Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belanja kebutuhan toko
Hari ini Sheeva berencana belanja beberapa barang untuk kebutuhan tokonya. Karena takut salah pilih, Sheeva meminta bunda Aya untuk menemaninya. Karena Misya sedang tidak bisa menemaninya, begitu juga dengan Andi dan kia.
Hari ini akan ada beberapa suplayer yang datang. Bagaimanapun Misya masih belum berani melepas begitu saja tangung jawab ini kepada Tia maupun Andi. Bukan karena tidak percaya, hanya merasa lebih mantap saja jika dirinya atau Sheeva sendiri yang mengawasi keluar masuknya barang di gudang.
Misya memanglah sangat teliti orangnya. Tidak salah jika Sheeva mempercayakan tokonya pada Misya. Semua ini Misya lakukan sebagai bentuk rasa terima kasihnya pada almarhumah mamanya Sheeva yang dulu sudah membawanya kepanti dan Misya ini termasuk penghuni awal panti asuhan.
" Sheev jadi sama bunda kamu perginya ?" Sheeva yang sedang mengontrol stok barang di gudang melalui laptopnya pun menoleh.
" Iya mbak, sebentar lagi juga palingan datang bundanya " Misya mangut-mangut.
" Naik apa bunda kesini ?"
" Aku pesankan taksi online mbak "
" Oya mbak buat makan siang pesan saja di mbak Lina saja ya, takutnya aku pulangnya lama "
" Iya tenang saja Sheev. Jangan lupa ya beli Freezer yang agak besaran ya."
" Iya mbak sudah masuk dalam list kok, apa lagi yang mbak butuhin "
" Beli tambahan keranjang saja Sheev. Kalau pas Rami suka kurang " Imbuh Tia.
" Iya mbak, hampir saja lupa "
" Kak Andi butuh apa ?"
" Sebenarnya butuh tangga buat di gudang Sheev, cuma kalau beli suka nggak awet "
" Emang kak Andi butuh yang kayak gimana ?" Andi mengutak-atik ponselnya lalu, menunjukan gambar dari ponselnya.
" Ini mah bisanya Costum ya kak ?" Andi mengangguk.
" Ya udah nanti kamu beli bahannya saja, biar aku yang buat." Sheeva mengangguk.
Selang tak lama yang Sheeva tunggu pun datang. Bunda Aya nampak turun dari taksi online dan berajalan masuk kedalam toko milik Sheeva.
" Assalamu'alaikum " Ucap beliau.
" Wa'alaikum salam " jawab Sheeva, Andi, Misya, Tian kompak.
" Bunda sehatkan ?" Andi yang lebih dulu mendekat.
" Alhamdulilah nak bunda sangat sehat. Gimana betah tidak kamu di sini ?"
" Alhamdulillah betah bun. Bosnya asyik soalnya " Sheeva hanya mengelengkan kepalanya.
" Ya gimana nggak betah putra bandel bunda ini. Dapat makan gratis, gaji full, bonus ngalir. Lihat aja bun, makin gemuk aja kan dia " Ucap Misya sembari menyalami tangan wanita yang sudah membesarkannya itu dengan Takzim.
" Kangen banget sama bunda " Bunda Aya terkekeh sembari memeluk anak asuhnya itu.
" Kalau kangen kenapa nggak pulang jenguk bunda "
" Toko ramai bun, sayang kalau libur. Yang ada aku di potong gaji sama Sheeva bun " Semua tergelak.
" Mana ada aku potong gaji segala, fitnah mbak Misya bun " Sheeva gantian menyalami bunda Aya.
" Maaf lagi-lagi aku merepotkan bunda ya "
" Nggak sayang "
" Ini anak mansi bunda tidak kangen bunda aoa gimana ?" Tia tersenyum lalu, mendekat.
" ya kangen bun, kangen banget malah. Cuma kan bundanya udah di keroyok tiga anak bunda. Bisa habis nanti bunda kalau di tambah aku " Semua kembali tergelak. Bunda Aya membawa Tia ke dalam dekapannya.
" Kapan pulang, bunda kangen orek tempe buatan kamu lho ?"
" Besok kalau dapat jatah libur aku pulang deh bun, nginep di sana kalau perlu "
" Bunda duduk dulu aku buatin minum hangat dulu " Ucap Misya.
