NovelToon NovelToon
Petualangan Bintang ( Han Le)

Petualangan Bintang ( Han Le)

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

karena Ayahnya tewas di tangan Arya saat melakukan Pemberontakan Nirmala pergi ke negeri Bharat, guna belajar ilmu kanuragan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

latihan dasar Kuil Shaolin

Han le beberapa kali hampir jatuh , selama naik membawa air ke kuil Shaolin

" Huh, sampai juga" ucap Han le saat sampai di kuil , ia menurunkan tong kayu yang di bawanya

" La airnya tinggal setengah!" Han le kaget saat melihat air yang di bawanya hanya tinggal separuh, sedangkan tong Kayu milik Lim Hoa masih penuh

" He he he, wajar kalau tinggal setengah, dulu aku hanya tinggal seperempat pertama kali mengambil air" Lim Hao yang melihat itu tertawa kecil, dia juga pertama kali mengambil air ternyata lebih parah dari Han Le, ia bahkan harus balik lagi saat sudah hampir sampai kuil karena terjatuh dan airnya tumpah.

" ternyata susah yah, tanganku pegal karena harus membawa dengan tangan terentang" keluh Han Le yang merasa tangannya seakan mau lepas dari sendinya

" Awalnya memang begitu, tetapi nanti akan sangat berguna bagi kita Han te ( adik han) " Ucap Lim Hao sambil menaruh tong kayu yang sudah kosong

" Maksud twako ini sebenarnya sedang berlatih?" Tanya Han Le,

"Iya, ini untuk melatih kekuatan lengan kita dan juga langkah kita" Sahut Lim Hoa ia memasang kuda kuda dan merentangkan tangan nya " Kau naiklah ke lenganku, jangan menggunakan ilmu meringankan tubuh " Seru Lim Hao,

" Apa lenganku kuat twako jika aku naik kesana?" Han le berkata ragu takut menyakiti Lim Hao

" Baiklah, biar kau tahu guna mengambil air dengan tangan terentang Han Te," Ucap Lim Hao

" Baik aku akan naik, bersiaplah Twako" Han le dengan sekali loncat naik ke lengan Lim Hao, Lim Hao tersenyum saat melihat han le sudah naik ke lengannya

" Bagaimana hasil latihan ku?" Seru Lim Hao bangga

" Iya Twako lengan mu sangat kuat , kalau begitu ayo kita mengambil air lagi eh-" Ucapan Han Le terpotong karena Lim Hao dengan tiba tiba bergerak

" Brugh"

" Aduuuh" Han le mengusap pantatnya yang terasa sakit karena terjatuh

" Ha ha ha, Han te kau kurang waspada" Lim Hao tertawa berhasil mengerjai Han Le.

" Ah Twako jahil" Gerutu Han Le, ia mengambil tong kayu " Ayo kita ambil air lagi" Ajak Han Le tak sabaran.

Selama menunggu tetua Kong Hui, Han Le mengambil air bersama Lim Hao setiap pagi dan sore, siang nya Han Le hanya beristirahat sambil bersemedi. Sedangkan Lim Hao berlatih bersama murid yang lainnya. Tubuh Han Le belum terbiasa jadi setelah mengambil air ia beristirahat.

Satu bulan setelah mengambil Air kini Lim Hao di pindahkan mencari kayu bakar, tetapi mereka hanya di beri kapak yang tumpul yang tak pernah di asah.

" Twako, kita asah dulu kapak kita!" Ajak Han Le yang mendapat kapak sangat tumpul

"Eh, ga boleh memang harus begini " Cegah Lim Hao yang melihat Han Le akan mencari batu pengasah

" Kita harus menebang pohon dengan kapak tumpul ini?" Tanya Han Le heran

" Iya ini untuk melatih gerakan tangan kita dan mengatur tenaga dengan tepat" Sahut Lim Hao

" Kalau begitu memotong satu pohon bisa sangat lama?" Gumam Han Le

" Tidak juga, kau nanti lihat saja yang lainnya menebang pohon " Sahut Lim Hao sambil membawa tali dari serat pohon

Mereka berjalan ke hutan yang ada di sisi kanan kuil di mana hutan lebat

" Kita cari dahan dan pohon mati " Seru Lim Hao saat masuk ke hutan itu

" Iya twako" Sahut Han Le cepat

Mereka melihat dahan dahan yang bisa di ambil.

