Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.
Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.
PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CARA MENGUNJUNGI PACAR YANG BAIK.
setelah Dae Hyun pergi meninggalkan kantor kepolisian Daejeon, Da Eun memasuki ruangan nya tanpa mengatakan sepatah katapun pada yang lainnya dan hal itu membuat semuanya tambah takut jika berbicara dengan Da Eun.
Di dalam ruangan Da Eun,
"Akh kenapa aku tadi memarahi ayah angkat Hyejin? Apakah aku sudah gila? Aishhh.." Da Eun menyalahkan dirinya sendiri karena memarahi ayah angkat Hyejin dan berkelakuan tidak sopan padanya.
"Aisshh mau di taruh di mana muka ku jika bertemu dengannya lagi…" Da Eun sangat frustasi dengan kelakuan nya hari ini.
"Bagaimana jika aku di cap sebagai polisi yang tidak tahu sopan santun olehnya dan dia akan melarang aku mendekati Hyejin? Auchhh bahkan membayangkan nya sudah membuatku sangat ketakutan.. bagaimana jika memang benar begitu.. argghhh yang benar saja" Da Eun mengacak-acak rambutnya.
Da Eun mencoba mencari cara untuk meluluhkan hati Pak kepala Oh agar ia merestui Da Eun yang ingin mendekati Hyejin.
Walau sudah di pikirkan berkali-kali tetap saja Da Eun merasa bahwa dirinya akan ditolak oleh Pak kepala Oh.
Dan dia hanya bisa pasrah karena tingkah nya hari ini. Dan yang hanya bisa dia lakukan adalah menghubungi Hyejin yang sedang beristirahat dirumanya karena ia masih belum pulih dari tikamannya Kim Beom Seok.
Da Eun berusaha menghubungi Hyejin melalui telepon nya saja.
"Oh ini aku.. bagaimana kau sudah membaik?" Tanya Da Eun yang agak canggung pada Hyejin.
"Ah ya saya sudah mulai jauh lebih baik Sunbae.. kenapa anda menghubungi saya? Apakah ada masalah di kantor?" Tanya Hyejin yang begitu penasaran pada Da Eun yang tiba-tiba menelponnya.
"Tidak hanya saja aku ingin menelpon mu untuk memastikan keadaanmu dan tenang saja di sini baik-baik saja jadi jangan khawatir.. cukup kau beristirahat saja oke?" Ucap Da Eun yang sangat perhatian pada Hyejin.
"Ya saya akan beristirahat kalau begitu.." ucap Hyejin yang ingin menutup telponnya setelah mendengarkan alasan Da Eun menelponnya.
"Ah tunggu… apakah nanti malam aku boleh berkunjung ke rumah mu?" Tanya Da Eun dengan to the points.
"Heng? Ah ya tentu saja …" jawab Hyejin dengan gugup dan dan bingung.
"Kau.. apakah kau keberatan jika aku kesana?" Tanya Da Eun yang merasa agak tidak enak pada Hyejin.
"Ti-ti-tidak… tidak apa-apa silahkan saja anda datang .. dan saya tidak merasa keberatan kok jadi tenang saja.." ucap Hyejin untuk meyakinkannya bahwa Hyejin tidak keberatan akan kedatangannya.
"Oke… kalau kau mau aku akan membawakan sesuatu yang mungkin kau butuhkan jadi katakan saja kalau kau butuh sesuatu!" Tawaran Da Eun pada Hyejin.
"Tidak usah.. tidak usah membawa apa-apa .." Hyejin menolak tawarannya Da Eun.
"Oke aku akan sampai di rumahmu pukul 7 malam…" ucap Da Eun pada Hyejin.
"Ya.. kalau begitu saya tutup teleponnya.." Hyejin menutup telponnya.
Da Eun yang merasa bahwa Hyejin telah memberikan lampu hijau untuk dirinya membuat dirinya senyum-senyum sendiri dan merasa kesenangan.
Setelah ia selesai bertelepon dengan Hyejin, Da Eun keluar dari ruangannya dan bertanya pada petugas Park tentang masalah pribadi.
"Kya petugas Park kemarilah!" Ucap Da Eun yang menyuruh petugas Park untuk masuk ke ruang pertemuan.
"Ya saya?" Petugas Park merasa bingung tetapi walaupun begitu ia tetap mengikutinya ke arah tempat pertemuan.
"Kalau boleh tahu ada apa ya pak kepala Kim?" Tanya petugas Park yang takut jika ia mendapatkan masalah baru.
"Tidak aku hanya ingin bertanya, kau pernah berkencan?" Da Eun tiba-tiba menanyakan hal tersebut dan membuatnya membelalakkan matanya.
"Ya?ah itu ya… kenapa?" Jawab petugas Park yang masih kebingungan.
"Aku hanya ingin bertanya jika kau mampir ke rumah pacarmu apa yang harus kau bawa? Apakah harus membawakan bunga atau semacamnya?" Da Eun bertanya dengan serius.
