" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan
Tepat di dekat sebuah ruko kosong berjarak beberapa km dari kampus .Arjuna menghentikan mobil nya.
" Kenapa nggak turun? Kamu mau ikut ke parkiran?" tanya Arjuna heran ketika melihat Yura tak kunjung keluar dari mobil.
Padahal jalanan tempat mobil berhenti cukup sepi.tidak akan ada yang mengetahui kedekatan mereka.sudah lima menit mobil berhenti tapi Yura tetap diam tidak ada tanda-tanda akan turun.
Yura perlahan melepas sabuk pengaman nya dengan wajah memberengut.suami nya ini sungguh tidak peka sekali.bukan nya langsung turun yang ada Yura malah menengadah kan telapak tangan kehadapan Arjuna.jika tidak di lakukan sekarang lalu kapan lagi begitu lah pikir Yura, laki-laki memang tidak pernah sadar dengan tanggung jawab mereka sebagai seorang suami dan kepala keluarga.
" Bagus! Setiap kali mau bepergian,jangan lupa cium punggung tangan suami.sekalian bibir dan pipi nya juga." ujar Arjuna tersenyum bangga lalu mengusap pucuk kepala Yura.
" Cepat cium pipi nya!" pinta Arjuna menunjuk wajah nya.
Cup...Yura malas berdebat, dengan sangat malas ia menuruti permintaan Arjuna.
" Mana?" tanya Yura.
" Loh? Mau cium tangan lagi?" tanya Arjuna bingung pasal nya Yura masih menengadah kan telapak tangan ke hadapan nya.
" Kamu itu jadi suami nggak pake banget ya,giliran tentang tugas istri saja langsung paham melebihi senior,Aku itu mau minta uang jajan dari Kamu.masa ke kampus nggak bawa uang.mau di isi pakai apa perut ku ini?"ucap Yura panjang kali lebar.
Arjuna menepuk wajah,bukan sengaja tapi ia benar-benar lupa.salah sendiri siapa suruh Yura tidur duluan tanpa menunggu ia kembali ke kamar.
" Pakai ini dulu ya,ATM khusus untuk Kamu ketinggalan di ruang kerja saya.ini isi nya juga banyak.Kamu bisa gunakan untuk semua keperluan mu.kalau untuk kebutuhan rumah tangga nanti saya kasih ATM yang satu nya lagi." ujar Arjuna menjelaskan.
Mata Yura membulat melihat betapa ringan nya tangan Arjuna menyerahkan sebuah kartu sakti dengan saldo tanpa batas kepada nya.tangan Yura gemetaran menerima kartu tersebut.rasa nya ini seperti mimpi di siang bolong.
" Setiap bulan saya akan selalu mentransfer uang untuk Kamu ke sini dan juga Atm yang satu nya lagi.ingat gunakan dengan baik .jangan di gunakan untuk membiayai selingkuhan mu." kata Arjuna tegas.
Pak...Yura menimpuk paha Arjuna dengan keras karena kesal di tuduh selingkuh.
" Aku tidak punya selingkuhan dan tidak berniat untuk selingkuh, untuk apa selingkuh sementara suami ku saja sudah kaya raya begini.bodoh banget Aku jadi orang." sungut Yura tak terima dengan ucapan Arjuna.
" Bagus! Ini ambil.kata nya minta uang." Arjuna menggoyang kartu tipis itu ketika melihat Yura masih belum tertarik untuk mengambil nya.
" Ini beneran di kasih buat Aku? Kamu nggak takut Aku tipu atau bangkrut gara-gara kasih aku ATM sakti ini?" tanya Yura menatap Arjuna begitu dalam.
Arjuna terkekeh pelan sambil geleng-geleng kepala.istri nya terlalu polos bahkan sangat polos untuk seseorang yang terlahir dari keluarga kaya.andai saja Bambang dan keluarga nya tidak mencuri harta Yura, sudah pasti Yura akan terbiasa memegang kartu ini.bisa jadi saat ini Yura tidak membutuhkan nya uang nya lagi.
Tidak...Itu tidak boleh terjadi,Arjuna menyukai Yura yang manja dan bergantung kepada nya.setelah nanti semua kembali seperti sedia kala.ia tidak akan pernah melepaskan Yura dengan alasan apapun.
" Beneran Sayang! Ini untuk Kamu..Saya tidak akan bangkrut hanya karena Kamu memegang kartu ini.Kamu bisa membeli pakaian ,tas ataupun barang mahal lain nya menggunakan kartu ini,Saya tidak akan memarahi Kamu." ucap Arjuna sambil mengusap rambut Yura penuh kehangatan.
