Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17
Segera rombongan sebanyak tujuh ribu orang itu mulai bergerak berjalan menuju jalan yang lurus , walaupun tidak begitu lurus , tapi tetap saja dianggap sebagai jalan yang lurus.
Yan Qin mengendarai kuda hitamnya pelan , sesekali berbicara dengan beberapa perwira bawahannya .
" tuan kenapa kita tidak membersihkan jalan bandit di kota Nanli , siapa tahu pemerintah akan memperhatikan kita ?" Tanya Shen Li , beberapa perwira bawahan juga menatap harap ke arah Yan Qin yang tampak begitu tenang dan datar.
" tidak perlu , belum waktunya , setelah kita sampai di kota Xinyizhou , dan mengatur kota terlebih dahulu, maka tentang keamanan dalam negeri bisa diselesaikan secara pelan pelan !" Jawab Yan Qin memberi alasan yang membuat semua bawahannya kebingungan.
Setelah satu kilometer jalan lurus , jalan kemudian berbelok ke arah kiri, jalan menuju kota Jiuzhe yang sebenarnya.
Matahari mulai muncul , menghangatkan setiap orang yang ada dalam rombongan, para anggota kavaleri hitam sudah kembali menunggang kuda , sedangkan anak anak, berinsiatif berjalan pelan bersama orang tua atau anak anak yang lainnya.
Kretek.
Pemandangan pagi terlihat indah , namun kekeringan terlihat jelas dalam pandangan setiap orang, di mana mana tidak ada daun segar yang tumbuh , hanya ada daun kuning kering yang siap jatuh kapan saja .
Sepanjang jalan menuju kota Jiuzhe , tidak ada rumah di sisi kanan atau kiri jalan, yang ada hanya pohon kering layu dan bebatuan hitam kasar yang begitu besar.
Yan Qin merasa prihatin dengan kondisi tersebut, ia memperkirakan bahwa sudah satu tahun penuh kemarau panjang berlangsung, ia ingat bahwa terakhir kali hujan turun, saat ia berada di provinsi Xianjiang , saat operasi militer menumpas para pengacau dari pegunungan Himalaya.
Di kejauhan terlihat samar sebuah tembok kota yang tidak terlalu tinggi atau pendek , di sudut kanan gerbang bendera Da Qian berkibar tertiup angin lembut pagi .
Di atas tembok beberapa penjaga kota dengan senjata tombak dan panah siap untuk di lepaskan.
Yan Qin mengangkat tangan kirinya , menghentikan rombongan untuk tidak berjalan, ia dengan dua bawahannya mendekat ke arah tembok kota , tepat di bawah gerbang kayu tebal yang tampak begitu kokoh .
" siapa yang datang ... !"
" pejabat gubernur baru prefektur Bingzhou, Yan Qin datang untuk melewati kota Jiuzhe !" Teriak Yan Qin keras .
" mana surat jalan ..!"
Yan Qin memperlihatkan token putih dengan tanda kuning keemasan , token jalan yang dapat di gunakan di seluruh kota kota Da Qian .
Komandan kota Jiuzhe sedikit menyipitkan matanya saat melihat token jalan khusus yang dipegang oleh pria dewasa berwajah sangar itu .
" laporkan nama asli ... !"
Yan Qin menatap tajam ke arah Komandan kota Jiuzhe yang terus menerus bertanya.
" Yan Qin , apakah ada yang lain ?"
Komandan kota terdiam dan memerintahkan penjaga kota untuk membuka gerbang kota , ia baru tahu bahwa kekuasaan sudah beralih tangan dan pria dewasa di bawahnya adalah salah satu penggerak pengalih kekuasaan.
Krettt...
Seketika kota yang tidak kecil atau besar terlihat jelas dalam pandangan mata Yan Qin , ia memerintahkan bawahannya untuk memanggil semua orang agar masuk ke dalam kota .
Dengan cepat Shen Li berbalik ke arah rombongan yang masih diam tenang di kejauhan dan perlahan mulai bergerak setelah Shen Li memberi tahu untuk mulai berjalan masuk ke dalam kota .
Yan Qin sedikit mengernyit saat melihat suasana kota yang tidak terlalu bersih dan terkesan kumuh serta kotor , tidak mencerminkan keadaan yang sesungguhnya.
