NovelToon NovelToon
Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Shelly Husein

Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menetapkan rencana.

Damien membuka matanya. Lalu membuka layar hape dan langsung mengetikkan pesan dengan cepat.

Damien menghubungi Aling, ibu mertuanya yang sekarang sedang bersama dengan anak-anak nya.

“Assalamu’alaikum, Ma..gmana kabar anak-anak ya Ma ? Mereka sudah mulai sekolah? Bayu dibawa kesini aja, Ma... karena TK nya lebih dekat dari rumah ini “ , Tulis Damien dalam aplikasi pesan kepada mertuanya.

Saat terkirim, dia mengecek jam digital yang tercantum dibawah pesan . Jam 09.50 wib.

Anak-anak seharusnya sudah sekolah, kemungkinan Aling membalas pun mungkin dalam beberapa menit lagi.

Dan akhirnya, dia pun mencoba menelpon istrinya kembali, dimulai dari telpon via aplikasi pesan, dimana setelah beberapa saat, panggilan tertulis hanya MEMANGGIL , bukan Berdering.

Lalu dia mencoba lagi, kali ini menelpon denga pulsa, dan kali ini terdengar jawaban robot operator :

“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan “...

Brengsek !!!

Ingin rasanya Damien meremas hapenya sampai hancur. Tapi itu kan tidak mungkin.

Dan akhirnya, yang dilakukan Damien adalah kembali ke aplikasi pesan untuk menghubungi kembali Mama mertuanya.

: “ Ma, telpon Lidya masih belum aktif, saya khawatir hapenya hilang di perjalanan ya, Ma “

Lalu dia terdiam, berpikir cukup lama..menimbang-numpang.

“untuk laporan kehilangan di kepolisian kemarin, sudah ada kabarnya kah, Ma ?... rencananya nanti saya coba pergi ke kantor Lidya untuk menanyakan dia. “.

Damien berhenti mengetik kembali, lalu menghela nafasnya.

“ Tolong diinfokan ke saya ya Ma, setiap perkembangan dari kepolisian mengenai laporan nya”.

Damien berhenti mengetik kembali. Dia mengerutkan keningnya.

Dia cek kembali benar-benar pesan yang dia tulis kan sebelum akhirnya dia menekan tombol kirim.

Damien termenung setelah pesan nya terkirim . Lalu dia memutuskan untuk bersiap-siap pergi ke kantor Lidya, tidak perlu menunggu pesan balik dari mertuanya, toh sama saja... nanti pasti dia yang akan di desak untuk pergi kesana juga. Lidya itu kan istrinya, masa dia tidak mau mencoba mencari nya sendiri ? Nanti bisa-bisa dianggap hal aneh oleh mereka, pasangannya hilang tapi tidak dicari oleh diri sendiri.

Damien bergegas mencari barang-barang yang diperlukan. Tak lupa dia membawa pulpen dan bahkan notebook berukuran mungil yang kebetulan dia sempat beli saat mengantarkan Morin ke toko buku untuk membeli peralatan sekolah menjelang semester baru kemarin.

Tidak tahu kenapa dia iseng membeli notebook mungil itu, yang sebenarnya dia belikan untuk anaknya, tapi ternyata baik Bayu tidak tertarik dan Morin sendiri menggelengkan kepala saat di sodorkan notebook itu.

“ Ini berguna loh kak...kalau kamu ingin menulis sesuatu, ga perlu robek-robek buku tulis, taruh aja disini ..” Damien mencoba menjelaskan.

Tapi Morin malah melihat dia dengan tatapan bingung.

“Aku ga mau nulis-nulis lagi kalau sudah selesai sekolah, PR juga aku kerjain di rumah aja. Ga perlu notebook kayak gitu. “ Jawab Morin.

Pada akhirnya, Damien tetap memasukkan notebook itu kedalam keranjang belanja, bersama dengan peralatan sekolah lainnya yang di beli untuk Morin dan Bayu, sementara yang dia ingat, saat itu Lidya, istrinya sudah mengeluh tidak enak enak badan dan memutuskan untuk menunggu mereka semua di salah satu restoran dengan menu lokal yang masih berada di lokasi lantai yang sama, di Mall yang tidak jauh dari perumahan mereka.

Dan setelah membayar semuanya, dia dan anak-anak bersama Nunuk yang mengiringi Bayu berjalan keluar toko buku tersebut untuk menuju ke salah satu restoran dimana Istrinya sudah menunggu dan sudah pula memesan makanan untuk mereka semua.

Damien memasukkan notebook itu kedalam tas bahunya. Dada nya terasa sedikit sesak mengingat momen itu, namun dia memaksakan pikiran nya untuk beralih ke lokasi kantor Lidya dan rute menuju kesana. Karena itu, tujuan dia pergi keluar pagi ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!