NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Hari Akad yang seharusnya bahagia

Hari H akad pernikahan akhirnya tiba.

Hari yang selama ini dipersiapkan dengan penuh kesederhanaan, yang menjadi titik awal kebahagiaan bagi Alya dan Zidan.

Pagi itu, suasana rumah Alya terasa berbeda.

Tidak terlalu ramai, tidak berlebihan. Namun terasa hangat.

Umi sibuk sejak subuh mempersiapkan semuanya. Sedangkan, Abi sudah bersiap dengan pakaian terbaiknya.

Dan di kamar…..Alya duduk di depan cermin.

Tangannya merapikan hijab dengan perlahan.

Wajahnya tenang. Namun di dalam hatinya…

ada debar yang tidak bisa disembunyikan.

“ Bismillah… ” bisiknya pelan.

Hari ini…

ia akan benar-benar melangkah ke kehidupan yang baru.

Di luar kamar, Faris berdiri diam.

Ia menatap pintu kamar kakaknya cukup lama.

Hatinya tidak setenang wajahnya. Apa yang ia ketahui…...terus menghantui pikirannya.

“ Apa aku harus menghentikan ini…? ”

Namun pertanyaan itu tidak pernah ia jawab.

Di sisi lain…...Zidan juga sedang bersiap.

Ia duduk diam, mengenakan pakaian rapi yang jarang ia pakai sebelumnya. Di hadapannya, ayahnya berbicara pelan.

“ Ini bukan main-main, Zidan. Ini tanggung jawab. ”

Zidan hanya mengangguk.

Namun untuk pertama kalinya…

kata “tanggung jawab” terasa berat.

Beberapa saat kemudian, rombongan Zidan tiba di rumah Alya. Suasana berubah sedikit lebih ramai. Namun tetap terjaga dengan baik.

“Assalamu’alaikum,” ucap ayah Zidan.

“Wa’alaikumussalam,” jawab Abi dengan hangat.

Mereka dipersilakan masuk. Zidan melangkah masuk. Matanya sempat berkeliling sejenak…

lalu berhenti pada Alya yang tampak sangat cantik dengan balutan baju dan kerudung putih ( khas pernikahan pada umumnya).

Alya duduk dengan tenang, dengan pandangan yang tertunduk. Namun kehadirannya… terasa berbeda.

Zidan mengalihkan pandangan.

Entah kenapa…..ia tidak berani menatap lebih lama.

Tak lama penghulu datang dan acara dimulai.

Semua duduk dengan rapi.

Suasana perlahan menjadi hening.

Abi berbicara terlebih dahulu.

“ Alhamdulillah… hari ini kita berkumpul untuk melaksanakan akad nikah… ”

Suara beliau tenang. Namun penuh makna.

Faris duduk di belakang, dengan tangannya saling menggenggam erat. Matanya sesekali menatap Zidan.

“Apa dia benar-benar akan melakukan ini…?”

Proses ijab kabul pun dimulai.

Zidan duduk di depan wali.

Tangannya sedikit gemetar.

Namun ia berusaha menenangkannya.

“ Ijab… ”

Suara Abi terdengar jelas.

Zidan menarik napas dalam.

Satu detik.

Dua detik.

“Saya terima nikahnya…”

Kalimat itu terucap.

Lancar.

Jelas.

“ Sah ! ”

Suasana seketika berubah.

Ucapan syukur terdengar.

Beberapa orang tersenyum haru.

Alya menunduk. Air mata jatuh perlahan.

Bukan karena sedih. Tapi karena haru.

Namun di sudut ruangan…

Faris tidak tersenyum sepenuhnya. Ia menghela napas panjang.

“ Sudah terjadi…”

Di sisi lain, Zidan duduk diam.

Semua orang mengucapkan selamat.

Namun pikirannya… tidak sepenuhnya di sana.

Taruhan itu kembali terlintas.

" 50 juta "

Namun anehnya…

kali ini tidak terasa menyenangkan.

Ia melirik sekilas ke arah Alya. Gadis itu masih menunduk dan tenang.

Dan untuk pertama kalinya…

Zidan merasa ada sesuatu yang menekan dadanya.

Acara berlangsung sederhana.

Tidak ada yang berlebihan.

Namun cukup untuk menjadi saksi…

bahwa dua orang yang sangat berbeda kini telah terikat dalam satu hubungan.

Menjelang sore, suasana mulai tenang kembali.

Tamu mulai berkurang. Alya duduk sendiri di kamarnya. Masih mencoba memahami semua yang terjadi hari ini.

“Alhamdulillah…” bisiknya pelan.

Sementara itu, Faris berdiri di luar.

Matanya menatap kosong ke arah halaman.

Ia tahu…..ia sudah terlambat untuk mencegah.

Namun belum terlambat…..untuk mengungkapkan kebenaran.

Dan tak lama…..Zidan berdiri sendirian.

Ponselnya bergetar. Satu pesan masuk.

“ Selamat ya, Dan. Siap-siap duit cair 😏”

Zidan menatap layar itu cukup lama.

Namun kali ini… ia tidak tersenyum sedikitpun.

Ia hanya diam, dengan perasaan yang mulai berubah…..tanpa ia sadari sepenuhnya.

Hari itu…

yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan,

ternyata juga menjadi awal dari ujian yang lebih besar.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!