" Dia... Kenapa ada disini?"
Luna diam diam naksir pangeran sekolah selama delapan tahun. Luna adalah seorang gadis yang baru saja enam bulan bekerja pada sebuah perusahan raksasa tanpa sengaja bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang bernama Zafran Mahesa.
Dari pertemuan yang tidak sengaja itu, membuat zafran perhatian padanya. zafran secara terang terangan mendekati luna. luna yang akan membuka hatinya, harus di kejutkan dengan hadirnya kembali cinta pertama zafran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resah dan Gelisah
"ka" panggil zafran pada zaviar ketika memasuki ruangan kerja zaviar.
"eh, kamu udah dateng"
"ada masalah apa sama cabang singapura? "
" biasa perpanjangan kontrak. Tapi, sudah di handle ko " ucap zaviar menutup leptopnya dan menghembuskan nafasnya.
" ada apa ka? " tanya zafran menghampiri kakanya dan duduk di kursi depan kaka nya
" kaka sedang memikirkan ka khanza ran.. Semakin susah makan dan semakin pucat. Berat badan ka khanza juga turun drastis"
" terakhir kata dokter gimana ka? " tanya zafran khawatir
" kemungkinan besar prematur ran. Ka khanza anemia dan kondisinya semakin hari semakin menurun."
" prematur? perkiraan kapan ka? "
" kalau normal 3 - 4 minggu ran. kaka kayanya mulai besok akan jarang di kantor ran. semua kerjaan sementara akan di handle ka kaisan dan erik. Kamu bantu yah"
" baik ka. " jawab zafran. Dan tak lama zaviar berdiri.
" semua akan baik baik aja ka" ucap zafran kembali menguatkan kakanya.
" kaka hanya berharap ka khanza baik baik saja. Kaka bukan menyesali ada anak, tapi kalau ada anak gak ada ka khanza , kaka gak bisa ran " ucap zaviar menghembuskan nafas. Zafran hanya mendengarkan tidak merespon apapun.
" masuk kamar jangan pasang muka sedih yah" pinta zaviar. Zafran hanya menganggukan kepalanya.
Mereka berdua berjalan menuju kamar tempat khanza berada. Begitu pintu di buka khanza inda dan luna sedang tertawa bahagia. rasa khawatir zaviar tiba tiba hilang melihat istrinya sedang tertawa bahagia.
" eh ada luna" sapa zaviar pada luna sambil berjalan ke arah istrinya
" malam ka zaviar" sapa luna sopan. Zafran sudah duduk di sebelah luna dan mengusap puncak kepalanya
" eh ada kang modus" ledek inda pada zafran.
" siapa kang modus? " tanta zaviar penasaran
" tuh adek kamu sayang" ledek khanza. Zaviar hanya tersenyum.
" hati hati luna" ucap zaviar
" apaan sih ka " protes zafran
" kamu modusin anak orang apa? Siapa yang ajarin? " tanya zaviar sambil memeluk istrinya dari belakang
" kamu"
" elo"
Jawab inda dan khanza bersamaan pada zaviar Zafran tertawa melihat ini
" aku modus apa sayang? Gak pernah" sanggah zaviar
" perlu gw buka nih semua modusan elo? " tanya inda
" buka aja , gw gak pernah modus sama istri aku yang paling cantik ngalahin bidadari" ucap zaviar lembut sambil mengdusel dusel pada pundak istrinya. Sedangkan khanza hanya tertawa.
" lihat kan luna. Sebentar lagi kamu jadi korban dia" ucap inda menunjuk zafran
" dih, korban apa, gak ko sayang, kamu bukan korban tapi aku yang nyerahin diri aku ke kamu" ucap zafran sambil mencolek hidung luna. Membuat luna tersipu malu
" aaarrgghh... Please satu mahesa udah bikin gw mati berdiri, kenapa sekarang dateng lagi mahesa yang lain , mau bikin gw game over" keluh inda. Membuat semua tertawa
Mereka melanjutkan mengobrol dan tak lama khanza mengeluh ngantuk. Akhirnya luna zafran dan inda turun ke lantai satu setelah berpamitan. Inda menghampiri fiki dan para keponakannya di taman belakang. Sedangkan luna dan zafran kembali bergabung kemeja makan menyisakan arleta, dirgantara kaisan dan kinan.
" tante mana? " tanya zafran
" pulang, itu jaya di rumah udah ngamuk" jawab dirgantara
"ran, besok zaviar gak akan ke kantor" ucap kaisan
" iyah ka, tadi kaka udah cerita. Kaka aja yang handle aku handle kerjaan kaka" ucap zafran
" modus boy? " tanya dirgantara
" hah? Kenapa pada bilang aku modus sih " jawab zafran bingung tak mengerti
" ya iyah lah, kerjaan ka kaisan kan bagian hrd, luna adanya di hrd" jawab arleta
" luna hayu di minum " tawar kinan segelas ice lemon tea di atas meja
" iyah ka kinan, terimakasih"
" pura pura gak paham dia pah" ledek kaisan
" ya sekali dayung dua tiga pulau terlewati, betul begitu bukan pak dirgantara? Jawab zafran dengan senyum merekah membuat kaisan , kinan dan arleta tertawa
" ternyata anak mamah yang ini bisa mode gila juga?" tanya arleta
" sesuai kondisi mah." jawab zafran
" ya udah besok kaka sama erik handle kerjaan zaviar. Kamu handle kerjaan hrd" ucap kaisan. Di beri anggukan oleh zafran.
