"Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, selamanya kita akan tetap bersama" kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran seorang gadis cantik yang berasal dari pinggiran kota.
Dan tempat itu menjadi saksi sejarah dari janji yang pria tampan itu ucapkan.
Dia yang sempat tinggal disana karena sebuah kecelakaan yang merenggut ingatannya, hingga ia ditampung oleh salah satu keluarga dengan kedua putri cantik yang selama ini selalu membantu kedua orang tuanya merawat pria yang entah berasal dari mana.
"Kalau penasaran silahkan ikuti kisahnya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
"Tuan anda disini?"ujar Dian yang kini bangkit dan Afandi pun terjaga dan melirik kearah sumber suara.
"Kenapa kamu pergi tanpa izin dari saya?"ujar Alex yang kini menghampiri keduanya.
"Saya sudah ijin pada asisten rumah anda untuk minta izin untuk bertemu anda tapi mereka bilang anda tidak bisa diganggu jadi saya pergi"ucap Dian.
"Hm... Apa yang terjadi pada nya?"tanya Alex lagi.
"Saya sendiri belum tau, dia baru kembali dari luar negeri"balas gadis cantik itu.
"Hm... Kemarilah honey"ucap Alex yang kini duduk di kursi yang tidak jauh dari bed pasien lainnya.
Dian pun terpaksa menghampiri Alex yang kini menatap kearah nya."Temani saya melihat rumah yang baru saya beli"ucap Alex dengan lembut.
"Maaf saya tidak bisa tuan, saya harus menjaga Afandi. keluarganya belum kembali"ucap Dian.
"Mereka sedang dalam perjalanan,"balas Alex sambil menatap lekat wajah cantik itu.
"Setidaknya tunggu sampai mereka datang"ujar Dian.
"Neng, kamu bisa pergi dan beristirahat, biar ibu yang jaga Fandi"ucap ibu Afandi.
"Baiklah bu,"lirih Dian yang sebenarnya malas untuk berurusan dengan pria tampan yang sejak tadi tidak mau memalingkan pandangannya dari wajahnya.
"Honey, kenapa sepertinya kamu tidak bersemangat saat bersama ku"ucap Alex.
"Jangan mulai lagi tuan, jika anda ingin cari masalah saya lebih baik tidak jadi pergi"ucap Dian.
"Hm... Ayo berangkat"ucap Alex.
Dian pun hanya bisa mengikuti langkah Alex, sampai saat Dian tiba di parkiran rumah sakit tersebut, gadis cantik itu pun menatap kearah Alex yang kini menggunakan mobil yang sempat Dian kembalikan kemarin.
"Ayo masuk"ucap Alex yang kini membuka pintu mobil untuk Dian.
"Hm... Lirih Dian.
Setelah keduanya berada di dalam mobil Alex kembali berkata sambil menghidupkan mesin mobil nya.
"Aku ingin kamu menjaga Aline honey, aku janji aku akan memenuhi kebutuhan hidup mu"ucap Alex dengan pelan.
"Tuan, tidak bisakah anda berhenti untuk tidak memanggil saya dengan sebutan itu. Saya tidak ingin orang lain salah faham tentang kita. Semua orang di kampung juga sudah tahu bahwa anda telah menikah lagi dengan orang yang jauh lebih sempurna dari saya yang tidak ada apa-apanya"ucap Dian yang kini membuat Alex menatap tajam kearahnya.
"Honey kamu adalah satu-satunya wanita yang sangat aku cintai, tidak peduli dengan apapun saat ini yang aku inginkan hanyalah hidup bahagia bersamamu"ucap Alex.
"Sudah cukup tuan jangan bercanda lagi, itu tidak lucu"ucap Dian.
"Aku tidak sedang bercanda honey, aku sangat serius, kamu pikirkan saja bagaimana bisa seorang laki-laki seperti ku membuang waktu ku yang berharga hanya untuk mempermainkan mu"ujar Alex.
"Hm... saya tidak tau apa saya harus percaya atau tidak"ucap Dian.
Sepanjang perjalanan menuju rumah baru Alex mereka terus berbicara dengan serius. Alex meminta Dian untuk merawat putrinya itu , dan Dian menolak dengan tegas karena dia tidak ingin mengambil resiko jika terjadi sesuatu pada putri Alex.
