hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persidangan
Jum'at jam 10 pagi di ruang persidangan sudah ramai sekali oleh orang-orang yang ingin melihat jalannya persidangan, Keiza dan Inda datang bersama orang tua mereka masing-masing begitu juga dengan mori yang datang bersama ayahnya.
Hakim sudah hari dan persidangan hari ini resmi dimulai.
" sidang hari ini dimulai, terdakwa saudara Reval dan saudari Luna, apakah kalian siap untuk melanjutkan persidangan ini? " hakim bertanya dengan suara tegas
" ya, yang mulia " Reval terlihat gelisah, menundukkan kepalanya
" saya siap yang mulia " guru Luna duduk tegak, wajahnya tampak tertekan
hakim melihat berkas sebelum melanjutkan bicara.
" terdakwa saudara Reval, kamu didakwa dalam bisnis prostitusi, menghubungkan pelanggan dengan perempuan, apa kamu mengakui perbuatan ini? "
" iya yang mulia, saya mengaku, saya terlibat dalam hal ini, saya hanya menghubungkan orang saya tidak terlibat langsung dalam kegiatan itu " suara Reval terdengar terbata-bata
hakim melihat isi berkas lagi dengan serius
" kamu mengaku terlibat, kami sudah memiliki bukti berupa percakapan kamu dengan korban di ponsel, kamu bukan hanya menghubungkan korban dengan pelanggan tapi menyuruh mereka menjual diri mereka, bisnis yang kamu jalankan bukan hanya melanggar hukum tapi juga merusak kehidupan korban, apa ada yang ingin kamu katakan lagi?"
" saya tahu ini salah, yang mulia saya menyesal, saya terpaksa menjalankan bisnis ini, saya butuh uang " Reval terlihat seperti hendak menangis
Kemudian jaksa penuntut umum berdiri dan berbicara dengan suara keras dan tegas.
" Yang mulia, berdasarkan bukti percakapan yang ada di ponsel terdakwa, dia tidak hanya menghubungkan korban dengan pelanggan dia juga memanipulasi korban supaya korban menjual diri mereka, kami memohon supaya terdakwa Reval di jatuhi hukuman 2 tahun penjara, mengingat dia masih di bawah umur dan juga mengakui kesalahan yang di lakukan nya "
Hakim mengangguk dan beralih menatap Luna.
" terdakwa Luna, kamu didakwa mengetahui bisnis prostitusi yang dilakukan oleh terdakwa Reval dan menerima uang tutup mulut untuk tetap diam, bagaimana tanggapan anda? "
" iya yang mulia, saya tahu tentang bisnis itu tapi saya tidak terlibat langsung, saya menerima uang dari siswa Reval untuk tidak melaporkan hal itu. Saya tahu ini salah dan saya sangat menyesal. Saya hanya....saya hanya ingin hidup tenang tanpa ada masalah" suaranya terdengar pelan.
" kami ada bukti percakapan dan transaksi uang yang dilakukan oleh terdakwa Reval dan terdakwa Luna, terdakwa Luna menerima sejumlah uang sebagai bayaran untuk menutup mulut tentang bisnis prostitusi yang dijalankan oleh terdakwa Reval. Ini adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan " salah satu polisi berteriak sambil menunjukan bukti.
" Yang mulia, terdakwa Luna mengetahui kegiatan ilegal ini dan malah memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi, dengan menerima uang tutup mulut dia berkontribusi pada kelangsungan bisnis prostitusi yang melibatkan siswi-siswi, kami memohon agar terdakwa Luna dijatuhi hukuman penjara 4 tahun, sesuai dengan pasal xxx KUHP tentang tindakan menyembunyikan atau tidak melaporkan tindak kejahatan " jaksa penuntut umum kembali berbicara dengan suara keras.
Guru Luna menundukkan kepalanya tampak sangat pucat.
" saya tahu saya salah, yang mulia. Saya seharusnya melaporkan ini tapi saya takut....saya menyesal telah menerima uang itu dan diam, saya hanya memikirkan diri saya sendiri bukan masa depan murid-murid saya. saya minta maaf, saya sangat menyesal " suaranya terbata-bata terdengar seperti hendak menangis.
" tindakan kamu sebagai seorang pendidik seharusnya memberikan contoh yang baik bagi murid-murid, bukan malah menyembunyikan kejahatan. Kamu menerima uang tutup mulut, itu adalah tindakan tercela "
Hakim beralih lagi menatap Reval yang air matanya terus mengalir.