"Ah itu tidak perlu karena menurut saya jika anda sudah datang dengan tepat waktu saja sudah membuatnya senang dan tidak perlu membawa bunga atau hal lainnya cukup bawakan makanan ringan saja dan Soju karena mungkin saja akan bermalam di sana untuk berbicara semalam dengannya.. itu saran dari saya.." jelas petugas Park pada Kim Da Eun.
"Oh begitukah?oke terimakasih saran anda petugas Park.." Da Eun menepuk pundak petugas Park tanda berterima kasih pada nya.
"Tapi pak kepala Kim kalau boleh saya tahu apakah anda akan mengunjungi pacar anda?" Tanya petugas Park pada Da Eun.
"Engg saya akan mengunjunginya nanti malam.." ucap Da Eun dengan tersenyum.
"Akhh begitu… bagaimana dengan kapten Lee?" Tiba-tiba petugas Park menanyakan kapten Lee Hyejin padanya.
"Ah dia baik-baik saja aku baru menelponnya jadi jangan khawatir kan dia dan beritahu yang lainnya oke?" Jawab Kim Da Eun dengan tenang.
"Ah ya akan saya sampaikan.." petugas Park kembali ke tempatnya dan langsung mendekati Wakil kepala Nam dan petugas Choi.
"Kya teman-teman.. apakah pak kepala Kim mempunyai pacar?" Tanya petugas Park pada yang lainnya.
"Bukankah pak kepala Kim dekat dengan kapten Lee?" Tanya wakil kepala Nam.
"Benar sekali kenapa kau mengatakan itu? Ha?" Petugas Choi menambahkan.
"Tidak dengarkan dulu.. tiba-tiba dia memanggil ku dan bertanya tentang hal apa yang harus dibawa olehnya ketika mengunjungi pacar nya.. bukankah sudah jelas bahwa ia memiliki pacar.." petugas Park mencurigai pak kepala Kim yang sudah memiliki pacar.
"Kya yang benar saja masa begitu?" Petugas Choi tidak percaya.
"Wah kalau beneran ini adalah berita yang segera memanas.." ucap wakil kepala Nam.
"Kya sudahlah sekarang sudah jam 6 malam sebentar lagi jam pulang dan kita harus menyelesaikan semua tugas ini.." ucap wakil kepala Nam yang sadar bahwa jam sudah hampir menunjukkan jam pulang mereka.
Selang beberapa menit kepala Kim Da Eun keluar dan sudah selesai mengganti bajunya yang membuat mereka bertanya-tanya karena sekarang belum waktunya jam pulang.
"Oh pak kepala Kim kenapa anda sudah berganti baju?" Tanya petugas Park.
"Aku akan pergi lebih dulu dan kalian selesaikan tugas kalian ya?" Ucapnya dengan muka yang datar.
"Ah ya semoga hari anda menyenangkan.." ucap petugas Choi yang memberikan penghormatan dengan menganggukkan kepalanya.
"Kira-kira kemana perginya ya? Apakah benar ke rumah pacarnya?" Wakil kepala Nam penasaran.
"Entah apakah begitu? Aku juga penasaran.." petugas Park menelengkan kepalanya tanda tidak percaya.
"Kya bagaimana kalau kita menjenguk kapten Lee bersama habis ini?" Tanya petugas Choi yang mengajak mereka pergi.
"Oh benar mari kita menjenguk nya,.." wakil kepala Nam setuju begitu juga dengan petugas Park.
Selang beberapa menit Da Eun setelah berbelanja makanan ringan dan beberapa minuman yang tidak mengandung alkohol untuk Hyejin dan dirinya saat di rumah Hyejin.
"Ah sudah terbeli semua mari kita mengunjungi Hyejin.." Da Eun berbicara dengan dirinya sendiri.
Sesampai di rumah Hyejin… Da Eun terkejut karena dia melihat semua rekannya berada di sini dan semua ku terkejut.
"Oh pak kepala Kim.." ucap petugas Park yang terkejut.
"Aishh kenapa harus ada mereka.." Da Eun menggerutu dengan memelankan suaranya.
"Oh iya kalian ingin menjenguk nya ternyata? Oke kita akan menjenguk bersama.." Da Eun merasa canggung karena niatnya adalah datang sendirian tanpa mereka.
"Ya Sunbae.." Hyejin yang membukakan pintunya melihat rekannya di depan pintu dan itu membuat dirinya terkejut karena Da Eun tidak Blang bahwa ia kerumahnya bersama rekan lainnya.
"Sunbae? Kya kapten Lee anda menunggu pak kepala Kim?" Tanya wakil kepala Nam yang mencurigai mereka memiliki hubungan,
"Wah apakah ini yang anda maksud kunjungan ke rumah pacar anda? Wah .." petugas Park merasa tidak percaya..
"Wah.. wah.." petugas Choi juga merasa tidak mempercayai semua yang terjadi.