NovelToon NovelToon
After Married

After Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: zahra

apa yang akan terjadi jika kamu bangun dari tidur mu , tiba tiba sudah memiliki suami yang begitu menolak mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kecap vs susu coklat

Seminggu telah berlalu sejak aroma

" bencana " pertama kali menguar dari dapur kediaman Cavin.

 Pagi itu,Thalia, dengan binar polos di matanya, menyajikan sebuah mahakarya yang hampir membuat nyawa Cavin melayang di ujung tenggorokan: karena nasi goreng yang asin di lumuri susu cokelat kebayan seperti apa rasanya.

"Air..." Cavin mengerang, suaranya parau seolah-olah ia baru saja menelan bara yang manis namun mematikan. Hanya satu suap, namun dampaknya sanggup mengguncang stabilitas lambungnya.

Thalia tersentak, jemarinya bergetar saat ia berlari menuju lemari es. "Eh, sebentar, Om!" Dengan napas terengah, ia menyodorkan segelas air dingin yang segera diteguk Cavin hingga tandas, lalu di isi kembali oleh istrinya.

"Bagaimana, Om? Rasanya?" tanya Thalia dengan raut tanpa dosa, Matanya jernih nya tak mampu membaca garis-garis frustrasi yang terukir di wajah tampan suaminya.

Cavin mengatur napas, menatap piring di depannya dengan ngeri. "Kau... tidak mencicipinya?" tanya skeptis.

Thalia menggeleng pelan, ujung jarinya bertautan. "Thalia takut tidak enak, Om. Ini... masakan pertama Thalia."

Gadis itu tidak tahu bahwa botol yang biasanya isian kecap, ternyata di lemari pendingin itu berbeda.susu coklat yang sengaja mertua nya pindah karena kemasan nya bocor dan agar tidak mudah tumpah jadilah Mama Hera memasukkan kedalam botol yang kalau di tempat lain biasanya isian kecap atau tidak sambel.

 ketika ia mulai masak Thalia bingung mencari di dapur yang tak begitu banyak peralatan dan perlengkapan memasak Thalia melihat ada cairan warna coklat yang sudah ada dalam botol sama persis seperti yang di pakai Nana di dalam kulkas dan tanpa pikir panjang ia menggunakan nya sebagai pelengkap nasi goreng dia pikir sama warna nya meski ada aroma yang aneh seperti bau gosong ia pikir api nya yang terlalu besar jadi ia hanya mengecilkan nya .

 Bagi Cavin, dapur hanyalah tempat untuk menyeduh teh hijau atau kopi bukan laboratorium eksperimen dengan rasa yang ekstrem seperti yang disajikan oleh istrinya. Karena dulu setiap pagi mereka hanya sarapan toast, atau biasanya telur rebus dan seed alpukat.

susu coklat yang di dalam botol itu Mamanya yang meletakkan nya, karena kemasan susu nya bocor.

"Jangan pernah menyentuh kompor lagi," desis Cavin suaranya mengandung ancaman yang dingin.

"Apalagi memberikan makan pada orang lain. Jika kau melanggar, aku akan mengunci mu di gudang." Thalia menciut. Ia tahu gudang itu gelap, dan kegelapan adalah musuh terbesarnya. Cavin sengaja menanamkan ketakutan itu, bukan karena kejam,

 melainkan karena ia tak sanggup membayangkan orang yang memakannya akan mengalami gangguan pencernaan dan Thalia akan dalam masalah besar bisa jadi dia dituduh meracuni mereka dengan kreativitas memasak nya yang kurang bagus.

"apa masakan nya terlalu asin om ,biar mei... Thalia perbaiki lagi agar lain kali tidak asin lagi "

"tidak ada lain kali , jika kamu melanggar hukum mu siap menanti , mengerti " ucap Cavin tegas yang di jawab anggukan kepala oleh Thalia " ingat jangan panggil aku Om ,kamu itu bukan keponakan ku"

"eh maaf omm...kak" jawab Thalia

▪️▪️▪️

Di ruang tengah yang hening, Thalia mendekat dengan langkah ragu. "Om..eh kak, Thalia ingin bertemu Nana di kafe. Tapi... Thalia tidak punya uang, Thalia malu karena Nana selalu mentraktir es krim. Thalia ingin membalasnya, tapi tidak punya uang."

Cavin hanya mengangkat alis, menatapnya datar. "Lalu?"

"Thalia ingin meminjam uang pada kakak Nanti, kalau sudah bekerja, Thalia pasti ganti."

Sebenarnya, kasih sayang Mama Hera terhadap Thalia sudah seperti orang tua ke anak kandung nya,Ibu mertua nya itu telah meminta suaminya, Pak Xian Ru , untuk mengurus administrasi kampus agar KKN Thalia dipindahkan ke kantor mereka.

