NovelToon NovelToon
Pamali

Pamali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Komedi
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Samsya

Ada sebuah kepercayaan pada legenda 'pamali' di kampung kebun jeruk nipis. yang dimana para gadis yang belum menikah dilarang keluar malam hari, duduk di depan pintu, potong kuku malam hari, gunting rambut pas malam hari.



Namun ada, sekelompok remaja yang melanggar aturan itu dan berujung malapetaka bagi dirinya sendiri. Dari mereka diganggu setan di rumah sampai dibuat tersesat di hutan belakang rumah.
Apakah Anda bisa menyelesaikan pamali yang telah mereka langgar dan pergi dari pamali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

“Astaghfirullah, ada lembing pak” ujar salah satu warga menunjuk ke arah pohon besar di dekat jalan

Di pohon besar tersebut ribuan bahkan puluhan lembing hinggap di batang pohon, sampai seluruh batang pohon kini terlihat warna hitam.

Melihat lembing yg begitu banyak di sebuah pohon besar, menimbulkan pertanyaan besar di benak para murid termasuk Bagas sendiri.

‘kenapa kayak ada yang aneh yah? Tapi apa?’ batin Bagas yang tidak bisa mencerna apa yang ia pikirkan saat melihat kejadian itu.

“Iya kenapa?” Tanya Bagas yang sadar dari lamunannya, ketika Farhan serta Dimas menyenggol lengan nya.

“Si Joko” bisik Farhan memberi isyarat kepada bagas agar melihat tingkah laku Joko.

Bagas menolehkan kepala nya menata Joko yang hanya menundukkan kepalanya saja, seperti tampak tidak ada yang aneh dari hal itu.

“Gpp tuh si Joko, kalian jangan kek gitu lah. Mentang mentang dia pendiam bocah nya” bisik Bagas dengan hati hati agar tidak terdengar yang lain.

Farhan dan dimas yang mendengar itu heran, dengan cepat ia menyuruh Bagas menoleh ke arah Joko lagi.

“Liat dulu baik baik lah, itu dia menundukkan kepala ngapain?” Ujar Farhan menanyakan hal itu ke Bagas.

Belum sempat Bagas menjawab Dimas langsung memotong nya bicara. “Lihat tuh ekspresi muka nya, nahan tawa jir. Emang ada yang lucu disini? Coba lu lihat semua orang khawatir, cemas lah dia nahan tawa”

Bagas pun menyipitkan matanya dan melihat joko seksama, benar dengan ucapan kedua sahabatnya itu. “Lah iya yah yang lain masih sibuk manggil Alfin Ama bunga lah dia malah kek orang mau ketawa tapi ditahan gitu”

“Nah kan” sambar Farhan dan dimas secara kompak.

“Tingkah laku nya sangat mencurigakan” ujar Farhan dengan begitu yakin.

Lalu dibalas anggukan kepala oleh Dimas. "Lebih mencurigakan soal korup-”

“Eh, jangan ngomong yang itu. Beda konteks nih” cecar Bagas untuk nya dengan sigap menutup mulut teman nya itu yang sangat asbun (asal bunyi).

Di saat ketiga nya asik ngobrol, pak yahman langsung memanggil ketiga nya. “Kalian coba bantu dulu kesini”

“Eh, dipanggil coy” Bagas dan kedua sahabatnya itu langsung menghampiri pak yahman dan para guru lain nya.

“Iya, kenapa pak?”

“Ini bukannya gelang yang suka dipakai si bunga yah, tuh ada nama bunga di bandul gelang nya?” Tanya pak yahman menunjukkan sebuah gelang hitam.

“Loh, iya pak ini gelang si bunga” jawab serempak ketiga nya dengan wajah mulai merasakan ada secercah harapan menemukan kedua nya lebih cepat.

“Alhamdulillah, berarti kemungkinan besar mereka tidak jauh di sekitar sini yah” seru pak Yanto ikut merasakan sedikit kelegaan mendengar itu.

“Seperti nya pak, yaudah ayo cari lagi. Jangan menyerah sebelum hari sore” ujar pak Rusdi membakar semangat semua orang yang ada di sana.

Namun disaat semua sibuk memanggil, meneriaki nama Alfin serta bunga. Mereka sampai melupakan seseorang yang hanya berpura pura ikut membantu saja.

Detik berganti ke menit lalu berganti ke jam, sudah hampir dua jam lebih mereka melakukan pencarian. Namun tidak ada tanda-tanda mereka menemukan keberadaan Alfin dan bunga.

“Kalau hari ini gak ketemu, besok bisa kita cari lagi pak. Gpp jangan patah semangat” ujar salah seorang pria dengan ekspresi seperti mencoba menyemangati yang lain serta para guru.

“Makasih banyak yah pak atas semua bantuannya” kata pak yahman yang sempat putus asa karena tidak kunjung menemukan Alfin dan bunga.

Di tengah situasi yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk melakukan pencarian, Bagas merasakan ada yang janggal di hati nya.

Seakan menyuruh nya pergi ke suatu tempat yang bahkan mungkin dia sendiri tidak ketahui dimana tempat tersebut.

‘ kenapa perasaan gua kayak gini yah? … Ada apa ini ya Allah?’ Bagas menghela nafas panjang ia menatap langit yang mulai menandakan masuk waktu sore hari.

“Dah yu pulang aja … “ kata Bagas dengan perasaan sedih namun ia menyadari ada yang janggal pada jalan yang ia lihat.

“yaudah ayo, malah bengong lagi dia” kata Farhan

“Pak yahman liat bahasa bengong nih pak” adu Dimas sambil terkekeh pelan, mendengar namanya dipanggil pak yahman pun langsung memanggil ketiga nya.

