NovelToon NovelToon
ILUSI HANGAT

ILUSI HANGAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:705
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

"Elian sengaja menciptakan neraka, hanya agar ia bisa menjadi satu-satunya surga tempat Lyra bersandar."

Menyembunyikan kecantikan di balik sikap tertutup adalah cara Lyra Anya Cassandra bertahan hidup di SMA Elit Gava. Statusnya sebagai siswi yatim piatu penerima beasiswa menuntutnya untuk tidak terlihat.

Namun, sebuah kotak bekal siang yang sederhana menghancurkan seluruh pertahanannya.

Lyra mendadak menjadi target perundungan yang kejam. Di tengah keputusasaan itu, hanya Elian cowok paling berpengaruh di sekolah yang bersedia menjadi pelindungnya.

Lyra mengira itu keberuntungan, tanpa tahu bahwa Elian sendiri yang menyalakan api neraka demi memaksanya datang kepelukan elian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISOLASI SOSIAL DAN RETAKNYA PERSAHABATAN

Satu minggu setelah instruksi dingin dari ruang OSIS dikeluarkan, atmosfer di kelas Sepuluh-Empat berubah menjadi sangat mencekam bagi Lyra. Pagi itu, saat ia melangkah masuk ke dalam kelas sambil mendekap buku tugasnya, keheningan yang tidak wajar mendadak menyergap ruangan.

Nadia, Febby, dan Dhea tiga sahabat dekatnya sejak masa SMP yang biasanya langsung melambaikan tangan gembira kini mendadak memalingkan wajah mereka kesamping dengan ekspresi dingin dan canggung.

"Nadia, ini buku catatan matematika yang kemarin aku pinjam. Terima kasih ya," ucap Lyra dengan nada suara yang melembut canggung, menyodorkan buku bersampul biru ke arah meja sahabatnya. Wajah manisnya tampak tegang, dengan sepasang mata cokelat jernihnya yang mengerjap pelan penuh kebingungan melihat perubahan sikap mereka.

Nadia tidak langsung menerima buku itu. Ia melirik ke arah siswi-siswi borjuis di sudut kelas yang sedang menatap mereka dengan pandangan mencemooh, lalu menarik buku itu dengan gerakan kasar dari tangan Lyra.

"Lain kali gak usah pinjam lagi ya, Ly. Gue... gue gak mau dibilang ikutan berteman sama cewek yang suka cari perhatian ke senior kaya pakai jalur beasiswa," jawab Nadia dengan nada suara yang bergetar pelan karena cemas, matanya menolak untuk menatap langsung ke dalam netra jernih Lyra.

"Eh? M-maksud kamu apa, Nad? Aku gak pernah ngelakuin hal kayak gitu," tanya Lyra dengan kening yang berkerut dalam, bibir tipisnya sedikit terbuka karena tersentak kaget mendengar tuduhan kejam tersebut. Tangannya refleks membetulkan letak kacamata bulatnya yang melorot untuk menyembunyikan rasa panik yang mulai menjalar di dadanya.

"Halah, gak usah akting polos deh, Ly. Rumornya udah menyebar di grup angkatan kelas sepuluh. Foto lo yang lagi ngobrol intim sama Kak Elian di taman belakang minggu lalu udah kesebar luas. Anak-anak bilang lo sengaja manfaatin kemiskinan lo buat dapet belas kasihan anak donatur terbesar," potong Febby dengan ekspresi wajah yang ketakutan sekaligus sinis, bergeser duduk menjauh dari posisi berdiri Lyra.

"Itu... itu gak bener! Aku cuma balikin kotak bekal—" kalimat Lyra terputus saat Dhea ikut menyela dengan gelengan kepala kecewa.

"Udah deh, Ly. Mending lo jauhin kami dulu. Kami di sini sekolah bayar mahal dan butuh jaga reputasi keluarga. Kami gak mau ikut dikucilkan gara-gara reputasi lo yang buruk," tanya Dhea dengan nada ketus sebelum akhirnya bangkit berdiri dan mengajak Nadia serta Febby pergi meninggalkan kelas, meninggalkan Lyra sendirian di tengah ruangan yang kini dipenuhi oleh bisikan tajam dari murid-murid lain.

Lyra membeku di tempatnya, merasakan dadanya sesak luar biasa seperti dihantam batu besar. Air mata bening mulai menggenang di pelupuk matanya yang jernih, namun ia bersikeras menahannya agar tidak jatuh di depan anak-anak kaya yang menatapnya penuh kepuasan. Isolasi sosial ini terasa sangat instan dan menghancurkan benteng harga diri yang selama ini dibangunnya dengan susah payah sebagai anak yatim piatu yang mandiri.

Dengan langkah yang gemetar dan kepala tertunduk dalam, Lyra berlari keluar dari kelas, mencari tempat sepi di selasar koridor belakang ruko sekolah yang mengarah ke gudang tua. Di tengah rasa frustrasi dan kehancuran mentalnya yang mulai merayap, tangan kanan Lyra meraba saku roknya, menarik saputangan sutra hitam beraroma amberwood milik Elian.

Ia menempelkan kain mewah itu ke hidungnya, menghirup aromanya dalam-dalam di antara isak tangisnya yang tertahan. Tanpa disadari oleh logikanya yang polos, doktrin manipulatif yang ditanamkan Elian minggu lalu mulai bekerja sempurna. Di saat seluruh dunia termasuk sahabat-sahabat dekatnya membuang dan mengucilkannya, aroma amberwood milik Elian mendadak menjadi satu-satunya jangkar keselamatan palsu yang membuatnya merasa dilindungi di tengah neraka buatan ini.

Dari balik bayangan pilar lantai atas koridor yang gelap, Elian Gava Alaric berdiri tegak memperhatikan pemandangan rapuh di bawahnya. Jas seragamnya yang sempurna berkilau ditiup angin, kontras dengan sosok Lyra yang tampak hancur di bawah sana.

Sepasang manik mata elang milik sosiopat itu mengunci pergerakan Lyra yang sedang mendekap saputangannya. Seutas senyuman asimetris yang teramat menawan namun menyimpan kegelapan mutlak terukir indah di wajah rupawannya yang pucat.

Tahap pertama pemutusan benang kewarasan Lyra dari Ryzan dan lingkaran sosialnya telah berhasil total melalui tangan sistem perundungan Devan. Kini, domba kecil penuh warna itu sudah berada di dalam genggaman tak kasat mata sang pangeran elite, menunggu waktu yang tepat untuk dibuat benar-benar berlutut dan memohon keselamatan padanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!