NovelToon NovelToon
NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.

​Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Kebangkitan Sang Badai dan Runtuhnya Menara Sembilan Es

Kabut abadi yang menyelimuti Jurang Arwah mendadak bergejolak hebat. Dari kedalaman kegelapan yang tak tertembus, sebuah kilatan cahaya biru-hitam melesat ke atas dengan kecepatan yang melampaui akal sehat. Suara ledakan sonik beruntun menggetarkan dinding-dinding tebing, meruntuhkan bebatuan purba yang telah bertahan ribuan tahun.

**Wang Jian** muncul dari kawah jurang seperti dewa kematian yang turun dari langit. Di punggungnya, **Sayap Malaikat Badai** mengepak lebar, melepaskan percikan listrik statis yang menghanguskan udara. Rambut putih peraknya berkibar liar, kontras dengan jubah hitam barunya yang terbuat dari kulit naga jurang. Di sampingnya, **Lin Meiling** melayang dalam perlindungan gelembung vakum yang diciptakan Jian, matanya menatap tajam ke arah cakrawala.

Di kejauhan, berdiri **Pos Terdepan Sembilan Es**, sebuah benteng menara setinggi lima puluh meter yang dijaga oleh pasukan elit **Klan Wang-Sui**. Benteng ini adalah simbol penghinaan bagi Jian; pos inilah yang memastikan tidak ada pasokan atau bantuan yang bisa masuk ke wilayah pembuangan.

"Enam bulan yang lalu, aku jatuh ke sini sebagai sampah," suara Jian dingin, namun bergetar dengan kekuatan yang mampu menggetarkan tanah. "Hari ini, aku kembali sebagai badai."

### **Penyusupan dan Teror Pertama**

Pos Sembilan Es dalam keadaan siaga tinggi. Para penjaga di atas menara, yang dipimpin oleh **Kapten Wang Hu** (seorang praktisi **Ranah Pemurnian Qi Bintang 5**), sedang menikmati arak saat alarm sensor energi mereka berteriak gila.

"Apa itu?! Seekor monster terbang keluar dari jurang?" teriak Wang Hu sambil menyambar pedang besarnya.

Namun, sebelum ia sempat memberi perintah, langit di atas benteng mendadak gelap. Awan hitam berputar membentuk pusaran raksasa tepat di atas menara utama.

*BZZZZZZT!*

Satu sambaran petir hitam menghantam meriam es di puncak menara, menghancurkannya menjadi debu dalam sekejap. Di tengah kepulan asap, Wang Jian mendarat perlahan di atas langkan benteng.

"Siapa kau?!" raung Wang Hu, matanya menyipit melihat rambut putih Jian. "Tunggu... kau... Wang Jian? Mustahil! Kau sudah mati!"

"Kematian adalah konsep yang terlalu sederhana untukku, Kapten," jawab Jian. Ia menggerakkan jarinya secara horizontal.

**"Putaran 4: Kompresi Atmosfer - Bilah Vakum."**

Tanpa ada gerakan besar, udara di depan Jian terkompresi menjadi garis tipis yang tidak terlihat. *Srat!* Tiga kepala penjaga di samping Wang Hu jatuh serempak. Tidak ada darah yang menyemprot segera karena tekanan udara yang begitu tinggi menutup luka tersebut sesaat sebelum akhirnya meledak.

### **Pertempuran Epik: Satu Lawan Pasukan Elit**

"Serang! Gunakan Formasi Panah Es!" perintah Wang Hu dengan panik.

Ratusan pemanah elit melepaskan anak panah yang dilapisi kristal es pekat. Udara di sekitar benteng menjadi sangat dingin hingga membekukan uap napas. Namun, Jian hanya berdiri diam. Ia menarik napas dalam-dalam, mengaktifkan **Inti Primordial Ganda**-nya yang kini bergejolak hebat.

Energi di dalam Dantiannya meluap, menembus batas. Di tengah pertempuran ini, sisa-sisa energi dari Pil Rebirth dan Energi Yin yang ia serap di dasar jurang akhirnya menyatu sempurna.

**[TEROBOSAN DI TENGAH PERTEMPURAN]:**

* **Ranah:** Naik dari Pemurnian Qi Bintang 2 ke **Pemurnian Qi Bintang 3!**

Gelombang kejut dari kenaikan ranah Jian meledak keluar, menghancurkan seluruh anak panah es di udara menjadi serpihan kecil. Mata kiri Jian kini sepenuhnya berwarna biru elektrik, sementara mata kanannya berwarna perak gelap.

"Kalian suka es? Mari kita lihat bagaimana kalian menghadapi tekanan absolut," ucap Jian.

Ia melesat maju menggunakan **Langkah Kilat Hitam**. Kecepatannya begitu tinggi sehingga ia tampak berada di sepuluh tempat sekaligus.

