NovelToon NovelToon
Ketika Sinta Memilih Rahwana

Ketika Sinta Memilih Rahwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Perjodohan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Hari penentuan tanggal pernikahan, Sinta memilih Wana untuk dijadikan suaminya. Semua itu bukan tanpa sebab. Melainkan, karena hati yang sudah lelah untuk berharap. Hati yang sudah sering terluka oleh sikap Rama yang mementingkan teman barunya.

Bagaimana jadinya saat Rama tahu, Sinta ternyata tidak memilih dia sebagai suami? Yuk! Ikuti kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

"Kak Rama! Awas!"

Risa berteriak dengan keras sambil berlari mendekati Rama. Secepat yang gadis itu bisa, dan sekuat tenaga yang ia punya. Risa mendorong Rama agar tidak tertabrak mobil tersebut. Tapi sebagai gantinya. Brak! Risa lah yang di tabrak oleh mobil itu.

"Risa ...!" Teriakan panik terdengar lantang. Suasana tegang seketika.

Risa terjatuh di atas jalan. Tubuhnya terdapat beberapa luka. Rama yang melihat hal tersebut panik bukan kepalang. Dia segera menghampiri Risa dengan cepat.

"Risa. Bangun, Ris."

Selang beberapa saat kemudian, Rama yang di bantu oleh beberapa warga memanggil ambulan. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, ambulan itu datang. Mereka membawa Risa ke rumah sakit secepat mungkin.

Sampai di rumah sakit, suasana panik masih terasa dengan sangat jelas. Yang baru saja menabrak, juga ada di sana. Rama yang kesal langsung mencengkram kerah baju pria tersebut.

"Bia*dab! Kamu sudah menyakiti teman ku!"

"Tenang, Mas. Ini rumah sakit. Lagian, tidak ada yang ingin kecelakaan itu terjadi, bukan?" Salah satu warga yang ikut bicara sebagai penengah.

"Benar, Mas. Saya tidak sengaja. Lagipula, mas nya yang jalan tanpa melihat. Mbak itu hanya ingin menolong mas. Makanya mbak itu yang kecelakaan."

Rama terdiam. Ucapan pria itu seakan memukul batinnya dengan keras. Yang langsung menimbulkan perasaan bersalah seketika.

"Lagian, saya tidak kabur, Mas. Saya juga ada di sini. Saya siap, saya bersedia untuk bertanggung jawab." Pria itu berucap lagi.

Tangan Rama seketika melemah. Cengkraman di kerah baju si pria akhirnya ikut terlepas. Sepertinya, perasaan bersalah yang sedang Rama rasakan cukup besar. Benaknya langsung membenarkan kalau kecelakaan yang Risa alami gara-gara ulahnya.

Karena kelalaian dirinya, Risa mengalami kecelakaan tersebut. Andai saja Risa tidak mendorongnya, pasti dialah yang saat ini akan terbaring di ranjang rumah sakit. Bukan Risa.

Rama menyentuh pintu ruang rawat di mana saat ini, Risa sedang di rawat oleh tim medis. Manik mata Rama berkaca-kaca. "Risa, maaf. Semua gara-gara aku. Jika bukan karena aku, kamu tidak akan terluka seperti sekarang."

Waktu berjalan terasa lama, karena saat ini, Rama sedang menunggu dengan perasaan yang sangat cemas. Setelah menunggu dengan gelisah, akhirnya, pintu kamar rawat itu terbuka juga. Dokter yang merawat Risa akhirnya menampakkan batang hidungnya.

Rama segera menghampiri dokter tersebut untuk bertanya. "Dok, bagaimana kondisi teman saya?"

"Teman? Anda temannya?"

"Iya, Dok. Kenapa? Apa ada masalah?"

"Pasien memanggil nama Rama sebagai suaminya. Di mana Rama. Pasien terus ingin bertemu dengan orang yang bernama Rama."

Deg. Sesaat, Rama terdiam. Bagaimana bisa keadaan jadi sangat membingungkan seperti ini. Benak Rama sama sekali tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi di sini sekarang.

"Dokter. Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Maaf, saya ingin tahu di mana Rama?"

"Saya Rama. Tapi ... saya bukan suaminya. Melainkan, teman wanita yang ada di dalam sana."

"Anda ... teman?"

"Iya, Dok. Saya temannya."

Tiba-tiba, suster keluar dari dalam ruangan tersebut. "Dokter, hasil pemeriksaan semuanya sudah keluar."

"Baik. Saya akan lihat dulu semua pemeriksaan fisik pasien. Setelah itu, baru saya bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi."

Dokter itu kembali masuk ke ruang rawat yang di mana di dalamnya masih ada Risa. Risa masih ada di sana. Pihak rumah sakit belum memindahkan gadis itu ke ruang rawat inap.

Memang ada kejanggalan. Hanya saja, Rama tidak menyadarinya sedikitpun. Entah itu karena panik, atau rasa bersalah yang sedang menyelimuti hati. Yang jelas, pria itu tidak menyadari sedikitpun kejanggalan yang sedang tercipta di sana.

Dokter itu akhirnya keluar lagi. Kali ini, bersama suster yang mendorong Risa yang masih terbaring di atas ranjang. Risa akhirnya di pindahkan ke kamar rawat inap. Sedangkan Rama, dokter itu mengajak Rama untuk bicara ke ruangannya.

