Slavic yang frustasi karena ingin memiliki anak perempuan demi bisnis namun yang dia dapatkan malah laki-laki terus sedangkan Karen sang Istri yang ingin menjadi istri utama dari Suaminya membuatnya memanggil iblis dari buku ilmu Hitam yang dia beli dari Occult Shop untuk mendapatkan anak perempuan yang hasilnya mengandung dan melahirkan sepasang anak kembar berupa seorang anak laki-laki tampan namun albino dan seorang anak perempuan biasa yang cantik dan mereka diberi nama Keita dan Keira.
Namun, Slavic yang merupakan seorang dokter di bidang kecantikan memandang rasis Keita sebagai anak yang tidak sempurna apalagi dia sudah cukup dengan banyak putra dan hanya ingin putri ditambah kebenciannya terhadap adiknya yang juga Albino terus mendapatkan perhatian dari orang tuanya sehingga ia membunuh putranya setelah lahir.
Namun perbuatannya mendapatkan konsekuensi yang akan memberikan sebuah petaka yang akan datang menghampiri mereka dan sekitarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part Sixteen: Keita ( time of Judgement begin)
" aku mohon... buka pintunya ". bernada lirih, Anna memohon pintu kamar dibuka, ia sangat mencemaskan anak-anak namun tidak ada yang mendengarkan.
Anna duduk di lantai dan bersandar di pintu akibat kelelahan setelah menangis.
Hadiah dari Keira masih digenggamnya erat-erat dan memeluk hadiah itu.
Siapa sangka, dihari ibu aku mendapatkan kebahagiaan dan kesedihan secara bersamaan...
aku mohon tolong jagalah anak-anakku Tuhan...
terutama Keira...
berikanlah karma untuk orang-orang yang menyakiti anak malang itu... dalam batinnya, ia memohon dan memohon tanpa menyadari ada yang akan berubah di malam itu.
(𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞...)
" dimana aku? apa ini!? "Karen terkejut saat menyadari ia berada disebuah ruang kosong dengan sebuah lampu bulat hanya menerangi dirinya yang terikat di kursi.
pada saat ia mencoba melepaskan diri, ia mendengar suara langkah kaki di balik kegelapan.
Langkah kaki itu menghampirinya dan betapa terkejutnya saat cahaya lampu menunjukan sosok nya, ternyata adalah iblis tampan yang mengikat perjanjian dengannya 12 tahun yang lalu.
"ka-kau!? Aaah! " Karen sangat panik saat iblis itu mencengkram lehernya dan menatapnya dengan tatapan amarah pada wanita pirang itu.
"𝚄𝚗𝚐𝚛𝚊𝚝𝚎𝚏𝚞𝚕 𝚏𝚞𝚌𝚔~𝚒𝚗𝚐 𝚋𝚒𝚝𝚌𝚑!!
𝚊𝚔𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚞𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗𝚊𝚔𝚖𝚞 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚙𝚊𝚍𝚊𝚖𝚞, 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚗𝚓𝙸 𝚔𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚠𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚒𝚔".
" ukh! ma-maaf tuan... a-aku-".
"𝚍𝚒𝚊𝚖 𝚠𝚑𝚘𝚛𝚎! 𝚜𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚞𝚔𝚊𝚋𝚞𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗𝚊𝚗𝚖𝚞 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚃𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚘𝚕𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚞𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗𝚊𝚗𝚖𝚞, 𝚔𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚊𝚜𝚔𝚞 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚒𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒𝚖𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚗𝚞𝚑 𝚜𝚒 𝚙𝚞𝚝𝚛𝚊,
𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒𝚖𝚞 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚒 𝚙𝚞𝚝𝚛𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚛𝚞𝚔.
𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚞𝚛𝚞𝚔𝚗𝚢𝚊, 𝚔𝚊𝚞 𝚒𝚔𝚞𝚝-𝚒𝚔𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚛𝚞𝚔 𝚜𝚒 𝚙𝚞𝚝𝚛𝚒. 𝙰𝚙𝚊 𝚊𝚛𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚙𝚊𝚍𝚊𝚔𝚞 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚔𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊r𝚗𝚢𝚊, 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚐!? "Karen ingin membela dirinya namun cengkraman makhluk itu semakin kuat dilehernya seakan-akan iblis itu tidak sudi mendengarkan pembelaan dari sang pendosa seperti Karen dan Slavic.
" 𝚆𝚊𝚔𝚝𝚞 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒...
𝚜𝚒𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚞𝚊 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚒 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚕𝚊𝚐𝚒.
𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚞 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚗𝚞𝚜𝚒𝚊, 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚙 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚒𝚋𝚕𝚒𝚜 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚘𝚗𝚜𝚎𝚔𝚞𝚎𝚗𝚜𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚛".Setelah mengatakan yang diinginkan, Iblis itu melepaskan cengkramannya dari leher Karen.
Karen terbatuk-batuk menghirup nafas sedalam mungkin dan iblis itu tersenyum melihat menyedihkannya wanita itu.
dan tidak lama kemudian, ruangan itu langsung mendadak dikelilingi api. Karen terkejut dan merasakan panas yang membara dari api-api yang mengelilinginya.
"𝚏𝚛𝚘𝚖 𝚗𝚘𝚠, 𝚗𝚒𝚔𝚖𝚊𝚝𝚒 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊.
𝚙𝚎𝚛𝚝𝚎𝚖𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚗𝚎𝚛𝚊𝚔𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚖𝚞, 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒𝚖𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚞𝚝𝚛𝚊𝚖𝚞 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚕𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊𝚗𝚢𝚊 ".
" Aaaaaaaa!!!"setelah mengatakannya, iblis itu menghilang ditengah kobaran api dan kemudian, api besar itu membakar Karen. teriakkan Karen bergema dalam kebakaran itu, kulitnya meleleh menembus daging dan tulangnya hingga akhirnya ia musnah dalam kobaran api itu seperti mengalami kremasi hidup-hidup.
"Karen? Karen! "
" ah! " panggilan Slavic membangunkan Karen dari tidurnya. Ia mendadak duduk dan menyadari bahwa dia berada dikamar bersama dengan Slavic.
" mimpi buruk? " Slavic terlihat khawatir saat melihat Karen yang berkeringat banyak dan ketakutan terlihat di wajahnya yang pucat.
" Slavic, tolong jangan sakiti Keira lagi. Jika tidak-".
" ayolah Karen, aku tidak tahu kau bermimpi apa tapi ingatlah, mimpi hanya bunga tidur semata saja.
kurasa karena kau melihat Keira kali ini dicambuk telah membuatmu mimpi buruk.
lagipula ini harga yang mereka bayar karena gara-gara anak itu, aku terpaksa meminta maaf pada anak-anak yang dihajar oleh triplets.
anak itu membuatku malu".
"tapi... ".
" itu hanya mimpi belaka saja. sudah tidurlah, lebih baik kau pergi shopping bersama dengan Kenzo besok untuk memenangkan pikiranmu ".ucap Slavic lalu kembali menikmati tidurnya yang sempat terganggu akibat mimpi buruk Karen.
Jika aku menceritakan dari awal tentang rahasia dibalik hadirnya sikembar, apakah kau akan tidur pulas seperti ini? Karen bertanya-tanya dalam pikirannya saat mengamati Slavic yang kembali tidur dan ia pun memutuskan untuk kembali tidur di ruangan yang hangat tanpa teringat putri mereka tidur di luar dengan keadaan Terikat di pohon luka di punggung membasahi pakaiannya yang tipis.
Ia merasakan kedinginan dimalam hari hingga perlahan ia menutup matanya setelah berjuang untuk tidak tidur dikarenakan ia sangat khawatir ia tidak dapat bangun lagi akibat luka dan semalaman di luar saat musim gugur membuat suhu udara menjadi dingin seperti musim dingin.
