NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Arnet

Sistem Kekayaan Arnet

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Arnet tiba-tiba saja mendapatkan sistem yang mengubah hidupnya.
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan hadiah 100.000.000.000]
Suara itu muncul di pikirannya,disaat kejadian itu langsung mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Kemunculan Arnet

 "Tapi ini terlalu berlebihan Arnet." Bibi Nurma tak bisa berbuat apa-apa lagi,setelah Arnet terus memaksanya.

 Arnet menggenggam tangan Bibi Nurma,"Arnet melakukan itu dasar dari keinginan Arnet sendirian,jadi Arnet mohon terima." mendengar penjelasan itu Bibi Nurma hanya bisa menghela nafas.

 "Bibi paham, tapi sudah cukup kamu membantu kami.Dari bantuan uang untuk modal usaha pun sudah amat besar bagi kami." jawab Bibi Nurma yang merasa apa yang diberikan Arnet terlalu berlebihan.

 "Bibi tenang saja, apa yang Arnet lakukan ini untuk membalas kebaikan Bibi pada Arnet." jawab Arnet yang langsung membuat Bibi Nurma terharu begitu baiknya keponakannya itu.

  Bibi Nurma langsung memeluk Arnet dengan erat,"Terimakasih atas semuanya, Bibi benar bahagia, terimakasih atas semua bantuan ini." ucap Bibi Nurma sembari mengelus punggung Arnet.

 Arnet pun membalasnya dengan senyuman,mereka pun segera membereskan semuanya barang-barang hingga lemari penuh dengan beberapa barang yang biasanya digunakan sehari-hari oleh Bibinya.

 Arnet duduk di teras belakang rumah dengan banyaknya bunga di pekarangan belakang rumah.Banyaknya bunga mawar yang menghiasi pekarangan dibelakang rumah Pamannya.

 "Sepertinya aku harus mengambil bunga ini." Batin Arnet yang mengambil satu-persatu bunga itu ia petik sampai datanglah Bibinya yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya.

 "Buat apa kamu mengambil bunga sebanyak itu Arnet?" tanya Bibinya yang melihat Arnet mengambil bunga mawar itu.

 "Arnet mau pergi mengunjungi makam Nenek sekalian mampir ke makam ibu dan ayah Bik." mendengar jawaban itu Bibi Nurma menganggukkan kepala dan membantu Arnet.

 "Sepertinya sudah cukup." kata Bibi Nurma yang langsung membantu Arnet memetik bunga mawar itu.

 "Iya Bik, sepertinya sudah cukup." jawab Arnet yang membawa sekantong plastik berisikan bunga mawar yang akan dia bawa pergi ke makam.

 "Apa nanti sekalian Bibi suruh jovan untuk mengantarkanmu ke makam?" tanya Bibi Nurma pada Arnet.

 "Tidak perlu Bik, sepertinya Kak Jovan sedang sibuk. Lebih baik Arnet berangkat sendiri kesana, kebetulan Arnet masih ingat di mana jalannya." jawab Arnet yang membalas dengan senyuman.

 "Tapi jika nanti ada apa-apa bagaimana?"tanya Bibi Nurma yang mulai khawatir.

 "Bibi tenang saja."Pada akhirnya Bibi Nurma mengalah dan akhirnya Arnet berangkat ke tempat tujuan.

 Arnet keluar dengan membawa mobilnya, saat Arnet melewati tikungan tidak sengaja Arnet melihat segerombol orang yang ramai berdiri di pinggir jalan.

 Arnet langsung keluar dari mobil dan melihat ada seorang Nenek yang terlihat begitu pucat dengan posisi duduk di pos ronda.

 "Ayo Nenek, kita pergi ke bidan sekarang."ucap cucu perempuannya yang terlihat menangis.

 Beberapa orang hanya terdiam melihat kondisi dari mereka,"Ayo nenek,kita pergi sekarang." ucap wanita yang menangis melihat kondisi Neneknya yang lemas.

 "Mari Nek,saya antar ke bidan." Seketika semua orang melihat kearah Arnet,Arnet bergegas mendekati dan secara langsung mengantarkan Nenek itu dengan menaiki mobil miliknya.

 Beberapa orang mulai menatap dengan tatapan penasaran,"Mbaknya siapa ya, sepertinya bukan orang sini?" tanya salah satu dari mereka yang penasaran dengan wanita cantik itu.

 "Saya orang sini Bu." jawab Arnet dengan senyuman.

 "Orang sini." mereka saling bertatapan tak percaya dengan apa yang wanita itu ucapkan.

 "Saya Arnet, keponakan dari Paman Bram." mendengar nama itu,mereka sontak saja terkejut melihat Arnet yang mereka kenal.

 Arnet segera pergi menuju ke rumah bidan, akhirnya mereka sampai dan Nenek itu langsung ditangani oleh bidan.

 "Terimakasih,sudah mengantarkan nenek saya." ucap Wanita itu yang begitu berterima kasihnya pada Arnet yang telah membantu Neneknya.

 "Sama-sama." jawab Arnet, tiba-tiba dia mendengar suara kembali.

 [Ding!]

 [Selamat Anda mendapatkan point tambahan setelah melakukan kebaikan, point Anda bertambah 2000 poin]

 Seketika Arnet tersenyum setelah mendapat poin tambahan yang begitu banyak,"Rejeki nomplok." batin Arnet yang terlihat begitu senang.

 Posisi Arnet sekarang masih berada di praktek bidan, yang di mana Nenek Itu baru saja diperiksa oleh bidan.

