NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Regazz

"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn berkata kasar pada istrinya saat malam pertama mereka.

Varisha Salsabilla Jannah.

Gadis pincang yang baru saja kehilangan suami sekaligus calon anaknya.
Ia bahkan terpaksa harus menikah dengan adik iparnya sendiri, yaitu Zayn Alkautsar.
Adik ipar yang membenci dirinya.

Apakah pernikahan terpaksa ini akan berakhir mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Bayaran untukmu

Bab 16— Bayaran untukmu

•••

Flashback...

Zayn mencium bibir Adinda tepat di hadapan Varisha. Wanita itu menatap Zayn dengan tatapan sedih dan langsung pergi dari balkon tersebut.

Zayn tersenyum menyeringai dibalik senyumannya. Dan seperdetik kemudian, ia mengakhiri ciuman mereka.

"Kenapa berhenti, sayang?" rengek Adinda memengang wajah Zayn.

"Sudah ya, aku harus bertemu dengan relasi bisnis lainnya. Kamu bisa pulang diantar supir pribadi keluargaku." ujar Zayn.

Adinda langsung merengut dan mengalungkan kedua tangannya di leher Zayn.

"Tapi, aku masih ingin disini sama kamu~" manjanya.

Zayn melepaskan kedua tangan Adinda dengan perlahan, "lain kali ya,sayang. Aku janji."

"Baiklah, aku akan pulang." ujar Adinda sembari mencium pipi Zayn singkat.

Disisi lain, Zayn ingin menghampiri kedua orangtuanya. Namun, ia malah melihat Varisha yang sedang mengobrol dengan seorang pria.

Rasa tak senang langsung terlihat jelas di wajah milik Zayn.

Varisha terlihat begitu senang sekali mengobrol dengan pria asing tersebut. Bahkan, ia sempat tertawa.

"Dengan pria mana lagi, jalang itu menggatal." bisik Zayn yang begitu kasar.

"Ingin minum, Tuan?" tanya seorang pelayan dengan membawa nampan di tangannya yang berisi banyak sekali minuman.

Zayn langsung mengambil gelas tersebut dan meminumnya hingga habis total. Matanya masih tajam menatap Varisha yang kini sudah pergi dengan pria tersebut keluar ruangan.

Zayn nampak kesal.

"Mau kemana dia?" tanya Zayn yang hanya diam saja sembari duduk menunggu. Namun, Varisha tak kunjung kembali. Hingga ia menghampiri kedua orangtuanya.

Dan jelas, kedua orangtuanya juga cemas dengan keberadaan Varisha yang tiba-tiba menghilang. Hingga Nyonya Lestari mendapati kabar bawah Varisha sudah pulang karna tak enak badan.

'Dasar pembohong! Pasti dia ingin berduaan saja dengan selingkuhannya itu.'batin Zayn.

Ia pun meninggalkan kedua orangtuanya. Ia kembali mengambil minuman yang ditawarkan oleh pelayan padannya. Segelas dua belas. Habis semuanya. Ia sudah nampak mabuk saat ini.

Flashback end...

"Brengsek! Beraninya kau menolakku!" umpat Zayn posisi tubuhnya diatas tubuh Varisha.

"Bukan mas tap—"

Zayn langsung membungkam mulut Varisha dengan bibirnya dan menekannya. Ia bahkan memengang kedua tangan Varisha dengan erat. Begitu sakit bagi Varisha.

Ciuman yang awalnya di bibir kini perlahan turun ke leher milik Varisha.

"Beraninya banget  loe pergi sama cowok lain tadi saat di pesta." ujar Zayn disela ciumannya. Tatapan Zayn begitu tajam namun seperti menyimpan luka mendalam.

"Dia hanya teman lama yang kebetulan ketemu disana, mas. Kamu itu lagi mabuk!"

"Dasar pincang jalang!"

"Jangan menghinaku!" teriak Varisha yang gak tahan selalu diperlakukan kasar dan hina oleh Zayn.

"Oh ya? Jadi loe ini udah berani melawan ya?" tantang Zayn yang langsung menarik paksa gaun indah milik Varisha hingga robek.

"Mas Zayn!" Jerit Varisha kaget. 

Ia terus saja memberontak. Ia tak ingin diperlakukan seperti ini. Ia berhasil kabur dari jeratan Zayn. Namun, saat ingin menuruni ranjang Zayn dengan cepat kembali menarik tubuhnya hingga langsung jatuh diatas ranjang.

Kembali Zayn menindih tubuhnya.

"Ini sudah kewajibanmu sebagai seorang istri, Varisha." Zayn malah tersenyum menyeringai. Tatapan tajam Zayn begitu menusuk sekali dimata Varisha.