" Nggak usah nak, kan di tunggu supir taksinya. Nggak enak kalau beliau kelamaan nunggu "
" Ya udah berangkat sekarang saja Sheev. Biar cepet selesai trus bunda bisa istirahat disini dulu setelah pulang nanti " Usul Misya.
" Kamu sudah siap kan nak ?" Sheeva mengangguk.
" Ya sudah kita berangkat sekarang saja " Ucap bunda Aya.
" Kak Andi aku dan bunda berangkat ya. Titip dua mbakku ini, ingat jangan di gombalin lho ya " Andi terkekeh.
" Idih mana mempan mereka aku gombalin Sheev. Yang ada aku jadi remahan peyek sama mereka." Semua kembali tergelak.
" Sudah-sudah kalian ini malah bergurau terus. Kapan kita berangkatnya kalau begini ?"
" Bunda sama Sheeva berngkat dulu ya "
" Iya bun, hati-hati ya "
" Iya, kalian juga hati-hati jaga tokonya "
" Sheev beli sop buah ya ?" Sheeva menganguki permintaan Andi.
" Titip toko ya kak " Tiga orang itu mengangguk.
Tak butuh waktu lama, Sheeva dan bunda Aya sampai di tokoyang mereka tuju sedari awal. Sheeva memilih toko ini karena semua kebutuhan baik elektronik, funiture dan peralatan rumah tangga lainya tersedia di sini dengan komplit.
Tujuan utama Sheeva adalah mencari Freezer untuk tempat frozen foodnya. Sheeva juga ingin membeli dispenser untuk gudang. Agar memudahkan para bapak yang biasa menurunkan barang mudah jika mau minum.
" Mau cari apa lagi nak ?"
" Itu lho bun lemari pendingin buat tempat naruh minuman "
" Lho kan sudah ada di toko ?"
" Yang di toko kurang besar bun "
" Terus yang di tokomau buat apa nak ? "
" masih di pakai bun, biar lebih banyak ruang saja. Soalnya banyak yang tanya sosis siap makan begitu lho bun. Sementara Showcase di toko kurang memadai buat menampung itu juga bun "
" Ya sudah sekalian saja kita beli. Cukupkah uangmu ?"
" Insya Allah cukup bun "
Sheeva sudah menemukan beberapa alat elektronik yang dia inginkan. Sheeva bahkan menambah dua buah kipas angin. Rencana akan di pasang di kamar Andi dan Tia. Mereka menolak kala Sheeva akan memasang AC dan meminta kipas angin saja. Katanya nggak kuat sama dinginnya AC.
" Masih mau cari apa lagi sayang ?" Ucap Bunda Aya setelah Sheeva selesai membayar belanjaannya.
" Kasur bunda sama keranjang belanjaan. Di toko masih kurang kalau ramai "
" kasur buat apa sayang ?"
" Buat kak Andi sama mbak Tia bun. Kasian kasur yang mereka bawa dari kosan mereka sebelumnya terlalu tipis "
" Mereka pindah dari kos mereka ya ?"
" Iya bun, mereka tinggal di ruko sekarang. Biar bisa nabung bun. Sayang kan uangnya kalau buat bayar kos "
" Memang tak apa Andi juga tinggal di ruko kak ?" Sheeva tersenyum. Dia memahami ke khawatiran bunda Aya.
" Kak Andi di ruko sebelah kok bun. Kalau di rukoku cuma bertiga. Jangan khawatir bun ?"
Selain membeli barang-barang yang ada di list belanjanya, Sheeva juga membelikan beberapa keperluan untuk panti. Bunda Aya bilang jika, alat kebersihan panti sudah banyak yang rusak. Tanpa pikir panjang Sheeva segera mengambil beberapa alat kebersihan yang bisa mempermudah kinerja adik-adik pantinya.
Setelah selesai membayar dan memastikan barang-barang yang dia beli di kirim ke toko dan sebagian ke panti, Sheeva membawa bunda aya keluar toko. Rencana sebelum pulang mereka akan membeli sop buah pesenannya Andi dan juga mencari bakso buat makan siap di toko karena ternyata warung makan mbak Lina tutup hari ini.
terlalu berat beban hidup sheeva..