NovelToon NovelToon
UNLOVED: Ariel & [Y/N]

UNLOVED: Ariel & [Y/N]

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:761
Nilai: 5
Nama Author: mondᓀ‸ᓂ

​[y/n] adalah seorang gadis yang hidup dalam topeng sempurna. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana senyumnya, ketenangannya, bahkan tatapan matanya hanyalah kepalsuan yang disusun rapi tanpa celah. Namun, benteng yang ia bangun bertahun-tahun mendadak retak saat ia menginjakkan kaki di sekolah barunya.

​Seorang pemuda bernama Ariel—si berandal jenius yang ugal-ugalan namun memiliki insting tajam—menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat di balik topeng tersebut. Di saat semua orang tertipu oleh keramahan [y/n], Ariel justru menantangnya untuk jujur.

​Akankah hidup [y/n] berubah setelah rahasianya mulai terkelupas satu per satu? Mengapa ia begitu terobsesi dengan kepalsuan? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya ia sembunyikan di balik helai rambut birunya? Temukan jawabannya dalam perjalanan penuh rima, luka, dan perlindungan yang tak terduga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mondᓀ‸ᓂ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cie cie...

​[y/n] tertawa renyah, tawanya memecah kesunyian gang yang tadinya terasa mencekam. Dia melangkah maju dan menepuk pundak Ariel sedikit keras, membuat ariel sedikit tersentak dari posisinya yang sedang sok cool.

​"Alah nggak usah... Mentang-mentang lu suka ama gua nggak usah sampai segitunya kalik," ucap [y/n] sambil menyeringai jahil.

Matanya menatap lurus ke arah Ariel, menantang reaksi apa pun yang akan keluar dari mulut pedas cowok itu.

​Seketika, dunia seolah berhenti berputar bagi Ariel. Kalimat "lu suka ama gua" itu bergema di telinganya seperti ledakan bom.

​Wajah Ariel yang tadinya pucat karena laba-laba, kini bertransformasi menjadi merah padam dalam hitungan detik. Bahkan dalam keremangan lampu jalan, [y/n] bisa melihat urat di leher Ariel menegang.

​"L-lu... lu ngomong apaan sih, Bocah?!" semprot Ariel dengan suara yang sedikit pecah. Dia membuang muka secepat kilat, berusaha menyembunyikan ekspresinya yang hancur berantakan. "Jangan geer! Gue cuma kasihan liat lu... daripada lu pingsan di jalan terus gue yang repot digiring ke kantor polisi gara-gara disangka nyulik anak ilang!"

​[y/n] makin tertawa melihat Ariel yang panik bukan main. "Hahaha! Tuh kan, panik! Mukanya merah banget lagi, Riel. Kayak kepiting rebus."

​"Gue nggak panik! Ini... ini gara-gara lampu jalannya warna kuning, jadi muka gue keliatan merah!" bela Ariel dengan alasan yang paling tidak masuk akal sedunia.

​Ariel kemudian mempercepat langkahnya, berjalan duluan dengan langkah-langkah lebar seolah-olah dia sedang dikejar setan (atau dikejar laba-laba lagi). Dia tidak berani menoleh ke belakang, takut [y/n] melihat senyum kecil yang sebenarnya hampir lolos dari bibirnya karena merasa "tercyduk".

​"Woi, Riel! Tungguin! Galak banget sih pangeran balap liar kita ini," teriak [y/n] sambil berlari kecil menyusulnya.

​Begitu sampai di pinggir jalan raya yang agak ramai, Ariel berhenti di depan parkiran sudah sepi. Dia tetap diam, memunggungi [y/n], tapi tangannya diam-diam meremas ujung kaosnya sendiri.

​"Denger ya," ucap Ariel tiba-tiba, suaranya kembali rendah dan lebih tenang, meski masih ada sisa-sisa rasa malu di sana. "Lu boleh bercanda soal apa aja. Tapi jangan pernah ngeraguin kalau gue bakal jagain lu. Mau lu panggil gue suka, mau lu panggil gue babu kucing, terserah. Yang penting lu aman malam ini."

​[y/n] terdiam. Candaannya tadi tiba-tiba terasa seperti pengakuan yang dalam dari sisi Ariel. Dia menatap punggung tegap Ariel dan menyadari bahwa di balik kaus hitam dan reputasi kriminalnya, Ariel adalah orang paling tulus yang pernah ia temui.

