ig: @namemonarch
Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.
"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."
Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17 — Panen di Tengah Kekacauan
Aula makam kuno yang semula sunyi kini telah berubah menjadi medan pertempuran yang dipenuhi hawa dingin membeku dan aroma logam berkarat yang menyengat indra penciuman. Fragmen pedang hitam yang melayang di atas altar terus bergetar hebat, mengeluarkan dengungan rendah yang frekuensinya mampu menggetarkan tulang-tulang di dalam tubuh. Kapten Lei, yang terkapar mengenaskan di dekat pilar batu yang retak, berusaha keras menahan rasa sakit luar biasa. Energi korosif dari pedang itu mulai menjalar dari telapak tangannya yang hancur menuju bahu, menghitamkan setiap pembuluh darah dan membakar jalur meridian yang dilewatinya.
"Kalian... bantu aku! Ambilkan... obat penawar di kantong pinggangku sekarang!" teriak Kapten Lei dengan suara parau yang nyaris habis, matanya menatap penuh harap kepada kedua anak buahnya.
Namun, harapan itu pupus seketika. Kedua tentara bayaran yang tersisa sama sekali tidak bergerak sedikit pun untuk menolong pemimpin mereka. Melalui Pupil Penembus Ilusi, Ye Chen melihat pemandangan yang sangat kontras di dada mereka. Warna hijau keserakahan yang tadinya meluap, kini telah bermutasi menjadi warna merah gelap yang pekat—niat membunuh yang murni dan tanpa ampun. Dalam kalkulasi dingin mereka, membagi harta karun sebanyak ini dengan seorang kapten yang sekarat jauh lebih tidak efisien daripada memilikinya berdua saja. Dunia tentara bayaran tidak mengenal kesetiaan saat dihadapkan pada tumpukan batu spiritual yang mampu mengubah nasib.
"Maaf, Kapten. Luka itu terlalu parah, bahkan untuk seorang ahli alkimia sekalipun. Lebih baik kau beristirahat selamanya di sini, dan kami akan memastikan semua batu spiritual ini tidak terbuang sia-sia," ucap salah satu tentara bayaran sambil menyeringai kejam, tangannya mulai menghunuskan pedang panjangnya. Namun, sebelum ujung pedangnya bisa menyentuh lantai untuk melangkah maju, sebuah bayangan biru pudar melesat dengan kecepatan yang melampaui batas penglihatan manusia biasa.
Ye Chen telah mengeksekusi pergerakannya.
Menggunakan teknik Jejak Bayangan Hantu pada tingkat pengeluaran maksimal, Ye Chen tidak lagi terlihat seperti manusia yang sedang berlari. Sosoknya tampak seperti distorsi ruang, sebuah hantu yang melipat jarak di antara dua titik koordinat. Ia muncul tepat di belakang tentara bayaran pertama tanpa menimbulkan getaran udara sedikit pun. Dengan gerakan yang sangat efisien, Belati Malam Tanpa Suara yang telah dilapisi oleh Qi murni dari Alam Kondensasi Qi miliknya meluncur dengan presisi matematis menembus celah sempit di antara tulang rusuk, langsung menghancurkan inti jantung lawan.
"Subjek pertama dieliminasi. Efisiensi serangan: 100%." gumam Ye Chen dengan nada sedingin es yang mampu membekukan darah siapa pun yang mendengarnya.
Tentara bayaran itu bahkan tidak sempat mengeluarkan suara erangan. Matanya membelalak kaget, mulutnya menganga tanpa suara saat merasakan sensasi dingin baja menembus inti kehidupannya, dan tubuhnya ambruk ke lantai batu seperti tumpukan kain tanpa daya. Rekannya yang satu lagi tersentak hebat, ia mencoba memutar tubuhnya dengan panik untuk mengayunkan pedang, namun Ye Chen sudah melakukan rotasi gerak yang jauh lebih cepat dan mematikan.
Ye Chen memanfaatkan momentum jatuhnya tubuh lawan pertama sebagai titik tumpu pijakan. Ia berputar di udara dengan teknik yang sangat halus, lalu kakinya menghantam dagu tentara bayaran kedua dengan seluruh beban kekuatan 5.000 jin miliknya. Terdengar suara mengerikan yang menggema di seluruh aula saat tulang rahang pria itu hancur berkeping-keping dalam satu serangan tunggal. Tubuh pria itu terpental sejauh tiga meter sebelum menghantam dinding altar dengan keras dan jatuh tak sadarkan diri—atau mungkin langsung tewas akibat gegar otak fatal.
"Terlalu lambat. Koordinasi otot dan reaksi saraf kalian memiliki terlalu banyak celah akibat lonjakan adrenalin dari nafsu yang tak terkendali," ucap Ye Chen sambil menyeka noda darah di bilah belatinya dengan selembar kain sisa jubah tentara bayaran itu, gerakannya sangat tenang seolah ia baru saja menyelesaikan pekerjaan administratif rutin.
Di sudut lain aula, Ahli Alkimia Su yang melihat pemandangan pembantaian instan itu seketika kehilangan keberaniannya. Ia mencoba merangkak kabur menuju lorong keluar yang gelap sambil memeluk erat kantong berisi Pil Kondensasi Es. Ye Chen sama sekali tidak menoleh ke arahnya, namun ia menjentikkan jarinya dengan gerakan yang sangat rileks. Seberkas energi Qi tajam melesat seperti peluru sensorik, menghantam tendon kaki sang alkemis dengan akurasi yang luar biasa hingga ia tersungkur mencium lantai batu.
