NovelToon NovelToon
Menikahi Kakak Pacarku

Menikahi Kakak Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: tayanlee

Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏

Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.

Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.

Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.

Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.

HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15.

" Apa kalian sudah mau berangkat " tanya tuan mahendra, melihat putra dan menantu nya menuruni anak tangga.

" Iya Pa " jawab Lucas cepat, sesampainya di dasar tepat di hadapan tuan mahendra.

" apa tidak sarapan dulu " tanyanya.

" aku bisa terlambat penerbangan Pa, mungkin lain kali saja " jawab Lucas, Ia memeriksa ponsel nya.

pandangan tuan mahendra tertuju pada Adel yang ada di belakang Lucas, Adel tampak cantik nan sempurna hanya saja di matanya terlihat masih menyimpan kesedihan.

" Adel " panggil tuan mahendra.

Adel segera mengangkat wajahnya, Ia menatap tuan mahendra dengan tanda tanya.

" Iya " jawab Adel cepat.

" Aku berharap banyak padamu, semoga saja setelah pulang dari london kami menerima kabar baik " Ucapan itu menggantung di udara.

Adel terdiam, untuk sesaat dia tidak mengerti atau dia tidak mau mengerti, tatapannya bertemu dengan taun mahendra tatapan yang penuh harapan, tapi juga tekanan yang di berikan tanpa menyembunyikannya.

Kabar baik...

Adel tahu betul apa maksudnya, bukan tentang perjalanan, bukan pula tentang pekerjaan, tapi tentang sesuatu yang lebih jauh, lebih pribadi.

sesuatu yang bahkan belum dia pikiran, atau bahkan belum pernah di bicarakan antara dirinya dan Lucas.

Adel menarik nafas pelan, lalu dengan terpaksa Ia tersenyum tipis dengan canggung.

" iya Pa " jawab Adel lembut.

" Jangan terlalu berharap pada kami Pa, " ucap Lucas.

" Kami belum benar-benar membicarakan nya, aku ingin memberi waktu pada Adel supaya dia siap nantinya " jelas Lucas tegas, namun nadanya tidak lagi sedingin biasanya.

Adel tersentak halus, Ia menoleh ke arah Lucas, menatapnya dengan sedikit terkejut ucapan itu tidak Ia duga akan keluar dari mulut pria ini.

" waktu " ulangnya pelan seolah dia tidak puas dengan jawaban Lucas.

" Ini bukan hal yang bisa di paksa Pa, dan ini juga bukan sesuatu yang harus di percepat "

Suasananya mendadak hening, Adel menundukkan kepalanya Adel kembali saling menggenggam tangannya, ada sesuatu yang terasa aneh, hangat, menyelinap masuk ke dadanya, bukan karena harapan tapi karena untuk pertama kalinya, Lucas tidak menekan nya, Ia justru melindunginya.

Tuan mahendra menghela nafas panjang, jelas tidak sepenuhnya setuju dengan apa yang Lucas katakan.

" Dalam keluarga ini banyak hal tidak menunggu kesepian "

" tanggung jawab harus tetap harus di jalankan, bukan kah lebih baik untuk mempercepat nya agar hubungan menjadi lebih erat untuk kedepan nya " ucap tua mahendra.

" Aku mengerti " balas Lucas.

" tapi untuk yang satu ini biarkan kami yang mengurusnya " ucap Lucas.

" Tolong jangan mencampuri urusan rumah tangga kami Pa, aku sudah mulai berkeluarga dan pa-pa tidak berhak untuk ikut campur di dalamnya " lanjut Lucas, tegas dan menekankan.

Ucapan itu seketika membuat semua orang membeku, Adel terkejut, matanya langsung terangkat menatap Lucas dengan kaget, Ia tidak menyangka Lucas akan seberani itu pada pa-pa nya tuan mahendra.

Tuan mahendra terdiam, rahangnya menegang, tatapannya menyiratkan kemarahan namun masih bisa Ia tahan,

" Lucas " ucapnya rendah, tapi jelas Ia sedang menahan emosinya.

" jaga bicaramu "

Namun Lucas tidak mundur, tatapannya tenang meski ada ketegasan di wajahnya.

" aku hanya ingin semuanya jelas Pa...aku sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri, tolong di mengerti " ucap Lucas.

Selama ini kehidupan pribadinya selalu di kontrol oleh sang pa-pa tuan mahendra, Lucas bahkan tidak bisa bebas memilih keinginannya, mulai dari hal-hal kecil sampai keputusan yang harus dia ambil, semua itu harus tuan mahendra yang menentukannya.

Bahkan tuan mahendra membatasi, hubungan percintaannya dengan siapa dia pergi dan dengan siapa dia dekat, bahkan tuan mahendra mencari seluk beluk wanita yang dekat dengan Lucas, sampai hal-hal detail lainnya.

Mungkin dia sempurna di mata pa-pa nya dan semua orang, namun nyatanya Lucas adalah boneka yang bergerak pun di kendalikan oleh tuan mahendra.

Semua itu menumpuk, sampai pagi ini, Lucas mengekang keinginan tuan mahendra, dia ingin kendali atas kehidupannya.

" kamu bicara seolah-olah pa-pa mengekang mu selama ini " ucapnya dingin.

tuan mahendra menatap putranya lama, tatapan itu bukan hanya marah, tapi juga penuh kendali yang perlahan mulai goyah.