" Keira.....Keira...".
"ng...?" gadis kecil yang tertidur sebentar setelah cukup banyak menangis membuka matanya.
gadis itu tidak tahu siapa yang membangunkan dirinya karena tidak ada siapa-siapa di kesunyian malam selain dirinya yang diikat di pohon.
"kemarilah Keira... "
" eh?" pada saat mendengar suara itu, Keira terkejut dengan tali yang mengikat dirinya tiba-tiba telah lepas darinya.
Keira yang mendengar suara asalnya berada di danau yang dekat dengan dimana dia diikat mulai bergerak menggunakan sisa energinya secara mengesot sembari menahan sakit menuju asal suara.
saat tiba, ia melihat air danau yang terkena sinar bulan purnama menggelembung.
dan pada saat itu muncul di hadapannya seorang anak laki-laki.
Keira bergerak mundur saat anak laki-laki itu naik dari air dan merasa bingung.
Dia siapa? pertama kalinya aku melihat anak albino dan kulihat dia seusia denganku. Pikir Keira saat mengamati anak yang baik kulit dan rambutnya yang basah kuyup sangat putih bahkan terlalu putih jika dibandingkan dengan Keira.
bahkan kaos yang sama dengan yang dikenakan oleh Keira yaitu kaos polo Navy dan celana panjang jeans bahkan sepatu kets hitam yang sama dengan yang dikenakan Keira juga basah kuyup.
" kau tampan".Kalimat itu keluar langsung dari mulut Keira dan anak laki-laki bermata merah itu tersenyum saat Keira memanggilnya tampan.
"kau juga cantik, Keira".
" huh? bagaimana kau bisa mengetahui namaku? kamu siapa? Apakah kau yang memanggilku dan melepaskan ikatanku?"Keira melontarkan beberapa pertanyaan padanya.
"... tentu saja kau tidak mengenalku, tapi aku sudah sangat mengenalmu sejak lama setelah kita lahir apalagi aku tahu ayah dan ibu tidak mengatakan bahwa kau punya kakak kandung selain Kenzo".
" apa?"
"Keira, aku adalah Keita. Saudara kembarmu yang lahir sebelum dirimu".anak itu memperkenalkan siapa dirinya yang membuat Keira terkejut namun ia tidak merasakan kebohongan didalam kata-katanya.
" ayah dan ibu tidak pernah memberitahumu bahwa kau punya saudara kembar'kan?" saat Keira menggelengkan kepalanya, ekspresi Keita telah berubah menjadi marah.
" tentu saja, Mereka berdua jahat. Orang tua yang jahat! Aku dibunuh ayah... karena dia Rasis! ibu kandung kita tidak melakukan apapun dan mengabaikan ku yang telah dibunuh ayah seolah-olah putranya hanya kak Kenzo doang!" melihat kemarahan dari Keita, Keira merasa takut hingga ia sedikit mundur darinya.
Menyadari Keira takut padanya, Keita menenangkan amarahnya lalu ia berlutut di hadapannya.
" jangan takut adikku sayang...
aku tidak akan menyakiti kamu, aku tidak akan jahat kepadamu karena aku sayang padamu, adik kembarku".ucapan dan belaian lembut yang dirasakan Keira telah memenangkan dirinya sehingga ia tidak takut lagi terhadap Keita.
Hatinya telah tenang, air mata mengalir di pipinya saat menggenggam jemari Keita yang begitu dingin seperti es apalagi menyadari kenyataan bahwa ayahnya sendiri yang berubah menjadi jahat semenjak kakinya lumpuh ternyata memiliki rahasia gelap yang disembunyikan selama ini darinya.