Alex sendiri pun memberi waktu untuk berfikir pada Dian, lebih tepatnya pemaksaan.
"Honey kamu tidak punya pilihan lain selain menyetujui nya"ucap Alex.
"Tidak tuan, dan sudah berapa kali aku bilang jangan panggil saya dengan panggilan itu. Nama saya Diandra"ujar Dian dengan tegas.
"Tidak bisa, saya memanggil mu dengan sebutan itu karena saya sangat mencintai mu Diandra"ucap Alex.
"Cinta, apa cinta itu benar adanya? jika benar ada lalu kenapa orang yang saling mencintai harus terpisah?"ucap Dian.
"Berarti benar dugaan ku, kamu masih sangat mencintai nya?!"ujar Alex yang kini kembali dibuat marah saat mengingat tatapan mata keduanya saat bertemu di hari itu.
"Itu bukan urusan anda, lagipula kita tidak punya hubungan apapun sejak awal anda juga sudah berkeluarga dan sekarang pun sama. Jika pun kita berdua dekat, kita hanya sebatas kenal karena pernah tinggal bersama" ucap Dian dengan tegas.
Seketika itu mobil yang ditumpangi oleh mereka berdua mengerem mendadak karena Alex tidak bisa terima perkataan Dian.
"Tidak honey sejak awal saya sudah bilang bahwa kita akan menikah dan aku akan menikahi mu dalam waktu dekat ini"ucap Alex yang kembali tancap gas.
Dian hanya bisa menghela nafas berat kemudian ia hembuskan setelah itu tidak ada lagi percakapan diantara mereka karena Dian memilih menatap kearah jendela mobil.
Sampai saat mereka tiba di rumah mewah yang berbeda di kawasan kota tempat Dian tinggal, Alex langsung turun dari mobil dan disambut oleh asisten pribadinya.
Alex berjalan mengitari mobil hendak menjemput Dian dan membuka pintu mobil, tapi Dian sudah keluar duluan dari dalam mobil, alhasil Alex menghentikan langkahnya dan mengulurkan tangannya tapi tidak lama karena Dian lagi-lagi menolak uluran tangan itu dan berjalan disampingnya.
"Honey apa kamu suka rumahnya?"ujar Alex.
"Kenapa anda tanya saya? Ini rumah anda ya seharusnya anda tanya pada diri anda"ucap Dian dingin dan datar.
"Honey yang akan tinggal disini bukan hanya saya, tapi kamu juga"ucap Alex.
"Tidak tuan, saya punya rumah sendiri sekalipun rumah saya tidak sebaik rumah anda"ujar Dian yang kini kembali seperti dulu dengan sikapnya yang sangat dingin.
"Diandra ada apa dengan mu?!"ujar Alex dengan nada tinggi.
"Saya tidak kenapa-kenapa jadi tolong jangan berlama-lama karena saya harus segera pulang"ucap Dian.
Alex bukannya lanjut berjalan saat mereka sudah memasuki ruang keluarga tapi justru malah meminta asisten pribadinya untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
"Tidak, anda tetap disini saja, saya yang akan pergi, lagipula ada atau tidak saya rumah ini akan tetap dibeli bukan"ujar Dian.
Alex yang murka pun menarik Dian dan menggendong nya menuju kamar utama.
"Lepas tuan, anda mau apa?"ujar Carolina yang kini memberontak hingga hampir jatuh. jika Alex tidak lebih bertenaga dari Dian.
"Kamu sudah tau apa yang aku inginkan honey, aku ingin kamu bisa tetap berada disamping ku dan bersikap seperti biasanya dan tidak akan pernah menolak untuk apapun, karena sebentar lagi kita akan segera menikah setelah aku bercerai dengan dia"ucap Alex yang jelas dibalas gelengan kepala oleh Dian.
"Saya tidak bisa apa anda tidak pernah mengerti dengan bahasa saya. I will never be a reserve woman ." ujar Dian yang kini membuat Alex terdiam sambil menatap lekat wajah cantik itu.