" Seperti yang pernah Bambang lakukan kepada Kamu, padahal uang itu adalah uang Kamu sendiri." lanjut Arjuna dalam hati belum waktunya menceritakan semua nya kepada Yura.
Khuhkkk...Khukk...Yura terbatuk-batuk mendengar panggilan sayang yang keluar dari mulut Arjuna.
" Ini minum dulu." Arjuna menyerahkan sebotol minuman yang masih terbungkus rapi kepada Yura.
Dengan sedikit gugup Yura menerima minuman tersebut.
" Kamu lagi batuk?" tanya Arjuna perhatian.
Isss...Yura mendesis,Arjuna ini selalu sesuka hati nya saja.kadang romantis kadang juga nyebelin nggak ketulungan.
" Nggak! Aku batuk karena kaget denger Kamu panggil Aku sayang." jawab Yura jujur.
" Oh..."
" Hanya oh...Ihhhh benar-benar ya Kamu.udah ah Aku mau keluar saja.ngeladenin Kamu yang nggak jelas bikin Aku sakit kepala saja." gerutu Yura .
Cup...
" Bye suami..." kata Yura mengedipkan mata kepada Arjuna.
" Heh.." Arjuna sangat kaget tanpa sadar memegang pipi kanan yang di kecup singkat oleh Yura atas inisiatif nya sendiri tanpa ada paksaan.
Bruk...Bunyi pintu mobil di tutup membuat Arjuna tersadar.wanita itu suka sekali menggoda nya.tidak tahu saja dia kalau saat ini Arjuna sedang kepanasan.
Setelah berhasil menenangkan diri.Arjuna pun perlahan menjalankan mobil nya meninggal kan Yura yang sedang berjalan dengan wajah ceria dan mulut yang sedang bersenandung bahagia karena sekarang ia tak lagi harus mengirit jika ingin membeli sesuatu.meskipun sebelum nya tak pernah memegang secara langsung kartu ATM sakti,namun Yura tahu seperti apa bentuk dan siapa saja yang memiliki kartu tersebut.bahkan Sela saja tidak pernah memiliki kartu ini.
Baru saja Yura memasuki gerbang kampus.sebuah mobil tiba-tiba saja berhenti di samping Yura.ini bukan mobil milik Arjuna karena ia tentu saja masih mengingat dengan jelas seperti apa bentuk mobil yang Arjuna pakai pagi ini.
" Hai Ra! Mau bareng aja ke dalam nya? Ini masih lumayan jauh ." ucap seseorang ketika kaca mobil di turun kan.
Yura mematung ketika mendengar suara itu,iya orang yang berada di dalam mobil ini adalah Dimas.
" Eh aku bikin Kamu kaget ya? Sorry ...Sorry Ra,ayok buruan naik." ajak Dimas lagi dan Yura yang sudah lelah berjalan pun akhirnya memilih menerima tawaran dari Dimas.
Setelah memastikan Yura duduk dengan nyaman.Dimas pun melajukan mobil nya menuju parkiran.
I dalam mobil mereka sempat berbincang hangat.Dimas terus menatap Yura penuh cinta dan Yura pun menyadari itu.tapi mau bagaimana lagi...Salah sendiri kenapa Dimas tidak langsung datang melamar nya.
Begitu turun dari mobil Dimas.sangking serius nya mengobrol dengan.Yura sampai tidak sadar kalau ada Arjuna yang sedang memperhatikan nya dengan tatapan tajam.
" Pagi pak." sapa Dimas begitu melihat Arjuna melintas di depan mereka.
" Eh...Kok..." Yura gelagapan layak nya pasangan yang sedang ketahuan selingkuh oleh kekasih nya.
" Pagi pak." Yura ikut menyapa namun tidak berani menatap wajah Arjuna.
Tak ada jawaban apapun dari Arjuna selain sorot mata tajam untuk Yura.
" Mati Aku." batin Yura meringis membayangkan betapa marah nya Arjuna saat ini .
Padahal sebelum nya Arjuna sudah mengingatkan dia agar tidak dekat-dekat dengan lelaki lain.ini Yura malah sengaja naik mobil Dimas layak nya pasangan kekasih yang tidak tega melihat pujaan hati nya kelelahan.bahkan ketika hendak turun dari mobil tadi Dimas juga sengaja membantu Yura melepas kan sabuk pengaman.padahal Yura masih bisa melakukan itu sendirian.namun Dimas memang sudah biasa memperlakukan Yura seperti itu sejak lama.
" Apa dia juga melihat ketika Dimas membuka sabuk pengaman ku?"tanya Yura dalam hati.