" terdakwa Reval, kamu mengaku bersalah dan terlibat dalam bisnis prostitusi ini, kami melihat bahwa kamu sangat menyesali perbuatan yang kamu lakukan, namun perbuatan kamu telah merusak hidup orang lain yaitu para korban yang merupakan teman satu sekolah, kamu dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dengan masa percobaan yang memungkinkan rehabilitasi. Kami berharap kamu bisa belajar dari kesalahan ini dan tidak terjerumus lebih dalam "
Setelah selesai menjatuhi Reval hukuman hakim beralih ke Luna yang terus menunjukkan kepalanya.
" Terdakwa Luna, kamu adalah seorang pendidik kamu menyalahgunakan posisimu untuk melindungi praktek ilegal demi keuntungan pribadi. Mengingat kamu menerima uang tutup mulut dan tidak melaporkan kejahatan, kami menjatuhkan hukuman penjara 4 tahun, dengan pertimbangan untuk menghindari agar tindakanmu tidak merusak dunia pendidikan lebih jauh "
Reval dan guru Luna menundukkan kepala meraka, dengan wajah penuh penyesalan.
Mereka menerima hukuman yang dijatuhkan oleh hakim.
" Saya...saya menyesal yang mulia, saya...akan memperbaiki hidup saya " suara Reval pelan tidak bertenaga.
" saya tahu saya pantas menerima hukuman ini, yang mulia saya hanya ingin diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang telah saya lakukan " Isak tangis akan penyesalan Luna meneteskan air mata.
" sidang hari ini selesai, semoga kalian dapat pelajaran dari hukuman yang telah kami berikan dan menjalani kehidupan yang lebih baik dimasa depan "
TOK!!!TOK!!!! Hakim mengetuk palunya menandakan berakhirnya sidang hari ini. semua orang yang ada diruangan berdiri dan suasana menjadi hening.
Polisi mendekat dan mulai membawa Reval dan Luna pergi dari ruang sidang dengan langkah yang terasa sangat berat.
...****************...
Disisi lain Aidan sedang menjalani masa sekolahnya seperti biasa, mengobrol dan bercanda dengan teman sekelasnya.
Hidupnya kembali normal tanpa ada banyak pikiran setelah dia berhasil melupakan masalahnya dengan mori.
......................
Pov Aidan
Sebelum jam sekolah berakhir aku mengumpulkan keberanian untuk berbicara dengan Imel entah kenapa kali ini perasaan aku tidak seperti biasanya.
Bel berbunyi aku bergegas menuju tempat Imel duduk dia sedang merapihkan mejanya.
" Baa " aku mencoba mengagetkan Imel tapi entah kenapa terasa canggung.
" ap-apa " Imel terlihat sedikit terkejut, wajahnya memerah.
" mau pulang bareng? "
" ayo " Imel langsung menjawab dia terlihat gembira
Disepanjang lorong-lorong sekolah kami berjalan beriringan tanpa ada pembicaraan yang keluar dari mulut kami.
Canggung, aku tidak ada hal bagus untuk menjadi topik pembicaraan aku melirik terus kearah Imel yang tampak sangat cantik, memikirkan itu membuat hatiku tidak karuan.
" mau mampir dulu? " aku menunjuk kedai mie mengajak Imel makan
" boleh " Imel menjawab singkat, kami berjalan menuju kedai mie tersebut.
aku segera memesan 2 mie dan minumnya, suasana masih terasa canggung aku terus memainkan jari-jari tanganku.
" kamu sudah ada kostum untuk festival nanti"
" belum, aku masih belum kepikiran untuk pakai apa " Imel menjawab sambil memainkan rambutnya
Dug! Dug! Dug! jantungku berdetak cukup cepat, aku melihat kearah Imel mata kami saling bertemu wajahku terasa kaku.
" kalau begitu gimana kalau besok kita... jalan bersama untuk mencari kostum yang dipakai nanti " aku akhirnya selesai bicara hatiku terasa lega sambil terus menunggu jawaban.
" Jalan bareng? Kita berdua? " jawaban yang Imel berikan terdengar ragu.
" iya, kalau kamu ngak keberatan " aku berusaha bersikap tenang
" aku...tidak keberatan, dan juga sepertinya menyenangkan- " imel terhenti sejenak " kalau kamu yakin aku sih...oke aja " wajahnya mulai memerah.
" kalau begitu besok jam 10 aku kerumah kamu, kamu setuju? " jantungku terasa akan meledak
Imel menundukkan kepalanya lebih dalam, sambil malu-malu dia mengangguk
" emm... Aku akan menantikannya " mengangkat kepalanya sedikit, Imel tersenyum, tersipu malu.
mata kami masih terus saling memandang fokus kami akhirnya pecah ketika mangkuk yang berisi mie mendarat didepan kami, aku mulai menyantap mie yang terasa begitu hangat.