" Tapi menang seperti itu adanya " jawab Lucas dingin.

" aku akan kembali ke atas untuk mengambil file yang tertinggal " ucap Lucas, Ia meninggalkan tuan mahendra yang terlihat marah.

Sedangkan Adel menundukkan kepalanya, Ia tak mau berhadapan atau menatap langsung tuan mahendra yang di luputi api amarah.

" Pa aku permisi mau ambil air di dapur " ucap Adel, tanpa menunggu jawaban Adel mundur perlahan meninggalkan tuan mahendra.

Dapur rumah itu luas dan rapi kontras dengan suasana tegang di ruang depan, Adel berhenti sejenak di meja marmer, tangannya meraih gelas dengan gerakan pelan, Ia menuangkan air ke pada gelas kosong di tangannya.

Nafasnya masih belum teratur dan tangannya sedikit gemetar.

" kenapa jadi seperti ini " Gumamnya pelan hampir seperti bisikan.

Adel meneguk air itu perlahan mencoba menenangkan dirinya, baru saja Adel meletakkan gelas di meja tpi seseorang menariknya dan memojokkan nya di dinding.

Adel tersentak, punggungnya membentur dinding dingin, nafasnya tertahan seketika, matanya membesar saat Ia menyadari siapa yang ada di hadapannya.

" Devan.. " ucap Adel.

Devan segera menutup mulut Adel dengan satu tangannya, dan tangan yang lain mengunci sisi samping Adel.

" Sssttt.... jangan keras-keras " bisik Devan.

Adel menelan ludahnya, jantung nya berdetak kencang.

" Apa kamu benar-benar akan pergi" bisik Devan, matanya menyiratkan kesedihan yang begitu pilu dan menyiksa, melihat Adel pergi dari sisi nya.

Perlahan Devan melepaskan tangannya, wajah mereka bukan hanya dekat tapi sangat dekat hingga hembusan nafas Devan yang berat terasa di kulit wajah Adel.

Dengan menundukkan kepalanya, mencoba menenangkan dirinya yang di luputi api amarah.

" Dev... bagaimana jika ada yang liat " bisik Adel cemas, matanya menyusuri ruangan itu seolah takut seseorang akan memergoki mereka berdua.

" tidak akan ada orang yang datang, karena aku sudah membayar mereka semua " bisik Devan.

" tapi tetap saja, bagimana jika nyonya risma atau pa-pa kamu melihat kita berdua " ucap Adel.

Devan menghembuskan nafas panjang, lalu menatap Adel dengan lembut.

" Hanya sebentar... beri aku waktu sebentar saja " pinta Devan dengan wajah yang memohon.

Adel terdiam, tatapan itu tidak bisa Ia tolak, Adel menghela nafas pelan.

" hanya sebentar... cepat " bisik Adel.

" Apa kamu akan terus hidup bersama kak Lucas yang tidak kamu cintai " Devan bertanya dengan suara pelan seperti bisikan.

" menghabiskan masa hidup mu dengan pria yang jelas-helas tidak kamu cintai, dan bahkan dia memperlakukan mu dengan dingin "

Adel mengangkat wajahnya, akhirnya Ia menatap mata Devan yang penuh dengan luka dan kekecewaan.

" Aku tidak tahu " bisik lirih Adel, Ia segera memalingkan wajahnya ke arah lain.

" Apa kamu masih mencintai ku " tanya Devan Devan putus asa.

" Devan... "

" Tolong jawab aku Adel, aku hanya ingin memastikan bahwa hatimu masih milikku " ucap Devan.

1
KIM TAMIE
Sosor dia Lucas........sosor Adel .
Lu doyan ma perempuan kaga sih 🙄🙄🙄🙄
a elaaaaaaah lu lambat banget jadi cwo.
Readers kecewa nih 😒😒😒
Estella🍂: sabar" baru sebulan main sosor aje😭😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut lanjut makin seru thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Sals
lanjutt kak, bikin adel sadar dan suka ke lucas
KIM TAMIE
Lucas : gilaaaaaaaa...jadi begini bentukan bini gue, sexi parah woy 🤩🤩

Reader : elu nyesel khan Cas, yg begitu lu anggurin.
Udeh buruan lu tubruk deh...udah halal juga khan
lov_e: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor , sepertinya lucas itu suka adel tp demi sebuah sesuatu yg akan dicapai jadi dia ambai pd adel
KIM TAMIE
Lucaskah yg datang ???
Reni Anjarwani
suka bgt sama jln ceritanya
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Reni Anjarwani
bagus bgt jln ceritanya doubel up trs thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up trs thor
KIM TAMIE
Aelaaaah Lucas..... dedeg gue ma elu 🙄🙄🙄.
Lu gimana sih Lucaaaaaasss, masa iya lu diem aja dibilang laki ga normal.
Harusnya tuh lu tunjukin ke Adel...kasih paham ke Adel, kl lu laki tulen
Estella🍂: 🤣🤣🤣🤣😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up trs thor
Reni Anjarwani
semanggat doubel up
KIM TAMIE
daaaaan apakah yg akan terjadi selanjutnya ?????
Hanya Othorlah pemegang kendali atas segalanya
Estella🍂: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
bagus adel hempaskan pelakor
KIM TAMIE
good Adel 👍🏻👍🏻
Tunjukkan kl kamu ga terpengaruh ocehan Karina, biar Karina tidak memandangmu remeh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!