Tidak mau berfikir terlalu lama, ia memacu kudanya menuju kantor walikota yang ada di tengah tengah kota .
Berbeda jauh dengan keadaan kota yang kumuh , kediaman walikota tampak begitu bagus dan megah dengan nuansa seperti istana kerajaan yang begitu elegan.
" ck ck ... kota Jiuzhe begitu sederhana dan terkesan kumuh , tapi kediaman walikota tidak sederhana sama sekali " gumamnya sedikit menyeringai .
" berhenti , siapa kamu ..,!"
Yan Qin tidak berbicara satu patah katapun , ia langsung mendobrak pintu berlapis batu yang begitu mulia .
Bruakkk
Di dalamnya, terlihat seorang pria gemuk paruh baya memegang lengan putih milik pelayan di sekitarnya, saat ledakan pintu terdengar keras , sang walikota langsung berdiri.
Matanya tampak marah , ada aura kemarahan dalam pandangannya , ia melihat di depannya seorang pria asing yang memakai zirah berwarna putih dengan surai berwarna merah .
Seketika wajah walikota langsung pucat dan tubuhnya dengan gemetar berlutut .
" jenderal kehormatan Qin , saya Liu Boqi , memberi salam... !"
Yan Qin tidak menghirauakan ketakutan dari walikota gemuk itu, ia hanya berfikir bahwa setiap tuan kota memiliki perut gemuk yang tidak biasa.
" walikota Buqi , kenapa berbeda sekali antara kediaman megahmu dan rumah rumah penduduk di seluruh kota ,apakah anda melakukan penggelapan uang!" Yan Qin memiliki mata yang tajam , terlihat begitu menakutkan.
Sang walikota gemuk terlihat gemetar , " tidak jenderal Qin, saya sama sekali tidak pernah melakukan hal tersebut, saya sebagai anggota kekaisaran Qian tidak berani melakukan hal tersebut " katanya dengan cepat .
" kalau begitu kenapa kehidupan masyarakat kota tampak begitu menyedihkan ?"
Raut wajah paruh baya yang tampak begitu gugup semakin pucat saat pria sangar di hadapannya bertanya tentang kehidupan masyarakat kota yang menyedihkan.
" itu karena klan bangsawan, saya sebagai walikota tidak berdaya... !" Katanya dengan nada sedih.
Yan Qin menatap tajam ke arah pria paruh baya gemuk di hadapannya, ia melihat bahwa tidak ada kebohongan dalam ucapannya , walaupun sedikit gemetar dalam menjawab pertanyaan yang dia ajukan .
" klan Bangsawan ya , klan mana ?"
" itu klan ibu kekaisaran, klan Ji dan klan Qi !"
Yan Qin tahu bahwa masalah tentang pengaruh klan bangsawan masih kuat di seluruh seantero Da Qian , dan tradisi ortodoksi bangsawan masih merajalela.
Tidak ada rakyat biasa yang berani menyinggung keberadaan klan bangsawan, walaupun ada , mereka yang berani langsung hilang dalam sekejap atau menjadi bagian tidak langsung dari klan bangsawan itu sendiri, hal itu bisa terjadi karena adanya pernikahan atau pemberian imbalan atau uang gelap kepada rakyat biasa yang berani menantang tradisi ortodoksi klan bangsawan.
Hal itu sama saja menciptakan rasa tidak percaya diantara masyarakat, pahlawan rakyat yang awalnya begitu dihormati oleh semua kalangan rakyat banyak , menjadi cemoohan setelah pahlawan rakyat mendapatkan perlindungan dan kecukupan dari klan bangsawan.
Ia juga tahu bahwa klan Ji adalah keluarga bangsawan paling dekat dengan klan kaisar di ibukota Luoyang, terutama dengan nama permaisuri Da Qian , Ji Ruxue , sedangkan klan Qi , banyak yang anggotanya menjadi menteri atau pejabat tingkat tinggi , bahkan beberapa jabatan gubernur dan adipati banyak di jabat oleh anggota penting klan Qi , terutama Qi Song dan Qi Feiyun , dua orang menteri tua yang memiliki marga Qi di istana kekaisaran Qian.
" kenapa kamu tidak melaporkan masalah ini kepada istana kekaisaran?"
" jenderal Qin pasti tahu .. semua hal yang dikeluhkan tidak akan sampai !"