NovelToon NovelToon
Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

PERINGATAN!! HANYA UNTUK DEWASA.

Mina terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berbaring di atas ranjang empuk dan lembut, perlahan Mina pun menyadari jika dirinya telah menjalani transmigrasi seutuhnya pada tubuh seorang wanita yang menjadi ibu tiri jahat.

Mina yang memiliki hati selembut Hello Kitty mana berani melakukan kekerasan pada anak kecil, apalagi pada anak lucu yang menjadi anak tirinya, Mina pun mengambil keputusan jika dirinya akan menjadi ibu tiri yang baik untuk mengambil hati anak tirinya, nyatanya bukan hanya anak tirinya yang terpikat. Bahkan suami dari pemilik tubuh ini malah terpikat padanya, Mina yang maniak pria tampan jadi bingung dengan posisinya saat ini.

Apa yang harus Mina lakukan? Tanpa sadar suaminya telah terpikat pada Mina, padahal tujuan Mina hanyalah mengambil hati anak tirinya bukan suaminya itu? Ikuti kisah selanjutnya, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Quality Time with Gino

Di meja makan yang luas dan dikelilingi oleh interior serba megah, Mina duduk menemani Gino yang sedang menghadapi piring makannya. Siang ini, menu untuk Gino adalah bubur ayam halus dengan kaldu ayam kampung yang gurih, lengkap dengan potongan sayuran kecil-kecil yang lembut agar ramah untuk lambungnya yang baru sembuh.

​Meskipun Gino baru saja merengek kelaparan, Mina sengaja tidak mengambil sendok untuk menyuapi anak tirinya itu. Bukan karena dia malas atau kejam seperti Alicia yang asli, melainkan karena dia memiliki prinsip tersendiri. Bagi Mina, bagaimanapun juga Gino adalah seorang anak laki-laki. Dia harus mulai dididik mandiri sejak usia dini untuk hal-hal kecil seperti makan sendiri.

​"Gino, sendoknya dipegang sendiri ya. Makannya pelan-pelan, jangan sampai tumpah," ucap Mina lembut, menyodorkan sendok khusus anak-anak bermotif dinosaurus ke tangan mungil Gino.

​"I-Iya, Mama... Ino bica m-makan cendili," jawab Gino dengan bicaranya yang ceria namun masih agak gagap. Kedua tangan mungilnya dengan patuh menerima sendok itu.

​Ternyata, Gino memang bukan tipe anak manja yang makannya harus selalu disuapi sambil diajak berlarian. Bocah itu duduk dengan sangat tenang di kursi tingginya. Dengan gerakan yang sedikit kaku namun penuh usaha, Gino mulai menyendok buburnya sendiri lalu memasukkannya ke dalam mulut dengan lahap. Pipinya yang gembil bergerak naik-turun seiring dengan kunyahannya, menyisakan sedikit noda bubur di sekitar sudut bibirnya yang mungil.

​Melihat cara makan Gino yang terlampau lahap seolah-olah dia takut makanan di depannya akan mendadak menghilang Mina justru menghela napas panjang. Ada rasa sesak yang tiba-tiba menyergap dadanya.

“Ini anak makannya lahap banget. Apa karena efek samping nafsu makan yang melonjak pasca sakit, atau... jangan-jangan karena dia emang udah terlalu sering menahan lapar selama ini?” batin Mina menebak-nebak dengan getir.

​Mina menopang dagunya dengan satu tangan, memperhatikan setiap gerak-gerik Gino dengan pandangan yang kosong. Pikiran wanita itu mulai berkelana jauh, merenungi nasibnya yang terlempar ke dalam dunia ini.

"​Ternyata menjadi ibu tiri itu gak semudah yang gue bayangkan di drama-drama, ya," keluh Mina di dalam hatinya.

​Perang batin di dalam dirinya kembali bergejolak. Sialnya lagi, ingatan dari pemilik tubuh asli, Alicia , tidak sepenuhnya pulih. Mina tidak ingat dengan jelas kronologi bagaimana bisa dirinya berakhir menikah dengan Arsenio dan menjadi ibu tiri bagi Gino. Lebih dari itu, sebuah pertanyaan besar mendadak melintas di kepalanya, lalu, kemana perginya ibu kandung Gini?.

​Berdasarkan secuil rumor dan sisa memori yang berputar-putar di kepalanya, desas-desus mengatakan bahwa ibu kandung Gino pergi meninggalkan rumah ini demi selingkuhannya. Wanita itu memilih kabur dan menelantarkan putranya yang masih bayi demi mengejar cinta pria lain.

​Mina mendengus sinis, menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir.

"Istri macam apa itu? Tega banget sama darah dagingnya sendiri," gumam Mina pelan, memastikan suaranya tidak terdengar oleh Gino.

"Setidaknya, kalau emang dia udah gak mau dan gak cinta lagi sama suaminya yang kaku kayak kanebo kering itu, ya minimal anaknya dibawa dong! Jangan ditinggal begini!"

​Sejauh pemikiran Mina dari pengalamannya di dunia nyata, sosok yang disebut "Ibu" biasanya selalu identik dengan limpahan kasih sayang yang seluas samudra. Seorang ibu yang waras bahkan akan rela melakukan apa saja, mengorbankan nyawa dan dunianya demi memastikan kebahagiaan sang anak. Tapi ibu kandung Gino? Dia malah memilih melarikan diri, meninggalkan suami dingin dan anaknya yang masih bayi. Sungguh sebuah kenyataan yang di luar dugaan dan sangat egois.