*DUAK! BUMM! SLASH!*

Jian tidak hanya memukul; setiap serangannya adalah aplikasi dari **Putaran 6: Pelahap Badai**. Saat pedang Wang Hu menghantam bahu Jian, Jian tidak menghindar. Ia membiarkan pedang itu menyentuh kulitnya, lalu seketika menyerap seluruh *Qi* es dari pedang tersebut dan mengembalikannya lewat tinju kanan yang dilapisi petir.

*KRAAAAK!*

Pedang besar Wang Hu hancur, dan Kapten itu terlempar menembus tiga dinding batu benteng.

### **Penghancuran Total: Simfoni Kehancuran**

"Gunakan meriam utama! Bakar seluruh pos ini jika perlu!" teriak wakil kapten yang ketakutan.

Meriam Kristal Es raksasa di tengah benteng mulai berpendar biru, mengumpulkan energi dari batu es tingkat tinggi. Serangan ini mampu meratakan sebuah bukit.

Meiling, yang melihat dari ketinggian, segera bertindak. "Jian! Biarkan aku menangani sumber energinya!" Ia melemparkan beberapa botol berisi cairan berwarna merah darah—**Cairan Korosi Alkimia**.

Cairan itu meledak di pipa-pipa energi meriam, menciptakan reaksi berantai yang mengacaukan aliran *Qi*. Meriam itu mulai bergetar hebat dan mengeluarkan asap hitam.

"Terima kasih, Meiling," gumam Jian.

Ia terbang ke udara, tepat di atas pusat benteng. Ia merentangkan kedua tangannya, menciptakan dua pusaran raksasa—satu petir biru di tangan kiri, dan satu angin hitam di tangan kanan. Ia menggabungkan keduanya, menciptakan teknik yang baru ia sempurnakan di dasar jurang.

**"Seni Orisinal: Pemusnah Sembilan Langit - Badai Kiamat!"**

Pusaran itu turun seperti bor raksasa dari langit. Menara Sembilan Es yang terbuat dari batuan logam keras mulai terkelupas seolah-olah terbuat dari pasir. Suara jeritan para prajurit tenggelam dalam deru angin yang memekakkan telinga.

Benturan energi itu menciptakan lubang raksasa di tanah, menghapus Pos Sembilan Es dari peta dalam waktu kurang dari satu menit. Yang tersisa hanyalah kawah berasap dan puing-puing bangunan yang membatu karena suhu dingin yang ekstrem bercampur panasnya petir.

### **Pesan Untuk Dunia**

Di tengah reruntuhan yang masih membara, Wang Jian berdiri sambil memegang panji Klan Wang-Sui yang sudah robek dan terbakar. Ia menancapkan panji itu di atas tumpukan batu, lalu menggunakan jarinya untuk menggoreskan tulisan di atas gerbang benteng yang tersisa:

**"AKU KEMBALI. HUTANG DARAH HARUS DIBAYAR DENGAN DARAH."**

Meiling mendarat di sampingnya, wajahnya penuh dengan campuran rasa takut dan bangga. "Jian... pos ini hancur. Dalam beberapa jam, klan utama akan tahu bahwa kau masih hidup."

"Itulah tujuannya," jawab Jian sambil menatap ke arah Kota Badai di kejauhan. "Aku ingin mereka merasakan ketakutan yang sama dengan yang aku rasakan saat di dasar jurang. Aku ingin mereka tahu bahwa setiap langkah yang aku ambil sekarang adalah langkah menuju kehancuran mereka."

Jian menoleh ke arah Meiling, auranya yang liar perlahan mereda namun intensitas matanya tetap sama. "Ayo. Kota Badai adalah tujuan berikutnya. Aku punya 'ayah' dan 'saudara' yang harus aku kunjungi."

Dengan satu kepakan sayap, mereka menghilang di balik awan, meninggalkan kehancuran total di belakang mereka sebagai tanda dimulainya era baru—era di mana sang buangan menjadi sang penguasa badai.

### **Status Kultivasi Akhir - Bab 15:**

* **Nama:** Wang Jian

* **Ranah Kultivasi:** **Pemurnian Qi Bintang 3** (Naik secara instan setelah stabilisasi energi di tengah pertempuran).

* **Fisik:** Tubuh Dewa Angin-Petir (Tahap Menengah).

* **Pencapaian:** Menghancurkan Pos Terdepan Sembilan Es secara mandiri.

* **Senjata:** Tombak Hitam (Kini diselimuti aura permanen Api Hitam Jurang).

* **Rekan:** Lin Meiling (Alkemis Perak, semakin mahir dalam dukungan alkimia tempur).

1
evelyn Syaquita
new saga
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.
evelyn Syaquita
Tahapan dari Qi Condensation hingga [Tahap Tertinggi] dijelaskan dengan detail yang memuaskan, membuat pembaca ikut merasakan jerih payah sang protagonis dalam bermeditasi dan menerjang kesengsaraan langit (Heavenly Tribulation).😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!