NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 : Number One

Pagi hari yang cerah, Haebin mengikuti rutinitas rumah utama. Begitu juga dengan Dohee menggendong si kembar sambil mengantar Youngha, setelah itu Dohee masuk ke dalam Haebin mengajak Dohee jalan-jalan keluar sambil membantu menggendong salah satu si kembar. Youngha dan Hain perjalanan ke kantor, mereka dengan heboh membahas hal itu di mobil. Tak lama kemudian mereka datang ke markas, setelah upacara pagi. Laksamana Shin Han Gu itu langsung menjabat tangan tim Youngha dengan senyuman yang sangat lebar, mereka semua langsung di kumpulkan ke ruangan.

Youngha awalnya juga tidak tahu permasalahan ini dan barusan diberi tahu malam hari kemarin, Laksamana Shin Han Gu jadi puas dan menyuruh mereka terutama Youngha mendukung istrinya penuh. Kemudian Hain juga di tanya istrinya bekerja apa, dia menjawab masih belum mempunyai istri dan yang lebih beraninya dia mengakui bahwa Kepala Perusahaan Shin Company itu sebagai calon istrinya. Setelah itu, Laksamana terkejut saat mendengar perusahaan yang tak asing baginya. Suasana sempat hening sejenak, untung saja Laksamana merestui hubungan Hain ternyata sudah lama dengan Kepala Shin Company yang sempat kandas, dengan tegas Hain langsung menerima perintah segera menikahi dengan keponakannya Laksamana, Shin Haebin. Sekarang Sion dan Raon dua prajurit yang masih lajang harus membuka hubungannya di depan Laksamana,

“Kapten Sion, harusnya dengan pangkat Kapten sudah punya calon bukan?” tanya Laksamana Shin diikuti tawa candanya,

“Siap, kami punya mohon ijin” jawab Sion tegas,

“Siapa? Anak mana calonmu?” tanya Laksamana Shin,

“Letnan Byun Yuna, mohon ijin” jawab Sion,

Suasana menghening, Hain langsung menatap Sion. Laksamana puas dengan jawaban Sion, Youngha langsung menatap tajam ke Raon.

“Letnan Kim Raon?” panggil Laksamana tiba-tiba,

“Siap mohon izin” jawab Raon dengan tegap,

“Siapa pacarmu? Jangan-jangan sama dengan Kapten Sion, hahaha” ujar Laksamana diikuti tawanya,

“Siap, Letnan Jang Dain.. mohon izin” jawab Raon,

“Wah! Hahaha semuanya jatuh cinta sama perwira baru ya” ucap Laksamana Shin sambil tepuk tangan senang,

Youngha yang masih menatap Raon, kali ini tebakannya benar. Hain dan Youngha tidak bisa mengalihkan pandangannya dari mereka berdua,

“Baik, baik... Kalau nikah nanti Kolonel Kang yang menjadi saksi ya” ujar Laksamana, “Ya sudah, kalian kembali ke kantor” perintah Laksamana Shin puas.

Dalam perjalanan menuju kantor yang tidak jauh dari kantor Laksamana Shin, Youngha dan Hain jalannya mendahului mereka berdua. Dari kantor, suasana menghening sejenak. Hain langsung mengajak Sion keluar, di ruangan kawasan merokok, Youngha sebelum masuk di ruangan pribadinya itu langsung memanggil Raon. Mereka masuk bersama,

“Siap, mohon ijin” ujar Raon,

“Duduk” perintah Youngha yang suaranya sedikit menggema di ruangan,

“Sejak kapan kau berhubungan dengan Dain?” tanya Youngha menatap Raon tegas,

“Setelah belanja di pusat, mohon ijin” jawab Raon tegap,

“Raon, kenapa kau sekarang juga tidak bercerita dengan ku? Jangan panggil aku Kolonel, panggil saja Kakak… ini sudah pribadi” jawab Youngha,

“Rencana, akhir pekan ini aku dan Dain sepakat memutuskan untuk bilang pada Kak Youngha dan Kak Dohee tentang ini... Ternyata aku tidak tahu kalau Laksamana Shin memanggil kita terlebih dahulu dan menanyakan itu” jelas Raon sambil memegang belakang lehernya,

