NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

Pangeran yang sedang bersandar di ranjang giok menyipitkan mata. Aura membunuh terpancar dari tubuhnya yang perlahan menghangat, pangeran berkata, "Wang... siapa yang memerintahkanmu?"

"S-saya... saya terpaksa...Yang Mulia..." Tabib Wang menangis histeris, dan kembali berkata dengan lirih, "Keluarga saya disandera oleh-"

Cring!

Sebelum Tabib Wang sempat menyebutkan nama, Li Zie merasakan pergerakan angin. Sebuah jarum beracun melesat dari luar jendela menuju leher Tabib Wang!

Tanpa pikir panjang, Li Zie menggunakan refleks karate-nya. Ia memutar tubuh, Hanfu hitamnya yang kebesaran berkibar, dan Takk! Ia menangkap jarum itu hanya dengan dua jari di udara.

Yan yang ada di ruangan itu beserta dua pengawal yang menyeret tabib istana di ruangan itu terpaku. Seorang kakek tua baru saja menangkap jarum terbang dengan tangan kosong secepat kilat.

Li Zie menatap jarum di tangannya, lalu menoleh ke arah jendela, "Ji Yu! Kejar pelakunya! Dia lari ke arah barat!" teriak Li Zie.

Ji Yu yang sedari tadi berjaga di pintu, langsung melesat seperti anak panah. Sementara itu, Li Zie kembali menatap sang Pangeran yang kini menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan campuran antara takjub, curiga, dan... ketertarikan.

"Sepertinya tagihanku malam ini harus naik lagi," ujar Li Zie sambil membuang jarum itu ke lantai dengan gaya sombong.

 "Mengobati penyakit itu mudah, tapi menjaga nyawamu dari pengkhianat itu sangat menguras tenaga," ujar Li Zie dengan ekpresi serius dan suara yang berwibawa.

Pangeran itu terkekeh pelan, meski dadanya masih terasa nyeri. Pengeran berkata, "Sebutkan hargamu, Tabib Agung. Apa pun itu, akan kuberikan... termasuk jika kau ingin aku menyelidiki siapa sebenarnya dirimu di balik arang itu."

Deg! Jantung Li Zie berdegup kencang. Sial, dia mulai curiga!

Mendengar ucapan sang Pangeran yang mulai menyentuh identitas aslinya, Li Zie langsung memasang ekspresi marah besar. Li Zie menggebrak meja kayu di samping ranjang hingga berderit.

Brak!!

"Kurang ajar!" suara Li Zie menggelegar, serak dan penuh wibawa, lalu kembali berkata, "Aku datang untuk menyelamatkan nyawamu, bukan untuk diinterogasi seperti pencuri! Jika kau lebih tertarik pada wajahku daripada kesehatanmu, maka silakan cari tabib lain di neraka!"

Pangeran itu sedikit terkejut melihat kakek di depannya ini begitu temperamental. Ia segera mengangkat tangan, memberi isyarat damai, dan berkata, "Mohon maaf, Tabib Agung. Saya tidak bermaksud menyinggung."

Li Zie hanya mendengus keras, pura-pura merapikan janggut palsunya yang miring. "Hmph! Anak muda zaman sekarang benar-benar tidak punya rasa hormat pada orang tua!"

Tiba-tiba, suara langkah kaki terburu-buru terdengar dari luar. Yan masuk sambil memapah Ji Yu. Wajah Ji Yu pucat, dan lengan hanfu barunya robek, mengucurkan darah segar.

"Guru... Guru..." Ji Yu meringis kesakitan dan kembali berkata dengan sambil meringis, "Penyusup itu... dia menggunakan ilmu hitam... aku hampir menangkapnya, tapi dia melempar bubuk peledak es."

Melihat pelayan setianya terluka, insting Li Zie sebagai dokter dan kakak langsung menyala. Li Zie tidak peduli lagi pada wibawanya sesaat dan segera menghampiri Ji Yu dengan panik, "Yan! Letakkan dia di kursi! Dan kau, Tabib Wang!"