Akhhhhhhh...Yura berteriak dalam hati.baru juga mau belajar jadi istri yang baik.karena senang di nafkahi dengan layak oleh Arjuna.eh Yura malah menggali lubang neraka untuk dirinya sendiri.
Gimana kalau Arjuna menarik kembali semua ATM yang sudah di berikan kepada nya.
Bukan karena takut kehilangan fasilitas yang baru saja ia nikmati tapi lebih ke ingin tidak terjadi salah paham di antara mereka.baru juga menyandang status sebagai seorang istri masa harus jadi janda .
Dimas yang tidak tahu apa-apa malah sengaja menggandeng tangan Yura.
" Kamu udah sarapan Ra?" tanya Dimas perhatian.
" Eh...Udah kok,Aku langsung ke kelas saja ya." Yura menepis dengan halus tangan Dimas lalu sedikit menjaga jarak dari Dimas.
Tanpa menunggu jawaban dari Dimas,Yura setengah berlari menuju ke kelas nya.dalam hati terus berdoa semoga saja Arjuna mau memaklumi kesalahan nya kali ini.
" Gimana cara kasih tahu Dimas ya kalau Aku udah nikah.kalau dia sakit hati gimana?" batin Yura pusing sendiri memikirkan masalah yang tidak terlalu rumit ini.
Begitu sampai di kelas.Yura langsung di sambut banyak tanya oleh kedua sahabat.
"Maemunah! Gimana? Punya si Mr A gedong dan tahan lama kan ?" tanya Intan sangat antusias.
" Anak gadis di larang kepo, nanti lihat sendiri punya suami Kamu kalau sudah menikah." balas Yura tidak semangat.
" Kenapa sih Ra! Aku cuma ingin tahu saja,kuat berapa ronde Kamu?" tanya Intan lagi langsung mendapatkan geplakan keras di tangan nya.
Aww...Intan memekik kesakitan.sementara Marta malah tertawa puas .
" Mampus! Maka nya jangan banyak tanya." ujar Marta mengingatkan.
" Alah Ta! Bilang saja kalau Kamu sebenarnya juga kepo kan,tapi nggak berani nanya langsung sama Yura hayo ngaku..." desak Intan dan Marta hanya cengengesan enggan meladeni sang sahabat.
Bukan nya berhenti,Intan malah semakin menjadi-jadi mewawancarai Yura.termasuk dengan gaun model apa yang Yura gunakan di malam pertama nya.
" Aku masih perawan Maesaroh! Masih Virgin belum di sentuh sama dia." balas Yura .
" Kok bisa? Dia nggak tertarik sama Kamu? atau dia nya belok?" tanya Intan semakin penasaran.
" Tanya saja sendiri,tuh orang nya udah datang." ujar Yura sambil mengangkat dagu ke arah Arjuna yang sedang berjalan menuju kelas mereka.
Huft...Yura menghela nafas berat. Baru juga ingin tenang tapi Arjuna sudah muncul di kelas mereka.rasa bersalah masih menggerogoti nurani nya.ia memang tidak melakukan hal yang melanggar norma tapi bagaimana pun juga Arjuna sudah tahu tentang kedekatan nya selama ini dengan Dimas.
" Maaf..." ucap Yura dalam hati sambil menatap sang suami yang juga sedang menatap ke arah nya.
Namun Arjuna buru-buru memutus kan pandangan nya.lalu beralih menatap ke arah lain
" Selamat pagi." sapa Arjuna begitu dingin tanpa senyuman.
" Pagi Pak." balas semua kecuali Yura.
" Ganteng banget pagi ini Pak! Boleh daftar jadi calon istri nya nggak?" teriak seorang mahasiswi yang duduk paling belakang.
Selain Lia, muncul lagi satu ulat bulu yang terang-terangan berani menggoda Arjuna.mahasiswi itu bernama Soneta biasa di panggil anet oleh teman-temannya.
Yura memutar bola mata dengan malas.semua mahasiswi tampak begitu semangat mengikuti jam pelajaran Arjuna.bahkan tatapan mata mereka penuh puja.
" Yura,kumpulkan semua tugas teman-teman mu dan antar ke ruangan saya." titah Arjuna sebelum meninggal kan kelas.
" Tamat riwayat Ku! Pasti dia mau menghukum Aku." lirih Yura masih bisa di dengar oleh Intan yang duduk di sebelah nya.
" Maksud nya apa Ra?" tanya Intan penasaran namun Yura tetap diam tidak fokus tapi tangan nya tetap menyusun satu persatu tugas milik teman-teman nya.
Bersambung.