 Tiba-tiba saja Arnet mengingat sesuatu jika dirinya harus pergi,"Kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Arnet yang saat itu bergegas akan pergi.

 "Sekali lagi saya ucapkan terima kasih ya Mbak." Arnet hanya membalas dengan menganggukkan kepala,tiba-tiba saja Arnet memberikan sesuatu pada wanita itu.

 "Ini ada sedikit uang untuk nenek,mungkin uang ini bisa untuk pegangan Nenek mbak jika sewaktu-waktu beliau ingin berobat." jawab Arnet yang langsung memberikan uang pada wanita itu.

 "Maaf saya tidak bisa menerima." wanita itu langsung menolaknya.

 "Saya mohon terima." Arnet memohon pada wanita itu yang pada akhirnya dia menerima.

 "Baiklah saya terima jika mbaknya tetap memaksa." ucap wanita itu yang terlihat terpaksa menerima uang itu.

 Arnet membalasnya dengan senyuman dan akhirnya Arnet pergi dari tempat itu,"Aduh aku lupa tanya siapa nama mbaknya." gumam wanita itu yang lupa bertanya dengan nama wanita yang telah menolong mereka.

 Kini posisi Arnet sampai didepan makam ayah dan ibunya dan disampingnya makam Nenek,"Maafkan Arnet baru mengunjungi kalian." ucap lirih Arnet sembari menaburkan bunga diatas pusaran makam kedua orang tua Arnet dan Makam Neneknya.

 "Kehidupan Arnet sudah lebih baik, akhirnya Arnet masih diberikan kesempatan untuk bahagia." ucap Arnet yang menangis didepan makam kedua orang tuanya dan Neneknya.

 Semua rasa sedih dan bahagia bercampur dan kini tinggal Arnet fokus merubah dirinya lebih kuat dan mencari kehidupan yang lebih baik.

  Arnet segera pergi dari tempat itu dan kembali pulang, tiba-tiba saja terdengar bunyi lagi.

 [Ding!]

 [Selamat Nona mendapatkan bonus tambahan 10.000.0000.000 setelah Anda membuat bahagia orang lain]

 Arnet tak menyangka jika ia masih diberikan bonus tambahan,kini uang Arnet semakin bertambah.

 "Uang yang aku dapatkan nantinya akan aku gunakan untuk membuka bisnis." batin Arnet yang diam-diam mempersiapkan itu semuanya untuk masa depannya.

 Akhirnya Arnet sampai di rumah pamannya,diluar sudah ada Jovan dan Pamannya yang sedang mengobrol."Paman." sapa Arnet dengan senyuman.

 "Arnet." balas Paman Bram yang terlihat begitu bugar, seperti rasa sakit itu sudah hilang.

 "Bagaimana keadaan Paman?" tanya Arnet pada Pamannya.

 "Setelah meminum obat yang kamu berikan,badan Paman terasa ringan bahkan rasa sakit yang Paman rasakan seolah hilang dan badan terasa bugar." ucap Paman Bram yang merasa badannya terasa sehat dan lebih ringan badannya.

 "Syukurlah jika sudah sehat,jadinya paman bisa kembali beraktivitas lagi." jawab Arnet yang merasa lega mendengar kabar itu.

"Kamu atur semuanya nanti ,bapak usahakan untuk mencari orang untuk membantu kita." ucap Paman Bram pada Jovan.

 Seketika Arnet penasaran pembicaraan apa yang sedang keduanya diskusikan.

1
fatmawati (pipit)
Alex hadiah ulang tahun buat siapa? untuk arnet, atau untuk mama kamu atau pacar kamu yang lainnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fatmawati (pipit)
alex tidak meminta bantuan kepada arnet tentang james
irena
bagus juga kalo arnet punya kemampuan membaca pikiran seseorang... agar dia tau mana yg tulus mana yg enggak
irena
bagus ceritanya... klo memang si alex cowok tangguh dan kaya banget.. org nomor satu.. ga papa dekat dengan arnet.. yg penting si alex setia dan bucin banget sama arnet..
irena
lanjut thor
fatmawati (pipit)
mulai pendekatannya alex ke arnetnya
kapan pertemuan reuni biar ada booommm yg meledak
fatmawati (pipit)
double update
fatmawati (pipit)
apa gk dag dig dug dong wanita sombong itu Berani banget hina temannya arnet yg skrg dlm perlindungan alexander
fatmawati (pipit)
pertemuan kedua nanti di acara reuni entar ketemu ya sama mantan, apa gk shock ya terutama perempuan dan laki laki nya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fatmawati (pipit)
alex pertemuan pertama dengan arnet jadi obsesi sekali
fatmawati (pipit)
blm ada pertemuan antara alex dan arnet
fatmawati (pipit)
adakah pertemuan antara alex dan arnet
fatmawati (pipit)
double update kk
fatmawati (pipit)
mantan ya bertemu tapi tidak mengenal arnet....
nanti gk terkejut itu temannya dan mantan kekasihnya bahwa arnet jauh lebih cantik
fatmawati (pipit)
zio blm memberi kabar ke alex
fatmawati (pipit)
pulang ke kota nanti bertemu alex
kenapa jovan nya gk pakai ruko arnet yg 6 itu kan bisa dibagi tu tempat rukonya
fatmawati (pipit)
apakah alex nanti minta bantuan kepada arnet tentang kecelakaan yg menimpa
fatmawati (pipit)
alex blm keluar bersama zio
fatmawati (pipit)
double update kk
fatmawati (pipit)
alex blm keluar sama zio
nanti adakah kerjasama antara arnet dan alex didlm perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!