"Aku mencintaimu, Varisha." lirih Zayn dengan tatapan sendu.

Varisha tersentak kaget.

Ini pengakuan cinta kah?

Ia hanya bisa diam. Otaknya seolah terdiam beberapa saat.

Bahkan, ia hanya diam saja saat Zayn yang kembali mencium dirinya. Kini, lebih lembut dari sebelumnya.

Varisha terlena dan terbawa suasana. Dia yang awalnya diam saja karna masih kaget. Kini, mulai membalas ciuman Zayn.

Ia tersenyum simpul.

Apakah ini akan jadi awal baik dari semuanya?

•••

Plug!

Varisha tersadar saat melihat tumpukkan uang yang mengenai wajahnya. Begitu banyak sekali, bahkan ada yang sampai berceceran diatas ranjang. Ia yang masih mengenakan selimut dengan tanpa sehelai benang di tubuhnya kaget melihat Zayn yang melempar lembaran uang tersebut pada dirinya.

Jumlahnya begitu banyak. 

Mungkin saja puluhan juta.

"Anggap saja itu bayaran untuk tadi malam." ucap Zayn yang kembali menatap Varisha dengan tatapan sinis dan membuang muka.

Varisha mengeratkan selimut di tubuhnya.

Ia heran. 'Dia kenapa lagi?' batin Varisha melihat Zayn yang berubah.

'Padahal tadi malam. Ia mengatakan mencintaiku,' tanya Varisha dalam hati.

"Maksud kamu apa, mas?"

"Loe itu tuli, ya? Gue bilang ini bayaran loe untuk tadi malam. Gue gak mau tidur gratis gitu saja apalagi dengan perempuan pincang dan miskin kayak loe."

Varisha kaget. Raut wajahnya jadi sedih.

Ia mendorong seluruh uang tersebut hingga jatuh ke bawah ranjang.

“Aku bukan wanita malam!” 

Zayn menyeringai. Begitu mengejek.

Varisha langsung meraih tangan Zayn.

"Kamu kenapa berubah, mas? Bukanya tadi malam kamj mengatakan mencintaiku dan menginginkanku?"

Zayn langsung mengempaskan tangan Varisha dengan kasar. "Jangan mimpi! Gak mungkin gue bilang hal gila kayak gitu!"

Varisha makin sedih.

"Tapi, aku mencintai kamu mas."

Pengakuan Varisha membuat Zayn jadi kaget sejenak. Dan lalu menunjuk-nunjuk kening Varisha dengan jadi telunjuknya.

"Dengar ya, pincang. Loe pikir aku bakalan terima ungkapan cinta loe yang rendahan itu, ha? Setelah suami loe yang cuma dosen  itu mati, loe  malah memilih gue yang kaya ini? Enak saja!"

Varisha meneteskan airmatanya.

Namun, ia buru-buru menyekanya. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya saja.

Zayn tersenyum sinis.

Ia langsung pergi meninggalkan kamar.

"Hiks ...hiks...hiks ..." Varisha hanya menangis saja, meluapkan segala sakit hatinya.

•••

Pagi itu, mereka sarapan begitu hening sekali.

Varisha hanya diam saja sembari menikmati sarapan miliknya. Nyonya Lestari merasa bingung.

"Kenapa Varisha, apa masakannya tidak enak?" tanya Nyonya Lestari.

Varisha tersentak kaget, karna ia sedikit melamun. "Tidak. Enak kok, Bu." balas Varisha dengan senyuman palsunya.

Ia kembali diam dan menikmati makananya.

"...setelah suamimu yang dosen itu mati. Loe malah memilih gue yang kaya ini? Enak saja!"

kata-kata Zayn saat masih dikamar, masih saja terngiang di kepalanya Varisha hingga kini.

'Padahal perasaanku tulus...'batin Varisha dalam hati.

"Kapan balapanmu dimulai, Zayn?" tanya Tuan Faruq.

"Mungkin hari ini aku akan berangkat langsung ke Monaco."

Varisha masih sibuk dengan pikirannya. Ia bahkan, sudah tak mendengarkan percakapan mereka lagi.

"Ajaklah Varisha, Zayn. Ini waktu yang pas untuk kalian liburan sekaligus bulan madu." sahut Nyonya Lestari sembari melirik Varisha.

Zayn yang melihat Varisha yang hanya diam, langsung mencubit paha wanita tersebut dari bawah meja.

Varisha mencoba menahan sakit.

Zayn begitu kasar. Rasanya ia ingin menangis saja saat ini.

"Bagaimana Varisha?" tanya Nyonya Lestari.

