NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Ruangan

Diam membeku, jantungnya kini bertalu, entah sejak kapan, bahkan yang terhirup masuk ke penciuman Sera hanya bau tubuh Graven yang kini begitu dekat dengannya.

"Akan aku tunjukkan apa yang namanya tidak waras Nona Sera" Suara yang begitu lembut namun juga dalam, penuh misteri yang membuat akal pikiran Sera makin menghilang.

Bahkan perlahan mulai merasakan, tubuh Graven mendekat, melekat dan bahkan satu tangannya tanpa di sadari sudah ada di pinggang.

"Graven, ja_"

Satu kecupan di pipinya, pelan, tak terburu-buru dan perlahan berubah menjadi sentuhan lembut yang sedikit lama.

Sera terkejut, matanya melebar sejenak, ingin melawan, namun tangannya seolah tak bertenaga, bahkan tubuhnya justru mengkhianati nya.

Tapi tidak, Sera seolah tengah di bangunkan dari mimpinya, dengan sekuat tenaga tangannya bereaksi cepat.

"Menjauh Graven!"

Dorongan yang cukup kuat, membuat Graven sedikit tersentak, lalu kemudian tersenyum tipis membiarkan Sera merubah arah.

Berjalan cepat duduk di sofa yang agak jauh posisi Graven sekarang berdiri.

"Oh, pengendalian dirimu lumayan juga Nona Sera"

"Aku bukan wanita yang mudah kau pengaruhi untuk menjadi obyek mes-um mu Graven, jadi profesional lah!"

"Okey, kita mulai kalau begitu" Graven tetap tenang, sedikit merapikan dasi, walau dalam hati mengumpat berkali-kali, karena dadanya masih merasakan desiran saat pipi lembut itu sempat dia rasakan walau hanya sekejap.

"Katakan alasan mu" ucap Sera kini berusaha untuk menenangkan diri mati-matian di depan pemilik Rudolf Company yang berani mencuri ciuman sesaat tadi.

"Aku hanya ingin berbuat adil saja, letak Bandara dari perusahaan ku cukup dekat, bukankah lebih efisien jika Investor aku alihkan?"

"Hanya itu?, hanya efisien yang itupun menurut pendapatmu saja?"

"Emm, kurang lebih begitu" jawab Graven dan sungguh membuat Sera ingin sekali menghajarnya.

"Kamu tau, aku seperti orang gila sampai kesini, naik heli, berlarian kesana kemari, bahkan aku belum cukup tidur tadi malam karena harus belajar bahasa Philipina yang sangat susah masuk di kepala"

"Tapi aku lihat kamu bisa mengatasinya" sahut Graven kini duduk tepat di depan Sera.

"Aku bisa, memang aku bisa, tapi kau tidak tau seperti apa hidup ku beberapa menit yang lalu?, seperti di neraka!"

"Aku sarankan pelan kan suara mu dan tenang"

"Breng-sek, aku tidak bisa tenang kalau hidupku selalu kau buat jungkir balik Graven, jangan keterlaluan!"

"Okey, aku sangat suka semangat mu kali ini Sera"

Sera seperti kehabisan kata-kata, hanya mendengus pelan dan berusaha mengontrol emosinya, rasanya seperti percuma sekarang ini melampiaskan amarahnya, Graven tetaplah Graven yang sangat menyebalkan baginya.

"Aku tidak suka semua yang kau lakukan hari ini Graven, jadi jangan buat aku menyerah dan mundur dari kerjasama ini" ucap Sera di tengah kelelahan fisik dan pikiran.

"Kamu sedang ada masalah?"

"Iya tentu saja, dan kamu adalah masalah terbesarku"

"Hem, jadi begitu?"

"Masih perlu aku menjelaskan lagi setelah apa yang kamu lakukan hari ini?" sahut Sera nampak kesal sekali.

"Aku hanya pelatih mu, bukankah kamu sendiri yang menyatakan padaku sebagai CEO yang baru?, dan itu adalah sesuatu yang harus aku patenkan"

"Apa maksud mu?"

"Kamu boleh bersikap seperti CEO baru di hadapanku, cukup itu, tapi tidak di depan para investor, mengerti?"