" pah, mah inda sama fiki pulang dulu yah tadi udah pamitan sama khanza" ucap inda menghampiri dan menyalami semua
" kemana ih baru jam segini" ucap arleta
" dari pagi pah fiki sama inda di luar tumbang banget lelah" jawab fiki sambil menghampiri dan menyalami semua
"sayang mau pulang sekarang? " tanya zaviar pada luna
"terserah kamu aku mah" jawab luna
" ya udah ayok, mumpung ka fiki sama ka inda pamitan. Sekalian aja" ucap zafran berdiri dan mengajak luna
" mah, pah, ka aku juga sekalian pamit yah. Udah malam juga" ucap zafran
" lah kemana lo ngikut" ledek fiki
"luna disini kan? " goda arleta
" luna ikut pulang mah " jawab luna dengan senyum
" kirain mau disini temenin mamah" ucap arleta
" hehe iyah mah nanti luna main lagi yah" jawab luna dan di peluk oleh arleta
Setelah semua berdiri dan bersalaman arleta merangkul luna sambil mengantar kedepan
"besok kesini lagi yah luna"
" iyah mah, gimana ka zafran mah" ucap luna
" gak sama dia juga gpp luna. Kamu aja" goda arleta
" baik mah, mudah mudahan besok gak lembur hehe"
" salam buat papah mamah yah, "
" baik mah"
" hati hati di jalan sayang, jangan ngebut ran"
" ya mah"
Inda, fiki, zafran dan luna menaiki mobil masing masing dan berlalu meninggalkan kediaman zaviar dan khanza.
" tadi ngobrol apa saja sayang sama ka khanza ka inda?" tanya zafran sambil melajukan mobilnya. Malam ini zafran mengantar luna tanpa membawa erwin atau supir. Ya mereka hanya berdua di dalam mobil.
" banyak sih, tapi ka khanza dari tadi ngeluh kram perutnya. "
" iyah tadi kaka cerita. Doain aja sayang ka khanza gpp.. Mungkin harus lahir prematur keponakan aku"
" loh kenapa? " tanya luna panik
" ka khanza anemia parah. Dari awal bayi tabung sampai kaka hamil sekarang perjuangan kaka udah luar biasa banget sayang. Dari awal kita cuma berharap kaka baik baik aja. Kita juga gak pernah minta apalagi nuntut ka khanza buat hamil dan punya anak. Tapi kaka selalu merasa minder di banding dengan yang lain" luna hanya diam fokus mendengarkan
" apalagi semenjak pulang kesini, makin banyak omongan omongan soal ka khanza, dan banyak yang nyalahin ka khanza gak hamil. Ka zaviar dan kita semua gak pernah nyalahin ka khanza. Bahkan ka inda aja belum hamil sampe sekarang mereka emang nunda sih. cuma mungkin ka khanza lebih sensitif soal itu. Saat kemaren bayi tabung nya sukses, itu bukan yang pertama. Itu udah yang ketiga atau ke empat kalau gak salah. Tapi dari awal kondisi ka khanza emang lemah. Dan dari awal keputusan ka zaviar tetep sama, kalau sampai hari H ada apa apa , dia tetep aku nyelametin ka khanza. Papah mamah juga tau"
" iyah sih, kita gak bisa ngontrol omongan orang"
" karena dimata orang, kita selalu gak sempurna kan?" timpal zafran kembali
" hmm betul .. Mudah mudahan ka khanza dan baby nya baik baik aja. "
" kalau aku sibuk, dan kamu udah senggang dan mau main ke rumah bilang aja yah sayang, nanti aku suruh driver antar kamu"
" emang gpp kalau aku pergi ke khanza sendiri tanpa kamu?"
" ya gpp lah sayang, di luar kita punya hubungan atau enggak, kamu kan temen ka khanza"
" hmm oke kalau gitu'
" besok aku jemput yah ke kantor"
" hah? Jangan lah, aku pergi sendiri aja" jawab luna yakin. Semenjak tadi perpisahan dengan lusi, luna sudah di bom chat oleh lusi yang minta cerita nyata tentang dirinya dan atasannya itu.
" kenapa? Kasih aku alasan jelas" ucap zafran
" oke satu kamu ini jabatanya jauh diatas aku, dua kamu ini pemilik tempat aku kerja, tiga aku gak mau bikin ke gaduhan" cicit luna. Tak lama zafran menghentikan mobilnya, dan dia menoleh pada luna
" kamu malu pacaran sama aku?" tanya zafran menatap luna lekat
" bukan. Gak mungkin malu, punya pacar kaya kamu kan?" ucap luna membuat zafran tersenyum
" terus kenapa? Kamu mau jaga hati cowo itu?"
" hah? Cowo siapa?" tanya luna polos
" itu yang mau di comblangin sama kamu" luna berfikir sejenak
" oh temennya lusi? Aku aja gak tau orangnya yang mana" jawab luna. Melihat tidak ada respon dari zafran, luna memberanikan diri menyentuh jemari zafran
" kamu marah? Gak suka?" tanya luna, dan yap berhasil zafran merespon sentuhan luna
Ternyata bener Physical touch
Luna tersenyum menunggu jawab zafran
" hmm ya udah tapi gak lama yah sayang, sebulan dan gak lebih"
" hah, ko gitu?" protes luna
" aku gak suka penolakan sayang"
" hmm baiklah"
" jangan cemberut gitu, nanti aku gigit" setelah itu zafran melanjutkan perjalannya kembali dan tetap mengobrol dengan luna
***