​"Iya, Bujang. Makasih ya," bisik [y/n] lembut.

​Ariel hanya mendengus, tapi kali ini dia tidak membalas ketus. "Udah, yuk cepet naik atau gue beneran bawa lu ke markas balapan buat gw jual."

"dih serem amat.... ogah gw " ucap [y/n] kemudian naik ke motor belakang ariel..

...----------------...

...----------------...

...----------------...

...----------------...

​Keesokan harinya di sekolah, semua berjalan seperti biasa kecuali perkembangan hubungan [y/n] dan Ariel. Atmosfer di kelas 12-D terasa sedikit berbeda. [y/n] yang biasanya duduk dengan bahu merosot dan tatapan kosong, kini terlihat lebih segar—meski matanya masih sedikit lelah karena semalam harus beradaptasi tidur di lantai atas kafe.

​Ariel? Dia tetap Ariel yang dingin. Tapi bedanya, pagi ini dia sengaja menaruh sekotak susu stroberi di meja [y/n] sebelum gadis itu datang, lalu kembali ke mejanya sendiri sambil pura-pura tidur dengan menyilangkan tangan di depan dada.

​Begitu [y/n] duduk, Yupi dan Amu langsung lari menyergap meja [y/n] kayak atlet sprint yang memperebutkan medali emas.

​"EHEM! Ada yang bau-bau pink nih di kelas!" teriak Yupi sambil menyenggol lengan [y/n] berkali-kali.

​"Cieee, [y/n]! Kemarin pulang bareng, sekarang dapet asupan gizi gratis. Pajak jadiannya mana nih?" goda Amu sambil menunjuk susu stroberi itu dengan dagunya.

​[y/n] langsung panik, wajahnya memanas. "Apaan sih, Yu, Mu! Ini... ini paling Ariel salah naruh. Lagian siapa juga yang jadian!"

​"Salah naruh kok pas banget di meja kamu? Kenapa nggak di meja Pak RT aja sekalian?" timpal Yupi sambil tertawa kencang, suaranya sampai menggema ke seluruh koridor. "Ciee [y/n] sama 'criminal sekolah'! Cocok banget"

​Ariel yang tadi pura-pura tidur, akhirnya terusik. Dia mengangkat kepalanya sedikit, menatap Yupi dan Amu dengan tatapan tajam yang biasanya bikin nyali orang ciut.

​"Berisik. Mau mulut lu berdua gue lakban?" gertak Ariel rendah.

​Bukannya takut, Yupi malah makin menjadi-jadi. "Waduuuh, sang pangeran ngamuk kalau bidadarinya digodain! Takut banget deh, [y/n], tolong bilangin ke cowok kamu jangan galak-galak dong!"

​[y/n] cuma bisa menutup wajahnya dengan buku catatan, benar-benar ingin menghilang dari bumi saat itu juga. Di balik buku itu, dia mencuri pandang ke arah Ariel. Ternyata, si "Bujang" itu juga sedang menatapnya.

Begitu mata mereka bertemu, Ariel langsung membuang muka dan kembali menenggelamkan wajahnya di lipatan tangan.

​Tapi [y/n] bisa melihat dengan jelas: ujung telinga Ariel merah padam.

​"CIEEEE! TUH KAN LIAT! ARIEL SALAH TINGKAH!" teriak Amu heboh sambil tepuk tangan, membuat seisi kelas mulai menoleh dan ikut bersiul-siul menggoda mereka.

1
MR Rizki
Lanjut tor 😆
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: 🍀🦈🦈🤭 makasih, iya nanti gw lanjut
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
SEMANGAAAAT ATHOOOR/Determined/
Manusia Ikan 🫪: 😹baguslah
total 4 replies
Caramel23
shuri like ini kan 😍😍
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: yoi 😂😂
total 3 replies
MR Rizki
lanjut tor, semangat 💪/Smile/
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: makasih 🤭😖
total 1 replies
kertaslusuh
Meski Ariel ketus, tpi benerr
kertaslusuh
kasian y/n, keknya generasi roti ya, thorr??
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: bayangin kalau lu y/n deh , nanti bakal... ekhem.. ekhem.. sama ariel🤭
total 3 replies
kertaslusuh
wkwkkw🤣
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎
wahahahahahah tidak ada larangan nge like karya buatan sendiri 🤭🙂
MR Rizki
Ditunggu kelanjutannya tor, semangat
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: thanks yank emuachhh 😘🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!