​"Sekarang pertanyaannya... apa gue mampu jadi ibu tiri yang baik buat Gino?" bisiknya ragu pada diri sendiri.

​Mina sadar betul akan kekurangannya. Dia tidak memiliki keahlian atau latar belakang apa pun dalam mengurus anak kecil. Di dunia asalnya, Mina memang menyukai anak kecil karena mereka lucu dan menggemaskan, tapi itu hanya sebatas suka saja. Dia hanya suka mencubit pipi anak orang, mengajaknya bercanda selama sepuluh menit, setelah itu pulang. Dia tidak pernah merawat anak kecil secara intensif hingga berjam-jam, mengganti popok, memandikan, apalagi mendidik moral mereka.

​Apalagi sekarang, reputasinya di rumah ini sudah terlanjur hancur lebur. Pemilik tubuh asli, Alicia, adalah sosok wanita yang sangat kejam, manipulatif, dan sering menyiksa anak sambungnya sendiri saat Arsenio tidak ada di rumah. Wajar saja jika pada awal transmigrasinya, Gino menatapnya dengan pandangan penuh ketakutan yang mendalam.

​"M-Mama... Ino... c-udah celecai makan," celetuk Ginio tiba-tiba, membuyarkan lamunan panjang Mina. Bocah itu menunjukkan piring buburnya yang kini sudah bersih tak tersisa, lalu tersenyum sangat ceria dengan mata bulatnya yang berbinar-binar.

"E-Enak, Mama!"

​Mina tersentak, lalu senyuman manisnya langsung terkembang secara natural. Sifat cerianya kembali mengambil alih.

"Wah, pinter banget anak Mama! Makannya habis bis bis!" puji Mina heboh, membuat Gino tertawa kecil sampai matanya menyipit.

​Mina meraih selembar tisu, lalu dengan sangat lembut dia mengusap sisa-sisa bubur yang belepotan di sekitar dagu dan bibir Gino.

"Nah, sekarang anak ganteng udah kenyang. Minum air putihnya dulu ya."

​"M-Makacih, Mama ganteng!" seru Gino riang, salah mengucapkan kata yang membuat Mina tertawa terbahak-bahak.

​"Mama cantik, sayang. Yang ganteng itu Papa kamu," ralat Mina sambil mencubit gemas pipi Gino yang mulai terasa sedikit berisi.

​"N-Nggak, Papa nakal. M-Mama yang g-ganteng... eh, c-cantik!" balas Gino dengan lidahnya yang masih kelu, sukses membuat suasana ruang santai itu dipenuhi oleh tawa renyah Mina.

​Melihat tawa tulus Gino, tekad di dalam hati Mina mendadak mengeras. Pikiran buruk yang sejak tadi menggelayutinya perlahan menemukan titik terang. Dia tahu dia berada di posisi yang sulit, berada di antara kecurigaan Arsenio dan trauma masa lalu Gino. Namun, melihat bagaimana bocah suci ini begitu patuh, penakut, namun sangat mendambakan kasih sayang dari seorang ibu tiri seperti dirinya, Mina tidak bisa tinggal diam.

"​Oke, fiks. Mulai hari ini gue harus belajar cara menjadi ibu yang baik," batin Mina bertekad dalam hati.

​Dia tidak boleh menyerah dengan keadaan. Jika dia terus bersikap sembrono tanpa arah, bisa-bisa nyawanya benar-benar akan habis di tangan Arsenio yang kejam dan berdarah dingin itu jika pria itu sampai tahu tentang kebusukan masa lalu Alicia. Mina tidak mau berakhir di penjara atau didepak ke jalanan tanpa sepeser uang pun. Dia harus memutar otak.

"​Nanti malam setelah Gino tidur, gue harus buka internet. Gue bakal cari tahu cara mendidik anak, cara memahami psikologi anak korban trauma, dan cara menjadi ibu sambung yang idaman," rencana Mina matang-matang di dalam kepalanya.

"Gue bakal buktiin ke Mas Arsenio, kalau gue bisa jadi ibu yang hebat buat Gino, biar pria kulkas gak bisa macam-macam lagi sama gue!" ucapnya tegas.

​Mina kemudian menurunkan Gino dari kursi tingginya dengan hati-hati.

"Ayo, Gino. Karena makannya udah pinter, sekarang kita main mainan dinosaurus di ruang tengah, mau?"

​"M-Mau! Ayo, M-Mama!" seru Gino gembira, langsung menggandeng erat jari jemari Mina dengan tangan mungilnya yang hangat, menuntun ibu tirinya itu menuju area bermain dengan langkah kaki yang melompat-lompat kecil penuh kebahagiaan. Mina tersenyum, mengikuti langkah kecil itu dengan perasaan yang jauh lebih mantap dari sebelumnya.

Bersambung....

Buntu banget ngetik part ini, kasih semangat buat author dong. Misal komen lucu atau nyelekit gitu biar author nangis.🫪

1
Dewiendahsetiowati
Mina bikin ngakak
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Terimakasih sih sudah mampir dan semoga suka yaa😍
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕☕
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪
Nadira ST
ntar Arsen cemburu Lo min
Potatoes 🥔
Semangat ya kak, suka banget 😍
Potatoes 🥔
Bagus kan
Nadira ST
bertahanlah mina punya suami kaya plus tampan🤣🤣🤣🤣
Nadira ST
udah bagus thor ceritanya gak bertele2💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mila
ceritanya bagus,seru
semngat update lagi ya kak
It's me Ri🥕: Aaaa..... Makasih sudah mampir yaa... Senang banget di komen begini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!