Tabib Wang yang masih bersujud ketakutan langsung mendongak.

"Ambilkan air hangat dan kain bersih sekarang! Gunakan tanganmu yang gemetar itu untuk sesuatu yang berguna!" bentak Li Zie pada Tabib Senior itu. Tabib Wang tidak berani membantah dan langsung lari pontang-panting menjalankan perintah.

Li Zie memeriksa luka Ji Yu. Matanya kembali berkilat emas Mata Dewa aktif. Li Zie melihat serpihan kristal es beracun tertanam di otot lengan Ji Yu. "Luka ini sama dengan racun yang ada pada tubuh pangeran, tapi lebih terkonsentrasi."

Sambil mengobati Ji Yu, Li Zie tetap bersikap galak untuk menutupi kecemasannya. "Kau ini bodoh atau apa, Ji Yu? Sudah kubilang jangan terlalu dekat dengan kucing liar!"

Ji Yu hanya bisa nyengir menahan sakit, dan berkata, "Maaf, Guru... aku hanya tidak ingin dia lolos."

Pangeran yang memperhatikan dari ranjang mulai menyadari sesuatu. Dan berkata dengan penuh wibawa meski masih lemah, "Yan, bantu Tabib Agung mengobati pengawalnya. Dan pastikan seluruh paviliun ini ditutup rapat. Tabib Wang akan ditahan di ruang bawah tanah untuk sementara. Aku ingin tahu siapa yang mengirim jarum terbang tadi."

Li Zie melirik sang Pangeran sekilas dan berkata dengan tegas, "Penyusup itu tidak akan kembali malam ini. Tapi kau..."

Li Zie menunjuk Pangeran dengan jarinya dengan lancang lalu kembali berkata, "Jangan berpikir masalah ini selesai. Tabib istanamu ini hanya pion kecil. Masalah pengkhianat ini jauh lebih dalam daripada yang bisa dilihat mata telanjang. "

1
ilensya
wang apakah kamu ber uang
ilensya
go go go
ilensya
emang enakkkk ibu dan adik tiri dikerjain🤣
CaH KangKung,
katany emas no.1...harga diri no.2...tp setelah aq perhatikan...kok...mlh makanannn yg pling...nomor 1.....🤣🤣🤣
ilensya
akhirnya up lagi yg di tunggu tunggu
CaH KangKung,
astagaaa...🤣🤣
CaH KangKung,
lanjut
CaH KangKung,
👣
Cty Badria
masal dikasih setengah potong ceritanya..ah g acik
Dewi Sulistiyani
lagi... lagi....
Nurhayati Sobana
Sebentar lagi Li Zie pasti kelaparan, awas Liyu nanti kamu di makan Li Zie
Zeny Zen
Thor aku suka ceritamu 👍
Cty Badria
/Rose//Rose/ untuk 2 up nua
Fitria: Thanks, kk
total 1 replies
Sribundanya Gifran
mantap thor😍😍😍😍😍💪💪💪💪
Fitria: Thanks, Kak
total 1 replies
Cty Badria
👍👍👍👍
Sekar
lanjut thor
Fitria: Siap kak
total 1 replies
Nurhayati Sobana
Kasihan pengawal Feng dikadalin oleh Li Zie, mau menyelidiki Li Zie malah gak dapat apa2 kecuali capek 🤭😄😄
Fitria: Biarin aja Kak. Jangan di bantuin si Feng nya
total 1 replies
MelodyStar
lanjut 😭
Fitria: Ih kok nangis, kak?
total 1 replies
Dewi Sulistiyani
thor tak kasih hadiah terus sehari up 4 kali y
Fitria: iya, tuh author up lagi 1
total 1 replies
Nurhayati Sobana
lanjut thor, apakah kaisar jodoh Li Zie ditunggu kelanjutannya
Fitria: Siap, Kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!