Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.
Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketidakhadiran yang Mengundang Tanya
Eliza sampai di markas nya gadis itu menggunakan topeng untuk menutupi identitasnya ia berjalan ke tengah hutan, bagi masyarakat awam atau musuh-musuhnya, kawasan ini hanyalah hutan belantara tak bertuan yang terkenal angker dan dihindari. Namun, tidak ada yang tahu rahasia besarnya: Eliza telah membeli seluruh hektar tanah hutan ini secara legal melalui identitas samaran. Secara hukum dan mutlak, seluruh wilayah terisolasi ini adalah wilayah kekuasaan miliknya pribadi.
Sampainya di markas ia berjalan masuk dan langsung disambut oleh para anggota nya.
" Selamat datang Queen" Ucap mereka bersamaan
" Hmm" Hanya dibalas deheman dari Eliza
" Kenapa kalian masih belum tidur " Ucapnya datar kepada anggota nya
" Kami tidak bisa tidur Queen jadi kami memutuskan untuk berkumpul disini" Ucap salah satu Anggota nya sedangkan Eliza hanya mengangguk
" Dimana Jasper? " Tanyanya datar
" Tuan Jasper sedang pulang ke apart nya Queen mungkin besok akan kembali " Jawab salah satu anggota itu lagi
" Hmm baiklah aku hanya memastikan keadaan markas ingat untuk istirahat " Ucap Eliza kemudian berjalan menuju lantai dua
Sedangkan para anggota nya tadi hanya diam setelah kepergian sang Queen.
" Fiuh.... perhatian sih perhatian tapi dingin nya beh ngalahin kutub utara " Celetuk salah satu anggota
" Nah betul tapi aku bersyukur aja karena Queen masih peduli pada kita. Coba kalo orang lain mereka akan mementingkan diri mereka sendiri " Ucap salah satunya lagi
" Sudahlah lebih baik kita tidur nanti kita bisa dihukum Queen kalo masih belum tidur " Ucap satunya lagi kemudian berdiri dari duduknya
______________________________________
~Eliza~
"Aku tak bisa hadir di pernikahan mu pa sebab aku ada sedikit urusan mungkin sekitar seminggu baru aku kembali, lagi pula Elzia akan hadir sekaligus akan mewakili diriku"
Begitulah isi pesan yang dikirim kan oleh Eliza untuk Bara. Pria itu membacanya dengan tatapan datarnya.
" Aku tidak tau apa urusannya di sana " Gumannya kemudian ia kembali masuk ke kamarnya
Hari jum'at semua orang telah mempersiapkan dekorasi di hotel yang cukup terkenal mereka sibuk dengan kesibukan masing-masing. Sedangkan Elzia dikamar nya sambil memakan snack kesukaan nya
" Ck kebisaan sekali jika ada acara keluarga atau apa pasti dia tak hadir " Gerutunya sambil memakan snack yang ada di tangannya
Sedangkan Bara dan Arumi ketempat butik untuk mencari baju pernikahan
" Bagaimana dengan yang ini " Tanya Arumi pada Bara yang duduk di sofa
Bera melihat ke arah Arumi yang mengenakan gaun pengantin yang ada belahannya
" Cukup bagus tapi bagian dadanya terlalu terbuka aku tak suka " Ucapnya datar sedangkan Arumi hanya menghela napas sabar karena masalah pemilihan gaun yang tak ada hentinya
" Yang ini saja ya nanti kita bisa menyuruh desainer untuk memperbaikinya yang lebih tertutup " Ucap Arumi lelah
" Hmm baiklah " Ucap Bara kemudian ia bangkit dari tempat duduknya
" Mari kita pulang " Ucap Bara dan diangguki oleh Arumi
_______________________________________
Di dalam mobil
" Apakah Anakmu akan hadir semuanya " Tanya Arumi sambil melihat ke arah Bara yang sedang menyetir
" Hanya Elzia yang akan Hadir " Ucap Bara sambil menyetir
" Lalu kenapa dengan Eliza? " Tanyanya lagi
" Dia ada sedikit urusan sehingga ia tak dapat hadir ke acara pernikahan kita " Jelas Bara pada Arumi
Sedangkan Arumi hanya mengangguk pelan kemudian melihat ke depan dan tidak lagi berbicara
//~
Sedangkan di keluarga Biantara semuanya sedang berkumpul termasuk Arkana dan teman-temannya
" Apakah kalian tau mafia goddess of black? " Tanya erick kepada lima pemuda didepannya
" Ya tentu saja pa tapi mereka sangat misterius bahkan informasi mengenai mereka pun sangat sulit untuk ditembus "jawabnya deon lesu sebab ia belum makan karena tak ada selera