“Oke baiklah, aku akan merahasiakan ini dulu dari kakak mu... Besok kalian harus bilang hubungan ini, aku juga setuju kalau kamu dengan Dain” ucap Youngha dengan wajah lembutnya,

“Kak? Kakak setuju dengan hubungan kami?” tanya Raon terkejut,

“Iya tentu saja? Mengapa tidak? Aku juga sudah mengenalmu lebih bertahun-tahun, bahkan kau juga sudah ku anggap Kim Raon adalah adikku” jawab Youngha,

“Kak, terima kasih...” jawab Raon dengan mata berbinar-binar, “Apa aku boleh peluk?” tanyanya,

“Boleh, nanti saja tapi ya di luar kantor,” jawab Youngha “kau juga akhir-akhir ini terlihat berubah, lebih punya ekspresi dan lebih baik daripada biasanya” lanjut Youngha,

“Hehehe, Dain yang mengajarkan ku semua kak” jawab Raon malu,

“Baguslah, aku senang kau bertemu dengan orang yang istimewa... Aku harap Dain seperti Dohee ya” ujar Youngha,

“Iya kak, aku juga akan menjaganya seperti kakak mengajarkan ku banyak hal” jawab Raon berjanji.

Hain menghisap rokok sampai rahangnya kempot, lalu meniup asap yang tebal itu. Dia menatap Sion yang menundukkan kepala dengan badan tegas,

“Sejak kapan kau jadi pacar Yuna?” tanya Hain memecah ketegangan,

“Usai dari pusat perbelanjaan kak” jawab Sion,

“Kenapa kau menyembunyikan dari kita semua?” tanya Hain dengan suara rendahnya,

“Kami rencana akhir pekan kak untuk mengumumkan hubungan kita, jadi besok di rumah utama aku ingin membawa Yuna” jawab Sion,

“Bagus, bawa saja... Aku setuju jika kalian pacaran, aku dengan Youngha selalu satu suara” ujar Hain lalu menghisap rokoknya lagi,

“Kak Hain? Apakah kau benar-benar setuju?” tanya Sion mengangkat kepala girang,

“Iya, kita kan tumbuh bersama? Mengapa aku harus melarang mu apalagi dengan Yuna yang sudah ku anggap adikku sendiri” jawab Hain,

“Kak apa aku boleh peluk?” tanya Sion,

“Merokok saja, simpan pelukmu di rumah nanti” jawab Hain dingin.

Sore hari datang, mereka keluar dari markas bersama. Mereka mampir ke pusat belanja sedikit jauh dari sana, Youngha membeli banyak daging sapi dan ayam, selain itu dia juga membeli sayuran, jamur. “Haebin, kira-kira dia juga suka selera kita tidak ya?” Youngha yang ada di depan kulkas daging,

“Suka, dia suka bahan segar yang dimasak sendiri” ujar Hain sambil memasukkan bumbu di keranjang,

“Tapi, dia tidak ada alergi kan?” tanya Youngha memastikan,

“Tidak ada, dia hanya alergi udang dan susu sapi” jawab Hain yang sepenuhnya mengerti,

“Berarti kita harus membeli bahan daging, udang kita lewati” ujar Youngha,

“Iya kak, biar aku ambil makanan kesukaannya juga” jawab Hain,

“Oke, ambil sebanyak yang dia suka, apapun itu” ujar Youngha lalu mengambil banyak daging lagi.

“Kenapa kak? Kau terlihat sesuatu yang aneh kan?” tanya Hain,

“Iya, dia terlihat kurus daripada datang ke rumah sakit waktu itu, lebih kurus dari itu” jawab Youngha,

“Berarti tidak aku saja ya yang merasakan itu” ucap Hain, kemudian dia pergi ke lorong bagian jajanan kering.