"Tuan Su, kau adalah narasumber dengan segudang informasi yang sangat berharga bagi perjalananku ke depan. Aku belum memberikan otorisasi bagimu untuk meninggalkan tempat ini..." suara Ye Chen bergema di aula makam, terdengar seperti suara malaikat maut yang sedang menentukan akhir hidup manusia.
Ye Chen kemudian berjalan perlahan menuju altar utama, mengabaikan rintihan lemah Kapten Lei yang sudah mulai kehilangan kesadaran akibat kehilangan banyak darah dan infeksi energi gelap. Tatapan Ye Chen kini tertuju sepenuhnya pada fragmen pedang hitam yang masih melayang liar di udara. Fragmen itu adalah sumber utama ketidakstabilan data di ruangan ini, memancarkan aura yang mampu merusak kesadaran siapa pun yang mendekat tanpa perlindungan.
"Sistem, aktifkan Modul Penekanan Energi Skala Penuh. Kalkulasi frekuensi getaran sisa jiwa dan kebencian pada fragmen kuno ini. Aku ingin mengisolasinya ke dalam Ruang Penyimpanan tanpa membiarkan energi korosinya menyentuh jalur meridian-ku sedikit pun," perintah Ye Chen di dalam kesadarannya.
[Menginisiasi Modul Penekanan... Menganalisis frekuensi energi hitam yang tidak stabil... Terdeteksi residu kesadaran tingkat rendah dari era kuno. Melakukan sinkronisasi sirkulasi Qi Tuan Rumah untuk menciptakan perisai penetral kutukan...]
[Peringatan: Operasi isolasi ini memerlukan komputasi tingkat tinggi dan mengonsumsi 200 Poin Kenaikan. Lanjutkan?]
"Eksekusi segera. Anggap saja ini sebagai biaya memperoleh aset senjata tingkat tinggi untuk masa depan," jawab Ye Chen singkat.
Seketika, seluruh lengan kanan Ye Chen dilapisi oleh lapisan cahaya biru transparan yang bergetar dalam frekuensi yang sangat tinggi, menciptakan suara berdengung yang memecah aura gelap pedang tersebut. Ia mengulurkan tangannya dengan mantap dan menangkap fragmen pedang hitam itu tepat di udara. Benda kuno itu sempat memberontak hebat, mencoba menyuntikkan racun energi hitamnya ke dalam pori-pori kulit Ye Chen, namun lapisan pelindung dari Sistem segera membelokkan energi tersebut dan mengurungnya dalam sebuah ruang penyimpanan vakum dimensi sistem yang kedap energi.
Begitu fragmen itu menghilang, suhu di aula luas itu perlahan-lahan kembali normal. Tekanan mental yang menghimpit dada seketika sirna. Ye Chen kini berdiri tegak di tengah aula sebagai satu-satunya otoritas yang tersisa di dalam reruntuhan makam kuno ini. Ia berjalan tenang menuju tumpukan harta yang berserakan di atas altar. Dengan satu lambaian tangan yang elegan, lima ratus lebih Batu Spiritual Kualitas Rendah tersedot masuk ke dalam sistemnya seperti aliran air.
"Sistem, tampilkan inventaris total dan laporan panen dari operasi kali ini," perintah Ye Chen.
[Laporan Akuisisi Aset Selesai...]
[Aset Fisik: 540 Batu Spiritual Kualitas Rendah (Nilai Konversi: 27.000 Poin Kenaikan).]
[Aset Alkimia: 12 Botol Pil Kondensasi Es (Tingkat 4 - Aset strategis, disarankan untuk konsumsi internal).]
[Aset Senjata: 1 Fragmen Pedang Patah Terkutuk (Kategori: Unidentified / Dapat Direstorasi).]
[Ringkasan Status: Saldo Poin Kenaikan saat ini mencapai 27.700 Poin.]
Ye Chen menatap angka 27.000 di antarmuka holografiknya. Sebuah senyum tipis yang jarang terlihat muncul di wajahnya yang dingin. Ini adalah panen terbesar dan paling efisien sejak ia menginjakkan kaki di dunia ini. Dengan jumlah poin sebanyak ini, ia memiliki fleksibilitas untuk melompati beberapa tahap minor kultivasi sekaligus atau membuka modul fungsi sistem yang jauh lebih canggih.
Ia kemudian berbalik dan melangkah mendekati Ahli Alkimia Su yang sedang gemetar ketakutan di lantai, wajah tua itu kini pucat pasi seolah sudah melihat iblis. Ye Chen menatapnya dari ketinggian, tatapannya dingin dan menusuk.
"Sekarang, Tuan Su... mari kita masuk ke sesi interogasi yang sesungguhnya. Mari kita bicarakan tentang lantai kedua dan ketiga dari makam ini. Jangan pernah mencoba memasukkan informasi palsu atau memanipulasi informasi lagi, atau aku akan memastikan kau tidak akan pernah keluar dari sini dan menjadi bagian dari dekorasi tulang-belulang di aula ini selamanya."
Ahli Alkimia Su menatap Ye Chen dengan horor yang tak terlukiskan. Ia akhirnya menyadari sepenuhnya bahwa pemuda di depannya bukanlah seorang tentara bayaran perunggu yang hanya beruntung, melainkan seorang predator puncak yang telah menghitung setiap langkah, setiap pengkhianatan, dan setiap kemungkinan sejak mereka pertama kali bertemu di gerbang kota. Dengan suara yang sangat gemetar, ia mulai menceritakan rahasia yang jauh lebih gelap tentang pemilik makam ini—sebuah informasi strategis yang akan menjadi batu loncatan Ye Chen untuk mendominasi Kekaisaran Yan Hitam dari balik bayangan.
ada usul tidak jelas