Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
hampir semua mahasiswi di sana menyukai Mahesa, Namun sepertinya Mahesa tidak pernah tertarik dengan salah satu mahasiswanya.
" kalau begitu saya permisi, tolong salah satu dari Kalian bawakan absen dan tugas-tugas kalian ke ruangan saya" kita Mahesa.
" Biar saya aja Pak" usul Alaska.
"silahkan" jawab Mahesa berjalan lebih dulu.
"Jir, tumben banget lo mau?" celetuk galang.
"gue-"
"Al, biar gue aja yang anterin ke ruangan pak Mahesa" sala salah satu mahasiswi.
" ah, lo mah modus. biar gue aja, sekalian gue ada perlu sama pak Mahesa" tolak Alaska dan mengambil tumpukan tugas serta absen yang akan diantar ke ruangan Mahesa.
" lo ada perlu apaan sama Pak Mahesa?" hanya Galang yang berjalan beriringan dengan Alaska.
"mau ngajar beberapa matkul lain yang Pak Mahesa ajar. gue kan udah ketinggalan sekalian gue mau nego nego gitulah" takutnya dan dalam menggangguk.
bujuk pak Mahesa pakai cewek aja Al. dia kan jomblo Jadi lo harus nyari cewek yang cocok sama Pak Mahesa"
" udah ada gue dan ini gue yakin pasti cocok banget sama Pak Mahesa" sahut Alaska.
" serius lo, siap? jangan bilang cewek lo"
"Anjirr, sialan lo, enggak lah. pokoknya cewek itu cantik banget Oma wajahnya sedikit ke bule-bulean usianya di bawah Pak Mahesa dikit" jelas Alaska.
"serius lo, dapat cewek itu dari mana loh?"
" kepo banget deh lo"
" daripada buat Pak Mahesa mending buat gue aja lah gue jomblo nih"
" jomblo tapi teman ranjang lu di mana-mana! Lagian dia nggak cocok sama usia kita, dia lebih tua 10 tahun dari kita. dia mantan pacar abang gue" tutur Alaska.
" Apalah arti usia Bro, gue mah oke-oke aja. nggak pernah lihat cewek dari usianya"
" Iya karena lo sering main sama sugar mommy"
" itu bagus kan nggak kayak lo kalau lihat orang itu terpentok dari usia" cibir Galang.
" udahlah pokoknya cewek ini buat Pak Mahesa" putus Alaska saat sudah mendekati ruangan Pak Mahesa.
mengetuk pintu dan langsung diperbolehkan masuk dari dalam ruangan Pak Mahesa.
" Pak ini tugas dan absennya" ucap Alaska.
" simpan di meja aja Al"titah Mahesa.
"hem, pak-"
" Iya ada apa?"
" bapak masih single nggak? tanya Alaska to the point dah sedikit lancang.
" Eh kenapa kamu menanyakan hal itu? saya masih normal Alaska!"
" Eh Pak Jangan salah paham dulu, saya juga masih normal" Alaska meluruskan, dia menutupi kebodohannya dengan bertanya seperti itu.
"lalu?"
" kalau bapak masih single Tadinya saya berniat mau ngenalin seseorang sama bapak, dia... dia sepupu saya" kilah Alaska dan Mahesa menaikkan sebuah alisnya.
" Iya Pak, dia sepupu saya. dia lagi nyari pendamping hidup, dan nggak usah takut dia orangnya baik banget, cantik banget dan pastinya cocok sama bapak" tutur Alaska dan sepertinya cukup membuat Mahesa penasaran.
" Boleh saya lihat orangnya? fotonya maksudnya" tinta Mahesa.
" Oh sebentar, ada Pak" Alaska membuka galeri di ponselnya kamu beruntung Inara sempat mengirimkan beberapa foto Jesslyn karena memang mereka Berencana untuk mencarikan Jesslyn pasangan.
" nih pak, cantik kan? namanya Jesslyn, usianya 29 tahun" Alaska menunjukkan foto-foto itu kepada Mahesa.
" Jesslyn Stefania?"
" loh kok Bapak tahu?" heran Alaska.
" Iya, dulu dia tetangga saya dan-"
" dan apa Pak?"
" Saya sempat menyukainya" jujur Mahesa.
" Serius pak? Wah kabar Baik berarti ini" seru Alaska
" di mana dia sekarang?"tanya Mahesa.
" di Belgia Pak tapi dia sering pulang ke Indo kok"
" Oh ya, ya Boleh saya minta kontaknya?"
" boleh Kak nanti saya kirim, saya juga mau ngajar beberapa mata kuliah bapak yang ketinggalan Pak" ucap Alaska tersenyum.
" Oke bisa diatur Al"
" Oke Pak, ditunggu kabar baiknya nanti saya kirim nomor ponselnya ya Pak. Makasih Pak, saya permisi dulu"
Alaska keluar dari ruangan Mahesa dengan perasaan bahagia ternyata mereka saling kenal dan Mahesa sudah lama menyimpan rasa untuk Jesslyn.
dengan segera alasan menyimpan nomor ponsel jesslyn kepada Inara dan mengirimkannya kepada Pak Mahesa.
" misi pertama selesai!" ucap Alaska begitu puas dan berjalan menuju ke parkiran. hari ini Alaska akan menemui Willa karena dia tidak berada di kampus, Alaska yakin Willa sedang berada di apartemennya.
