NovelToon NovelToon
My Bodyguard Is A Secret Agent

My Bodyguard Is A Secret Agent

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Mata-mata/Agen
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Kisah Princess Mahreen dan Collin Lange

Mahreen Al Khalifa putri bungsu Malik dan Milly Al Khalifa adalah putri Sheikh yang suka hidup bebas tanpa aturan istana hingga Malik harus memberikan Collin Lange sebagai bodyguardnya. Tanpa keluarga Al Khalifa tahu, Collin adalah agen MI6 yang menyamar masuk ke istana Al Khalifa untuk mencari buronan internasional yang bersembunyi di Bahrain. Mahreen dan Collin bagaikan air dan minyak hingga gadis itu tahu misi sebenarnya pria tersebut. Setelah Collin menyelesaikan misinya, dia kembali ke Inggris namun Mahreen bertekad untuk mendapatkan bodyguardnya yang ternyata agen rahasia itu kembali ke dalam pelukannya.

Generasi Delapan Klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Lain Mahreen

Mahreen tiba menjelang subuh bersama dengan Collin. Daisy yang masih terbangun karena Kenzie rewel, terkejut melihat adiknya datang bersama pengawalnya dengan banyak barang.

"Kamu habis dari mana?" tanya Daisy di lobby dengan memakai sweater dan jeans sambil menggendong Kenzie. Sementara dokter Lucky tidur di sofa menunggu sampai Kenzie anteng.

"Shopping. Mbak Dash nggak lihat itu Lange gimana?" kerling Mahreen sambil menoleh ke belakang. Daisy melongo melihat Collin dengan wajah sebal membawa banyak tas belanja.

"Ya ampun. Kamu baik-baik saja Lange?" tanya Daisy antara geli tapi juga kasihan.

"Never better," jawab Collin dengan wajah sebal.

Daisy cekikikan membuat dokter Lucky terbangun.

"Ada apa Jeng?" tanya dokter Lucky lalu dia melihat Collin dan Mahreen. "Eh busettt! Lu belanja apa ngerampok? Kagak kasihan kamu sama Lange? Lu bawain sebagian, kenapa?"

"Lho aku bawa kok. Nih!" Mahreen memperlihatkan tas Hermés nya dan satu kantong belanja. "Kan sudah aku bantuin."

Dokter Lucky memejamkan matanya karena gemas dengan adiknya. "Ya Allah, dulu aku memang minta punya adik perempuan tapi nggak yang begini tengilnya juga!"

"Ish, Oom Lucky ceriwis!" cebik Mahreen namun Collin hanya menatap bingung karena ketiganya pakai bahasa Indonesia.

"Tapi kamu pergi sampai subuh itu ngapain saja?" tanya Daisy.

"Jalan-jalan. Kan kemarin cowok-cowok pada dune bashing, aku jalan-jalan keliling Muscat. Dapat sandwich enak lho!" jawab Mahreen dengan santainya.

"Princess, ini dibawa dulu bagaimana?" protes Collin.

"Ah iya, lupa!" kekeh Mahreen.

Dokter Lucky pun berdiri. "Kenzie gimana Jeng?"

"Sudah anteng. Kita balik kamar ya. Biar istirahat dulu. Mas Lucky capek kan kemarin habis nyetir di pasir." Daisy mengajak suaminya kembali ke kamar hotelnya.

"Sini Collin, aku bantu bawa. Kita di lantai yang sama kan Marning?" tanya dokter Lucky sambil menguap.

"Tidak usah Dokter Buwono. Biar saya saja." Collin menolak bantuan pria berkacamata itu.

"Santai aja. Aku bantu. Kasihan kamu macam porter ... Kamu kasih bonus tuh Lange! Dia bukan tukang bawa-bawa belanjaan!" ucap dokter Lucky sambil mengambil sebagian belanjaan Mahreen dari tangan Collin. "Ada berapa kantong?"

"Tiga puluh tujuh ...."

"Delapan! Tiga puluh delapan!" potong Mahreen.

Dokter Lucky melongo. "Astagaaa ... Khilaf Marning?"

"Healing terbaik wanita adalah makan enak dan shopping. Benar kan Mbak Dash?" tanya Mahreen.

"Benar sekali." Daisy tersenyum ke arah suaminya dan Collin yang manyun. "Hey, gentlemen. It's the fact, fakta."

Dokter Lucky saling berpandangan dengan Collin. "Sukses deh kamu sama Marning," ucap dokter Lucky tanpa ekspresi.

