NovelToon NovelToon
Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kend 13

Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi yang Serupa

"Hah!" Jay terlonjak kaget mendengar ajakan bibi nya itu. "Jangan becanda deh bi." Wajah Jay memerah, menahan luapan yang tiba-tiba saja mengganggu fikiran nya.

'Hehehe, mungkin saja misi Aida juga menargetkan lu bocah!' Milea terkekeh saat merasa kan adanya satu dorongan pada area intim pemuda itu yang tiba-tiba saja menegang.

'Diam!' Hardik Jay memusatkan fikiran nya membentak Milea.

'Apakah misi lu juga nge wek dengan Aida?' Terka Milea.

'Benar.' Jawab Jay jujur.

'Bagus! Tunggu apa lagi, Yuk gas!' Desak Milea dengan penuh semangat.

"Bibi nggak becanda Jay." Aida mendekat kan wajah nya. "Kamu sendiri tau kan, sudah berapa lama Om Simon di penjara?"

Jay mengangguk pelan, membenarkan ucapan wanita berkepala empat itu.

"Sebenarnya, sudah sangat lama Om mu itu tak memberikan nafkah itu pada bibi." Aida menundukkan kepalanya, seolah terbebani dengan berbagai hal yang akan di timpanya untuk kemudian hari. "Bibi butuh itu sekarang Jay! Bibi butuh kamu menanganinya!"

Duar.

Seperti suara ledakan bom menghancurkan fikiran Jay saat itu juga. Wajah nya pucat, membayangkan jika semua nya akan di ketahui oleh ketiga sepupunya, yang mana mereka lah anak-anak bibinya itu sendiri.

"Kamu, mau kan?" Aida menatap Jay dengan tatapan jejak penuh pengharapan. Tak mau jika misi ini akan gagal. Kerugian atas wajah yang akan mengkerut oleh sanksi sistem benar-benar hal yang paling di takutinya.

Jay balas menatap wajah Aida dengan pandangan yang menyelidik. Sepertinya wanita itu benar-benar serius dengan kata-kata yang di ucapkan nya.

Aida memangkas jarak wajah antara mereka berdua. Melihat tak ada perlawanan dari gestur ponakannya itu, Aida memberanikan diri untuk mencoba lebih jauh.

Chup.

Jay menegang, bibir Aida menempel tepat pada bibir nya sendiri. Sensasi kelembutan menjalar dari bibir nya ke seluruh saraf dalam tubuh nya menuju pada satu titik. Titik tersebut semakin menggeliat saat kedua tangan Aida merengkuh tengkuknya guna memperdalam ciuman itu.

Aida yang telah berpengalaman dengan hal itu semakin menggila. Walau dia sudah pernah melakukan itu dengan beberapa pemuda lainnya sebelum menikah dengan Simon, saat melakukan nya lagi dengan Jay jelas terasa berbeda.

Pemuda itu seperti magnet, seolah menarik diri nya untuk melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman biasa.

Akhir-akhir ini dia selalu disibukkan untuk mengurusi pemuda itu. Semenjak setelah dia kecelakaan, misi nya selalu berkaitan dengan pemuda ini.

Misi absurd itu melarang nya memakai pakaian dalam di rumah nya sendiri selama dua bulan setelah kehadiran Jay di rumah ini. Kalau di langgar, malah menjadikan perpanjangan durasi. dan sekarang jadi tiga bulan, karena dia pernah melanggar nya dua kali. Itu pun tanpa sengaja melanggar nya.

Dan anehnya, manfaat dari misi tersebut benar-benar dirasakan nya. Waktu itu, layar hologram memerintahkan nya untuk memperlihatkan vagi nanya pada pemuda itu. Dan hadiahnya benar-benar di dapatkannya, payu daranya semakin besar dan kencang, sesuai dengan hadiah yang tertulis di layar hologram tersebut.

Membayangkan itu, Aida semakin menekan kepala Jay. Guna memburu hadiah yang di janji kan layar hologram itu kepada nya.

Dengan naluri kelelakian nya sebagai seorang pria, Jay mengimbangi permainan bibir Aida secara perlahan. Tak segan-segan lagi telapak tangannya mendarat di atas gundukan dada Aida yang membusung sempurna.