" Baiklah untuk masalah itu tak usah dihiraukan dulu selagi mereka tak pernah memgusik kita jangan pernah untuk mencari masalah duluan " Ucap malvin penuh peringatan
Tak
Sebuah undangan di atas meja depan mereka. Martin baru saja meletakkan undangan tersebut
" Undangan? Punya siapa pi? " Tanya Dimas penasaran
" Salah satu teman bisnis papa " Ucap Martin santai dengan wajah datarnya
" Jadi intinya kita semua harus hadir begitu? " Tanya deon penasaran
" Ya ini salah satu tugas untuk kalian supaya acara tersebut tetap aman " Ucap Reo dengan nada datarnya
" Tapi aku yakin jika acara itu akan aman-aman saja dad" Ucap Arkana dan diangguki oleh yang lainnya
" Kenapa kau begitu yakin sekali ar? " Tanya Reo datar pada putranya
"Eliza" Singkat Arkana. Sedangkan yang lainnya hanya mengerutkan keningnya karena bingung
" Apa hubungannya dengan anak kedua dari Bara itu? " Tanya erick bingung
" Dia cukup misterius pi dan kami bisa lihat dengan mata kepala kami sendiri waktu di Amerika " Jelas Deon pada yang lainnya
" Apa yang terjadi di Amerika? " Tanya Martin
" Apa papa ingat pak tua bangka yang di markas? " Ucap dava dan diangguki oleh yang lainnya
" Nah apa kalian lihat sebelah mata pak tua itu terluka? " Tanyanya lagi. Dan lagi-lagi yang lainnya hanya mengangguk tanda mengerti sedangkan malvin meminum kopinya
" Nah luka tusukan di mata pak tua itu adalah ulah dari Eliza " Ucapnya
UHHUUKKKKKK
malvin cukup terbatuk karena cukup kaget dengan mata melotot
" Tak mungkin seorang gadis mampu melemparkan tepat sasaran" Ucap malvin tak percaya
" Tapi itu kenyataan nya " Ucap Dimas
Semua orang disana nampak terdiam dengan pikiran masing-masing
" Baiklah besok lagi kita bahas ini sudah malam dan beberapa hari lagi kita akan ke pesta tersebut " Ucap Martin Beranjak dari duduknya di ikuti para pria paru baya lainnya
_______________________________________
Hari sabtu di hotel yang cukup ternama semuanya sudah hampir selesai mendekorasinya. Terlihat Elzia sedang berjalan dan melihat-lihat apa kah ada yang kurang dengan dekorasi tersebut.
" Tolong ini di geserkan ke arah sana ya " Ucap Elzia pada salah satu pembantu tersebut
" Baik nona " Ucapnya lalu memindahkan bunga ke arah kanan
Elzia mulai melihat-lihat lagi
" Dekorasi ini sudah hampir selesai " Guman Elzia sambil melewati beberapa pelayan yang ada di sana
Sedangkan di kediaman Arumi terlihat beberapa pemuda di sana
" Gue dengar anak dari papa tiri lo punya anak kembar ya? " Perempuan lagi " Ucap Rendi pada Angga
" Ya gue juga dengar kepribadian keduanya juga berbeda 180 derajat jauh bedanya " Ucap Rangga
" Iya tapi Kata mama anak pertama dari tuan Bara itu tidak akan hadir ke pesta pernikahan ayahnya " Ucap Angga karena Arumi yang menceritakan padanya
" Apa jangan-jangan dia gak suka sama aunty Arumi sehingga dia tidak mau hadir ke pernikahan bokapnya " Ucap Rendi menebak
Bugh
Awwsss
Ringis Rendi karena dapat bogeman dari Rangga yang baru saja memukul Tekuknya
" Si anjir napa lo mukul gue kampret " Sungut Rendi tak Terima
" Abisnya lo nuduh tanpa bukti " Ucap Rangga dengan wajah tak berdosanya
" Lanjut lagi ga " Ucap Rangga pada Angga yang sempat berhenti berbicara
"Katanya ada urusan penting yang harus di urus tapi aku tak tau itu urusan apa " Ucap Angga pada keduanya
Sedangkan keduanya hanya mengangguk tanda mengerti
" Besok lagi deh besokkan nikahan nyokap lo mending kita tidur hari juga dah malam banget " Ucap Rangga sambil melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 22.39
" Yaudah deh yuk kita tidur, eh kita tidur disini dulu ya malas banget pulang ke Rumah hehe " Ucap Rendi dengan cengengesan nya sedangkan Angga hanya mengangguk mengiyakan. Memang sudah kebiasaan bagi ketiga manusia tersebut jika malas pulang maka akan menginap saja