"Thanks Doc!" jawab Collin juga tanpa ekspresi.

Daisy dan Mahreen saling tertawa usil. Mereka pun masuk ke dalam lift dan Daisy serta dokter Lucky mengantar sampai ke kamar Mahreen yang berada sederet dengan kamarnya tapi beda dua kamar.

"Istirahat Marning. Kamu terlalu lama perginya," ucap Daisy. "Kami tinggal dulu."

"Lange, jangan menginap disini! Awas!" ancam dokter Lucky sebelum keluar dari kamar Mahreen.

Mahreen menjulurkan lidahnya. "Weeekk!"

Keluarga Buwono pun keluar dan Mahreen pun menatap Collin yang sudah tampak lelah.

"Kamu tidak keluar?" tanya Mahreen ke Collin.

"Memastikan Anda aman dulu." Collin memeriksa kamar itu dan pria itu mengangguk. "Oke ... Aman."

Mahreen menuju pintu kamarnya. "Terima kasih Lange. Aku senang hari ini."

"Sama-sama Princess." Collin mengangguk ke arah Mahreen. "Selamat beristirahat."

"Selamat beristirahat, Lange." Mahreen menutup pintunya.

***

Keesokan harinya, menjelang sore, keluarga Al Khalifa kembali ke Manama Bahrain untuk beraktivitas seperti biasa usai mendatangi acara pernikahan. Malik dan Maximilian hanya bisa melengos melihat belanjaan Mahreen yang benar-benar aduhai, mengalahkan Milly.

"Abi, aku kan anak Umi yang butuh shopping demi kesehatan hati. Belanja itu supaya tetap waras Abi. Lagipula, Abi kan tahu habisnya berapa," eyel Mahreen membuat Malik menatap sebal karena kalau sudah begitu, keluar gaya Milly-nya.

"Kamu dan Umi kamu sama saja," gerutu Malik.

"Abi ... Kan aku lebih anak Umi daripada anak Abi. Tapi kalau soal uang, aku anak Abi," kerling Mahreen sambil bergelayut manja ke ayahnya.

"Abi doakan, yang jadi pasangan kamu, tabah dengan kelakuan kamu ini ... Bukan apa-apa. Abi tidak mau ...."

"Uncle Jack Andrean!" seru Mahreen sambil menghambur pria sepantaran ibunya itu.

"Kenapa dia datang ke istana sih!" sungut Malik yang melihat pria yang dulu naksir Milly.

Milly tersenyum. "Aku yang memintanya datang sebagai pelatih fisik atlet baseball Bahrain."

"Dari New York?" pendelik Malik. "Kenapa nggak bilang sih!" Malik melihat ke arah Mahreen yang sudah memeluk Jake. "Mahreen! Ngapain peluk-peluk Jake!"

Mahreen cuek saja memeluk pria ganteng itu. "Uncle Jake ngapain ke Manama?"

"Disuruh Mommy kamu," senyum Jake usil dan menatap Malik. "Mahreen buat aku ya?"

Malik, Maximilian dan Collin langsung mendelik.

"TIDAK BOLEH!" seru ketiga pria itu.

Mahreen dan Milly terbahak. Jake semakin mempererat pelukannya ke Mahreen.

***

"Dia ... duda?" tanya Collin saat berdua dengan Mahreen sementara Jake sedang melakukan pertemuan dengan Malik, Milly dan Maximilian.

"Iya, istrinya meninggal lima tahun lalu karena sakit kanker. Mereka tidak punya anak terus Uncle Jake kan memang di New York Yankees sebagai asisten pelatih fisik di sana." Mahreen memasukkan belanjaan yang dibelinya di Muscat Oman.

"Itu mau dibawa kemana Princess?" tanya Collin.

"Sudah. Ikut saja!" Mahreen masuk ke dalam mobil Range Rover miliknya. Collin pun duduk di kursi penumpang.

Mereka pun keluar dari istana dan Collin melihat pemandangan kota Manama sedikit berbeda dengan Muscat. Collin menoleh ke barang-barang belanjaan yang dibawa semuanya. Dia bertanya-tanya mau diapakan itu semua yang sudah dibeli di Muscat.

***

Collin berdiri terpaku di halaman sebuah panti jompo di kota Manama. Matanya berkedip beberapa kali saat melihat para lansia tersenyum bahagia sambil memegang berbagai barang yang baru saja dibagikan oleh Mahreen.

