Wei Ying adalah wanita single berusia 35 tahun yang memiliki hobi membaca web novel.
Wei Ying merasa iba pada karakter jahat dalam web novel yang ia baca, meski jahat karakter itu memiliki masa lalu yang kelam. Lalu karena terlalu terbawa suasana, ia berkata..
"Jika aku yang menjadi ibunya, aku pasti akan memberinya kasih sayang dan masa kecil yang bahagia.."
Kemudian, seolah menganggap omong kosong itu sebagai doa, layar handphonenya menyeret Wei Ying masuk.
Kini, Wei Ying menyesali perkataannya. Namun, bubur sudah jadi nasi. Ia bertekad untuk mengubah ending novel, dimana dirinya mati mengenaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyKucing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18 Real Ibu tiri yang Jahat!
Lu Shu menatap Wei Ying yang sedang menaikan barang-barangnya ke atas gerobak. Tidak banyak, hanya beberapa bungkus pakaian dan barang-barang penting saja.
"Ibu.." panggil Lu Shu.
Wei Ying menoleh, "Iya?"
Lu Shu tampak ragu, tapi di sisi lain ia sudah tak bisa menahan perasaan ingin tahunya. "Mengapa ibu membagikan makanan itu pada mereka, bukankah itu sangat berharga?!"
Wei Ying menahan tawa saat mendengar anak itu bertanya dengan raut wajah yang cemas seperti itu, "Astaga. Tak apa, nak.. bukan tanpa alasan aku memberikannya kok." ujarnya.
Lu Shu semakin tak mengerti. Wei Ying yang tau akan itu, tertawa kecil.
"Kamu lihat saja nanti.." ujarnya, "Ingat, Ibu mu ini sangat pendendam dan sadis.. oke!" timpalnya dengan senyum manis, berbanding terbalik dengan kata yang di ucapkannya.
Setelah semua barang di angkat ke dalam gerobak, Wei Ying bersama ke tiga anak itu segera pergi dari sana. Namun, saat baru melewati pintu gerbang kediaman Wei. Dari jauh adik dan bibi Wei Lu datang.
"Satu lagi..." bisik Wei Ying.
Wei Ying diam menunggu ke dua orang itu mendekat, dan saat sudah dekat. Ia melempar sebuah kunci rumah ke arah adiknya.
"Tangkap!" seru Wei Ying.
Wei Xang dengan gesit menangkap benda yang di lemparkan itu.
"Untuk mu.." ujar Wei Ying.
Wei Xang dan Bibinya yang hendak meluapkan emosi seketika tertahan, lalu bertanya dengan bingung.
"Untuk apa? Kenapa memberikan kunci rumah kediaman Wei padaku?" tanyanya.
"Aku akan pergi untuk beberapa Minggu, jaga rumah ya!" sahut Wei Ying sambil berjalan pergi di ikuti oleh tiga anaknya.
Wei Xang menatap kunci di tangannya lalu beralih menatap ke arah bibinya. Tanpa rasa curiga apapun, ia segera menerobos ke dalam rumah.
"Hahaha, kita tak perlu bingung untuk makanan, Bibi!" teriak Wei Xang.
Wanita itu mengangguk dan menyahut, "Benar, kita bisa santai sekarang dan menghabiskan bahan makanan di rumah Wei."
Sedangkan itu di jalan, Wei Ying terkekeh geli sendiri mengundang tatapan aneh dari ketiga anaknya. Saat sedang berjalan di jalanan desa yang mengarah ke gerbang keluar desa, tiba-tiba saja terdengar teriakan seseorang di belakang.
Seorang pria muda terlihat berusaha mengejar Wei Ying dan anak-anak, tapi ada yang aneh. Pria itu terlihat sempoyongan dan wajahnya pucat, lalu saat pria aneh itu semakin dekat, samar-samar tercium bau busuk yang membuat perasaan mual dan ingin muntah.
"Ny-nyonya.. Wei..." panggil pria itu saat jarak mereka sudah 5 meter.
Pria itu langsung ambruk, tapi masih berusaha untuk mendekat dengan cara merangkak.
Lu Xue yang melihat pria itu memekik takut, "Kak, paman itu kenapa?" serunya.
Lu Shu bukannya menjawab malah termenung dengan raut ngeri menatap ke arah pria itu.
"Ayo, lanjut jalan anak-anak.." seru Wei Ying sambil mengangkat Lu Xue dan Lu Bao ke atas gerobak kecil itu.
Wei Ying lalu menuntun Kuda itu keluar desa. Meninggalkan pria itu yang semakin kepayahan berusaha mengejar mereka dengan merangkak.
"Ibu.." panggil Lu Shu.
"Ibu mencampur daging yang ibu bagi tadi dengan beberapa tetes racun serangga. Entah mereka bodoh atau apa, bau racun itu harusnya masih tercium." ucap Wei Ying.
Lu Xue menutup mulutnya dengan tangan, Lu Bao tersedak roti yang di makannya dan Lu Shu nyaris tersandung batu.
"Ibu Wei... sungguh kejam!" batin ketiga bocah itu dengan ngeri.
garam sama gula pada burek warna nya🤭🤭🤭