NovelToon NovelToon
Sang Penerus

Sang Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ai Aiy

Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota TOGE.

Ketika melihat cara SING KANG makan yang begitu rakus bagaikan orang kelaparan ngak makan selama setahun, seorang pemuda yang dari tadi terus memperhatikan SING KANG langsung mengeluarkan ucapannya dengan kata kata pedas kepada temannya yang duduk satu meja makan.

"HUHU.. Kakak CENG BENG. Aku muak melihat ada tamu di rumah makan ini yang makannya tidak punya aturan, tidak punya etika. Pengemis kok ada di sin. Rumah makan apaan ini. Baru dikasih makan enak saja, makanya ia jadi begitu!"

SING KANG yang mendengarnya, dia tidak peduli dan terus menikmati makanan kesukaannya dengan begitu lahap. Ia mengaggap cuma nyanyian nyamuk yang suka menggangu kesenangan orang.

Teman satu mejanya yang di panggil kakak CENG BENG mengangkat kepalanya sembari melirik kearah tempat SING KANG makan, ia menjawab.

"HUSSS..Jadi hilang selera makanku melihat ada pengemis bau makan di sini, jangan jangan setelah makan dia tidak sanggup membayarnya dan langsung lari!"

Pengunjung lain yang makan di restoran ini mendengar kata kata itu;

Ada yang tertawa terbahak-bahak dan berkata.

Hahahaha..Aku rasa dia benar benar pengemis yang cuma makan gratis.

Hahahaha..Aku rasa setelah makan dia tak punya uang sepeser pun untuk membayarnya.

Hahahaha..Lihat pakaiannya saja yang sudah sobek sana sini, sepertinya Benar benar seorang pengemis bau.

Ada yang nyengir kuda.

Ada yang menutup mulutnya.

Ada yang tidak peduli.

Ada yang berkata "Ada ada saja"

Tempat itu mulai berisik dengan suara tawa dan di penuhi dengan pikiran mereka masing-masing.

"Hey pelayan. Sini kau! Cepat usir pengemis bau itu yang merusak pemandangan dan selera makanku. Apa restoran makan ini sudah mulai membuat amal dengan membiarkan pengemis bau ikut makan di sini!"

Pelayan yang melayani SING KANG tadi cepat berlari dengan tergesa-gesa kearah meja Tuan Muda CENG BENG. Tuan muda CENG BENG adalah anak seorang kepala keluarga CENG, perkumpulan yang sangat kuat yang ada di kota TOGE ini.

Kota TOGE ini masih di bawah kekuasaan Wali kota SHI RANG. Wali kota SHI RANG memimpin delapan kota, yaitu;

KOTA SUNDARI.

KOTA TOGE.

KOTA GEDE.

KOTA RONDO.

KOTA BLORA.

KOTA MENGGALA.

KOTA APUNG.

KOTA NELAYAN INDAH.

Setelah sampai di depan Tuan Muda CENG BENG, pelayan itu segera membungkuk sedikit memberi hormat dan berkata sedikit agak takut.

"Tidak Tuan Muda CENG BENG, Tuan Muda itu bukan seorang pengemis, aku tidak bisa mengusir pelanggan yang makan di sini. Semua yang makan di sini adalah tamu rumah makan kami" Sang pelayan berkata sembari membela SING KANG.

Mendengar sang pelayan membela SING KANG, CENG BENG sangat marah dan mengebrak meja hingga terdengar bunyi sangat nyaring.

BRAKKK....

"Kurang ajar, apakah kau sudah yakin bahwa dia bukan seorang pengemis bau dan sanggup membayar makanannya. Apakah kau sudah buta!"

Pelayan itu sangat terkejut ketika di bentak dengan keras hingga dia terperanjat kaget sewaktu mendengar suara meja di pukul dengan keras.

Dengan agak ragu ragu sang pelayan itu membalikkan tubuhnya menatap kearah meja SING KANG, kemudian ia berbalik lagi menghadap kemeja CENG BENG sambil menunduk ia berkata tetap membela SING KANG.

"Aku sangat yakin Tuan Muda CENG BENG bahwa Tuan Muda itu bukan seorang pengemis dan sanggup membayar makanannya"

SING KANG yang mendengar suara ribut ribut antara pelayan dan seorang Tuan Muda sedang membicarakan dirinya, ia tidak peduli. Setelah selesai menyantap makanannya.

Dia segera bangkit berdiri dan memanggil pelayan sambil meletakkan beberapa koin emas di atas meja dan berkata.

Kakak pelayan. Ini bayaranku, sisanya ambil semuanya buat kamu!" Ucapnya.

Setelah meletakkan uangnya di atas meja, SING KANG kemudian beranjak berlalu dari tempat tersebut.

Melihat uang yang sangat banyak di atas meja, sang pelayan itu terperanjat kaget sambil menutup mulutnya. Lalu dia berkata.

"Astaga naga ini sangat banyak" Ucapnya sembari berbalik ingin memanggil Tuan Muda SING KANG. Tapi dia sudah berlalu keluar dari ruangan tersebut dan tidak nampak lagi bayangannya.

Ketika SING KANG tengah asyik berjalan menikmati keindahan dan suasana kota TOGE, dia merasakan ada beberapa aura kehidupan yang terus mengikutinya.

Tidak mau ambil pusing, SING KANG terus saja berjalan kedepan dengan santai.

