NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Snow White

Siapa sangka pernikahan pura-pura antara Jeevan dan Valerie membuat mereka berdua benar-benar merasakan jatuh cinta sama lain. Dimulai Jeevan meminta Valerie untuk berpura-pura menjadi Maura calon istrinya yang akan dikenalkan kepada keluarganya, namun di saat yang bersamaan Maura pergi meninggalkan Jeevan keluar negri.

Situasi yang salah paham membuat Valerie terjebak di antara keluarga Jeevan dan terpaksa membuat kesepakatan bersama Jeevan untuk menjadi calon istrinya.

Namun ada satu alasan Valerie menerima pernikahan pura-pura, agar dirinya putus dengan Nathaniel kekasihnya saat itu. Sejak pertama bertemu, Jeevan sudah jatuh hati pada Valerie. Apalagi ketika tahu jika Valerie adalah cinta pertamanya sejak SMP. Mulai saat itu Jeevan terus mencoba membuat Valerie jatuh cinta kepadanya, sampai bisa menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Bersamanya

"Sayang." Rania menghampiri Kenzie lalu memegang erat lengan kanannya sambil bergelayut dengan manja.

Sikap Rania membuat Kenzie terkejut dan keheranan, ada apa dengan perempuan ini dan untuk apa dia datang ke sini. Melihat sikap manja Rania membuat Jeevan dan Sulthan hanya terdiam saling menatap satu sama lain. Rania tidak peduli dengan orang sekitar yang menatapnya.

Senyum Rania merekah bahagia jadi Sulthan mengira jika Rania adalah kekasih Kenzie, putra angkatnya. Kenzie terus menatap Rania yang sedari tadi terus bersandar kepadanya dengan tangannya tanpa dilepas. Jujur, jika Kenzie melihat sikap Rania seperti ini sungguh menggemaskan.

"Kamu ngapain di sini? Kenapa bisa ada di sini?" tanya Kenzie menatap Rania keheranan dan mulai merasa tidak nyaman dengan sikap Rania yang terus menempel kepadanya.

Sesekali Kenzie mencoba menjauhkan Rania darinya, dan melepas tangannya dari genggaman tangan Rania, namun sayang genggaman tangan Rania lebih kencang dan erat sehingga Kenzie kesulitan untuk menghindarinya. Kenzie sudah mulai risih karena banyak orang mulai memperhatikannya, apalagi di depan Sulthan Malik Syailendra.

"Kamu kenapa sih, sikapnya dingin banget. Memang kamu nggak kangen sama aku?" Rania masih terus bersikap manja membuat Jeevan tertawa ringan begitu juga dengan Sulthan.

Setelah beberapa lama Jeevan sadar jika perempuan yang ada di hadapannya adalah perempuan yang baru saja diceritakan oleh Kenzie tadi pagi, apa ini namanya karma atau memang dendam di antara mereka berdua belum padam? Namun Jeevan sangat menikmati situasi yang sedang dilihatnya saat ini.

"Apaan sih? Lepasin nggak! Lagian ngapain kamu ke sini?" tanya Kenzie mulai kesal dengan kehadiran Rania.

"Aku datang kesini mau kasih tahu kamu kalau aku hamil," jawab Rania dengan tersenyum lebar sedikit berteriak karena bahagia menatap Kenzie.

Bagai disambar petir telinga Kenzie mendengarnya, apa yang baru saja Rania ucapkan membuat tubuh Kenzie membeku sesaat. Begitu juga dengan Sulthan dan Jeevan yang tadinya hanya diam menikmati permainan Rania, kini mendadak menatap Rania begitu tajam.

Sebagian orang yang ada di sana memperhatikannya sejak tadi, bagaimana tidak mereka bisa melihat atasannya yang tampan dan pemilik perusahaan. Kehadiran Jeevan dan Sulthan menjadi magnet dan pusat perhatian karyawannya untuk bisa melihat dengan jelas wajah pemilik perusahaan yang jarang terlihat.

Semua karyawan yang di sana awalnya hanya melihat sepintas Jeevan dan Sulthan karena kagum, mendadak dibuat kaget mendengar ucapan Rania. Sebagian dari mereka ada yang saling berbisik menggunjing Kenzie, ada juga yang tidak memperdulikan ucapan Rania. Tapi bagi Sulthan dan Jeevan ini adalah berita yang mengguncang dirinya.