Namun, alih-alih bekerja, Thalia justru diperintahkan untuk istirahat total.

Kekuasaan memang bisa membeli status, tapi tidak bisa memberi kesibukan bagi Thalia

"Nih. Jangan keluyuran terus, nanti pihak kampus curiga kalau kamu hanya diam di rumah," ujar Cavin sambil menyodorkan sebuah kartu hitam (Black Card.)

Thalia menerima kartu itu, membolak-baliknya dengan kening berkerut. "Ini kartu apa, kak?" tanyanya bingung.

Sesaat kemudian, matanya membelalak cerah. "Oh! Paham! sekarang Thalia paham akhirnya sekarang Thalia di terima bekerja, ye.." ucap nya senang

Cavin membatin sinis, 'Lihatlah, begitu melihat uang, otaknya langsung bekerja. Apa selama ini dia hanya berpura-pura gila?'

"Apa Thalia sudah diterima kerja di kantor Om, Nana bilang sulit masuk perusahaan kalau belum lulus," cicitnya penuh semangat. Ia mengusap permukaan kartu itu seolah itu adalah jimat keberuntungan.

" memang nya itu kartu apa" tanya Cavin memancing kebohongan Thalia ia masih belum percaya bahwa istrinya mengalami amnesia karena dari kecelakaan yang di alami oleh istrinya hanyalah seperti kecerobohan kecil.

"Ini kartu identitas karyawan, kan? Seperti milik Nana? Kapan Thalia mulai bekerja nih "

Rahang Cavin mengeras. "Siapa yang kau panggil 'Om'?" bentaknya tiba-tiba.

Ia masih merasa terusik, panggilan itu membuatnya merasa seperti orang asing yang tua, padahal garis wajahnya masih menunjukkan ia masih muda dan cukup serasi jika di sanding dengan istrinya yang kelihatan kinyis-kinyis itu.

Thalia tersentak, kepalanya tertunduk dalam. Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, menahan bendungan air mata agar tidak pecah.

Ia teringat pesan Nana: memanggil seseorang dengan sebutan paman atau om bisa sangat sensitif di masa sekarang. Thalia hanya sedikit pelupa kalau suaminya itu tidak suka di panggil dengan sebutan om, niatnya ingin sopan namun ia justru memancing amarah suami nya.

"mulai sekarang Jangan panggil aku 'Om'! Mengerti" ucap Cavin lagi.

"Maaf...kak " suara Thalia nyaris tak terdengar, bahkan suaranya sedikit bergetar

"Siapa yang menyuruhmu kerja, hah, kamu mau papa mama ku memarahi ku hah " geram Cavin, frustrasi dengan pemikiran istri nya.ada rasa tak tega juga saat mendengar suara isakan Thalia.

"Tapi... ini kartu identitas, kan? Artinya tha..eh aku diterima kerja?" tanya Thalia lagi, memberanikan diri menatap mata elang suaminya.

Cavin memijat pelipisnya. "Kamu bisa membaca tidak, sih?"

Tanpa kata, Cavin merebut kembali kartu kredit tanpa batas itu.

Ia menyadari bahwa memberikan benda secanggih itu kepada gadis yang mengira susu cokelat adalah kecap adalah sebuah kesalahan fatal.

Ia merogoh dompetnya, mengeluarkan beberapa lembar uang tunai dan menyodorkannya kasar.

'Apa dia benar-benar kehilangan akal, atau dia masih pura pura?' batin Cavin sambil menatap punggung Thalia yang masih bergetar kecil.

" jangan menangis "gumam Cavin frustasi ia paling tidak bisa mendengar suara perempuan menangis bayangan akan tangisan sang mama waktu kecil menghantui nya.

"iya kak hiks "

1
Adhisty zara
bukan hanya itu kak , sekarang Lo punya uang Lo punya ku@sa 🤭
Ana Marcelia
kak👍
Ana Marcelia
up nya Jang lama 🤭
Adhisty zara
mampir
Zahra Marcelia Louis
😍🤣
Zahra Marcelia Louis
jangan lupa kasih feedback juga ya🤣
Zahra Marcelia Louis
💪💪💪💪💪💪 mampir 💪💪💪💪
Zahra Marcelia Louis
😍😍😍
Adhisty zara
jangan lupa mampir balik🤭
Adhisty zara
siap kak👍
Adhisty zara
iya kak semangat ya
Zahra Hasyim: 🤭🤭🤭 wah jangan lupa ya
total 1 replies
Zahra Hasyim
👍kak terima kasih ya udah mampir
Adhisty zara: lanjutkan
total 1 replies
Zahra Hasyim
terima kasih ya udah mampir 👍
Ana Marcelia
di tunggu kelanjutannya ya 😍
Ana Marcelia
semangat ya
Ana Marcelia
untuk pemula oke lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!