"Hem!" Desah Aida tertahan oleh bibir Jay, ketika merasakan remasan pada payu daranya. Matanya terpejam menikmati sensasi aneh yang baru di rasakannya itu.

Untuk pertama kali tubuh nya bergetar saat melakukan ciuman bersama lawan jenis. Dan parah nya, lawannya kali ini adalah keponakan nya sendiri. Memikirkan itu, perasaan malu menjalar ke sekujur tubuh nya. Namun itu hanya sesaat, karena misi layar hologram nya lebih penting.

Mengesampingkan hal itu, Aida semakin berani. Jemarinya kini dengan terampil, mengelus tengkuk Jay dengan pelan, sesekali meremas pelan dan telinga pemuda itu. Sementara ciuman mereka semakin naik ke level berikut nya.

Jay terperanjat merasa ciuman Aida mulai berubah. Lidah Wanita dewasa itu mencoba menerobos masuk kedalam mulut nya. Mau tak mau Jay memberi aksesnya saat tatapan mata mereka bertemu.

Lidah Aida menari-nari di dalam rongga mulut Jay. Membelit lidah Jay sesekali, seakan mengajaknya untuk menari mengikuti pergerakan nya didalam sana.

Cukup lama mereka seperti itu. dan beberapa menit kemudian Aida melepaskan lumatan itu, nafas nya memburu, dadanya turun naik sambil meraup udara sebanyak-banyaknya.

Jay memperhatikan wajah Aida semakin mempesona. Satu tangannya masih meremas salah satu payu dara wanita dewasa itu dengan gerakan halus.

Melihat Jay yang semangat, Aida meraih ujung kaos keponakan nya itu. Menariknya ke atas, berusaha membuka kaos yang di kenakan pemuda itu.

Jay membantu pekerjaan Aida untuk meloloskan kaos nya. Setelah Kaos itu terlepas, dia tersenyum simpul melihat Aida melemparkan Kaos itu begitu saja ke arah lain.

"Jangan melihat bibi seperti itu, bibi kan jadi malu!" Ucap Aida malu-malu. Namun tangannya bergerak untuk melepaskan celana serta celana dalam yang di kenakan Jay.

Mata Aida berbinar cerah, melihat ke arah senjata yang selama ini dirindukan nya itu untuk mengisi lubang yang ada pada dirinya. "Besar dan panjang!"

"Bibi suka!" Yang Jay dengan lembut.

Wajah Aida menjadi masam, "Jangan panggil aku bibi lagi kalau sudah seperti ini." Aida turun dari ranjang menuju pintu kamar.

Jay membatu, kepalanya menunduk melihat sang tombak yang sudah perkasa di tinggalkan begitu saja.

'Benar-benar tak bertanggung jawab!' sesalnya dalam hati.

'Siapa yang kamu bilang?' Celetuk Milea.

'Siapa lagi, kalau... '

Ce klek.

Jay tak meneruskan kalimatnya pada Milea, terpana melihat kearah pintu. Melihat Aida sudah melepaskan sepotong kain transparan yang tak berguna itu dari tubuh nya.

'Siapa yang nggak bertanggung jawab? Hayoo! ' Milea terkekeh di pendengaran Jay.

Jay tak merespon nya, tatapan mata nya lebih di prioritaskan. Memandang tubuh polos Aida yang semakin mendekatinya. Wanita berumur 45 tahun itu begi anggun saat berjalan melenggak lenggok ke arah nya.

Melihat Jay yang terpana melihat nya, Aida tersenyum ringan. Dia berbelok arah menuju meja rias yang ada di kamar itu. Aida melakukan itu karena sesuatu hal, Layar hologram nya kembali memberi nya misi.

Misi tambahan : Berias dulu, biarkan Jay mengajak mu keatas ranjang dengan cara digendong nya ala bridal style.

Hadiah : Kemampuan khusus yang lain.

Sanksi : tidak ada

Aida duduk di kursi rias, Melihat tubuh nya yang polos pada pantulan cermin. Tubuh itu semakin membuat nya pangling. Merasa tak mengenalinya lagi, apakah bayangan di dalam cermin itu benar-benar dirinya?

Melihat Aida yang asyik berias diri, Jay terkesiap mendengar suara robotik itu terngiang lagi.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!