"Apa hamil? Kok bisa? Anak siapa?" Kenzie sedikit histeris mendengarnya dengan wajah keheranan.

Melihat reaksi Kenzie yang begitu kaget membuat Rania semakin senang memainkan perannya, ekspresi wajahnya tidak terintimidasi sama sekali melihat reaksi Kenzie. Justru Rania semakin senang dan terlihat manja masih terus menggelayuti Kenzie.

"Anak kita, lah. Anak siapa lagi," jawab Rania membuat tubuh Kenzie lemas bukan main.

Sulthan yang tadinya hanya tersenyum tipis melihat Rania yang manja, seolah mengenang saat dirinya dengan Deevina saat masa pacaran dulu. Kini kedua bola matanya membulat sempurna menatap Kenzie, begitu juga Jeevan yang tahu akan keadaan sebenarnya hanya bisa menghela napas panjang, sambil menutup kedua bola matanya dan memegang keningnya karena merasa sedikit pusing.

Sekarang Jeevan merasa jika Rania sudah sangat kelewatan. Lebih tepatnya candaan mereka berdua sangat keterlaluan melewati batas. Melihat situasi yang semakin panas dan tidak terkendali, membuat Kenzie memutuskan untuk pamit sebentar kepada Sulthan untuk berbicara dengan Rania.

"Aku permisi dulu, Pa," pamit Kenzie kepada Sulthan yang hanya membalasnya dengan anggukan kepala saja.

"Ikut aku." Kenzie menarik tangan Rania lalu membawanya ke sebuah ruangan yang sepi.

Dengan penuh perasaan dongkol dan kesal tangan Kenzie menggenggam erat pergelangan tangan Rania, membuat gadis bermata sedikit bulat kesakitan. Kenzie terus menarik Rania dengan berjalan begitu sangat cepat. Sesampainya di suatu ruangan training karyawan baru, Kenzie melepaskan tangannya dengan sedikit kasar lalu mengunci pintu ruangan sehingga hanya ada mereka berdua saja.

Wajah Kenzie merah padam seperti sudah siap melampiaskan emosi dan amarah yang dipendamnya sejak tadi. Rania memegang pergelangan tangannya karena merasa kesakitan, wajah cantiknya masih terlihat sok manja dan berbinar seolah terus menggoda Kenzie.

"Candaan kamu tuh nggak lucu!" suara Kenzie mulai terdengar marah menatap Rania yang masih terlihat sedikit kesakitan.

"Ngapain kamu ke sini?" tanya lagi seraya dengan kedua tangannya berada di pinggang.

Melihat Kenzie yang mulai marah dan emosi, Rania masih tersenyum manis seolah merasa puas dan berhasil membalas dendamnya.

"Santai aja, jangan marah," ucap Rania berjalan menghampiri Kenzie sambil tangan kanannya menepuk pelan bagian dadanya seolah sedang menggoda.

Sikap manis Rania tidak disambut baik oleh Kenzie yang sudah terlanjur kesal dengan perbuatannya kali ini, Rania dinilai sudah keterlaluan. Apalagi di depan Sulthan Malik Syailendra.

"Kamu tuh udah keterlaluan! Memang kamu mau hamil anakku?" Kenzie balik tanya yang membuat Rania terdiam karena pertanyaannya.

Wajah Rania yang tadinya terlihat sumringah mendadak menjadi gelisah dan gugup dengan pertanyaan Kenzie. Kenapa Kenzie harus bertanya seperti itu? Melihat perubahan wajah Rania membuat Kenzie berhasil membalikkan keadaan.

"Jadi kamu mau punya anak dari aku?" Kenzie mengulang pertanyaannya sambil berjalan pelan mendekati Rania dengan tatapan menggoda layaknya lelaki bajingan.

Rania mulai terusik dengan sikap Kenzie yang dinilai sudah mulai macam-macam. Apalagi di dalam ruangan ini hanya mereka berdua saja dengan terkunci, tidak ada orang yang akan tahu keberadaan mereka berdua. Tahu Kenzie berjalan pelan mendekatinya, sontak Rania mulai menghindarinya. Ia berjalan mundur perlahan karena jarak antara Kenzie dengan dirinya cukup dekat.