Graven berdiri, mengambil air dalam gelas dan memberikan perlahan pada Sera yang masih terdiam.

"Minumlah, kamu terlihat lelah"

Sera merasakan tangan Graven menggenggam tangannya saat memberikan gelas berisi minuman, disana ada kehangatan yang entah kenapa rasanya_ menenangkan, sialan!

Sera hanya diam, membiarkan Graven tetap duduk di sampingnya, lalu meminum air itu perlahan, memang benar, seketika tubuhnya terasa lebih dingin dan segar.

Ada tatapan yang tak biasa, seolah Graven sedang mencari sesuatu dalam dirinya dan Sera menyadari hal itu.

"Kondisikan matamu, atau aku akan membuat mu buta" Ucap Sera setelah menaruh gelas yang kosong di atas meja.

Graven tersenyum tipis, masih tak mengalihkan pandangannya, pantas saja para investor tadi tak berkedip saat melihat sosok wanita di sampingnya.

Sera, memakai setelan tapi, warna coklat muda bercampur dengan warna pink di sedikit variasi gaunnya, membuat dia terlihat punya karakter yang kuat, anggun dan sempurna, ditambah dengan wajah cantiknya yang berada di atas level manusia biasa, dan mata yang_ Sial, sungguh menenggelamkan hatinya.

Graven cukup menghela nafasnya, membenci dan berusaha menahan dirinya, dimana nampak dari tadi bagian kerah baju Sera yang menurutnya terlalu ke bawah, apalagi blazer yang di kenakan tidak tertutup sempurna, garis leher hingga bagian atas dadanya terekspos sempurna, semua itu_ MENGANGGU.

"Sebaiknya kamu mencungkil semua mata yang tadi menikmati mu di ruang meeting Nona Sera"

"Apa?!" Sera langsung menatap ke samping, tepat di mata Graven.

"Sebaiknya pakai pakaian yang tidak terlalu menampakkan leher jenjang mu, kecuali kamu ingin aku beri tanda di sana mungkin?"

Sera segera menyadari sesuatu, lalu membenarkan blazernya yang kini berhasil menutupi bagian atas Sera dengan sempurna.

"Aku tidak sengaja melakukannya, dan aku rasa mata para investor itu menatapku karena penjelasan yang aku beri, dan okey jika kamu benar, memangnya kenapa, aku tidak bermaksud menggoda mereka, memang beginilah wajah dan penampilanku"

"Kamu yakin?"

"Graven, tolong, kita bicara hal yang lebih penting, kenapa harus membahas fisikku?"

"Karena aku suka itu"

Sera terkejut, menaikan satu alisnya dan ya Tuhan, benar-benar ya, mahluk di hadapannya ini lebih mirip jelmaan setan yang nyata.

Cara dia tersenyum seolah ngundang sesuatu yang di larang untuk di lakukan, dan tatapannya yang dingin tapi menyesatkan, SIALAN!

"Okey baiklah, aku rasa tidak ada yang perlu aku bicarakan lagi, satu yang pasti, jangan lagi membuat hidupku seperti role coaster dengan memberikan perintah mendadak yang gak masuk akal, dari sini bisa dimengerti?"

Sera kini sudah berdiri dan bersiap untuk pergi, terlalu lama di sarang Graven seperti akan masuk ke lubang gelap dan dalam, tak tau arah tujuan dan akan mudah di kendalikan.

"Satu hal lagi Nona Sera"

Sera menghentikan langkahnya, kembali berbalik dan menatap Graven yang sudah berdiri.

"Apa?"

"Kita akan bekerjasama dalam rentang waktu yang cukup lama, jadi perlu akses langsung, dan mungkin setiap hari walau tidak lama"

"Maksudnya?"

Sera mulai curiga, sepertinya ini bukan hal yang baik, dan entah kenapa bisa merasakannya seketika.

"Satu ruangan pribadi untukku, di Megatan Company"

JEDAR

Sera membelalakkan mata tak percaya, bahkan tas yang di bawanya hampir tergelincir dari tempatnya, bisikan iblis dari mana hingga laki-laki dengan ego yang tinggi ini punya ide se gila ini.

Seru Nih, Yuk mana Komennya?

Bersambung.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!