"Saya tidak punya kepentingan apapun disini jadi permisi"ucap Dian yang kini melangkah pergi tanpa baru dua langkah tubuhnya sudah terhempas diatas ranjang empuk itu.
"Ahh,...
...*****...
Dian sudah berusaha untuk melepaskan diri tapi tenaga Alex jauh lebih besar. Meskipun tidak terjadi apa-apa saat ini namun tangan dan kaki Dian tetap terikat oleh dasi dan sabuk milik Alex yang kini masih duduk di hadapan Dian dan masih menatap lekat wajah cantik yang kini basah dengan air mata.
"Honey aku hanya ingin kamu menjadi istriku, apa itu terlalu sulit bagimu... Aku janji aku akan memberikan mu kebahagiaan seperti mimpi beliau yang menginginkan mu untuk bahagia dan sukses dalam hidup mu"ucap Alex.
" Baiklah sekarang juga nikahi saya dan tinggalkan dia lalu beritahu mereka semua bahwa saya adalah istri anda, dan satu lagi jangan pernah berharap bisa memiliki anak dengan saya. Apa anda bisa memenuhi semua itu. jika tidak tolong biarkan saya pergi"ucap Dian dengan tegas.
"Diandra!"bentak Alex.
"Kenapa tuan? heh, saya sudah tau jawabannya semua itu tidak mungkin anda lakukan demi wanita seperti saya yang tidak memiliki apapun"ucap Dian.
"Kamu salah honey, aku bisa mengabulkan semua keinginan mu detik ini juga. Terkecuali untuk anak, aku menginginkan buah cinta kita lahir sebanyak mungkin"ucap Alex yang kini meraih ponselnya.
" Urus perceraian ku sekarang juga dengan nya dan segera persiapkan pernikahan dengan pesta yang sangat megah di kota ini dan jangan lupa undang seluruh warga di kota ini termasuk para warta"ucapan Alex terhenti saat Dian menggelengkan kepalanya.
"Saya hanya ingin pernikahan yang sederhana dan simpel tapi penuh do'a. Saya tidak ingin pesta megah cukup ijab kabul saja setelah itu kita akan tinggal di rumah saya"ucap Dian dengan tegas.
"Tidak honey, setelah menikah kita akan tinggal di rumah ku"ucap Alex yang tidak mau mengalah.
" Dan kita tidak perlu menikah"ucap Dian lagi yang kini membuat Alex mengalah.
"Baiklah, baik kita tinggal di rumah mu honey, tapi sampai saat kamu mengandung, setelah itu kita pindah ke rumah utama"ucap Alex.
" Tuan kita tidak akan pernah bisa bersama karena terlalu banyak perbedaan diantara kita. Anda tidak bisa hidup dalam kesederhanaan dan saya tidak bisa hidup dalam tekanan saat saya hidup bersama anda disana jadi please pikirkan lagi. Saya yakin yang anda miliki itu bukan cinta melainkan rasa kasihan belaka"ucap gadis cantik itu.
"Diandra apa aku harus jabarkan seluruh perasaan ku padamu sejak pertama kali kita bertemu?"ucap Alex sambil bangkit dari duduknya.
Dian kembali menggeleng pelan sambil berkata."Begini saja, untuk sementara waktu jangan temui saya sebelum proses perceraian anda selesai. Dan satu lagi saya akan menikah dengan anda jika anda sudah berpindah keyakinan. Maaf mungkin saya egois tapi saya tidak bisa menikah dengan pria yang tidak seiman dengan saya karena saya mencari imam bukan sekedar teman hidup"ucap Diandra.
"Saya setuju dengan syarat terakhir mu. Tapi untuk tidak bertemu saya tidak bisa mengabulkan itu"ucap Alex.
"Terserah, tapi jangan paksa saya untuk bersama anda seperti saat ini, sekarang sudah larut saya harus pulang"ucap Dian.
"Menginap disini saja, disini ada empat kamar, saya bisa tidur dikamar lainnya"ucap Alex.
"Tidak, saya ingin pulang"ucap Dian yang kini mencoba untuk melepaskan ikatan di tangan nya.
"Baiklah kalau begitu saya saja yang menginap disana"ujar Alex yang kini membuka ikatan di tangan dan kaki Dian.