"Kita bisa melakukannya di sini, kok. Cuma kita berdua di sini dan ruangan ini juga kedap suara, jadi kalau kamu teriak, menjerit dan mendesaah nggak akan ada yang dengar," jelas Kenzie berbicara berbisik di telinga Rania seraya menggodanya.

Kedua bola mata Rania membulat sempurna saat mendengar ucapan Kenzie, ia kaget bukan main, dadanya tiba-tiba saja berdetak kencang tidak karuan. Rania merasa sangat geli dengah apa yang Kenzie ucapkan tadi. Spontan Rania mendorong Kenzie begitu kencang sehingga membuat Kenzie yang kehilangan keseimbangan terhempas jatuh ke lantai.

"Resek!" Teriak Rania kaget seraya mendorong Kenzie begitu kencang membuatnya jatuh ke lantai.

Hari ini penuh kejutan bagi Kenzie, baru saja ia dikagetkan dengan pengakuan Rania yang sedang mengandung anaknya dan sekarang Kenzie harus merasakan jatuh karena didorong oleh Rania. Bagian tangan sebelah kanan jatuh lebih dulu menghantam lantai sehingga membuatnya kesakitan. Rania juga terkejut karena tidak sengaja mendorongnya.

"Aaawww....!" Teriak Kenzie kesakitan karena bagian tangan sebelah kanan tertimpa tubuhnya sendiri.

Teriakan Kenzie membuat Rania segera menghampirinya, terlihat lelaki yang mempunyai tatapan tajam kesakitan. Kenzie seolah pasrah dengan keadaannya sekarang ini.

"Sorry, aku nggak sengaja. Kamu nggak kenapa-kenapa, kan?" Rania begitu khawatir memperhatikan Kenzie yang masih meringis kesakitan.

Melihat kejadian tadi masih membuat Sulthan shock dan tidak percaya jika putra angkatnya bisa melakukan hal ini. Sejak perjalanannya dari lobi sampai ke ruang kerja Jeevan, sedari tadi Sulthan terus diam tidak banyak bicara dengan tatapan kosong seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Apa dia pacarnya Kenzie?" tanya Sulthan kepada Jeevan yang sedari tadi hanya terdiam.

Pertanyaan Sulthan membuat Jeevan kebingungan tidak tahu harus menjawab apa, karena sebenarnya tidak ada hubungan spesial antara mereka berdua. Tapi Jeevan juga tidak bisa memberitahukan kejadian yang sebenarnya kepada Sulthan.

"Aku nggak tahu, Pa. Kenzie belum cerita apa-apa sama aku," jawab Jeevan berbohong mencari alasan.

Sulthan sangat menyayangi Kenzie dan jujur Sekarang ia merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Kenzie. Sedari tadi ia hanya bisa melamun terdiam seakan memikirkan sesuatu. Keadaan Sulthan tentu membuat Jeevan sedikit khawatir melihatnya. Sungguh hari ini sangat melelahkan.

"Mereka harus segera menikah, kalau nggak nanti perutnya akan semakin membesar," celetuk Sulthan bicara sendiri mengkhawatirkan Kenzie dan Rania.

Ucapan Sulthan membuat Jeevan kaget dan kebingungan, apa yang harus dilakukan olehnya agar papanya mau berhenti memikirkan masalah yang diperbuat oleh Kenzie.

"Pa, lebih baik kita nggak usah ikut campur urusan mereka," saran Jeevan mencoba mengalihkan pembicaraan meski ragu jika papanya mau mengiyakannya.

"Bagaimana nggak boleh ikut campur? Dia menghamili anak orang, bagaimana Papa nggak khawatir?" ucap Sulthan dengan nada tegas dan tatapan tajam.

Suasana kembali tegang, sungguh keadaan ini membuat Jeevan merasa sangat jenuh dan penat. Apa Jeevan bilang yang sebenarnya saja kepada papanya agar tidak seperti ini.

"Kalau begitu, kalian berdua menikah berbarengan aja," tambah Sulthan lagi membuat Jeevan tidak ingin bicara apa-apa lagi, yang diinginkan Jeevan adalah saat ini Kenzie cepat menyelesaikan masalahnya.

"What!" Teriak Jeevan kaget bukan main.