"charging dulu ah sebelum malam ini kerja lagi" gumam Alaska, dia mendapatkan tugas dari sang Manager bahwa harus membuat konten barang Sofia agar dapat menaikkan lamanya kembali. selain cantik Sofia juga cukup menguntungkan bagi Alaska.
mobil Alaska membelah jalanan ibukota, panas dan kemacetan menjadi hal biasa bagi penghuni ibukota beruntung hari ini Alaska hanya ada satu mata kuliah saja sehingga bisa sedikit bersenang-senang dulu dengan kekasihnya, pasalnya saat ini Alaska memang lebih Jarang Bertemu Dengannya bahkan sudah setahun mereka seperti ini, quality time mereka sangat berkurang karena kesibukan mereka masing-masing.
panasnya sudah berada di depan pintu apartemen willa dan seperti biasa dia akan langsung masuk ke dalam unit itu karena memang Apartemen ini sebenarnya milik Alaska namun nilai yang menempatinya dan Alaska mengalah mencari apartemen yang lebih kecil untuknya yang dekat dengan kampusnya.
"oh yes baby"
suara berat bertahan laknat dari mulut seorang laki-laki terdengar dari apartemen itu membuat jantung Alaska seketika berhenti.
" b*****t, suara siapa itu?" wajah Alaska menjadi merah padam rahangnya mengeras dan Tangannya sudah mengepal sempurna.
dia membuka kamar Willa namun tidak mendapati Willa di sana dan sedikit membuat Alaska merasa lega, berarti itu bukan Willa. lalu Siapa yang sedang bermain di apartemen Willa saat siang bolong begini? Apa itu Evelyn dan Thomas pacarnya? ya Alaska yakin mereka sedang bermain di kamar sebelah.
" sialan si Eve, apartemen gue dipakai buat mereka mesum" gerutu Alaska dan dengan rasa yang sedikit penasaran Alaska mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat kolom ini seorang perempuan yang sedang menggerakkan tubuhnya di atas tubuh laki-laki itu sampai laki-laki itu terus menggerang keenakan.
Degh..
Alaska tidak mau berpikir buruk tapi tubuh Perempuan itu mirip dengan Willa walaupun Alaska hanya melihat dari belakang dengan rambut yang sedikit asap-acakan.
"Willa?" gumam pelan Alaska, lututnya bergetar nyaris tidak bisa menopang tubuhnya namun alasan masih sedikit menepis pikiran buruknya bahwa wanita itu adalah Evelyn yang memang memiliki perawakan hampir sama dengan Willa. tapi lagi-lagi hati kecilnya mengatakan bahwa itu adalah Willa.
" Ya Tuhan apa ini?" lirik alangkah yang tidak mampu melihat dan mendengar bahwa pikiran buruknya itu benar-benar nyata tubuhnya melorot lemas.
"Wilaaaa, gue bawain makan siang buat lo" teriak seseorang dan Betapa terkejutnya saat Alaska melihat orang itu adalah Evelyn dan sudah sangat jelas bahwa wanita yang berada di dalam sana bukanlah Evelyn.
" Al lu ada di sini? lu ngapain jongkok di situ?" tanya Evelyn begitu heran.
Alaska mencoba berdiri dan menguatkan dirinya.
Braakk...
Alaska menendang kuat pintu itu tentu saja mengagetkan kedua orang di dalam yang sedang bergulat panas.
Alaska tertawa getir saat melihat Willa yang langsung pucat pasti namun laki-laki itu terlihat biasa saja hanya menutupi intinya dengan selimut.
" Wah, adegan yang cukup panas di siang bolong begini" Sindir Alaska.
" Ayang Aku bisa jelaskan-"
" yang jelas semuanya, WILLA! oh Thomas, pacar dari Evelyn? Benarkah? oh Eve Lihatlah pacar lo menghianati lo sama sahabat" cibir Alaska namun Evelyn hanya menunduk dan tidak terlihat syok sama sekali.
" Alaska, aku-" Willa ingin menjelaskan namun dia bingung karena sudah tertangkap basah.
" kenapa Willa? mau jelasin apa? mau jelasin bahwa kemarin malam itu dia habis bermain denganmu sebelum aku datang? pantas saja kamu menolakku dan besoknya kamu mandi, tidak lupa malamnya kamu menyemprotkan kembali parfum untuk menghilangkan jejak dia bukan?" cibir Alaska.
"ah satu lagi, kamu mengganti sprei saat aku mandi karena itu bekas percintaan kalian berdua" lanjut Alaska dan Willa kalah telak.
" Sejak kapan willa?" tanya Alaska.
" sebelum kalian pacaran!" Thomas lah yang menjawab.
"Apa?" Alaska benar-benar terkejut.
" ya, lo lah selingkuhannya bukan gue! dan satu lagi lo udah ngambil keperawanan cewek gue, brengsek!" serkah Thomas.
" jika bukan karena Willa yang membujuk gue, dari dulu lo udah gue habisin! Hitung berapa kali lo nidurin cewek gue hah? harusnya lo udah gue bunuh Alaska!" Thomas emosi, dia tidak mau kalah dan Alaska terdiam mendengar kenyataan bahwa dirinyalah selingkuhan Willa dan itu sudah berjalan hampir 4 tahun, lelucon macam apa itu?
" Kenapa diam hah?" hardik kembali Thomas.
" kenapa lo nyalahin gue? bukannya seharusnya cewek lo yang disalahin Kenapa dia mau gue tidurin? dan kenapa dia mau jadi cewek gue? gue cukup tau semuanya Dan semua pertanyaan lo, lo bisa tanyain sama cewek lo yang murahan ini!" Alaska menjawab sesantai mungkin, menekan semua perasaan yang berkecambuk hebat di dalam hatinya Selepas itu dia melangkah pergi keluar dari apartemen.
"Willa gila! gue tergila-gila sama cewek SAKIT JIWA! dan gue ikut gila gara-gara dia, BAJINGAAAAAN!" teriak Alaska saat pintu lift terbuka dan alasan melihat seseorang yang dia kenal.
"k-kak jessy?"
.
.