NovelToon NovelToon
Pangeran KW Salah Server

Pangeran KW Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Fantasi Isekai / Komedi
Popularitas:755
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Kiano (18), remaja narsis asal era 2050, apes total! Tersesat di stasiun kuburan tua, ia malah mencabut golok pusaka dan membebaskan Tengkorak Hideung, jin buronan yang kini menempel padanya.

Niatnya mau pulang ke Jakarta Barat, Kiano malah terdampar di Kerajaan Bunian dan dikira Pangeran Wirasada yang kabur. Alhasil, kaus mewahnya disita, menyisakan kolor kuning Upin-Ipin, dan ia dipaksa ikut Kencan Buta Maraton dengan ratusan putri jin yang wajahnya bikin jantungan! Tanpa sinyal 6G dan dikepung dedemit Sunda kuno, mampukah pangeran KW ini selamat dari kejaran dan penyihir peminum darah, Nini Kalingking?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Penyamaran Ratu Jahat

Nyi Ratu menyeka sisa darah di sudut bibirnya, memperlihatkan seringai monster setingkat hantu kuno yang mengerikan. "Darah keturunan bangsawan murni memang tidak pernah mengecewakan. Rasanya jauh lebih manis daripada darah para perawan bunian di pasar gaib. Ahahaha!"

Nyi Ratu seketika menghentikan tawa jahatnya. Ia menatap Wirasada dengan pandangan yang mengintimidasi. "Kau tidak akan pernah bisa kabur dari tempat ini, Pangeran!"

Sebelum korbannya sempat membuka suara, ratu yang licik itu langsung menghilang ditelan kabut hitam pekat. Ia bergegas menuju Istana Mandala Hyang demi memastikan kebenaran ucapan Ginanda dan Ninanda.

Namun sebelum memunculkan diri di sana, Nyi Ratu mengubah wujud aslinya menjadi seorang gadis remaja yang cantik jelita bak idol K-Pop papan atas. Ia mendarat mulus di dalam kamar milik Pangeran Wirasada—kamar yang saat ini ditempati oleh Kiano—sembari menyamar sebagai seorang dayang istana.

Begitu mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, Nyi Ratu mendapati kamar itu kosong melompong. "Mana mungkin pangeran itu ada di sini? Sudah jelas dia masih tersegel di tempat persembunyianku. Kedua murid bodohku itu benar-benar harus diberi pelajaran!" desisnya tajam.

Namun, siapa sangka? Nyatanya Kiano sedang tertidur pulas di atas sebuah kursi malas panjang yang posisinya terhalang oleh lemari besar. Tepat setelah perundingan bersama Dharma dan Ki Saron selesai tadi, Kiano memang sengaja menyuruh mereka memindahkan lemari segede gaban itu. Ia menggeser sofa mewahnya ke balik lemari karena ingin memiliki tempat persembunyian khusus yang estetik untuk rebahan.

"Eh, Mbak! Berisik amat, sih, lo? Gue lagi bobo siang menjelang sore nih," gerutu Kiano setengah sadar. Karena matanya masih mengantuk, ia tidak melihat jelas wajah wanita itu. Ia hanya mengira sosok itu adalah dayang istana biasa.

"Mau apa masuk ke kamar gue? Mau mandiin gue lagi, ya?"

Mendengar suara pria dari sudut tak terduga, Nyi Ratu kaget bukan main. Didorong rasa penasaran, ia pun melongokkan kepalanya ke balik lemari besar tersebut.

"K-Kau... Kenapa kau bisa ada di sini?!"

Tangannya bergetar hebat, menunjuk lurus ke arah Kiano yang sedang berbaring santai.

Kiano yang baru saja memejamkan mata terpaksa bangun karena tidurnya diganggu. Namun, urat kesalnya mendadak putus. Matanya langsung melotot segar begitu melihat kehadiran seorang dayang yang luar biasa cantik dan belum pernah ia temui selama terlempar ke dunia gaib ini.

"OMG! Mimpi apa gue barusan, bisa ketemu bidadari spek idol begini?!" gumam Kiano heboh. Ia buru-buru membetulkan posisi duduknya, berdehem pelan, lalu memasang wajah sok keren. "Ehem... Kenalin Mbak, eh, Neng Cantik. Nama Abang ini... Pangeran Jungkook yang tampan."

Kiano mengulurkan tangannya tanpa tahu malu.

Nyi Ratu perlahan melangkah mundur dengan tubuh yang masih syok. "Siapa kau sebenarnya?!"

"Oh, jadi Neng mau tahu nama asli Aa yang ganteng ini, ya? Neng pasti dayang baru di istana ini, kan? Oke, kalau gitu. Nama Aa ini Pangeran Wirasada."

Nyi Ratu masih membeku di tempatnya, sama sekali tidak berniat menerima uluran tangan Kiano.

Merasa diabaikan, Kiano dengan santai menarik kembali tangannya, lalu berpura-pura merapikan rambutnya dengan gaya sok cool.

"Aa—eh, maksudnya saya maklumi, kok. Mungkin Neng Cantik ini sedang terpesona dengan ketampanan paripurna yang saya miliki. Tidak usah heran begitu. Di luar sana, banyak wanita cantik yang antre dan berebut cuma buat date sama saya. Namun, saya menolak mereka semua demi menjaga kualitas diri. Tapi... kalau Neng yang satu ini mau kenal lebih jauh sama saya, saya sih hayu-hayu aja!"

Bicara apa dia? Jelas-jelas dia bukan Pangeran Wirasada. Dia ini cuma pemuda gila yang nyasar!' batin Nyi Ratu kesal, meski di luar ia tetap mempertahankan wujud idol K-Pop miliknya.