Dilihatnya pergelangan tangannya yang sedikit memar karena tertimpa bagian tubuhnya sendiri. Rania merasa sedikit khawatir melihat Kenzie yang sesekali menahan rasa sakit.

"Sorry, aku nggak sengaja," ucap Rania dengan nada lembut dan menyesal terus menatap Kenzie yang sedari tadi mengabaikannya.

Tidak ada jawaban lagi atas ucapan Rania sejak tadi kepada Kenzie membuatnya sedikit jengkel.

"Jangan diem aja dong!" Rania mulai kesal karena sedari tadi diabaikan oleh Kenzie.

Sebenarnya Rania adalah perempuan yang ektrovert, ceria ketika bersama dengan sahabatnya. Tapi akan berubah menjadi perempuan yang pendiam, tenang dan kalem saat berada di depan kedua orang tuanya serta Biyan. Kadang Rania merasa muak harus kehilangan jati dirinya, harus menjadi perempuan yang sempurna. Tapi sejak bertemu dengan Kenzie, ia bisa menjadi dirinya sendiri.

"Terus aku harus gimana? Teriak, ketawa, atau loncat-loncat?" Kenzie balik bertanya masih menyimpan amarahnya kepada Rania.

"Ya, nggak gitu juga. Jangan diemin aku, karena aku nggak suka," tegas Rania memasang wajah sedih dan cemberut agar Kenzie bisa memahaminya.

"Kamu pikir ini nggak sakit?" Kenzie menunjukan tangannya yang sakit kepada Rania.

"Dari tadi aku merasa kesakitan. Lagian kenapa sih harus ngedorong segala?" tambah Kenzie lagi.

"Abisnya kamu ngeselin!" Rania tidak kalah jutek menjawab pertanyaan Kenzie.

"Jangan-jangan kamu malu kalau aku bilang kaya tadi?" Kenzie kembali menggoda Rania dan membuat wajah cantiknya mendadak memerah merona karena malu.

"Nggak! Siapa bilang?" Tampik Rania dengan nada suara sedikit meninggi namun terlihat gugup.

Senyum Kenzie mereka sesaat melihat perubahan reaksi Rania yang gugup. Kenzie memang senang sekali menggoda Rania, kadang ia bisa menjadi perempuan yang lucu kadang juga berubah menjadi perempuan yang jutek.

"Itu mukanya merah," jawab Kenzie terus menggoda Rania sambil menunjuk ke arah wajahnya.

"Nggak!" Jawab Rania sesekali memegang kedua pipinya dengan telapak tangannya, namun Kenzie hanya tertawa ringan.

"Lagian kamu mau apa datang ke sini, sampai bilang hamil anakku. Apa nanti nggak takut jadi gosip sampai terdengar orang tuamu?"

"Justru gara-gara kemarin, aku mendapatkan masalah. Dan alasanku datang ke sini buat bawa kamu menjelaskannya di depan kedua orang tuaku."

"Apa?" Kenzie keheranan sampai akhirnya Rania menceritakan semuanya kepada Kenzie atas kejadian yang dilakukannya kemarin yang sampai membuat masalah besar, dan Kenzie merasa bersalah karena melakukannya.

"Mana ponselmu?" Rania mengulurkan tangan kanannya meminta ponsel Kenzie.

"Buat apa?"

"Minta nomormu, karena besok kamu harus bertemu sama papaku. Dan 'AWAS' jangan sampai nggak datang!" ancam Rania.

Tanpa banyak bicara Kenzie akhirnya memberikan ponselnya kepada Rania. Begitu juga dengan Rania yang memberikan ponselnya kepada Kenzie agar menulis nomornya di sana.

"Kata sandinya apa?" tanya Rania menunjukan ponselnya Kenzie yang tidak bisa dibuka karena memakai smart lock.

"Oh, tanggal lahir ku," jawab Kenzie yang sedari tadi memainkan ponselnya Rania yang juga tidak bisa dibuka.

"Mana aku tahu tanggal lahirmu." Kedua bola mata Rania kembali membulat sempurna mulai kesal lagi.

"Ingat ini tanggal lahirku, jangan sampe lupa," ucap Kenzie yang mengambil ponselnya lalu menunjukkan pin ponselnya kepada Rania, dan tidak lama terbuka.