"Hey kau pengemis bau berhenti!"

Mendengar suara bentakan dari arah belakang menyuruhnya berhenti. SING KANG terus saja berjalan sedikitpun tidak menggubrisnya.

"Kurang ajar apa kau tuli, apakah kau pingin mampus!"

SING KANG yang di bentak masih saja tetap tenang terus berjalan, seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa. Tapi ketika ia mendengar suara maki dan suara merendahkan IBU nya, kesabaran SING KANG benar benar habis.

HEY....Pengemis bau! Apakah sewaktu keluar dari rahim ibumu kamu sudah tuli, sehingga ibumu menyesal telah melahirkanmu dan membuangmu di tempa sampah"

Dengan sangat cepat SING KANG berpindah tempat langsung menampar mulut Tuan Muda CENG BENG itu.

PLAKK... PLAKK..

BOOM...

Tubuh Tuan Muda CENG BENG langsung terkapar bersimbah darah di atas tanah. Keadaanya sangat mengenaskan antara hidup dan mati. Antara Rumah Sakit dan Kuburan.

Setelah memberi beberapa tamparan keras kepada Tuan Muda CENG BENG, SING KANG berlalu dari tempat tersebut. Dia tidak peduli orang orang yang ada di sekitar tempat itu menatap kearahnya dengan berbagai tanggapan.

Setelah berjalan selama beberapa menit, akhirnya ia sampai di sebuah penginapan yang sangat megah, penginapan itu terdapat sepuluh lantai.

Berjalan memasuki penginapan tersebut, SING KANG menyewa sebuah kamar VIP lantai atas dengan harga lima ratus koin emas.

Sang pelayan penginapan langsung mengantar SING KANG kelantai atas sembari menyerahkan kunci dan berkata.

"Ini kamar untuk Tuan Muda, silakan untuk dinikmati dengan nyaman. Kalau Tuan Muda butuh pelayanan yang ekstra luar dan dalam.

Ekstra luar seribu koin emas dan Ekstra dalamnya Dua ribu koin emas. Tuan Muda panggil saja saya, oke"

Ucap sang pelayan seksi itu sembari mengedipkan sebelah matanya.

"HMM..Terimakasih Untuk sekarang aku tidak butuh, aku cuma ingin menginap saja" Ucap SING KANG sembari menunduk malu.

Dia masih tetap pemuda ingusan, masih lugu dan polos. Belum pernah mendengar tentang hal hal yang berbau vulgar. Cuma tubuhnya saja yang besar, kekar atas bawah. Tapi umurnya masih remaja tanggung.

"HiHIHIHI....!"

Sang pelayan itu tertawa cekikikan, dia cuma menggoda SING KANG. Karena ia melihat pemuda itu masih lugu, pemalu. Tapi sangat tampan dan manis.

SING KANG semakin tambah malu ketika mendengar suara cekikikan sang pelayan seksi itu, dengan cepat dia membuka pintu kamar tersebut, segera masuk kedalam dan langsung menutupnya kembali.

Setelah sampai di dalam kamarnya, SING langsung melemparkan tubuhnya di atas kasur yang empuk sembari menghembuskan nafas panjang.

HUFFFF...!

"Untung aku cepat cepat masuk kedalam kamar, jika tidak. Aku semakin gugup dan salah tingkah di buat oleh Kakak pelayan seksi itu" Ucap nya.

Tidak berapa lama kemudian, SING KANG pun terlelap tidur dalam buaian berjuta-juta mimpi indah. Di dalam mimpinya tanpa sengaja tubuhnya berbalik kearah kiri dan..

Gedebuk...!

Ketika dia bangun ternyata ia telah berada di bawah lantai kamar. Bukan lagi di atas kasur.

"HAH..! Apa yang telah terjadi denganku semalam? Kenapa aku sekarang berada di lantai. Padahal aku semalam aku tidur di atas kasur?" Gumam SING KANG pelan.

SING KANG semakin kebingungan dan ingin mencari jawaban, tapi kepada siapa?"

Dukung terus cerita ini dengan cara.

Vote

Like.

Suka.

Hadiahnya.

Iklan.

Jangan lupa kritik, saran dan juga masukan.

Ada kelanjutannya pada halaman sebelah.

1
Risa Virgo Always Beau
Sing Kang hebat banget kamu
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Sing Kang bukan lawan kalian aliansi Kandole ini terlalu sombong dia pikir Sing Kang bisa dikalahkan tidak lah yaw🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Bay Klin dengan kau ikut tuan muda Sing Kang kau nanti dapat membalas aliansi Kandole itu tenang saja 🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kau tunggu saja giliranmu Mo King para pengawalmu sudah mati semuanya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
selama ada Sing Kang aman seluruh keluarga Sing dan Kang 🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
lanjutkan 🤭
Ros 🍂
semangat Thor 💪🏽
Yu Yub
Lanjut kakak
Yu Yub
Jos deh...
Yuli Yulia
Semangat
Yuli Yulia
Kuatkan dirimu.
Yu Yub
Ngak akan
Yu Yub
Tentulah
Yuli Yulia
Nah, ngaku kan
Yuli Yulia
Aku tidak kok
Yu Yub
Dari sana
Yu Yub
Aku juga sama
Yuli Yulia
Dari sini
Yuli Yulia
Aku tidak kok
Yu Yub
Apa dia sakit, aku rasa dia sakit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!