Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harus Kuat
Besok paginya selesai mereka melakuan kembali hubungan suami istri, mereka kembali ke Vila. Menemui anak dan orangtua mereka. Semalam Aaron sudah bercerita semua. Termasuk vila yang mereka sewa. Dan Angel mengerti, bahwa suaminya memang sudah tidak ada hubungan dengan Kimberly. Semua Aaron cerita, termasuk kejadian di Jakarta di Benaya Company.
"Mami, Ethan sudah bisa menyelam. Walaupun kedalamannya masih belum dalam mami. Ini seru."
"Nanti jika mami sudah selesai melahirkan, mami akan belajar juga."
"Ethan pasti menjaga mami."
"Papi juga menjaga."
"Kita bedua akan menjaga mami."
Pembicaraan Ethan, Angel dan Aron , didengar oleh Kimberly. Air matanya jatuh. Terus terang Kimberly belum bisa move on dari Aaron, dia tahu masalah keluarganya sampai rumah tangganya Aaron. Dan dia tahu, betapa besar cintanya kepada Angel Abraham anak angkat orangtuanya yang menjadi istrinya sekarang.
Angel sangat bahagia berada diantara suami dan anaknya. Sedari dia tumbuh remaja dan dewasa dia sudah jatuh cinta dengan kakak angkatnya ini. Cinta itu dia simpan. Karena jika bersama Aaron dia merasa aman. Ketika dia sekolah menengah atas, disitulah dia tahu bahwa Aaron juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Sama - sama saling mencintai.
Angel tahu, bahwa bahtera kehidupan itu tidak selamanya berlayar dalam kondisi lautan yang teduh pasti ada gelombang besar bahkan badai. Dia harus tetap kuat dan terus berdoa, agar nahkodanya, suaminya bisa tetap melayarkan bahtera ini ke arah yang baik. Itulah doa Angel.
Sore ini juga mereka kembali ke rumah mereka. Ethan sangat menikmati liburan ini. Karena dia bisa menikmati biota laut pada saat belajar menyelam.
"Mami, papi. Ethan masih mau belajar menyelam lagi. Ethan suka. Kita kesini lagi ya???"
"Kita akan cari pantai yang lain. Mami yakin pasti sekokah menyelam kamu itu ada cabangnya di pantai lain."
"Kenapa bisa mami??? Ethan suka dengan guru - gurunya."
"Iya papi setuju dengan mami. Nanti papi cari di pantai yang lain."
"Oke mami. Ethan ikut apa rencana mami dan papi."
Hati kecil Angel menangis melihat anaknya. Dia tahu bahwa Ethan sedikit kecewa atas keputusannya. Namun ini adalah tekad Angel untuk menjaga bahtera rumah tangganya.
Malam hari pukul sepuluh, Angel masuk ke kamar Ethan yang sudah tertidur terlelap. Dia langsung tidur di samping anaknya. Memeluknya dengan lembut dan menciumnya.
"Maafkan mami sayang, maafkan mami sudah membuat Ethan kecewa."
Aaron mengikuti Angel waktu keluar dari kamar. Dan dia melihat Angel sedang menangis sambil memeluk Ethan. Sampai Angel tertidur. Aaron yang merasa bersalah langsung ke kamar anaknya juga dan memeluk tidur sambil memeluk Angel. Dia mencium istrinya.
"Kakak sudah berjanji tidak mengulangi. Kakak mengerti kenapa kamu berbuat seperti itu sampai membuat Ethan sedikit kecewa. Maafkan kakak sayang."
Pagi hari Ethan begitu bahagia melihat mami dan papinya tidur bersama dia. Langsung dicium maminya. Angel terbagun waktu menerima ciuman anaknya. Dan betapa kagetnya dia ternyata Aaron juga tidur disebelahnya.
"Ethan ayo mandi mau ke sekolah." Aaron langsung bangun dan mengendong istrinya di bawa ke kamar mereka.
"Sayang, maafkan kakak. Nanti aku uang jelasi kepada Ethan. Kakak akan caro tempat menyelam yang tidak ada hubungan dengan Kimberly."
"Bisa ngak, di rumah ini jangan ada nama itu."
"Maafkan kakak sayang."
Dalam perjalanan mengantar Ethan ke sekokah, Aaron menjelaskan kepada anak pertamanya alasan maminya mau Ethan cari spot menyelam yang lain. Dan Ethan pun mengerti.
"Jika mami bahagia, Ethan pasti bahagia papi."
"Terima kasih jagoanku."
"Ethan juga meminta, papi jangan membuat mami bersedih ya apa lagi menangis."
"Iya sayang papi janji."