" aku sayang padamu, Keira. aku sangat sedih melihatmu diperlakukan buruk oleh orang tua kandung kita semenjak kau cacat...
bahkan Kenzo juga memperlakukanmu dengan buruk padahal kamu adalah adik kandungnya.
tapi jangan khawatir, aku disini sekarang untukmu".
" kakak... kakak!" Keira memeluk tubuh yang dingin itu dan Keita juga ikut memeluknya, malam itu ia meluapkan rasa kerinduan yang dia rasakan setelah sekian lama akhirnya dia bisa memeluk adiknya.
"jangan khawatir... Aku ada disampingmu sekarang. Tidak akan kubiarkan siapapun menyakitimu lagi. Aku janji akan selalu bersamamu".ucap Keita sembari mengelus punggung Keira yang bernoda darah itu dan anehnya Keira tidak merasakan sakit saat punggungnya dielus dan Keita menatap kedepan menunjukkan emosi kemarahan karena tidak Terima melihat saudari kembarnya diperlakukan buruk oleh orang-orang bahkan orang tuanya sendiri.
Mereka berpelukan sangat erat walaupun di pantulan cahaya bulan di air danau hanya menunjukkan wujud Keira saja, ia masih dapat merasakan tubuh yang dia peluk itu.
dan tidak lama saat bulan tertutup awan yang melintas sebentar, mata Keita menyala seperti ruby dan saat bulan purnama kembali menampakkan cahayanya, hanya Keira seorang disana.
Tapi, secara mengejutkan Keira mendadak bisa berdiri dan saat membuka matanya, terlihat mata merah dimatanya, bukan warna biru yang menjadi warna bola matanya selama ini bahkan darah di punggung bajunya mendadak menghilang seakan darah-darah yang keluar kembali masuk kedalam tubuh Keira melalui luka-lukanya sebelum menutup dengan sempurna seakan ia tidak pernah dicambuk oleh Slavic.
sedangkan Keita?
dia ada, tapi hanya terlihat dipantulan air dan dipantulan air memperlihatkan Keita yang berdiri sedangkan Keira digendong Keita dipunggung Keita.
dan saat ia mengkibaskan tangan kanannya, mendadak ikatan dari triplets langsung terlepas begitu saja.
"Arga, Alfa".panggil Andy saat menyadari bahwa ikatan mereka lepas begitu saja.
" bagaimana? "bisik Arga saat Andy mengintip melalui lubang kunci untuk memastikan ada yang menjaga pintu atau tidak.
Arga menjawab dengan menggelengkan kepalanya lalu, saat kenop pintu diputar, mereka menyadari pintu tidak dikunci sama sekali.
" kemana bodyguard-bodyguard yang berjaga disini? " Alfa merasa bingung tidak ada yang menjaga mengingat biasanya mereka akan berjaga di tempat biasanya ayah mereka mengurung mereka.
kali ini, mereka berenam tidak terlihat sedikitpun.
" lupakan orang-orang itu, kita harus cari Keira sekarang sebelum membeku kedinginan".ucap Andy.
mereka bertiga keluar dari sana dan tepat saat itu, Keira sedang menyeret sosok bodyguard yang bersimbah darah karena luka pukulan kepala dan wajah dengan ringannya
lalu melemparkannya yang sudah tidak ada tanda kehidupan di sebuah lubang besar bersama dengan lima jasad bodyguard lainnya dengan kondisi yang sama-sama mengenaskan.
pada saat itu, ia melihat sebuah bola mata salah satu bodyguard yang dia habisin lalu menginjaknya sampai penyet lalu menendangnya ke lubang itu.
sebelum mereka bertiga...
aku harus menyingkirkan orang-orang sekitar mereka yang terlibat menyakiti Keira dan orang yang Keira sayangin terlebih dahulu.
bukankah mulai yang kecil dahulu sebelum yang besar akan terasa nikmat. Keita tersenyum membayangkannya.
ada ibu anna lho...