Tak hanya itu, Youngha juga mengambil berbagai jamur. Kemudian jajan untuk mengisi lemari rumah, Raon dan Sion mengambil 1 crack soda rasa anggur, bir dengan kadar alkohol sedikit, lalu jajan kering. Youngha mengambil beberapa cokelat juga,

“Kak Youngha” panggil Hain,

“Kenapa?” jawab Youngha,

“Kak, apa kau tak beli susu buat Kak Dohee?” tanya Hain,

“Oh iya, untung saja kau mengingatkanku” jawab Youngha sambil menepuk pundak Hain,

“Untung saja” ucap Hain lega,

dua kotak susu untuk Dohee dan empat kotak susu formula untuk si kembar. Dia juga membeli protein lima kotak untuk di bagikan ke adik-adiknya, mendadak ponsel Youngha berdering lalu dia mengangkatnya,

“Halo sayang? Ada apa?” tanya Youngha, “Oh iya sayang, masak nasi saja ya dirumah... Lauknya biar kita saja yang masak...” lanjut Youngha, “Iya sayang, Love u too” tutup Youngha.

Kemudian mereka kembali pulang ke rumah utama bersama-sama. Haebin dan Dohee menyambut mereka dengan hangat, kemudian Yuna dan Dain keluar dari dapur dengan rambutnya masih di cepol rapi. Raon, Sion terdiam dan menatap mereka berdua yang memakai sarung tangan karet,

“Hmm” dehem Youngha sambil melihat mereka,

“Kenapa sayang?” tanya Dohee berbisik,

“Kamu pasti akan tahu sendiri” jawab Youngha.

Waktu menunjukkan tepat pukul 7 malam, mereka makan malam bersama. Awalnya mereka membahas kantor, lalu Dohee membawa si kembar untuk makan malam bersama. Disana Raon, Sion mengumumkan hubungannya dengan Dain dan Yuna sebelum akhir pekan datang, kemudian Dohee dan Haebin merestui hubungan itu. Mereka makan dengan bahagia seperti keluarga, Youngha juga menggendong si kembar setelah makan. Setelah itu, Dain dan Raon membantu menggendong si kembar, beberapa ada yang masih makan.

Hain yang duduk di sebelah Haebin itu tiba-tiba mengambilkan daging dan menaruh di mangkuk nasi nya, kemudian dia juga menambahkan air di gelasnya. Haebin terkejut lalu menatap Hain yang duduk di sebelah, Haebin tiba-tiba menundukkan kepala. Dia menyumpit daging itu sedikit demi sedikit, Dohee melihat Haebin meneteskan air mata karena kebiasaan Hain. Pada saat Hain menaruh jamur di mangkuk Haebin, dia langsung menaruh kedua sumpitnya dan memeluk Hain erat sambil menangis. Hain membeku, semuanya tertuju ke arah mereka.

Lalu dia melingkarkan tangan kirinya di tubuh Haebin yang dirasa kecil itu, Hain mengelus punggungnya lalu menaruh dagunya di kepala Haebin. Tak juga itu, dia menaruh kedua sumpitnya lalu tangan kanannya melingkar di daerah kepala Haebin sambil mengelus lembut. Dohee menyangga dagu dengan kedua tangannya, dia melihatnya sangat terharu ternyata mereka masih saling mencintai. Youngha yang melihat itu wajahnya berubah jadi terharu juga,

“Cup... Cup... Sudah, jangan menangis” ujar Hain lembut, dia melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Haebin sambil memegang pipinya sebelah kanan,

“Hmm...” jawab Haebin sambil menganggukkan kepalanya,

“Kalian engga ada rencana balikan gitu?” sahut Yuna,

“Kenapa? Kalo kita balikan?” tanya Hain sambil melihat Yuna yang ada di depan sampingnya,

“Ya nikahlah kak, sama Kak Bin” jawab Yuna nadanya agak meninggi sedikit kesal melihat pertanyaan anehnya Hain,

“Cih” decih Hain,

“Kak, nikahlah dirimu sudah tua lho” timpal Sion lalu menyuap makanannya,

“Haish, kalian” gerutu Hain dengan marah,

“Hain” panggil Youngha dengan mengode ke arah Haebin, kemudian Hain menenangkan Haebin seperti mengusap air matanya lalu mengelus lembut kepalanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!