" Twako, mengapa ada murid yang tidak gundul ?" Tanya Han Le yang melihat ada beberapa murid tidak gundul seperti biksu pada umumnya

" Itu murid luar, masih dalam percobaan, setiap yang ingin menjadi murid Shaolin akan di beri masa uji coba menjadi murid luar" Sahut Lim Hao

" Itu ada pohon yang mengering " Han Le menunjuk salah satu pohon yang daunnya menguning dan berguguran.

" Ayo kita tebang" Ajak Lim Hao

" Dung"

"Aduuuh"

Han Le yang bersemangat mengayunkan kapaknya sekuat tenaga, namun karena ia sekuat tenaga kapak itu malah memantul

" Perhatikan , gerakanku" Lim Hao yang melihat itu mengajarkan cara menebang menggunakan kapak tumpul itu

" Traak"

" Traak"

Lim Hao menggerakan kapaknya dengan menyerong,

" Jangan gunakan tenaga penuh tapi alirkan tenagamu , biarkan tenagamu yang memotong kapak hanya sarana" Ucap Lim Hao, tak membutuhkan waktu lama pohon sebesar tubuh orang dewasa itu roboh

" Hebat twako" Han Le mengacungkan jempolnya

" Kau juga akan bisa nanti Han te, tetapi harus sering latihan" Sahut Lim Hao.

Setelah mendapat kayu bakar yang cukup mereka kembali ke kuil

Siang itu ia tak merasa terlalu lelah sehabis mencari kayu bakar, ia ikut bersama dengan Lim Hao berlatih

Di pelataran luar, ratusan Murid berlatih dengan rapih , pelataran luar itu terbagi menjadi empat tempat murid berlatih, ada yang melatih jurus tangan kosong ada yang berlatih toya dan ada juga yang berlatih pedang

Han le mengikuti Lim Hoa yang akan berlatih jurus tangan kosong

" Twako, ini latihan jurus apa?" tanya Han Le , tak bisa ikut latihan karena statusnya masih menunggu keputusan dari para tetua

" ini jurus Lohan, ciptaan Tat Mo Causu awal mendirikan Kuil Shaolin, dulu ini hanya untuk menyehatkan badan karena Tat Mo Causu sering melihat para muridnya sering sakit karena lama duduk membaca Liangkeng" Tutur Lim Hao.

" aku melihat dari sini apa boleh?" tanya Han Le, karena seingatnya melihat seseorang sedang berlatih adalah hal tabu.

" Kuil Shaolin tak melarang jika hanya melihat tetapi lainnya halnya jika mempelajari dan menggunakan untuk niat yang tak baik

Han Le mengangguk mengerti, ia duduk sedikit jauh dari mereka yang sedang berlatih

tiba tiba para murid yang sedang berlatih memecah menjadi beberapa kelompok, ada yang tiga orang dalam satu kelompok , ada yang lima, tujuh orang dan yang paling banyak berjumlah delapan belas orang.

melihat Lim Hao ikut dalam barisan yang berjumlah sembilan orang ia memperhatikan dengan seksama ternyata mereka membentuk satu barisan , saat guru yang melatih mereka bergerak dengan gerak berbeda namun serasi, Han Le semakin tertarik melihatnya ia memperhatikan satu persatu gerak jurus mereka, dan saat ia melihat ke arah kelompok biksu yang berjumlah delapan belas orang ia kaget karena wibawa kelompok itu terasa menekan, setiap orang dalam kelompok itu melakukan satu jurus yang berbeda, hingga kelompok itu dalam satu gerakan ternyata melakukan delapan belas Jurus Lohan secara lengkap.

Han Le yang memperhatikan dengan seksama

secara perlahan menyerap jurus jurus itu, dan ingat semua jurus delapan belas Lohan walau secara kasar.

Sore harinya setelah beres berlatih Lim Hao mengajak ke sungai untuk membersihkan diri.

" Ayo kita balapan, siapa yang sampai sungai duluan harus di beri bakpao " tantang Lim Hao. makanan di kuil Sholin memang hanya sayuran dan Bakpao isi sayuran, mereka berpantang makanan bernyawa dan juga tak boleh minum arak, walau dalam masa tahanan yang menunggu Han Le juga mendapat jatah dua Bakpao setiap jam makan, jam sembilan, jam dua dan jam tujuh.

" ayo siapa takut" timpal Han le

" Wush"

" Twako curang!" teriak Han Le karena baru saja ia menyanggupi tantangan berlari , Lim Twako sudah melesat lebih dulu

" Ayo kejar, kalau Han Te mampu aku akan memberi jatah Bakpao ku satu padamu!" balas Lim Hao tapi tak mengurangi kecepatan berlarinya

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!