"Barusan ibu bicara apa? Maaf aku sedang tidak fokus," dustanya.

"Zayn ingin berangkat hari ini ke Monaco. Kamu pergilah dengannya sekaligus liburan bulan madu." jelas Nyonya Lestari dengan penuh kasih sayang.

Varisha jadi linglung. Ia melirik sekilas ke Zayn yang kini nampak tak senang.

"Tidak perlu, ibu. Aku disini saja, lagian Zayn disana untuk balapan. Kalau aku ikut yang ada bisa bikin dia jadi repot." ujar Varisha tersenyum kikuk.

"Gak lah. Gak mungkin, Zayn akan kerepotan dengan istrinya ini. Benar kan Zayn?" tanya Tuan Faruq balik menatap putranya.

Zayn nampak tersenyum penuh arti pada Varisha. Perasaan Varisha tak nyaman dengan senyuman palsu yang menyimpan rasa benci tersenyum.

"Tentu saja tidak, ayah. Mana mungkin istriku ini merepotkan ku." ujar Zayn yang mencium punggung tangan Varisha. Bahkan, tatapan mata Zayn gak lepas menatap Varisha.

Varisha langsung menarik tangannya. Ia tak nyaman. Karna, Zayn mengatakan itu tidak dengan hati yang tulus. Namun, paksaan.

"Nah, Zayn saja setuju. Kamu juga harus mau ya, Varisha." ucap Nyonya Lestari lagi mendesak menantunya.

"Baiklah, ibu." Varisha gak bisa menolak lagi.

•••

Zayn dan Varisha kini sedang berada di dalam kabin pesawat di kelas 1. Varisha hanya bisa duduk saja di tepi jendela menatap awan-awan yang semakin banyak.

"Bangun!" titah Zayn dengan nada tegas.

"Kenapa—" Varisha berhenti bertanya saat melihat seseorang di sisi Zayn. Yaitu, Adinda yang sedang berdiri disana.

"Kenapa dia ada disini?!" tanya Varisha gak terima.

Adinda menatap Varisha dengan pandangan hina. Ia pun melepas kacamata hitamnya.

"Heh, pincang! Tempat duduk ini milik gue  dan Zayn. Lebih baik loe pergi sana!"

Varisha menatap Zayn, "Zayn ini tempat dudukku!"

Zayn menatap Varisha dengan tajam, "cepat bangkit sebelum kau ku seret." ancamnya.

Varisha hanya menunduk sedih, "tapi, Zayn..."

Zayn kini malah mencengkram pipi Varisha dengan satu tangannya.

Varisha merasakan sakit yang teramat di pipinya.

"Pergi sekarang!" Nada Zayn penuh penekanan. Adinda yang melihat hal itu begitu senang sekali.

"Baik, aku akan pergi." ujar Varisha kesakitan.

To be continue...

1
Emi Sudiarni
lanjut
.. smangat untuk kak author .. sdah ngh sbar nungu bab berikutnya
Regazz: terimakasih🙏☺️
total 1 replies
partini
jajat bngt BUCIN nanti kamu
Emi Sudiarni
senang de lihat zayn cemburu
Tamirah
Jadi wanita jangan bodoh bodoh amat, walau kamu cacat sedikit saja punya harga diri lu disiksa diperkosa ngapain gk pergi dr rumah itu....!
Emi Sudiarni
lanjut kak seru bngat
Emi Sudiarni
kok cuma satu bab kak,,
Emi Sudiarni
yg sabar varisha. entar zayn bucin ama kamu..
6690
awas aja kalau Zayn udah bucin
Emi Sudiarni
mantap kak, lanjut..
Emi Sudiarni
Brian cemburu🤣🤣
Emi Sudiarni
buat mantan ny ngejar varisha. biar zayn ngah pnya ksempatan dgn adinda🤣adinda
Emi Sudiarni
buat zayn cemburu di sana... semisal varisha ketemu mantan🤭🤭
Emi Sudiarni
keterlaluan bangat zayn
Emi Sudiarni
lanjut kak 💪💪
Emi Sudiarni
ngemesin bngat zayn..
Emi Sudiarni
hadirkan kak pria yg pnya perasaan ama varisha, biar zayn terbakar cemburu 🤣🤣🤣
Emi Sudiarni
tega nya adam
Emi Sudiarni
bgus novelnya kak. smga tambah suksez
Regazz: makasih☺️
total 1 replies
Emi Sudiarni
kasihan bngat varisha, klw zayn Sring hina. kmu. ya cuekin aj. ngah perlu kasih 2 perhatian.. nanti dia akn sdar jga.. 😄😄Lanjut kak
Emi Sudiarni
lanjut kak author..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!