"Dokter, apa yang terjadi dengan teman saya? Bagaimana kondisinya sekarang?"

"Luka luar yang pasien alami tidak terlalu parah. Tapi bagian kepalanya yang terbentur, terdapat gumpalan darah yang membuat ingatan pasien jadi kacau. Dalam ingatan pasien saat ini, dia sudah menikah dengan pria yang bernama Rama."

"Ap-- apa? Jadi ... apa yang harus saya lakukan sekarang, Dok? Kami tidak menikah. Terus-- "

"Tidak ada yang bisa kita lakukan selain mengikuti arus ingatan yang sudah tercipta. Karena jika dipaksakan, akibatnya akan sangat fatal. Pasien bisa kehilangan nyawa jika kita memaksanya untuk ingat pada ingatan masa lalunya."

"Jadi ... cara satu-satunya yang bisa kita lakukan hanya mengikuti saja, Dokter?" Rama berucap dengan nada rendah dan lemah.

Sepertinya, itu cukup berat bagi Rama. Mengakui Risa sebagai istri dengan status yang mereka punya sekarang. Lalu, Sinta juga pasti akan sangat kesal padanya.

Namun, saat mengingat lagi kalau Risa jadi begini gara-gara untuk menyelamatkan dirinya. Perasaan berat itu sedikit berkurang. Karena rasa hutang budi atas nyawa yang telah Risa korbankan untuknya.

Rama akhirnya keluar dari ruangan si dokter. Langkahnya terlihat sangat pelan dan berat. Pria yang sudah menabrak Risa langsung menyambut Rama.

"Maaf, bro. Aku hanya bisa bantu melunasi semua biaya rumah sakit. Tidak bisa membantu yang lain."

"Kau!" Manik mata Rama menatap tajam pria tersebut. "Semua ini gara-gara ulah mu. Jika kamu tidak membawa mobil dengan kecepatan-- "

"Bro. Aku tidak membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Aku hanya membawa mobil dengan kecepatan standar. Jika aku di bawa ke pengadilan. Yang salah juga kalian, bukan aku. Karena kalian yang melintasi jalan tidak lihat-lihat."

"Ah, bro. Satu hal yang ingin aku katakan padamu. Sepertinya, gadis yang sudah menolong kamu itu sangat suka padamu. Buktinya saja, dia rela mengorbankan nyawanya hanya untuk kamu. Kamu sangat beruntung, Bro. Kamu punya seseorang yang menyayangimu lebih dari nyawanya sendiri."

Rama terpaku gara-gara ucapan itu. Sementara si pria yang baru saja mengajak Rama bicara, kini sudah menarik langkah untuk meninggalkan Rama sendirian di sana.

Sesaat setelah kepergian pria itu, Rama masih diam mematung di tempat dia berdiri sebelumnya. Tidak bergerak sedikitpun. Benaknya terus mengulang apa yang sudah pria itu katakan. Dan malangnya, benak itu malah membenarkan perkataan tersebut tanpa ada usaha penolakan dari hati sedikitpun.

'Risa ... sangat sayang padaku? Risa ... benar-benar siap mengorbankan nyawanya untuk aku. Ternyata, di dunia ini masih ada orang yang menyayangi dengan sangat tulus seperti Risa. Itu .... '

Pikiran Rama malah langsung membandingkan Risa dengan Sinta. Dua wanita yang jelas-jelas sangat berbeda di mata Rama. Sinta yang manja, yang dia anggap sangat pencemburuan. Tiba-tiba, satu kata lagi ia tambah untuk Sinta. Yaitu, Sinta egois. Hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa perduli akan perasaan orang lain.

1
Dew666
😍😍😍😍
Soraya
lanjut
Anonim
Ayo dong thor buat sinta tau kalau wana sebenar nya udah suka dia dari dulu buat mereka benar benar bersatu,jangan biarin rama nanti ganggu sinta lagi
Anonim
Ayo dong sinta buat rahwana g merasa minder ayo buka topeng nya liat ketampanan nya
Patrick Khan
cuaca panas gerah ya wana😄😄
Patrick Khan
sah sahhhhhh
Anonim
Yah payah ni wana,sinta ngomong donk kalau kamu gapapa tidur sekasur
Anonim
Up lagi donk thor jangan kelamaan
Dew666
💎💎💎💎
Soraya
irit bgt ya thor lanjut
Anonim
Pelit banget sih thor up nya tambah donk
Soraya
Rama otaknya labil
Anonim
Lanjut up thor,semangat
Esti 523
harus lanjut ka jgn mamgkrak lho
Rani: eh, hehehe....
total 1 replies
falea sezi
😒 lama amat sinta nikah ma awan😒
perahu kertas
semangat terus ya kak
perahu kertas
Damn, Risa Risa ada ada saja akal bulus mu
ini juga satu dokter nya di byar brpa kmu sma Risa🙂‍↔️🙂‍↔️
Dew666
🪭🪭🪭🪭
Anonim
Lama banget sih up date nya thor,kapan sinta nikah sama ka awan thor jangan lama lama keburu rama sadar
Rani: sabar ya... sabar. aku up pelan. lagi gak fit soalnya.
total 1 replies
Dew666
🍭🍭🍭🍭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!