Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Masih mencari
Sampai malam tiba dan Pardi juga masih belum ketemu oleh para warga yang ada di sekitar sini, sehingga Suminah yang kebetulan ada di sana juga merasa bingung dan tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mencari keberadaan sang suami yang menghilang begitu saja dari pandangan mata, Kenapa dia bisa menghilang tanpa ada jejak sama sekali.
Pardi memang sama sekali tidak berpamitan ketika akan keluar dari rumah sakit itu, jadi wajar saja bila sang istri tidak mengetahui kemana dia menghilang saat ini sehingga ketika dia masuk ke dalam rumah keluarga Sayuti memang tidak ada yang melihat tentang kejadian itu walau hanya satu orang saja.
Wajar saat ini semua orang kebingungan dan tidak tahu harus bagaimana untuk menyelidiki apa yang telah terjadi kepada Pardi itu, sampai malam tiba dan sekarang mereka juga masih bingung mencari keberadaan pria tersebut yang menghilang entah ke mana, emang sama sekali tidak ada yang melihat keberadaan dia di sekitar sini.
Pak RT juga sudah turun tangan untuk mencari keberadaan Pardi itu walau dalam hati masih menyimpan rasa kesal namun tetap saja mereka berusaha untuk mencari, sebab kasihan juga melihat Suminah yang pontang-panting seperti itu sendirian karena sibuk mencari keberadaan sang suami yang menghilang entah ke mana hingga malam ini.
Suminah sebenarnya juga tahu bahwa para warga ini begitu terpaksa membantu dirinya mencari keberadaan Pardi, sebab Dia juga menyadari bahwa tabiat sang suami begitu buruk dan tidak pernah menghargai orang lain sehingga wajar saja bila semua warga bersikap seolah sangat tidak menyukai keberadaan Pardi yang ada di desa ini.
"Ini sudah malam jadi kami tidak bisa membantu lagi dan lebih baik pulang." Yanto memutuskan untuk pulang saja.
"Iya, malam ini mau jaga pos ronda jadi tidak bisa kalau terus mencari." Andi juga setuju dengan hal itu.
"Kok malah lebih mementingkan pos ronda dari pada mencari tetangga, Ayo kita cari sama-sama terlebih dahulu biar Pardi bisa segera ketemu." Pak RT menghentikan mereka berdua yang siap untuk pergi.
"Ah kami lelah karena seharian tadi juga sudah kerja keras dan ini mau istirahat dulu di pos." tolak Yanto tanpa ada basa-basi.
"Benar, biar yang lain saja kalau memang mau mencari dia karena kami sudah cukup lelah." Davin juga ikut dengan Andi dan Yanto.
"Ini kalau memang semua sudah merasa lelah maka lebih baik Saya mencari sendiri saja." Suminah juga tidak enak dengan para warga yang terlihat sangat terpaksa.
"Akan lebih baik bila kita lanjutkan besok saja pencarian Pardi, siapa tahu dia hanya pergi untuk ke desa lain." Pak RT berusaha untuk menghibur Suminah.
Untung Suminah ini adalah tipe wanita yang tidak keras kepala sehingga ketika mendengar saran dari orang maka dia akan menuruti saja, sebab menurut dirinya saat ini betul apa yang di katakan oleh para warga bahwa kemungkinan Pardi hanya pergi ke luar desa.
Dari pada bingung untuk mencari keberadaan sang suami maka lebih baik mereka istirahat saja terlebih dahulu dan bila memang besok masih belum ketemu maka bisa mencari lagi, terlebih ini juga sudah malam sehingga para warga yang membantu pasti membutuhkan waktu untuk istirahat setelah lelah bekerja seharian.
"Aku malas sekali terus mencari seperti itu karena dia juga orang yang tidak berguna." Yanto menggerutu ketika sudah ada di pos ronda.
"Eh jangan seperti itu kepada tetangga karena kita juga suatu saat pasti akan membutuhkan dia." Ardi berkata serius.
