Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Laras duduk termenung di tepi ranjang sambil melihat ke luar jendela. Ia binggung mesti melakukan apa di rumah ini. Mau ikut beberes dilarang karna sudah ada yang mengerjakan, mau masak juga sama. Jadi ia tak punya kegiatan apapun. Nonton TV ia juga bosan. Laras yang terbiasa bekerja merasa hari berlalu terlalu lama baginya.
"Tok....."
"Tok....."
"Tok....."
"Non, ada nyonya besar mencari nona di depan." terdengar suara dari arah luar pintu dan Laras tau itu suara siapa.
"Iya, tunggu bentar ini." Laras turun dari ranjang dan merapikan penampilanya. Dengan langkah kaki pelan Laras menghampiri sang majikan.
"Siang nyonya. " sapa Laras sembari menunduk karna tak berani melihat langsung majikanya yang berwajah dingin persis sama sepeti putranya, Dafa.
"Duduk." perintah nyonya Veronica dengan suara dingin. Laras duduk tidak terlalu jauh dari Veronica.
"Bagaimana hubungan kamu dengan putra saya?" tanya nyonya Veronica pada Laras.
"Biasa saja, nyonya." jawab Laras jujur.
"Apa dia berbuat kasar kepada kamu?" tanya nyonya Veronica lagi.
"Sejauh ini tidak nyonya."
"Bagus. Ini khusus saya beli obat herbal untuk kamu minum setiap malam. Ini bukan obat sembarangan dan harganya lumayan mahal jadi harus kamu habiskan."
"Ini obat apa nyonya?" tanya Laras ingin tau, ia tak mau minum obat sembarangan yang nanti bisa merugikan dirinya.
"Ini obat penyubur agar kamu segera memberi saya seorang cucu." jawab nyonya Veronica.
"Ooh." Laras mengangguk tanda mengerti.
"Ingat, lakukan tugasmu dengan baik. Jangan lupa minum obat itu . Kamu, paham?" punya majikan yang kaku seperti nyonya Veronica perlu kesabaran yang tinggi. Salah sedikit saja alamak celaka.
"Baik, nyonya." jawab Laras mengerti.
"Saya rasa cukup, saya harus pulang." Veronica berdiri diikuti Laras. Laras mengantar majikanya hingga sampai di mobil.
Setelah nyonya Veronica masuk, mobil melesat meninggalkan pekarangan rumah Laras. Setelah mobil menghilang dari pandangannya, Laras masuk ke kamarnya kembali. Ia keluarkan obat yang tadi nyonya Veronica berikan. Di pandangi obat itu dengan perasan campur aduk, antara meminumnya atau tidak? Tapi jika tidak ia minum dan ketahuan oleh nyonya Veronica yang ada malah menimbulkan masalah besar.
"Non mau makan?" tegur bibik yang masuk karna pintu lupa Laras tutup.
"Nanti aja, bik. Aku belum lapar." tolak Laras karna memang perutnya belum lapar.
"Itu apa, non?" tanya bibik melihatnya yang ada di tangan Laras.
"Kata nyonya ini obat penyubur agar aku cepat hamil. " jawab Luna.
"Ooh." bibik mengangguk dengan mulut membentuk huruf O.
"Bibik pernah hamil ga?" tanya Laras.
"Pernah, non tapi ga lama."
"Maksudnya ga lama gimana, bik?" Laras memperbaiki duduknya menunggu penjelasan dari bibik.
"Waktu ibu bibik hamil dua bulan, karna kecelakan bibik harus kehilangan calon anak bibik juga suami bibik untuk selamanya." wajah bibik nampak berubah sedih. Laras mengemgam tangan bibik berusaha menguatkan.
"Maaf, saya mengingatkan kisah pilu bibik." ujar Laras dengan rasa bersalah.
"Ga apa - apa, non. Itulah hidup, kita tak tau apa yang akan terjadi pada diri kita kedepannya seperti apa." walau rona kesedihan nampak tapi bibik berusaha tegar.
"Bibik wanita yang kuat, aku perlu belajar banyak dari bibik." Laras merasa mempunyai seorang ibu, bibik begitu perhatian dan menyayangi dirinya. Sedari kecil ia hanya punya nenek yang membesarkannya dengan penuh cinta meski hidup dalam kekurangan tapi Laras merasa bahagia.
Kehidupan Laras berubah seratus delapan puluh derajat. Tapi ia tak begitu menikmati statusnya yang sekarang. Hidup berdasarkan sebuah perjanjian yang saling menguntungkan. Tapi dari pihak dirinya harus ada yang dikorbankan dengan harga yang cukup mahal. Demi nenek terkasih Laras rela mengorbankan masa depanya.
Orang kaya mah bebas bisa melakukan apa saja yang di inginkan dengan sekali tepukan tangan, uang memang bukan segalanya tapi tanpa uang kita juga tak bisa apa - apa. Apa yang akan terjadi pada hidup Laras selanjutnya?
...****************...
Assalamualaikum kk, di tunggu saran dan masukannya serta supportnya kk
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak 😘💪🙏