jangan sampailah bisa gawat kalau kamu harus bagi suamimu dengan wanita lain, dimana nanti harga dirimu?"
"Tapi Sell, apa kamu yakin hanya bermain dengan om Agung saja akan ada hasilnya? Maksudku apa aku harus melakukan dengan lelaki lain juga?"
"Iya juga sih, tapi sama siapa lagi? Menurutku kalau kamu lebih sering melakukannya dengan om Agung lebih bagus, tapi jangan sampai suamimu curiga, kamu harus tetap melayani kebutuhan Suamimu seperti biasanya, semoga saja om Agung lebih tokcer, kalian harus sering tidur bersama itu makin baik?" Selvia mengangguk setuju, sambil mengunyah popcorn yang dia suguhkan ke temannya dan dua wanita itu menikmati tontonan di TV.
"Tapi suamimu tak curiga apapun kan, ya ampun aku cemas kalau kamu ketahuan?"
"Tidak kok, masih aman. kamu tenang saja, aku cukup pintar jika soal itu mas Davka itu gampang di bodohi, dia juga sangat percaya sama aku, apalagi dia sangat mencintaiku, jadi dia tak pernah meragukan kesetiaanku" kekeh Selvia.
"Huh dasar kamu, bucin banget sih suamimu itu, aku jadi iri deh, Davka yang ganteng dan kaya raya begitu apalagi banyak di kejar wanita dan jadi idaman, malah bertekuk lutut padamu" Selvia tertawa bangga dan meneguk minuman dingin.
"Pria manapun pasti akan terpesona padaku" Ujar Selvia lagi dengan bangganya mengibaskan rambut sebahunya.
"Iya percaya deh, termasuk si bodoh David itu, sampai almarhum suamimu itu nggak tahu apapun jika kamu sering tidur dengan David, ya ampun berapa kali kamu tidur dengan bocah itu? dasar sinting! kamu sudah tidur sama siapa saja hah?"
"Sstt~~ jangan asal bicara hehehe tapi tetap saja hanya mas Davka sekarang yang paling aku cintai, dia belahan jiwaku"
"Cih~ belahan jiwa dari Hongkong? Kamu bilang cinta sama Davka tapi kamu bisa mau juga sama om Agung?" Selvia terkekeh malu, sebenarnya ini rahasianya, Davka bahkan tak tahu apapun jika saat awal menikah dengannya dulu sang istri pernah terlibat affair dengan David, seorang fotografer yang bekerja di majalah dewasa.
"Sepertinya aku harus membuat janji dengan om Agung lagi, nanti aku akan buat alasan ke suamiku kalau main ke rumahmu, kamu benar juga aku harus melakukan itu lebih sering agar segera ada hasil"
"Lalu kapan?"
"Mungkin Sabtu depan aja, jika yang kemarin tak berhasil, aku akan meminta om Agung menemui ku"
"Iya deh, yang penting kamu harus hati-hati, jangan sampai ketahuan suamimu apalagi mertuamu" Ujar Selly dengan antusias sambil high five dengan sahabatnya dan dua perempuan itu terkekeh, Selvia sepertinya tak sadar jika sebenarnya dia sudah menyalakan api kecewa kelak pada Davka, menerima laki-laki lain di belakang suaminya, bukan cerminan istri yang baik