Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2.8: Pertukaran Kembali
Maksudku... Dalam hal kecantikan. Kecantikan itu bisa disebut pada cowok juga lho! Cowok cantik. Hahaha.
“Maaf karena menakutimu, Takeuchi-kun!”
Dia agak menundukkan kepalanya sedikit dan begitu mengangkatnya kembali, tiba-tiba badannya condong ke depan dan melihatku dengan sangat menyeramkan.
“Takeuchi-kun itu punyaku, hehehe.”
Dia ini ngomong apa sih!? Nggak ngerti dan terdengar sangat menyeramkan. Aku pun langsung pergi menuju tempatku kembali.
Dia mengikutiku dari belakang serta duduk kembali di tempatnya juga. “Takeuchi-kun, nggak boleh ngomong sama cewek oke!”
“Terserah kau saja Yamada. Kalau dipikir-pikir, sifatmu ini aneh sekali. Bisa berubah-ubah tanpa sepengetahuanku serta... Kau ini cowok atau cewek sebenarnya?”
“Aku cowok tampan pastinya. Sangat mencintai Takeuchi-kun. Tenang saja, bukan berarti diriku ini gay.”
[Orang ini benar-benar berbahaya. Kau lebih baik menjauhi atau menyuruhnya untuk tidak terdengar kayak orang kelainan, Takeuchi Hideki! Buat dia kencan dengan cewek! Walau diriku sendiri tidak terlalu mengerti, namun mungkin akan berhasil untuk mengubahnya.]
Kencan? Apa itu? Nama makanan atau minuman? Kayaknya nama makanan sih. Kalau dengar ajakan seperti itu dari beberapa pegawai kantor yang ada di ruangan ini, ujung-ujungnya pasti ke restoran atau cafe.
Berarti... Makanan untuk berdua gitu kah? Spesial? Hahaha, sepertinya aku benar dan tentu saja, karena Takeuchi Hideki itu sangat jenius.
Jenius yang tak bisa ditandingi lagi oleh siapapun itu. Sebenarnya kalau aku niat, Yamada bisa ku kalahkan dengan mudah.
Tepatnya, Yamada mungkin berada di atasku duluan sebelum diriku karena diriku bakal berada lebih atasnya lagi dalam hal pembantu rumahnya yang bertugas bersih-bersih.
Ahaha... Be-benar-benar kasihan sekali diriku ini. Orang bodoh memang susah untuk mengakui bahwa dirinya bodoh ya!
Lalu... Gay itu apa? Nama minuman kali ya! Tapi yang selalu ku lihat, mereka yang seperti itu...
Kayak bersahabat gitu. Sesama pria benar-benar dekat sampai lebih suka tidur di hotel daripada rumah.
Kalau nggak ada uang, penginapan murah pun sudah jadi. Itu pengalamanku melihat mereka yang selalu mengatakan bahwa mereka ini gay.
Hahaha, mau itu hal baik atau hal buruk, aku tidak tertarik dengan hal seperti itu. Terdengar menyeramkan serta membuatku malas pastinya.
“Bagaimana kalau kau mencoba kencan dengan cewek, Yamada? Aku tidak mengerti kata-kata ini, tapi bisa ke cafe atau restoran nikmat lho!”
Nikmat di sini adalah dalam hal menyantap makanan. Kalau kencan itu makanan, berarti nikmat banget bukan!
Merasakan makanan enak yang spesial bersama cewek atau cowok. Aku tidak mengerti hal seperti itu, jadi selalu ku tolak ajakan siapapun.
Kalau dia sih beda lagi cerita, karena merupakan kouhai yang harus ku juga dan bimbing walaupun malah sebaliknya.
“Nggak akan pernah.”
Auranya tiba-tiba jadi sangat menakutkan woyy!!. [Kayaknya sudah parah sekali pria ini. Bagaimana kalau coba menamparnya?]
“Kau bodoh atau apa? Nanti aku dikeluarkan dari perusahaan ini lho!”
...Hahaha, aku malah mengencangkan suaraku. “Hahh!!?? Apa-apaan itu!? Takkan ku biarkan! Takeuchi-kun harus kerja selama aku mau kerja di sini. Tenang saja, akan ku laksanakan perintah itu. Dua hari lagi hari libur dan tenang saja, a-aku akan kencan dengan cewek.”