"Ah aku yakin tidak akan pernah membutuhkan pria seperti dia itu." ujar Yanto dengan sangat yakin.
Ardi mengenai nafas panjang dan dia menatap pekat malam yang terasa begitu sepi sekali untuk para warga sini, terlebih pos ronda memang cukup dekat dengan rumah keluarga Sayuti itu sehingga wajar bila tidak ada warga yang berani mau mendekat atau mengobrol di pos tersebut.
"Kita hidup bertetangga seperti ini mana mungkin bisa untuk saling atuh satu sama lain." Ardi masih berusaha menasehati walau usia dia memang paling muda di sini.
"Dia yang bersikap demikian sehingga kita semua merasa malas dengan Pardi itu." sengit Andi.
"Tapi aku penasaran juga dia pergi ke mana kok mendadak saja menghilang tidak ada kabar." Davin merasa heran dengan hilangnya Pardi.
"Kalau kata aku sih paling dia pergi ke desa sebelah karena ada urusan sesuatu, jadi memang sengaja pergi tanpa pamitan." Yanto dengan sangat yakin firasat tersebut.
"Kenapa dia sengaja tidak memberitahu istri dan anak dia?" tanya Ardi penasaran.
"Paling dia ingin membuat drama seolah-olah hilang diculik setan dan nanti Suminah akan percaya dengan hal itu, kita juga akan percaya lalu setelah semua orang percaya maka dia akan datang dan mengejek kita." Yanto menjelaskan dengan seksama.
"Wah kau sudah sejauh itu berpikir tentang perbuatan Pardi?!" Davin sendiri tidak menyangka.
Yanto mengangkat pundak dengan gaya cuek karena dia memang sangat yakin bahwa Pardi melakukan itu semua dengan sengaja, membuat kehebohan seperti ini dan membuat seluruh warga percaya bahwa dia telah hilang di bawa oleh setan dan nanti ketika semua orang sudah sibuk mencari maka dia akan datang untuk mereka semua.
"Ya sebenarnya alhamdulillah juga kalau dia cuman menghilang dari desa ini tanpa penculikan." Davin merasa lega.
"Aku takut kalau dia tuh hilang beneran dan diculik sama setan, Nah nanti baru dia percaya kalau setan itu memang ada." celetuk Andi.
"Kalau emang dia dibawa oleh setan makanya biarlah karena selama ini dia sering menantang setan." jawab Yanto.
Sibuk mereka memikirkan tindakan yang telah di lakukan oleh Pardi, apa memang pria itu sengaja membuat ulah seperti ini sehingga nanti para warga merasa kebingungan dan ingin mencari keberadaan dia, semua itu masih belum mereka ketahui dengan sangat pasti sehingga mereka semua hanya tenggelam dalam khayalan yang tidak pasti saja.
"Kasihan melihat istri dia yang kebingungan karena tak kunjung menemukan keberadaan Pardi." ujar Ardi.
"Tapi aku heran kok dia itu sangat percaya kalau setan itu tidak ada." Davin menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Mungkin dia harus ketemu sama Mbak purnama dan merasakan sensasi bertemu dengan setan." usul Andi.
Davin melirik Andi dan dia mendadak saja merasa setuju dengan usul Andi untuk meminta bantuan dari Purnama bila nanti Pardi memang sengaja membuat ulah demikian, wanita yang bernama Purnama itu pasti bisa menampakkan setan di mata Pardi dan pria itu nanti akan merasa tidak sanggup untuk berdiri lagi.
Selamat pagi besti, yok sarapan dulu biar bisa mikir.
dari kota aja lagaknya kaya dewa saja, orang yang dewa iblis aja gak sesombong kamu.
dan
hanya Purnama yang bisa ngadepin Angelina
Arya sama Nolan juga boleh lah kasih pelajaran ke mereka...
di balik kalem nya ada congor nya jg yg kalau ngomong setajam sileeeet
eeee ..... ternyata mlh Pesugihan nya yg di ambil 🤣🤣🤣