“Eh, kalian ayo cepetan kita mau balik ini. Pencarian nya dilanjutkan besok lagi saja”

“Pak ini kayak ada jejak kaki gitu” ujar Bagas mengabaikan ucapan pak yahman.

Pak yahman serta yang lainnya dengan cepat mendekati Bagas, dan saat mereka melihat jalan yang ditunjuk oleh Bagas.

Tidak ada apapun disana, jalan tersebut benar-benar mulus. Membuat para warga keheranan termasuk pak yahman. “Kamu ini pasti halusinasi karena kecapean yah”

“Betul kayaknya nya mah itu, dah mending kita balik yuk.” Pak Yanto dan pak yahman dengan lembut menuntun Bagas agar mau balik ke villa.

Namun ada satu warga pria dewasa yang melihat keanehan itu dengan ekspresi serius. ‘anak itu sepertinya Indigo'

Dengan terpaksa akhirnya Bagas mengikuti yang lain untuk balik lagi ke villa, sepanjang perjalanan Bagas hanya diam memikirkan kejanggalan tadi.

‘gua beneran ngeliat ada jejak kaki di jalan itu tadi, kok bisa yah mereka gak ada satupun yang ngeliat juga’ Bagas tidak marah, dongkol atau pun kesel.

Dia justru heran dan bertanya-tanya. ‘okey, fine. Besok kalau gua lihat jejak kaki itu lagi. Bakal gua cari tahu sendiri’

Saat mereka sudah memasuki area kampung kembali, lembing lembing itu sudah hampir menutupi jalan tanpa celah.

Kecuali di sekitar rumah para warga, masjid dan villa yang nampak nya tidak dihinggapi oleh lembing.

“Bapak bapak makasih yah sudah mau membantu pencarian hari ini” ujar pak yahman yang tidak akan lelah mengatakan terima kasih pada warga yang mau ikut membantu.

“Iya, tidak apa apa. Kami mengerti kondisi seperti ini pasti hal baru untuk kalian” ujar para warga.

Beberapa warga langsung kembali ke rumah masing-masing, menutup setiap jendela, pintu dengan rapat rapat.

Namun ada satu warga pria dewasa yang berjalan mendekati pak yahman. “Iya ada apa?”

“Bisa bicara berdua sebentar saja” ujar nya dengan ekspresi yang begitu serius.

Pak yahman langsung menyuruh pak Yanto dan pak Rusdi serta murid cowok yang lain agar langsung saja ke villa.

“Baik sekarang kita sudah berdua, jadi ada apa yah?” Tanya pak yahman merasa ada sesuatu yang amat penting yang akan disampaikan nya.

“Jadi perkenalan dulu saya Arga, anak dari almarhum pak gusto. Saya melihat beberapa kejadian janggal saat kita melakukan pencarian tadi tuh” jawab Arga.

“Iya, saya tahu. Tapi apa masalah dengan kejadian janggal tadi ya?”

“Apa bapak lihat salah satu murid cowok bapak yang tampak seolah sedang bahagia, ingin tertawa. Yang padahal kita lagi melakukan pencarian loh”

“bukan stand up komedi gitu. Terus si murid bapak yang bagas kalau gak salah namanya. Dia itu mata batinnya mulai terbuka seperti nya pak”

Pak yahman terdiam mendengar penjelasan panjang lebar dari Arga, ia menoleh sebentar ke arah villa yang tidak jauh dari nya.

Ia bisa melihat Farhan, Dimas dan bagas sedang mengintip dari dalam jendela. “Tunggu siapa murid saya yang mau ketawa tadi yah?”

Arga menatap lurus ke villa, ia mengenali satu wajah yang tadi ia lihat. “Itu dia pak anak laki-laki yang dibelakang mereka”

“Loh, itu mah si Joko namanya” kata pak yahman yang langsung terdiam sejenak, ia seperti memahami sesuatu yang aneh.

Melihat pak yahman diam. Arga dengan cepat menepuk pundak nya. “Pak, saya izin pamit dulu yah udah mau gelap bahaya banget ini, bapak juga jangan lupa tutup pintu dan jendela yah”

“Iya nak, makasih atas infonya yah”. Pak Yahman langsung berlari masuk ke villa, dengan cepat ia mengunci pintu.

‘aku rasa arga ini seolah sedang memberitahu ku sebuah peringatan, bahwa ada yang harus diwaspadai di sini. Selain sosok itu’

1
you're mine
Aamin, semoga aja mereka gak kenapa Napa pas berhasil ditemukan 🤭
cila_aa
mau tanya kak, lembing itu apa yaa kak
cila_aa
baru setan bisa kurus😭
you're mine: bisa dong, ini setan nya lain dari yang lain 🤣
total 2 replies
cila_aa
semoga bunga dan alfin selamat thor🥺
cila_aa
sadis amat thor setannya
cila_aa
aaa ikut deg degan nihh tiba ada yang cari disituasi ke gini
cila_aa
berarti tersesat dong 2 anak itu🥺
cila_aa
ngide banget sih bunga sama alfin kan jadi ketemu setan😭
cila_aa
thor mau nanya nih kenapa warga diem kalau suasana jadi aneh😞
cila_aa: jadi penasaran nihh
total 2 replies
you're mine
agak serem dikit emang, tapi itu sebenarnya bukan Risma. melainkan sosok astral yang lagi menyerupai Risma gitu deh 😄
cila_aa
ih takutt rismaa, ko bisa gitu thor?
you're mine
bisa aja nih, itu belum lama loh. Masih belajar juga aku itu, btw aku masih setia nungguin bab selanjutnya novel kamu itu loh 🤭.
cila_aa: semangat kak nulisnya, aku juga masih harus banyak belajar hehe🤍
total 1 replies
Parmata Author
Pemula(pemain udah lama😭). btw sengat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!