Padahal beberapa hari sebelumnya, ia hampir mengeluh sepanjang perjalanan di pusat perbelanjaan di Muscat karena harus membawa begitu banyak tas belanja milik gadis itu.

"Jadi... ini alasan Anda membeli sebanyak itu?" tanya Collin sambil menatap tumpukan tas belanja yang kini hampir habis.

Mahreen mengangguk ringan. "Tentu saja. Aku memang sengaja membelinya untuk mereka."

Seorang nenek tua menghampiri Mahreen dan menggenggam tangannya dengan haru.

"Terima kasih, Princess. Kami sangat senang," ucap sang nenek dengan mata berkaca-kaca.

Mahreen membalas dengan senyum hangat. "Saya yang berterima kasih karena sudah menerima saya di sini."

Collin memperhatikan pemandangan itu dalam diam. Selama ini ia mengira Mahreen hanya sedang kalap berbelanja. Bahkan ia sempat bercanda bahwa dirinya berubah profesi dari pengawal menjadi tukang angkut tas.

Mahreen menoleh kepadanya. "Kenapa diam saja?"

Collin menghela napas panjang. "Saya merasa bersalah."

"Bersalah?"

"Saya sudah mengomel selama dua hari penuh karena harus membawa belasan tas belanja."

Mahreen tertawa kecil. Matanya berbinar. "Itu memang tugas tambahan yang sangat berat."

"Yang Mulia, saya serius."

"Tapi wajah Anda waktu mengeluh itu lucu sekali."

Collin memijat pelipisnya pasrah. Para lansia yang mendengar percakapan mereka ikut tertawa.

Salah seorang kakek bahkan berkata, "Nak, kalau tidak kuat bawa tas, lain kali kami bantu."

Tawa pun pecah di seluruh halaman panti.

Collin hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis. Untuk pertama kalinya, ia merasa semua tas belanja yang membuat punggungnya pegal itu ternyata memiliki tujuan yang jauh lebih baik daripada yang ia bayangkan. Sementara Mahreen terus menyapa para lansia satu per satu, membuat suasana panti jompo dipenuhi kehangatan dan kebahagiaan.

***

Yuhuuu up Sore yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
amilia amel
ayo Lange buktikan kalo kamu pengawal tangguh dan bisa dipercaya menjaga princess Mahreen
Elsa Fanie
aduh aduh gimana ini,, cepat Collin cool tembak j itu bam mobil ny deg-deg ser ini
diyah
lagi mb hana.. dessert ini lg😁🤭
This Is Me
Collin...kamu kok bisa kecolongan gini😱😱
Meeta Baggio
Kan, akhirnya kedianjuga Mahreen di culik, semoga collin sempet menembak pelaku sebelum di bawa ke dalam mobil
Marsiyah Minardi
Ya kejadian juga Princes Mahreen diculik ,ayo Collin pertaruhkan nyawamu tuk menyelamatkan sang princes 😭😭
Yuli Budi
ya Allah aq deg deg an, smoga selamat marning
Elsa Fanie
😁😁😁😁 kacau kacau berdua itu ,
amilia amel
agak sesak napas ya Lange diusili terus sama princess Mahreen 🤣🤣🤣
Septi Lahat
beneran nih si maning jahil bnget deh,,koeceheng gerong jganlah dipancing mahreen!!!! 😅
Gita Mitha Pertiwi
jahil sekali 🤣🤣🤣
Meeta Baggio
kacauu kamu collin, pake segala nanya ukuran dada lg,siap2 saja konsentrasi kamu jgn sampe kacauu dan ga fokus yaa
Gita Mitha Pertiwi
wah sudah mulai ini🤭
amilia amel
hadiah yang tak terduga tapi bakalan nagih ya Lange 😅😅
Meeta Baggio
Terpesona haa.....wow hadiah yg sangat special dr Marning buat sang pengawal.
Elsa Fanie
wah ada apa tuh yg g bisa d lupa kan,tenang jake aman aman insyaallah 😁
Tri Yoga Pratiwi
bapak Malik kalo tau itu bakal ngamokk 🤣
This Is Me
🤣🤣🤣🤣 kalo gak enak jangan dimakan
#eh
Meeta Baggio
Tetap waspa Colin bahaya masih mengintai Marning
Ani
judule salah nama kah Mba'e.? mungkin
Ani: owalah pantesan.. kirain memang diselipin cerita Kayleen ternyata memang khilaf toh😊😊😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!