Tak ingin penyamarannya terbongkar terlalu cepat, ratu yang licik itu langsung memasang raut wajah akting, pura-pura panik bin amnesia. "A-Aduh... Mohon maafkan kelancangan hamba, Yang Mulia Pangeran. Hamba memang dayang baru di istana ini. Hamba benar-benar tidak tahu jika Anda adalah Pangeran Wirasada yang tersohor itu," ucapnya sembari membungkuk dalam dengan gaya yang dibuat sedramatis mungkin.

"Oh, tidak apa-apa, Neng. Saya maafkan dengan berlapang dada," sahut Kiano sembari tersenyum manis, merasa di atas angin karena dipanggil "Yang Mulia".

"Namun... apakah pangeran tertampan di kerajaan ini boleh tahu siapa namamu, wahai Neng Cantik?"

'Jangan sembarangan menanyakan nama seorang gadis di tempat asing, Tuan. Dia bisa saja salah paham, atau yang lebih buruk... dia mungkin memiliki rencana jahat untuk mencelakaimu,' interupsi suara berat Ki Saron tiba-tiba menggema di kepala Kiano.

Roh panglima itu kebetulan baru saja terbangun dari tidur gaibnya. Namun, Ki Saron sendiri belum menyadari bahwa gadis jelita di hadapan mereka sebenarnya adalah musuh bebuyutan yang paling ia benci.

Sihir penyamaran tingkat tinggi yang digunakan Nyi Ratu benar-benar sempurna untuk mengecoh indra gaibnya. Berbeda dengan Ginanda dan Ninanda—dua wanita jadi-jadian yang ia hajar di hutan tempo hari—wajah dan aura dayang baru ini benar-benar tertutup rapat oleh ilusi sihir murni.

'Lo bisa diam enggak, sih? Enggak usah nongol di waktu yang enggak tepat! Sirik aja lo kalau melihat gue dekat sama cewek cakep,' batin Kiano membalas ucapan Ki Saron dengan sangat ketus.

Nyi Ratu Ratih Kemuning berdehem kecil. Ia tersenyum sembari menunduk dalam demi menyempurnakan aktingnya sebagai dayang polos. "Nama hamba Teratai, Pangeran."

"Wah, namanya unik ya, kayak nama bunga. Cantik," puji Kiano blak-blakan.

"Terima kasih atas pujiannya, Pangeran. Maaf kalau hamba lancang... berhubung hamba ini dayang baru di sini, apakah Anda berkenan untuk mengobrol sedikit lebih lama dengan hamba?" ucap Nyi Ratu dengan nada suara yang sengaja dibuat terdengar misterius.

"Aduh, boleh banget, Neng! Kalau bisa mengobrol sampai malam juga Aa hayu aja!" sahut Kiano bersemangat. Dalam hatinya, ia sudah bersorak kegirangan.

‘Tuan, sadarlah! Jangan mudah tergoda oleh pesona luar semata. Ingat, di dalam tubuhmu ini juga ada aku!’ Suara berat Ki Saron kembali bergema di kepala Kiano, terdengar sangat frustrasi menghadapi tabiat tuannya.

Kiano sama sekali tidak menghiraukan peringatan sang jin jawara. Ia justru melangkah maju, lalu menuntun tangan lembut gadis bernama Teratai itu untuk duduk di atas ranjang emasnya yang megah. "Duduk dulu di sini, Neng. Biar mengobrolnya lebih nyaman."

"Apakah... tidak apa-apa jika hamba yang seorang dayang duduk di atas ranjang suci Anda?" tanya Nyi Ratu, pura-pura sungkan bin takut.

"Gak apa-apa. Kalau buat kamu, apa sih yang gak boleh di istana ini? Ayo sini duduk. Atau... kalau mau duduk di pangkuan Aa juga boleh banget, kok," tawar Kiano tanpa tahu malu.

Nyi Ratu yang akhirnya mendudukkan diri di pinggir ranjang sontak tertegun sejenak. ‘Dia benar-benar bukan Wirasada. Sikap dan bicaranya berbeda jauh bak bumi dan langit. Pemuda gila ini sama sekali tidak punya urat malu!’ batin sang ratu bermuka dua menahan kesal.

"Nah, sekarang Neng Teratai mau mengobrol apa sama Aa? Mau tanya-tanya soal isi istana ini, atau tempat-tempat seru di sekitar kerajaan juga boleh banget, kok. Aa siap jawab semuanya!" ucap Kiano dengan rasa percaya diri tingkat dewa.

Padahal, kenyataannya ia sendiri baru dua hari terdampar tinggal di tempat ini. Jangankan hafal seluk-beluk kerajaan, Kiano bahkan sering tersesat karena istana Mandala Hyang ini luasnya minta ampun, tinggi, dan megah bukan main.

Ia sendiri sering kelelahan jika tidak menggunakan fasilitas lift ghaib untuk naik ke lantai tertinggi kedaton—tempat ruangan kamarnya saat ini berada—yang ketinggian bangunannya terbukti sukses menyaingi kemegahan gedung Burj Khalifa di dunia manusia.

"Begini, Pangeran, hamba tidak akan menanyakan tentang megahnya Istana Mandala Hyang ini," ucap Nyi Ratu lembut, memotong kalimat Kiano dengan ketukan nada yang diatur rapi. "Hamba cuma mau tahu... apakah selama seminggu ini Anda pernah pergi ke suatu tempat? Misalnya, berkunjung ke kuburan wingit yang letaknya dekat dengan stasiun ghaib di negeri kita ini?"

1
Protocetus
Wuih cepet amat nulisnya Thor 💪
Soobin Chan: lumayan, udah hampir setahun juga nangkring di lapak sebelah. dari jaman bapaknya kiano SMA sampai punya anak. dan anaknya sekarang pindah kesini😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!