“Eh? Oh... Y-ya, semangat dan aku cuma bercanda sih, hahaha. Memangnya kencan itu apa sebenarnya? Haruskah di hari libur? Berarti makanannya hanya ada di hari libur kan! Oh! Kencan itu bagiku makan-makan enak di restoran atau cafe bersama cewek karena dirimu cowok begitupun sebaliknya, hahaha.”
Tatapannya tiba-tiba langsung menjadi lebih mengerikan. “Jangan bercanda seperti itu lagi, Takeuchi-kun! Nanti aku akan mengurungmu jika kau mengulanginya lagi!”
[Uwaa... Ini kasus yang benar-benar mengerikan. Riwayat hidupmu sudah tamat, Takeuchi Hideki. Pria ini sudah tak bisa diubah lagi. Intinya, semangat dan semoga dirimu tetap baik-baik saja. Jangan menantang mautnya dengannya oke!]
“Padahal itu rencanamu! Tapi, terserahlah.”
Si-sia*an! Aku malah bicara sendiri lagi dengan volume besar. Su-susah sekali suara kecil itu kalau belum terbiasa.
Ketika aku kembali melihatnya, dia mendekat ke arahku dan dengan cepat langsung menarik tangan kananku ke luar dari ruangan. “Kita harus bicara serius, Takeuchi-kun.”
Awawawa!! Horror banget. Jadi mengingatkan diriku kepada sebuah film yang entah apa judulnya.
Lupa lagi dan ceritanya itu jika sudah ditarik seperti ini, kemungkinan besar aku akan mati.
Dikurung? Harusnya bisa saja terjadi. Mati dalam kurungan dan harusnya cewek yang melakukannya, bukan cowok.
Yahh... Terserahlah. Beda gender harusnya tidak masalah. Lalu, sekarang kami berdua berada di dalam lift. “Ki-kita sekalian bakal mengunjungi klient kah, Ya-yamada?”
“Kau benar sekali. Lalu...”
Dia menatapku dan langsung memelukku erat-erat. “Jahat! Nggak boleh gitu lho Takeuchi-kun! Kau itu milikku selamanya! Harusnya ku kurung saja dirimu kan! Benar! Aku akan mengurungmu. Takkan ku biarkan Takeuchi-kun direbut oleh cewek manapun!!!”
Mengurungku? Bercandaannya sudah kejauhan. Dikurung itu sangat menakutkan lho!
Semisal kita dikurung di dalam karung akan membuat kita sulit bernapas dan mungkin bisa kehabisan oksigen dan berakhir mati.
Dikurung di dalam kotak pun sama saja dan... Kalau beneran di kurung, dia akan mengurungku di mana?
Yamada entah kenapa malah jadi seaneh ini. Kematian benar-benar membingungkan ya!
Memangnya bisa merubah sebuah dunia hanya dengan kematian seseorang? Mana mungkin!
Kematian satu orang atau beberapa mungkin banyak banget mana mungkin bisa merubah dunia yang contohnya asalnya damai jadi penuh peperangan.
Itu hanya terjadi di fiksi dan ini bukanlah fiksi melainkan kisah nyata dariku. Yahh... Apapun yang terjadi setelah aku dan Yamada mengunjungi klient nanti aja lagi deh ku pikirkannya.
Otakku langsung banyak banget asap setelah mendengarkan semua kata-katanya itu begitupun sebelum-sebelumnya.
[Aku akan diam. Diriku merasa Takeuchi Hideki sedang tidak mau mendengarkan banyak hal. Boleh kan?]
Aku mengangguk dan dia benar-benar diam setelah itu. James Darren pengertian sekali ya!
Aku yang menyelamatkannya, jadi itu menurutku sangat masuk akal. “Fokus dulu klient, lainnya nanti saja oke, Yamada!”
Dia melepaskanku dari pelukannya dan langsung berada di depanku sambil ngambek.
Dia ini kayak cewek banget ya!. “Hmm... Terserah aja deh. Kalau Takeuchi-kun ketahuan lirik-lirik cewek lain selama perjalanan, aku bakal mengurungmu di rumahku.”
Rumah ya! Rumahnya bagus sih, jadi mana mungkin aku bisa mati harusnya. Orang yang mempunyai banyak hal sepertinya memang gila.
Lalu, perjalanan kami lakukan dengan berjalan kaki tanpa naik kendaraan satupun. Selama perjalanan, kami berdua seperti musuhan atau nggak ngobrol sama sekali.
Saling support sabi kali ya😉