"Ini kata sandinya apa?" Kenzie balik bertanya kepada Rania sambil menunjukan ponselnya

"Tanggal jadian," jawab Rania singkat tanpa menghiraukan Kenzie, dan Rania sibuk sendiri sedang mengetik nomor ponselnya di ponsel Kenzie.

Ucapan Rania terdengar ambigu di telinga Kenzie. "Tanggal Jadian"? Tanggal jadian siapa? Kenzie mengerutkan keningnya menatap Rania yang tidak menoleh sedikitpun menatapnya, dia sangat sibuk memainkan ponselnya Kenzie.

"Tanggal jadian kita? Kan kita belum pacaran?"

Mendengar ucapan Kenzie sontak membuat Rania yang sedari tadi fokus dengan ponsel, tiba-tiba merasa terganggu dengan ucapan Kenzie yang sedari tadi terus menggodanya tanpa henti. Kenapa Kenzie sangat senang sekali menggodanya.

"Ya bukan," jawab Rania masih merasa kesal.

Diambilnya ponsel milik Rania lalu dibukanya ponsel dengan PIN-nya. Dikembalikannya kembali ponsel itu ke tangan Kenzie tanpa terucap satu katapun karena ingin cepat masalahnya selesai. Kenzie begitu lama menatap layar ponsel milik Rania, padahal ia hanya diminta memasukan nomor teleponnya saja. Wajahnya sesekali tampak kebingungan seolah sedang berpikir.

"Lama banget sih, cuma ketika nomor ponsel aja." Rania sudah merasa kesal menunggu Kenzie.

"Iya sebentar," balas Kenzie sambil tersenyum simpul penuh arti dengan mata berbinar-binar mengetik nomor ponselnya di layar ponsel Rania.

"Nih, sudah," ucap Kenzie mengembalikan ponsel milik Rania.

"Angka 1 nomor ponselku. Awas kalau besok sampai nggak datang!" ancam Rania sambil pergi meninggalkan Kenzie sendirian.

Kenapa hati Kenzie merasa berbunga-bunga padahal saat ini, senyumnya masih terlukis nyata ketika Rania pergi meninggalkannya, namun Kenzie masih terus menatapnya begitu sangat lekat. Sampai Rania hilang di balik pintu ruangan itu.

1
Black Swan
Pengen gue getok si Jeevan🤣🤣🤣🤭
Black Swan
Up tiap hari ya thor, 😍😍
Rain
Helo… aku apresiasi karyanya ya. Smoga semangat terus berkarya kaka🙏😍
mama Al
lanjut
❄Snow white❄IG@titaputri98: Siap, Kak. Up tiap hari kok🥰👍
total 1 replies
Black Swan
Jeevan mulai bucin, 😄😄🤣🤣suka sama second lead nya ini Kenzi🤭🤭😍
Black Swan
Jeevan bener-bener lo ya, main sosor aja🤣🤣🤣
mama Al
aku mampir
Ig : Author_fanie.liem
👍👍semangat ka
beautiful world
💪semangat ya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
luar biasa

ku kasih bintang lima biar author nya tambah semangat lagi🤭💪
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sama sama kak
total 2 replies
Black Swan
Sama-sama punya cinta pertama masing-masing, dan sama-sama belum bisa move on, mantapppp thor😄
Black Swan
Omo-omo Jeevan😄😄😍😍🤭🤣
Black Swan
Cinta segi tiga ini namanya
mary dice
hayoo kenapa? 😀lanjutkan ya
❄Snow white❄IG@titaputri98: 😄hayoo kenapa
total 1 replies
Black Swan
🤣🤣Rania🤣🤣🤣🤣
❄Snow white❄IG@titaputri98: 😄😄😄Rania diluar kendali kak🤭
total 1 replies
Black Swan
Kak masih kuranv banyak kak🤣🤣lama nunggu besok
❄Snow white❄IG@titaputri98: Astagfirullah itu udah banyak loh😄😄😄
total 1 replies
Quinncy Lin
keren kak 😍😍😍
Black Swan
Makin seru😍😍😍
❄Snow white❄IG@titaputri98: Makasih, Kak. stay terus ya cerita Jeevan sama Valerie 😍
total 1 replies
Black Swan
second couple😍😍😍
kaget gak tuh, kagetlah masa enggak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!