Jangan buat orang lain salah faham dan menimbulkan masalah untuk anda, mungkin untuk saya tidak masalah saya tidak memiliki beban lain jika mereka mengusir saya dari kampung halaman saya. tapi reputasi yang anda miliki akan hancur dan itu akan sangat berpengaruh terhadap anda dan keluarga anda"ucap Dian yang kini membuat Alex tersenyum manis.
"Semua orang di kampung sudah tahu bahwa kamu adalah milikku dan tidak akan ada satupun orang yang berani berbuat jahat terhadap mu karena kamu dilindungi oleh ku honey"ucap Alex.
"Terserah saya sudah berusaha untuk mengingatkan, jika sesuatu terjadi itu urusan anda"ucap Dian.
Perdebatan diantara mereka pun usai dan mereka pun kembali ke rumah Dian. Tapi sesampainya disana sesuatu yang sangat mengejutkan pun terjadi dimana ibu Afandi langsung bersujud dan memohon di kaki Dian, agar Dian mau menikah dengan Afandi yang kini tengah dalam keadaan kritis seperti keinginan terakhir Afandi yang dia ungkapkan pada seluruh teman-teman nya.
"Neng bibi mohon tolong bibi, usia Fandi tidak akan lama lagi dokter bilang keadaan ginjal dan jantung nya sudah sangat parah dan kemungkinan untuk bisa hidup pun sangat tipis hiks...hiks... Fandi akan meninggal hiks...bibi mohon menikahlah dengan nya seperti keinginan terakhir nya bibi mohon, bibi akan memberikan segalanya yang bibi miliki asalkan Fandi bahagia diakhir hidup nya bibi mohon neng"ujar wanita paruh baya yang kini hampir tidak sadarkan diri itu.
Dian tidak menjawab, dia terlihat begitu shock saat ini karena dia tidak menyangka bahwa sahabatnya itu benar-benar dalam keadaan kritis saat ini. Entah apa yang terjadi pada Fandi yang jelas dia pulang dalam keadaan kritis beberapa hari yang lalu sejak dalam perjalanan.
"Tidak honey, itu tidak boleh terjadi"ucap Alex yang kini menolak dengan tegas.
"Ini demi kebahagiaan orang yang sedang sekarat, baiklah Bu, Dian bersedia"ucap Dian.
"Tidak honey! Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi!! Tidak akan "ujar Alex dengan tegas.
"Anda adalah pria beristri, dan saya tidak pernah menghalangi anda untuk berhubungan dengan siapapun. Jadi tolong jangan halangi saya, saya pun tidak ingin melakukan ini jika saja saya tidak akan pernah menyesal seumur hidup saya karena tidak bisa mengabulkan permintaan nya"ucap Dian yang kini melepaskan tangan Alex yang kini hampir menghancurkan semuanya karena rasa sakit dan kecewanya.
Singkat cerita pernikahan Dian dan Afandi pun digelar di ruang rawat, tidak ada riasan pengantin ataupun baju kebaya yang biasa digunakan oleh pengantin pada umumnya. Yang ada berhiaskan air mata dari seluruh orang yang kini menyaksikan dua orang sahabat menjadi satu dalam ikatan pernikahan.
Dan kini tinggallah keduanya, Fandi masih menatap lekat wajah cantik Dian yang kini telah resmi menjadi istrinya.
" Maaf,"lirihnya.
" Tidak apa-apa fan, yang terpenting kamu sembuh dan sehat, kita bisa mulai semuanya dari awal, sekarang istirahat lah"ucap Dian yang kini menyeka air mata Fandi yang tergenang di sudut matanya.
"Aku mencintaimu Diandra, aku minta maaf jika karena aku kamu harus kehilangan dia"lirih Fandi lagi.
"Tidak Fandi, jangan terus minta maaf. Kalaupun kamu tidak dalam keadaan seperti saat ini aku akan dengan senang hati menjadi istri dari pria yang selama ini selalu ada untuk ku dan selalu menjaga ku dan selalu mengerti aku. Soal cinta itu tidak menjadi tolok ukur kebahagiaan, karena cinta bisa lenyap dalam sekejap saja.